
David dan dua temannya hanya memperhatikan Bella dari kejauhan,mereka tidak datang ke sana untuk membantu.
"Ini semua perbuatan kamu kan Arman?" ucap David datar tanpa ekspresi,tatapannya dingin,sedingin salju.
"Aku cuma mengirimkan video itu kepada Kanaya,dan aku tidak menyangka kalau keadaannya akan jadi seperti ini." Bantah Arman,dia tidak mau David menyalahkan dirinya,padahal dia juga tahu kalau ini semua akan terjadi.
"Waduh guys,parah banget emang kalau sudah berurusan sama Andini,tu bokapnya datang!" Tunjuk Reno,sambil geleng-geleng kepala melihat Pak Alvin datang ke tempat kejadian.
Di sanalah drama bermula,Andini langsung menangis begitu papanya datang,dia memeluk papanya dan mengatakan bahwa semua itu Bella yang memulainya.
"Kenapa dengan wajah kamu Dini?" tanya Pak Alvin.
Melihat wajah anaknya yang tampak bekas cakaran kuku Bella.
"Ini semua salah Bella pa,dia yang mulai duluan!" tuduh Andini.
Anak-anak lain yang tadinya menonton dan menyoraki di sana,mereka mulai bubar satu persatu. Sebab tidak ingin terlibat dengan masalah yang di buat Andini dan teman-temannya.
Pak Alvin melihat Bella dengan tatapan dingin dan mengintimidasi,Bella balas menatap lelaki itu,dia tidak takut sama sekali. Bagi Bella selama dia benar,dia tidak perlu takut.
"Benar Bella kamu yang mulai duluan?" tanya Pak Alvin.
"Benar pa,Bella yang mulai duluan,dia menuduh aku yang menempelkan fotonya di mading." Adu Andini.
"Andini,Pak Alvin tidak bertanya sama kamu,tapi sama Bella,jadi biarkan Bella yang menjawabnya" ucap Bu Sisil,guru Bk di sekolah mereka.
"Saya tidak bersalah,dia yang memulainya pak." Jawab Bella.
"Kalian berdua keruangan saya sekarang juga! Dan kamu meta,beserta teman kamu ini,kalian berdua masuk ke kelas!" titah Pak Alvin dengan nada tinggi.
Kedua teman Andini yang sejak tadi berdiri di sana langsung masuk ke kelas dengan langkah cepat.
\*\*\*\*
Pak Alvin masih belum bicara,suasana sepi mencekam,hanya sesekali saja terdengar helaan nafas berat dari guru BK.
Wanita muda itu ingin langsung menuntaskan masalah yang di perbuat oleh ke dua siswinya.
"Kenapa kalian melakukan hal memalukan seperti ini?" tanya Pak Alvin,mulai membuka topik pembicaraan.
"Andini yang memulai duluan pak,dia yang menjambak rambut saya,makanya saya balas." Ucap Bella,dia membela diri karena tak ingin di salahkan untuk ke dua kalinya.
__ADS_1
"Kamu yang sudah menuduh aku menempelkan foto kamu di sana,bagaimana mungkin aku tidak marah!" Bentak Andini.
Gadis itu sangat pintar memutarbalikkan fakta. "Kamu berani sekali memfitnah aku Andini,sudah salah masih tidak mau ngaku lagi." Bella berkata tak kalah kerasnya.
"Diam!" bentak Pak Alvin,seketika suasana kembali hening.
"Sebaiknya kita tanya sama anak yang lain saja pak,pasti mereka tahu bagaimana kejadian sebenarnya,kan mereka ada di sana dan menyaksikan semuanya." Usul Bu Sisil.
"Tidak perlu pa,percuma saja karena yang menempelkan foto itu adalah Kanaya dan temannya. Tapi Bella dengan yakinnya menuduh aku sebagai pelakunya hingga dia mencakar wajah aku,lihat sekarang apa yang terjadi dengan wajah aku!"
Andini tersenyum sinis menatap Bella. Bella tidak menyangka ternyata semuanya sudah di atur dengan begitu bagus oleh Kanaya,dengan begitu,apa pun yang akan di katakan Bella tetap tidak berguna.
Pak Alvin memijit kepalanya yang terasa pusing. Kalau sudah berurusan sama Kanaya lelaki itu juga tidak ingin mengambil resiko.
"Karena sudah menuduh tanpa bukti dan melukai Andini maka kamu akan bapak kasih hukuman yang setimpal." Ucap Pak Alvin memberi keputusan.
"Tapi...
"Tidak ada tapi-tapian,kamu bersalah dan harus bertanggung jawab."
"Kita juga tidak bisa mendengar cerita dari sebelah pihak pak,Andini juga belum tentu berkata benar. Sebaiknya kita tanyakan kepada murid yang lain." Timpal Bu Sisil tidak setuju dengan keputusan Pak Alvin.
Bu Sisil kembali diam.
Pak Alvin sama sekali tidak mau mendengar pendapat dari guru BK.
Hanya karena mamanya Kanaya memiliki pengaruh yang cukup kuat di sekolah mereka,jadi beliau tidak mau ambil resiko,akhirnya tanpa basa-basi lagi Bella langsung di nyatakan bersalah. Dan dia harus bertanggung jawab atas kesalahannya.
"Hari ini kamu tidak perlu masuk kelas dan mengikuti pelajaran,cukup berdiri di tengah lapangan sampai bel pulang di bunyikan." Pungkas Pak Alvin.
Keputusan Pak Alvin sudah bulat,tidak bisa di ganggu gugat lagi.
Bella tidak membantah,dia tidak juga terlihat marah saat mendengar hukuman yang di berikan Pak Alvin.
Bella tahu,Andini sedang tersenyum puas dalam hatinya,dia sangat senang karena rencana jahatnya dan Kanaya sudah berhasil.
"Saya dengan senang hati menerima hukum rimba ini,kalau sudah selesai saya permisi!" ucap Bella sebelum keluar dari ruangan itu,Bella tidak peduli jika dia di katakan tidak sopan.
Karena apa aja yang di lakukan oleh orang miskin seperti dia,semua akan terlihat salah.
__ADS_1
"Lihat pa! Bella benar-benar tidak sopan." Ucap Andini pada papanya.
"Saya juga permisi dulu,pak!"
Bu Sisil juga ikut meninggalkan ruangan. Wanita itu sebenarnya ingin menyusul Bella,tapi dia mengurungkan niatnya itu,dia akan mencoba mencaritahu siapa dalang di balik keributan yang terjadi tadi.
"Aku akan mencaritahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi,Pak Alvin memang tidak bisa di harapkan,lelaki itu terlalu takut sama Bu Dewi," Bu Sisil membatin,beliau kesal dengan sikap Pak Alvin yang tidak bisa tegas itu.
Wanita itu kembali ke ruangannya dan mencoba mencari data pribadi Bella,mungkin dia bisa mendapatkan sesuatu yang penting di sana,mungkin saja.
\_\_\_\_\_\_
Sudah dua jam lebih Bella berdiri di tengah lapangan,matahari sudah semakin tinggi dan teriknya tepat berada di atas kepalanya.
Panas...
Bella merasakan sekujur tubuhnya meleleh terbakar,sekarang sudah jam 11:00 waktunya istirahat. Teman-temannya yang lain sudah pasti pergi ke kantin,tapi dia hanya bisa berdiam pasrah di bawah teriknya matahari.
Kehausan...
Bella juga merasakannya,dia juga lapar.
Di saat seperti ini dia harus mengadu pada siapa? Haruskah menangis? Bella malu untuk menangis,dia hanya bisa menahannya hingga menimbulkan sesak di dada.
David yang sudah berjanji untuk membelanya didepan semua orang,dia yang katanya akan menjaga dan melindungi Bella kemana dia sekarang?
Tidak ada...
Penipu!
David sudah menipu Bella,dia hanya mempermainkannya saja.
"Aku bodoh,bodoh sekali. Bisa-bisanya aku tertipu oleh kata-kata manisnya David,mestinya aku sadar gadis miskin seperti aku tidak mungkin membuat David yang menjadi idola semua cewek jatuh hati. Aku begitu mudah di tipu,aku sangat bodoh." Lirih Bella penuh sesal.
Dari kejauhan Bella dapat melihat dirinya di jadikan sebagai tontonan oleh semua Siswa-siswi di sekolah itu.
Bella merasakan tubuhnya semakin lemah,tapi dia tidak boleh pingsan di tempat itu,belum tentu juga ada yang mau membawanya menuju UKS.
"David,kenapa kamu tega melakukan semua ini sama aku? Aku tidak pernah mengganggu hidup kamu,seharusnya tak perlu hadir dan menjadi teman jika semua itu hanya sebuah kebohongan. Kamu sudah memberi luka baru dalam hidup aku Dav. Andai saja kamu tahu betapa berat kehidupan yang aku jalani,mungkin kamu akan berpikir seribu kali sebelum melakukannya. Aku benci kamu David,aku benci!" Jerit hati Bella.
__ADS_1
••|•\*\*\*\*••|•