
"Ayo kita keluar,Sya!" ajak Reno.
"Aku tunggu di sini aja," jawab Sasya cuek.
"Kita makan dulu di sini,entar selesai makan baru deh kita pergi jalan-jalan," bujuk cowok itu.
"Udah,kakak aja yang makan sana! Aku tunggu di mobil aja," Sasya masih tidak mau turun.
"Ya sudah kalau begitu,aku makan berdua sama Bella saja," tanpa memaksa Sasya lagi,Reno pun langsung pergi sendiri.
Bagus juga kalau Sasya tidak ikut,artinya tidak akan ada yang menggangu kebersamaannya dengan Bella.
Sasya hanya memandang saja kepergian Reno dengan ujung matanya dari dalam mobil. Dia dapat melihat Bella menggandeng tangan Reno dengan begitu mesranya,dan mereka masuk ke dalam restoran. Kala itu Sasya belum tahu kalau yang dia datangi adalah restorannya Bella.
"Gawat! Kalau aku membiarkan kak Reno bersama Bella,pasti mereka akan semakin dekat dan Bella bakal leluasa menghabiskan waktu hanya Berdua saja sama kak Reno," gumam Sasya,niat jahatnya muncul kembali.
"Eggak bisa di biarin,aku harus menyusul mereka," tekadnya,tanpa berlama-lama lagi Sasya langsung keluar menyusul Reno yang saat itu sedang makan bersama Bella.
"Dia datang Ren!" ucap Bella saat melihat Sasya sedang berjalan menghampiri mereka.
"Aku sudah mengajaknya masuk tadi,tapi dianya aja yang enggak mau,"
"Kakak kenapa enggak nungguin aku?" tanya Sasya. Pertanyaannya enggak nyambung banget,padahal tadi Reno sudah mengajaknya masuk,tapi dia sendiri yang jawab enggak mau.
"Kan tadi kamu sendiri yang enggak mau,ya sudah aku tinggalin aja." Reno menjawab tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya,dia tetap fokus sama hidangan di depannya.
Melihat sikap Reno,membuat Sasya merasa di cuekin lagi.
"Kamu mau makan apa,Sya? Biar aku pesanin." Bella bertanya.
Sasya melihat Bella dengan pandangan sulit di artikan. "Tumben dia bersikap manis gini,biasanya dingin banget sama aku," Sasya mulai curiga.
Sasya tidak langsung menjawab,saat itu dia teringat kembali dengan pesan mamanya yang mengatakan kalau dia tidak boleh bersikap judes kepada Bella,dia juga tidak boleh membuat Bella tidak nyaman,kali ini mereka harus bermain cantik,Sasya harus bisa menarik simpati Bella. Dengan begitu dia bisa masuk dalam hubungan Reno dan Bella,untuk kemudian membuat kekacauan dalam hubungan sepasang kekasih yang akan menikah itu.
"Pesan apa aja kak,tapi jangan mahal-mahal ya!" jawab Sasya lembut.
"Permainan ini akan semakin seru,kalau aku bisa menjadi pemeran utamanya," ucap Sasya dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah kamu tunggu di sini dulu,ya!"
"Enggak usah Bell,kamu duduk di sini aja! Kita kan bisa panggil pelayannya untuk datang ke sini," cegah Reno.
"Kasian Ren,mereka kayaknya sibuk banget,pelanggannya juga lagi rame. Aku juga sedang kekurangan pekerja." Ucap Bella.
Sasya yang mendengar pembicaraan Bella dan Reno jadi tidak paham. Dia bingung kenapa Bella mengatakan kalau dia sedang kekurangan pekerja, "Mungkinkah ini restorannya dia?" Sasya kembali bertanya-tanya dalam hati.
"Non... Non Bella!" seru seorang koki sambil berlari ke tempat di mana Bella duduk.
Wajah koki itu terlihat cukup panik.
"Ada apa?" Bella juga ikutan panik.
"Terjadi sesuatu di dapur---" adu koki tersebut.
"Ren,aku tinggal sebentar ya,aku harus ngecek ada masalah apa di dapur," ucap Bella saat akan pergi. Reno menganggukkan kepalanya.
Tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut Bella langsung menuju dapur,sedangkan si koki hanya bisa bengong karena dia belum habis menceritakan semuanya.
"Kok kamu masih bengong di sini? Kenapa enggak nyusul Bella ke dapur. Tadi katanya terjadi sesuatu." Ucap Reno merasa heran dengan koki itu.
Bella sudah sampai di dapur,apa yang di lihatnya benar-benar membuat darah naik. "Jadi ini yang mau kalian tunjukkan ke aku? kesal Bella.
"Kami cuma mau nunjukin makanan baru di restoran kita,mbak." Jawab Siska.
"Ya ampun,aku kira terjadi hal yang buruk di sini,Ovi ngomongnya juga panik gitu lagi," ujar Bella.
"Maaf non,habisnya saya senang dan terharu banget,dengan resep baru ini bisa membuat restoran kita semakin rame." Timpal Ovi yang sudah tiba di dapur.
"Ya sudah,kalian lanjutin aja kerjanya! Aku mau nemenin Reno makan dulu,jangan lupa juga sama makanan yang paling enak di restoran kita untuk di bawa ke meja di mana Reno dan sepupunya duduk," pesan Bella sebelum pergi meninggalkan dapur itu.
"Siap bos muda!" ucap mereka kompak,dan kemudian kembali melanjutkan pekerjaan sepeninggal Bella.
\*\*\*
__ADS_1
Hari sudah semakin gelap saat Reno dan Bella masih berada di mall,mereka sedang memilih-milih baju keluaran terbaru.
Sasya merasa di abaikan lagi,Reno asyik dengan Bella dan melupakan dirinya.
Sasya harus tetap sabar,perlahan-lahan dia keluar dari toko baju itu dan pergi ke toko baju yang lain. "Lebih baik aku belanja sendiri daripada harus melihat kemesraan mereka," geram Sasya. Dia berjalan menuju Toko sebelah,di sana tidak terlalu banyak pembeli,tapi bajunya cantik-cantik.
"Kalau jodoh memang enggak akan kemana ya Bro." Ucap lelaki bertubuh besar pada teman di sebelahnya.
"Apa maksud lo?"
"Noh lihat! Bukankah itu anaknya si Mirna?"
"Mana? Kok gue enggak nampak?" tanya temannya,masih celingak-celinguk mencari sosok Sasya.
"Cepat bro,buruan! Kayaknya dia mau masuk ke toko itu." Lelaki tersebut langsung mengejar Sasya.
Sasya yang terlalu santai dan tidak memperhatikan keadaan sekeliling merasa terkejut saat tiba-tiba dua orang laki-laki sudah berdiri menghadang langkahnya.
"Kalian siapa? Kenapa menghadang aku seperti ini?"
"Kamu Sasya anaknya Mirna kan?" salah satu dari mereka memastikan.
"Bukan! Aku tidak kenal dengan orang yang namanya Mirna." Jawab Sasya berbohong.
"Jangan bohong! Kamu kira kami tidak tahu hah? Ibu sama ayah kamu itu punya hutang sama bos kami,mereka kabur dan tidak membayarnya. Nah,berhubung kamu di sini jadi kamu yang harus membayarnya." Dua lelaki tadi menarik paksa dompetnya Sasya.
"Tolong!" jerit Sasya,dia masih mempertahankan dompetnya.
"Berikan tas ini kepada kami!" mereka menarik kasar dompet itu hingga terlepas dari genggaman Sasya.
"Tolong jangan di ambil!" Sasya mengiba.
Area di depan toko mulai sepi,ada dua orang satpam di sana. Namun mereka hanya diam saja,saat melihat baju yang di pakai dua pria itu. Siapa yang tidak kenal mereka? Mereka adalah anak buahnya pemilik gedung perbelanjaan tersebut. Beberapa orang yang melihat hal itu juga tidak berani membantunya.
Mereka membuka dompet Sasya dan melihat isinya "Ini juga belum seberapa,duit segini tidak akan cukup buat membayar hutang-hutangnya keluarga kamu!" bentak lelaki itu.
"Rans,ayo kita pergi!" ajak temannya.
__ADS_1
"Tunggu!" cegah Bella. Dia datang bersama Reno.