
Adka tidak bisa tidur. berguling guling kesan kemari memikirkan ucapan Gia saat di gudang waktu itu. ucapan Gia seakan akan menghantui pikirannya.
Adka frustasi sudah beberapa hari ini sejak kejadian waktu di gudang. Adka yang berusaha mendekati Gia namun selalu menghindar.
Adka bangun duduk di tepi ranjang merenungi setiap ucapan yang Gia lontarkan saat kejadian di gudang waktu itu.
"Aghh.... ada apa dengan diri gue. kenapa gue mikirin Gia terus. kenapa Gia ga bisa hilang dari pikiran gue"Adka frustasi sambil mengacak ngacak rambutnya dengan kasar.
Kenapa gue mikirin terus, kenapa Gia ga bisa keluar dari pikiran gue?, apa gue cinta sama dia? ah mana mungkin gue cinta sama tu cewek. tapi gue merasa aneh kenapa kalo liat tu cewek Deket sama Galuh hati gue panas. apakan bener gue udah mulai cinta sama Gia?
Adka memutuskan untuk mengecek perusahaan bersama Johan untuk menghilangkan stress nya yang terus terbayang bayang wajah Gia.
"Jo kita ke perusahaan. gue bosen di rumah terus. sekalian gue mau pantau perusahaan."Kata Adka menghampiri johan.
"Skuy lah gue juga bosen di rumah."Kata Johan bangkit dari duduknya.
"Terus Lo bilangin ke Pa Zek kita akan ke perusahaan. suruh dia siapin berkas tentang perusahaan bulan ini gue mau cek."Kata Adka.
"Oke biar gue telpon"Kata Johan sambil memencet nomor Pa Zek.
Adka dan Johan melajukan mobilnya menuju perusahaan.
...🦎🦎🦎🦎🦎🦎🦎...
Setelah makan malam Gia langsung pergi ke kamarnya.
"Em dari pada gue mikirin Adka mending gue nonton film horor aja kaya nya seru. tapi gue ke supermarket dulu kan seru nonton film sambil ngemil"Kata Gia sambil berjalan ke kamar mandi.
Setelah tapi Gia berjalan kebawah.
"Mo Keman Lo ka?"Tanya Rendi melirik Gia.
"Iya kamu mau kemana malam malam gini?"Kata Riza
"Ke supermarket mau beli cemilan pa."Kata Gia sambil mencium pipi Riza dan Rachel.
"Eh buset tu perut? gile Lo kan baru makan ka. sekarang Lo mau beli cemilan.gue penasaran kayanya perut Lo seluas samudera Pasifik. ck" Kata Rendi sambil cengengesan.
"Serah Lo. gue males berantem. kalo gitu Pa, mah aku pergi dulu"Gia menyalami dan mencium pipi Riza dan Rachel.
"Lah ka gue ga di cium juga?"Kata Rendi cemberut.
"Ga sana cium pantat sapi"Gia dengan ketus sambil berjalan ke luar.
"Awas ya lo. dasar kakak biadabb. kena ajab bau tau rasa lo"Teriak Rendii dengan wajah kesal.
Sesampainya di supermarket supir yang menghantar Gia pergi. Gia langsung masuk ke dalam supermarket. Gia mengambil beberapa cemilan dan minuman. setelah membayar semua cemilannya Gia berjalan keluar dari supermarket sambil melamun.
__ADS_1
Gia asik melamun dan berjalan ke arah jalan akan menyebrang.Gia masih melamun entah pikirannya kemana.
Gue harus bisa lupain Adka. dan gue harus jauhin dia. dia terlalu sempurna buat gue.
Gia terus berjalan ke arah jalan tanpa dia sadari ada mobil melaju ke arah Gia.
Bruk
Mobil di depannya langsung berhenti mendadak saat melihat ada orang di depannya. Kaki Gia terkilir Untung tidak terlalu keras.
"Aww kaki gue"Gia meringis sambil memegangi kakinya yang sakit.
Seorang pria yang berada di dalam mobil langsung keluar. pria itu berjalan ke arah Gia.
"Apa Lo ga papa? maaf gue tadi ngelamun ga liat kalo Lo di depan"Kata Adka sambil mengulurkan tangannya.
Gia langsung menggakat kepalanya untuk melihat pria di depannya. Gia langsung terkejut.
"Adka. Ga usah gue bisa berdiri sendiri." Gia sambil menepis tangan Adka dengan kasar.
"Udah sini gue bantuin. gue tau itu sakit"Kata Adka sambil melirik kaki Gia
"Gue bisa sendiri."Kata Gia sambil berusaha bangun.
Namun Gia kesusahan untuk bangun. kakinya terasa sangat sakit membuat Gia tidak bisa bangun.
Tanpa aba aba Adka langsung menggendong tubuh Gia.
"Makanya jangan ngeyel. udah diem"Kata Adka sambil berjalan ke arah mobilnya.
"Turunin gue. gue bisa sendirii"Gia sambil memberontak di gendong oleh Adka.
"Diem Lo. gue jatuhin kalo Lo ga diem"Kata Adka terus berjalan
Gia yang tadinya memberontak sekarang hanya bisa pasrah di gendong oleh Adka karena Gia takut Adka beneran jatuhin Gia.
Setelah Gia udah masuk ke dalam mobil Adka menyusulnya masuk. di dalam perjalanan. tidak ada yang bersuara. Gia pokus mentap ke arah jalan sementara Adka pokus nyetir.
Sesampainya di rumah sakit Adka menggendong lagi Gia untuk masuk ke dalam rumah sakit. tadinya Gia memberontak namun apa boleh buat kalo Gia terus terusan ga diem Gia akan jatuh. lama kelamaan Gia diam.
Saat berjalan masuk ke dalam ramah sakit Adka langsung menjadi pusat perhatian orang semua orang menatap ke arah Adka dan Gia. Gia langsung mengumpat di bokong Adka yang sedari tadi menahan malu.
"Gue malu"Bisik Gia ke telinga Adka.
"Jangan di hiraukan tatapan mereka. toh mereka juga pernah muda"Kata Adka dengan terus berjalan ke arah UGD.
Setelah sampai di UGD Gia langsung di periksa oleh dokter.
__ADS_1
"Gimana dok dengan kakinya?"Kata Adka ke dokter cewek.
"Engga ada yang serius dengan kaki nona ini cuman terkilir. untuk beberapa hari mungkin nona pake tongkat dulu sebelum kaki nona bener bener sembuh."Jelas dokter ke Adka dan Gia.
"Kalo begitu saya permisi dulu"Kata Dokter itu dengan sopan.
Gia berjalan memakai tongkat sambil di bantu oleh Adka. Gia sempat ingin nolak tapi Gia kesulitan untuk berjalan jadi dengan terpaksa Gia membiarkan Adka membantunya.
Setelah sampai di area halaman rumah Gia Adka membantu Gia keluar dari mobil. Rachel dan Riza dari tadi khawatir. bahkan sudah menelpon Gia beberapa kali namun engga di angkat. Riza dan Rachel yang melihat Gia keluar dari mobil Adka. Langsur menghampiri Gia.
"Gia kenapa kaki kamu?"Kata Rachel dengan cemas.
"Udah masuk dulu ga enak ngomong di luar"Kata Riza.
Gia masuk di bantu Rachel sementara Adka mengikuti dari belakang.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"Kata Riza.
"Saya tidak sengaja om serempet Gia. tadi saya melamun membawa mobil tidak melihat Gia di depan."Jelas Adka
"Saya minta maaf. untuk tanda maaf saya. saya akan bantu Gia sampe sembuh. saya ingin bertanggung jawab."Kata Adka.
"Ga usah. luka gue ga seberapa. bentar lagi juga sembuh"Kata Gia.
"Udah kamu nurut aja sama nak Adka. dia niatnya baik ko."Kata Rachel sambil mengelus rambut Gia.
"Tapi ma.."Kata Gia langsung di potong oleh Riza.
"Udah kamu nurut aja. Papa, Mama sama Rendi juga besok mau ke luar kota ada urusan sebentar. sekitar 1 Minggu dan otomatis kamu ga ada yang rawat kan. jadi kamu Adka saya nitip anak saya sama kamu selama Om ke luar kota"Kata Riza sambil melirik ke arah Adka.
"Iya siap om saya akan jagain Gia."Kata Adka dengan senyum ramahnya.
"Ko Papa, sama Mama ga kasih tau aku. kenapa juga ga ajak Gia? Gia kan juga mau ikut"Kata Gia sendu meneteskan air matanya
"Ga lama ko. kan kamu juga harus sekolah bentar lagi mau ujian kenaikan kelas"Kata Rachel menennagkan anaknya.
"Iya deh iya tapi janji ga lebih dari satu minggu"Gia sambil mengusap air matanya.
"Iya mamah janji"Kata Rachel sambil menunjukan jari kelingkingnya
"Udah jangan nangis jelek loh ke badut"Rachel sambil mengusap air mata Gia.
"Aku cantik gini di juga"Gia dengan cemberut.
Setelah lama berbincang Adka memutuskan untuk pulang karena sudah semakin larut. Setelah berpamitan ke Riza dan Rachel Adka langsung melajukan mobilnya.
Bersambung
__ADS_1