Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Info Tentang Sasya


__ADS_3

Saat pulang dari restoran Sasya mampir dulu di kantornya Reno,gadis itu ingin mengajak Reno pulang bareng. Dan saat itu Reno sedang bicara sama Ririn,entah apa yang mereka berdua bicarakan sehingga Reno tertawa terbahak-bahak membuat Sasya tidak suka melihatnya,mungkin saat itu Ririn sedang membicarakan kisah konyolnya.


Sasya tampak tidak senang melihat Reno tertawa bahagia bersama Ririn,dia semakin mempercepat langkahnya dan menghentikan obrolan mereka "Kak Reno!" seru Sasya sambil memeluk Reno dari belakang. Apa yang di lakukan Sasya sebenarnya membuat Reno risih,tapi dia tidak mengatakan apapun sedangkan Ririn memandang Sasya dengan ujung matanya,sinis.


"Sasya,kamu ini sudah besar jangan bertingkah seperti anak kecil,kalau Bella melihatnya dia pasti akan cemburu," Ririn menegur Sasya karena sikapnya yang kekanak-kanakan.


"Bilang saja kalau kamu cemburu melihat kedekatan aku sama kak Reno,kamu iri sama aku karena kamu enggak bisa meluk kak Reno seperti yang aku lakukan." Sasya membatin.


"Memangnya kenapa? Kak Reno itu kan kakak aku,kak Ririn cemburu ya?" tanya Sasya bersikap sok polos.


Ririn tidak menghiraukan pertanyaannya,dia tersenyum sinis. "Ren,aku balik duluan ya? Oh ya hati-hati pulangnya!" pesan Ririn sebelum pergi.


"Iya,kamu juga." Jawab Reno dia mengantarkan kepergian Ririn dengan senyumannya. Semakin kesal aja Sasya sama Ririn. "Kenapa sih dia dan Bella mudah banget dapat perhatian dari kak Reno?"


"Kak,ayo kita pulang!" ajak Sasya setelah Ririn menghilang dari pandangan mereka.


"Sebentar lagi ya,sya. Kamu tunggu aja aku di parkiran!" suruh Reno.


"Oke,tapi jangan lama-lama!" Sasya pun segera pergi dari depan ruang kerja sepupunya. Reno langsung masuk kembali dalam ruangannya untuk mengambil beberapa berkas yang akan dia bawa pulang,ada beberapa dokumen yang belum dia periksa dan dia akan memeriksanya di rumah.


-----


"Tugas kalian gampang banget kok,cuma mencaritahu info mengenai keluarga Sasya sepupunya Reno,nanti fotonya aku kirim ke kalian." Selesai bicara Ririn langsung mematikan ponselnya,dia tidak tahu kalau Sasya sedang menguping pembicaraannya.


"Licik! Ternyata dia penasaran tentang keluarga aku,oke Ririn aku akan membuat kamu semakin penasaran,tidak hanya itu aku juga akan membuat kamu di pecat dari kantornya kak Reno,tunggu saja tanggal mainnya!" Sasya tersenyum miring,dia memperhatikan mobil Ririn yang sudah meninggalkan pelataran parkir.


----

__ADS_1


Bella sengaja membuat makan malam yang banyak untuk di bawanya ke rumah Reno,setelah meminta izin sama papanya dia langsung pergi.


Saat Bella pergi Jacky dan Kenzo ternyata ada di depan gerbang rumahnya,hanya saja Bella tidak menyadarinya karena dia terlalu buru-buru. Kenzo dan Jacky selama ini memang selalu mengawasi Bella kemanapun dia pergi karena itu adalah perintah dari Tika.


"Ken,sepertinya non Bella mau ke rumah tunangannya deh,mending kita pulang aja yuk!" ajak Jacky.


"Bentar deh,gue telpon si bos dulu," Kenzo langsung menekan nomor yang sudah sangat di hafalnya. "Halo bos,kami sudah berhasil menemukan info mengenai Sasya dan keluarganya."


"Bagus kalau begitu," jawab Tika di seberang.


"Bos kapan pulangnya?" Kenzo bertanya.


"Jangan nanyain kapan aku pulang,baru sebulan pergi udah di tanyain kapan pulang,enggak tahu apa orang lagi honeymoon? Gangguin aja!"


Klik!


Tika memutuskan obrolan sebelum Kenzo selesai ngomong.


"Daripada di sini mending kita pulang aja yuk! Kan info tentang Sasya sudah terkumpul semua tinggal kita kirim ke si bos,biar Sasya sama ibunya segera di tendang keluar dari rumahnya Reno."


-----


"Beberapa hari ini kamu sibuk terus ya,jaga kesehatan juga dong Ren jangan terlalu di paksa kalau capek ya istirahat." Ucap Bella,dia membelai lembut rambutnya Reno.


Melihat Bella yang tambah perhatian padanya Reno menghentikan pekerjaannya dan fokus sama Bella. Reno meraih tangan Bella dan menciumnya. "Makasih ya Bella sayang kamu sudah sangat perhatian sama aku,akhir-akhir ini aku memang sangat sibuk,pekerjaan ini harus aku selesaikan dalam waktu singkat,menyuruh Ririn untuk mengerjakan juga enggak mungkin soalnya dia juga masih banyak pekerjaan lain yang harus di selesaikan secepatnya juga!" tutur Reno.


"Iya aku tahu,buruan makan sebelum makanannya dingin,kalau ini biar aku yang lanjutin," Reno pun segera bangun,dia juga tidak lupa mengecup kening Bella sebagai ucapan terimakasihnya. Apa yang Reno lakukan membuat wajah Bella bersemu merah,dia jadi gugup sendiri.

__ADS_1


Reno sadar akan perubahan wajah Bella dan itu membuat dia tersenyum geli. "Baru gitu aja udah baper,gimana kalau aku kasih lebih?" goda cowok itu,dia berbisik tepat di samping telinganya Bella.


"Ih,geli tahu! Cepat makan!" usir Bella.


"Ada untungnya juga ya kalau aku sibuk begini,jadinya kamu kan semakin perhatian,rela datang jauh-jauh cuma buat nganterin makan malam buat aku,terus dihidangin lagi. Beruntung banget aku punya istri baik seperti kamu," ucap Reno bangga.


"Di habisin aja dulu makannya Ren,jangan banyak bicara!" perintah Bella. Reno kembali diam dan melanjutkan makannya.


Di balik pintu,Sasya mengintip kebersamaan Reno dan Bella,dia cemburu dan rasa cemburu itu tidak bisa di tahan lagi. "Kalau aku tidak segera bertindak maka mereka akan semakin dekat dan sulit di pisahkan,sekarang aja tante dengan tenangnya membiarkan mereka berduaan di kamar.


{{°°°}}


Setelah selesai makan Reno turun ke bawah untuk menaruh piring kotor,sekalian buatin minuman untuk Bella.


"Reno,kamu kok di sini? Bellanya di mana?" tanya Mirna,wanita itu sedang membuat secangkir teh hangat untuk dirinya sendiri.


"Dia di kamar tante,lagi ngebantuin aku memeriksa beberapa dokumen penting."


"Lalu teh itu untuk siapa?"


"Untuk Bella," jawab Reno singkat.


"Perhatian banget sama kak Bella," timpal Sasya yang tiba-tiba aja sudah ada di belakang mereka.


"Ya harus dong,namanya aja buat calon isteri," ucap Mirna.


Sasya menampakkan ekspresi tidak senang saat mendengar omongan mamanya,Mirna tahu Sasya kesal. Dia sengaja mengatakan hal tersebut supaya Sasya sadar kalau Bella tetap akan menjadi istrinya Reno.

__ADS_1


"Biar tante aja yang buatin minuman buat dia,kalau malem Bella lebih suka minum orange juice," Mirna memberitahu seraya mengambil teh yang hendak di masukkan Reno dalam cangkir.


"Mama kayaknya sudah merubah rencananya deh,yang awalnya ingin merebut harta kak Reno berbalik mendekati Bella dan ingin merebut harta keluarganya,apalagi sekarang mama udah resmi bekerja di perusahaannya pak Alex. Jangan sampai karena arah dan tujuan yang berbeda membuat mama menjadi orang yang harus aku hindari," batin Sasya khawatir. Dia tidak ingin apa yang di pikirkannya tadi beneran terjadi.


__ADS_2