Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Keluarga Bella


__ADS_3

"Bella..." untuk yang pertama kalinya,Bella mendengar namanya di panggil Bu Dewi dengan penuh kelembutan.



Tatapannya juga teduh,sekarang dia menjadi sosok yang berbeda, "Ah,kenapa lagi ini?" Bella mencoba tetap tenang.



"Tante minta maaf sama kamu!" sambung wanita itu,raut wajah penyesalan nampak jelas di wajahnya.



Tante?



Panggilan itu membuat Kanaya heran,begitu juga Bu Santi dan Bella.



"Tante? Saya enggak salah dengar kan?" Bella bertanya.



"Mama sakit,ya?" Kanaya menempelkan telapak tangannya di kening Bu Dewi.



"Mama sehat-sehat aja Kanaya!"



"Lalu maksud kata tante tadi apa?"



"Bella adalah keponakan papa kamu."


"Apa?" Mereka bertiga sama-sama kaget.


Kanaya berharap yang di dengarnya bukan kenyataan,tapi mimpi.


Dia tidak pernah membayangkan apa jadinya kalau Bella benar-benar keponakan papanya.


Bella juga sama,dia juga berharap apa yang di dengarnya adalah mimpi,dia tidak mau punya tali persaudaraan sama Kanaya.



"Bagaimana mungkin Bella keponakannya Pak Mahendra,saya rasa Nyonya Dewi salah mendapat informasi." Tutur Bu Santi.



"Saya tidak salah Santi,saya mengetahui hal ini dari data-data yang ada di ruang kerja papanya Kanaya,kalau saja saya tidak ke sana,mungkin saya tidak akan pernah tahu siapa Bella sebenarnya."



Masih tidak ada yang percaya dengan omongannya,hingga Bu Dewi menceritakan semuanya pada mereka,alasan kenapa Pak Alex menyembunyikan identitasnya,dan status Arga yang cuma adik angkat papanya Bella.



Mereka mendengarkan dengan seksama,tidak ada yang bertanya,hanya mendengarkan saja.



Perlahan-lahan kebencian di hati Kanaya juga ikut menghilang,dia tidak terlalu membenci Bella lagi,dia juga menyesal sudah berbuat jahat sama Bella,yang ternyata keluarganya sendiri.



Suasana haru,Kanaya meminta maaf sambil memeluk sepupunya. "Andai aku tahu alasan papa terlalu perhatian sama kamu,pasti aku tidak akan sedendam ini Bell,maafkan aku!" tangis Kanaya di pundaknya.



"Aku tidak marah lagi sama kamu Naya,aku sudah memaafkan kamu," ucap Bella.


__ADS_1


"Sekarang semuanya sudah jelas kan? Tante juga minta maaf sayang,maafin tante ya!"


Mereka bertiga saling berpelukan,Bu santi tersenyum bahagia,dia bersyukur karena akhirnya Bella menemukan keluarganya.


"Mulai detik ini tante janji sama kamu,tante akan melindungi kamu dari siapapun yang memiliki niat jahat sama kamu." Janji Bu Dewi,seraya melepas pelukannya.


"Tante engga usah takut,tidak akan ada yang mengetahui identitas asli aku!" Bella meyakinkan.


"Di sekolah ada anak baru namanya Riko,jangan terlalu dekat sama dia!" pesan Bu Dewi.



"Mama tahu tentang murid baru di sekolah kami dari siapa?" Kanaya menatap tajam ke arah mamanya.



"Iya,apa tante memata-matai murid di sekolah kami?"


"Iya,tapi bukan tante,tante menyuruh Tino yang melakukannya." Ungkap Bu Dewi.


"Riko itu siapa? Apa dia punya hubungan sama Arga?" Bu Santi ikut penasaran.


"Aku belum tahu dengan jelas,yang pasti saat Tino sedang menunggu Bella pulang sekolah tadi siang,dia melihat Riko di jemput sama anak buahnya Arga."


"Mama nyuruh kak Tino buat nungguin Bella di depan gedung sekolah,untuk apa?" tanya Kanaya.


"Mama takut dia di ikuti sama anak buahnya Arga,kita tidak tahu saat ini apa Arga sudah menemukan keberadaan Bella atau belum,bisa aja Arga sudah tahu di mana keberadaan Bella,cuma dia berpura-pura saja,bisa jadi kan kalau dia sengaja membuat kita lengah?"


\*\*\*\*



Pagi ini sekolah di gemparkan dengan kedatangan mama Kanaya,dia datang untuk memberi peringatan kepada Pak Alvin agar memberi hukuman yang setimpal kepada Andini dan teman-temannya.



"Maaf bu,saya tidak setuju dengan hal ini,apa salah anak saya sehingga dia harus di hukum?" tanya Pak Alvin.




Syukur di sana tidak ada orang lain,kalau enggak bisa hilang wibawa Pak Alvin karena di bentak oleh seorang perempuan,dan nyatanya suara Bu Dewi sukses membuat laki-laki itu bungkam.



"Bu Dewi tidak punya bukti,jangan menuduh anak saya sembarangan!" tegasnya.


"Bapak mau buktinya?" tanya Bu Dewi menantang.


"Silahkan perlihatkan buktinya kalau ibu memang punya!" Pak Alvin tidak takut,dia malah balik nantangin.


"Ini buktinya!" Bu Dewi memperlihatkan sebuah video yang menunjukkan semua yang di lakukan Andini dan kedua temannya saat menyeret Bella ke toilet dan mengurungnya di sana.



Pak Alvin tak bisa mengelak lagi,dia memang harus memberi hukuman kepada anaknya sendiri.



"Andini,anak itu... Ah,dia selalu membuat saya malu." Geram Pak Alvin dalam hati.


"Pak Alvin sudah melihat buktinya kan,kalau begitu saya permisi,jangan lupa untuk memberi hukuman kepada Andini!" Bu Dewi mengingatkan untuk yang terakhir kali,sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu.


"Guys,bukan kah itu mamanya Kanaya,ya?" salah seorang siswa bertanya.


"Iya,dengar-dengar sih Bu Dewi datang ke sini untuk menyuruh Pak Alvin memberi hukuman kepada Andini karena kemarin dia sudah mengunci Bella dalam toilet." Jawab temannya.



\*\*\*\*\*\*



Riko tampak sedang bicara dengan seseorang di depan gedung sekolah,Bella memperhatikan gerak-gerik mencurigakan cowok itu, "Benar seperti apa yang tante bilang,aku harus berhati-hati sama Riko,siapa tahu dia memang suruhan Om Arga" batin Bella.

__ADS_1



"Ke kantin yok Bell!" ajak Reno,dia sudah sedari tadi memperhatikan dirinya.



"Kamu pergi aja sendiri,aku mau ke perpus aja!" tolak Bella.



"Kamu suka ya sama Riko?" tanya Reno sengaja menggoda.



"Enggak!" bantah Bella.



"Kalau enggak suka ngapain ngelihatin dia terus?"



Pertanyaan menyebalkan,Bella langsung pergi dari depan gedung sekolah,tanpa menjawab pertanyaan Reno.



"Bella,tunggu dulu!" teriak Reno,dia mengejar Bella dari belakang.



"Kamu ngapain ngikutin aku? Sana pergi!" usir Bella yang di respon dengan tawanya Reno.



"Kamu kok jadi sombong gini sih? Enggak mau temenan sama aku,karena takut Davidnya cemburu ya?" tebak Reno.



Dia mulai mensejajarkan langkahnya dengan Bella.



Buk!



"Akh,sakit tahu!"



Reno meringis sambil mengusap punggungnya yang di pukul Bella.



"Rasain itu,makanya kalau bicara jangan asal jeplak,siapa juga yang takut David cemburu,aku tidak suka sama dia" Bella menjelaskan.



"Selama ini dia terus menolong kamu,dan berusaha keras untuk mendapatkan kepercayaan kamu lagi,aku lihat kamu juga tidak menolaknya,apa iya kamu tidak menyukai David?" Reno masih tidak percaya.



Bella semakin mempercepat langkah kakinya,dia enggan untuk menjawab pertanyaan Reno,yang menurutnya tidak penting itu.



Reno masih tetap mengikuti Bella,saat tiba di depan perpustakaan Bella langsung masuk,dan betapa terkejutnya Bella begitu melihat David sudah menunggunya.



Bella membalikkan badannya berniat pergi,tapi David mencegahnya.



"Tunggu!"

__ADS_1


__ADS_2