Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Hanya Alasan


__ADS_3

Bella masih bertahan di bawah panasnya sinar matahari,tak ada yang datang ke sana untuk menawarinya minum.



Kakinya semakin perih karena tapak sepatunya sudah bolong di tengahnya "Apakah aku akan mati di sini? Rasanya sangat haus." lirih Bella.



detik berlalu,berganti menjadi menit dan berjam-jam sudah terlewati. Hingga...



Tring...



Bel jam pulang akhirnya di bunyikan,Bella baru bisa bernafas lega.



Semua Siswa-siswi berhamburan keluar,Bella terduduk lemas di tengah lapangan.



Wajahnya sudah memerah karena terlalu lama berdiri di bawah panasnya matahari. Dia kembali ke ruang kelasnya untuk mengambil tas,tanpa memperdulikan tatapan merendahkan dari teman-temannya.



Ruang kelas Bella berada di lantai bawah,jadi dia tidak perlu susah payah naik tangga.



Saat tiba di depan pintu ruang kelasnya,dia melihat David dan dua temannya ada di kelasnya,tidak hanya mereka,di sana juga ada Andini dan Kanaya.



Ngapain mereka di sana?



"Sekarang jelasin sama gue,kalau ini semua memang rencana lo Kanaya!" Bentak David.



"Kenapa kamu malah nyalahin aku? Bukankah kamu juga bersalah hah? kamu sama Arman yang udah ngejadiin Bella sebagai barang taruhan. Kamu sama Arman sudah sepakat kalau kamu bisa membuat Bella jatuh cinta maka Arman akan memberikan kamu uang 20 juta,dan kamu sudah menerima uang itu jadi kenapa kamu marah sekarang?" tanya Kanaya.



"Ya,karena kalian sudah keterlaluan dengan mengirim video itu kepada semua murid di sekolah ini!" David kembali membentak,emosinya tidak bisa di kontrol.



Dari luar Bella terus menyimak pembicaraan mereka.



"Dav,sudahlah lagian kan semua sudah terlanjur." Ucap Reno. Cowok itu tidak mau keadaan semakin panas.



"Lo juga Man,ngapain bawa-bawa Kanaya dalam masalah kita ini?" dia mulai menyalahkan Arman.



"iya,iya gue sadar,gue salah."



"Tapi lo enggak bisa nyalahin gue juga dong Dav,Andini juga bersalah." Tambah Arman.


"Gue di suruh sama Kanaya!" Andini menjawab cepat,dia tidak mau dirinya di bawa-bawa dalam masalah mereka.


"Mereka semua jahat." Bella \*\*\*\*\*\*\*-\*\*\*\*\* tinjunya,ingin sekali memukul satu persatu wajah orang-orang yang sudah membuatnya di hukum hari ini.



Tanpa pikir panjang Bella langsung masuk ke ruang kelas dan menampar wajah David dengan begitu keras,dia kemudian beralih menampar wajah Kanaya. Bella sangat marah,dadanya naik turun menahan emosi yang mulai memuncak.


__ADS_1


Semua terdiam,mereka terkejut dengan kedatangan Bella yang tiba-tiba.



"Kamu berani-beraninya nampar aku Bella? Kamu lupa sama status kamu?" Bentak Kanaya,dia tidak terima dirinya di tampar oleh Bella.



"Aku tidak lupa sama status aku,kamu memang pantas mendapatkan tamparan dari aku,kamu sudah membuat aku menerima hukuman ini!" Bentak Bella tak kalah kerasnya.



"Berani-beraninya tangan kotor kamu menyentuh wajah aku" Kanaya menarik rambut Bella dan kemudian mendorongnya,membuat Bella terhuyung. David dengan sigap menahan tubuh Bella,jadi dia tidak sampai jatuh menimpa lantai.



"Lepasin! Jangan sok baik lagi di depan aku! Kamu juga sama seperti mereka." Kecam Bella.



Dia menepiskan tangan David dengan kasar.



Kanaya yang masih tidak bisa terima Bella menampar wajahnya begitu saja,dia langsung menampar balik wajah Bella dan kemudian mendorong tubuh Bella lagi hingga kening Bella tergores dengan sisi meja.



"Akh!!" Pekik Bella saat darah segar mengalir di keningnya.



Mereka semua kaget melihat kejadian itu,Andini langsung lari keluar kelas,Reno dan Arman juga melakukan hal yang sama,mereka tidak ingin di jadikan tersangka atas kejadian itu.



Kanaya yang melakukannya,jadi Kanaya yang harua bertanggung jawab.



Namun,sungguh gadis berhati kejam,dia hanya tersenyum sinis ke arah Bella dan berkata "Rasain itu,apa yang kamu terima,juga belum setimpal dengan penderitaan yang aku rasakan!" Usai berkata begitu Kanaya langsung pergi meninggalkan Bella.




Tapi...



Nyatanya Bella salah,David juga ikut pergi,sekarang hanya tinggal Bella seorang diri diruang kelas,dia masih terduduk di lantai.



Saat itu air matanya mulai mengalir,dia menangis pilu. Semua kesedihan di keluarkannya,kesedihan yang sudah lama di pendamnya.



Kepala Bella terasa semakin sakit,Bella memegang kepalanya dengan erat.



"Kepala aku sangat sakit. Aku tidak tahan" Bella menangis.



"Hiks!!"



Dia sendiri di sana,tak akan ada yang menolong.



Tiba-tiba dalam bayangannya terlintas wajah seseorang,dia terus bermunculan di pikiran Bella membuat kepala Bella semakin sakit.


"Ibu...Ibu dimana?" Suara anak kecil itu membuat Bella semakin kesakitan.


"Akh!!! Aku tidak kuat lagi! Tolong..."

__ADS_1


"Tolong aku!!!" Bella menjerit,tapi jeritannya terdengar begitu lemah,hingga dia jatuh pingsan tak sadarkan diri.


\*\*\*\*



Saat tersadar Bella di buat terkejut,karena dirinya sudah berada di rumah sakit.



Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah,cowok yang berada di sampingnya saat itu adalah Reno,temannya David.



Bella mencoba untuk bangkit,dia ingin keluar dari sana. Dia menarik kasar selang infus di tangannya.



"Bella,keadaan kamu masih sangat lemah,sebaiknya kamu istirahat di sini dulu!" suruh Reno.



Dia mencegah Bella untuk bangun dari tidurnya.



"Aku ingin pulang sekarang juga." Bella mencoba bangkit lagi,tapi kepalanya kembali sakit. Wajah orang-orang yang tidak di kenalnya,satu persatu bermunculan di pikirannya. Bella seolah melihat sesuatu yang tidak asing,dia merasa begitu akrab dengan wajah mereka,meski masih belum terlihat jelas.



"Kamu kenapa? Kepala kamu masih sakit,ya?" tanya Reno.



Dia melihat Bella yang kesakitan dengan perasaan iba.



Bella tidak menjawab,dia hanya menatap Reno dengan mata berkaca-kaca.



"T-tadi aku masuk lagi ke kelas kamu,karena kunci mobil aku ketinggalan di sana,pas masuk aku lihat kamu sudah tergeletak tak sadarkan diri,jadi aku bawa kamu ke sini." Ujar Reno memberitahu.



Memang hal itu lah yang sejak tadi ingin di tanyakan Bella padanya.



"Aku akan pulang sekarang,keadaan aku sudah lebih baik. Maaf karena merepotkan kamu,soal biaya rumah sakit...



"Enggak usah di pikirin Bell,aku sudah membayarnya!" Reno menjawab cepat. Dia tidak ingin Bella jadi susah memikirkan biaya rumah sakit.



Tapi enggak tahunya apa yang di katakan Bella sangat berbeda dengan apa yang dia pikirkan.



"Baguslah kalau kamu paham untuk membayarnya,karena aku juga tidak mau membayarnya." Jawab Bella,seraya turun dan memakai sepatunya. Dia sudah bersiap-siap hendak pergi dari sana.



Bella meninggalkan Reno yang masih duduk di sisi tempat tidur. Cowok itu menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan,sebelum membuka pintu Bella menoleh ke belakang dan berkata "Terimakasih sudah menolong aku,entah kamu punya niat baik atau enggak aku tidak tahu. Dan satu hal lagi,anggap saja hal ini tidak pernah terjadi!" Bella mengingatkan sebelum dia benar-benar pergi dari sana.



Reno mendadak senyum-senyum sendiri setelah kepergian Bella,dia mulai merasa ada yang aneh dengan perasaannya.



"Benar-benar cewek aneh,gue kira dia susah karena kepikiran soal biaya rumah sakit,padahal dia enggak mau membayarnya juga,dan berharap gue yang ngebayarin semuanya." Gumam Reno sembari menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum.



\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2