
"Bukan siapa-siapa Bell,cuma teman biasa aja kok" jawab David.
"Kamu tunggu di sini dulu ya,aku keluar sebentar untuk menemui Aurel," tanpa menunggu persetujuan Bella,David langsung pergi menemui temannya.
Bella penasaran bagaimana sosok Aurel yang dikatakan David. Dia pun memutuskan untuk menyusul David.
Bella berdiri terpaku,dia terdiam. "Masa iya sih,teman seromantis itu kayak orang pacaran," ucap Bella.
Dia melihat Aurel bergelayut manja di bahunya David,Bella mulai curiga kalau gadis itu dan David memilliki hubungan,Bella hanya menatap saja mereka dari kejauhan.
"Kak Bella cemburu?" tanya Sisi yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya.
"Enggak!" geleng Bella seraya tersenyum menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.
"Di samperin aja kak!" suruh Sisi,anak itu juga tidak suka dengan sikap Aurel.
"Enggak ah,enggak baik Sisi,entar di kirain kakak mau ngegangguin mereka lagi," jawab Bella.
Saat dia sedang sibuk ngobrol sama Sisi,sepasang mata Aurel menyadari kehadirannya. Gadis itu terus menatap tajam ke arahnya,tampak dia bertanya sesuatu kepada David,tapi matanya masih tidak luput menatap Bella.
Dia mengayunkan langkahnya berjalan menghampiri Bella "Hei,kamu sepupunya David ya?" tanya Aurel.
Bella tidak langsung menjawab,dia malah memandang ke arah David yang berdiri di samping Aurel.
David tersenyum dan mengangkat kedua bahunya seolah tidak peduli dengan jawaban yang akan di berikan Bella.
"Bukan,aku sahabatnya. Oh ya,kenalin aku Bella!" Bella mengulurkan tangannya.
Aurel menatap tajam ke arah David,baru setelah itu menerima uluran tangan Bella. "Aurel," ucapnya kemudian.
"Dav,apakah dia Bella yang kamu ceritakan itu?"
"Ya,dia Bella dan sekarang dia sudah kembali ke indonesia," jawab David dengan wajah berseri-seri.
\*\*\*\*
"Bella ayo makan nak!" panggil Bu Santi
Bella masih sibuk memeriksa data para pegawai baru di restorannya.
"Sebentar bu,!" sahut Bella dari ruang kerjanya.
"Tinggalin aja dulu pekerjaannya Bell!"
"Ya sudah lah,nanti saja aku lanjut lagi,kebetulan juga perut aku sudah keroncongan dari tadi." Bella menutup map yang berisi data pribadi pegawai baru di restorannya,dan kemudian meletakkan dengan rapi map itu di atas meja.
"Kemarin kamu bilang sama ibu,kalau malam ini kamu mau jalan-jalan sama David." Ucap Bu Santi. "Tapi setelah melihat wajah kamu kusut begitu pasti Davidnya enggak punya waktu ya.?" Lanjut ibunya bertanya.
"Dia sudah punya gebetan baru," jawab Bella dengan wajah cemberutnya.
Sambil menuangkan air ke dalam gelasnya Bu Santi bertanya "Kamu cemburu?"
__ADS_1
"Siapa yang cemburu? Emang aku pacarnya?" Bella menjawab dengan perasaan dongkol.
"Bella,kalau kamu memang cinta sama dia,menurut ibu sebaiknya kamu ungkapkan aja ke orangnya." Ibu memberi saran.
Bella terdiam,dia terus mengaduk makanannya. Selera makannya tiba-tiba saja menghilang.
"Aku tidak berani mengatakan yang sebenarnya sama dia,bu."
"Bella,kalau terus menyembunyikan perasaan seperti ini,sampai kapan pun David enggak akan pernah tahu bagaimana perasaan kamu yang sebenarnya sama dia." Tutur Bu Santi.
Wanita itu memberi anaknya sedikit nasihat,dia hanya ingin Bella bahagia.
Lagi-lagi Bella terdiam memikirkan kata-kata ibu ibunya.
\*\*\*\*
David berdiri di depan Bella dengan raut wajah yang terlihat masam. Sepertinya suasana hatinya kurang baik.
"Kenapa semalam kamu enggak datang?" itu pertanyaan pertama yang keluar dari mulut David.
"Alasan kamu itu konyol banget Bella," ucap David. "Aku enggak percaya,pasti bukan itu alasannya," tuding David.
"Aku tahu kamu sibuk sama Aurel kan?" tebak Bella.
Tuduhan Bella membuat David tersenyum,kemarahannya perlahan hilang "Kamu cemburu,ya?" tanya David menggoda.
"Cemburu? Aku itu bukan cemburu Dav,tapi aku enggak mau mengganggu kalian berdua." Bella masih menyangkal,dia tidak mau David mengetahui perasaannya.
"Ya sudah lah,soal semalam enggak perlu di bahas lagi. Nanti malam kamu punya waktu enggak?"
"Kamu mau ngajak jalan-jalan lagi kayak semalam,tapi pada akhirnya enggak jadi?" sindir Bella.
"Duh,ni anak bikin kesal aja!" David mencubit gemas pipinya Bella.
"Kenapa semalam nomor kamu sibuk terus?" Bella masih penasaran,dan dia akan tetap bertanya sebelum mendapatkan jawabannya.
"Cemburu kan?" David tersenyum.
"Jawab dulu pertanyaan aku Dav!" suruh Bella.
Dengan santai David menjawab "Semalam aku bicara sama papa aku,bukan sama Aurel." Ungkap David memperjelas,supaya Bella tidak menaruh curiga terhadap dirinya.
"Bagus deh kalau begitu," ucap Bella,perasaannya jauh lebih baik sekarang. Setidaknya hubungan Aurel dan David tidak seperti yang di pikirkannya.
Bella hanya takut di kecewakan,dulu dia sudah pernah di permainkan oleh David,dan sekarang dia enggak mau di bohongi lagi sama cowok itu.
__ADS_1
"Gimana,kamu mau kan?" tanya David sekali lagi.
"Mau dong!" jawab Bu Santi yang kebetulan lewat di depan mereka,wanita itu baru pulang dari pasar.
Mereka sama-sama terkejut begitu menyadari kedatangan Bu Santi.
"Ibu sudah pulang ternyata," ucap Bella sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal,dia salah tingkah.
"Menurut kamu gimana?" Bu Santi menghentikan langkahnya dan memandang ke arah mereka berdua,beliau tahu pertanyaan Bella tadi cuma sebagai basa-basi saja.
"Karena ibu sudah ada di sini,ya berarti ibu sudah pulang." Jawab Bella.
David bangun dari duduknya,dia berjalan ke tempat Bu Santi berdiri,dan dengan sopannya menyalami tangan wanita itu.
Bu Santi sangat menyukai sifat David,karena dia sangat sopan santun sama orang tua. "Bu,nanti malam David mau ngajakin Bella keluar,itu pun kalau ibu mengizinkan," ucap David.
Dengan cepat Bu Santi langsung memberikan izinnya,kebetulan sekali ini bisa jadi kesempatan untuk Bella menjalin hubungan lebih dekat dengan lelaki pujaannya.
\*\*\*\*
David membawa Bella keliling kota,mereka terlihat bahagia.
Dan sekarang mereka berhenti di sebuah restoran cepat saji. di depan tempat mereka memarkirkan mobil ada seorang cowok yang berdiri sambil tersenyum ke arah mereka.
Seorang cowok tampan,wajahnya tidak asing. Bella mengenalinya,David juga.
Dia baru keluar dari mobilnya dan langsung menghampiri mereka.
"Bella." Sebut cowok itu,matanya memandang lekat wajah gadis di depannya.
Dia takjub melihat kecantikan Bella. Hal ini membuat David tidak suka.
"Reno?" Bella tidak menyangka bisa bertemu temannya di sana.
Lima tahun sudah berlalu,tapi Reno masih mengingatnya. "Ngapain kamu di sini?" cara bertanya David terdengar cukup sinis.
"Tentu saja ingin makan," Reno tersenyum usil.
"Enggak nyangka bisa bertemu kalian di sini,setelah lima tahun berlalu. Bagaimana kalau kita rayain pertemuan kita malam ini?" tanya Reno meminta persetujuan dari kedua temannya.
Bella sebenarnya ingin makan berdua saja bersama David,tapi kalau menolak ajakan Reno juga tidak mungkin.
__ADS_1
Bagaimana Dav? Jangan kelamaan mikir,tenang aja biar aku yang traktir." Tambah Reno,saat kedua temannya sama-sama diam tanpa memberi jawaban.