Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Mantan Papa tante Fanya


__ADS_3

"Kita mampir di restoran aku dulu ya Ren,katanya hari ini mama kamu mau ketemu sama papa," ucap Bella.


"Baik tuan Puteri! Oh ya Bell,bagaimana rumah tadi? Kamu suka kan?"


"Aku suka,warnanya juga cantik. Tapi aku benar-benar enggak habis pikir sama kamu Ren,kamu sudah mempersiapkan semuanya termasuk kamar bayi beserta perlengkapannya juga." Bella sangat senang saat melihat rumah yang di bangun oleh Reno khusus untuk di tempati mereka berdua setelah menikah.


"Ren,sudah sampai!" seru Bella saat Reno hampir saja melewati jalan menuju restorannya.


Reno segera memutar setir mobilnya memasuki lorong menuju pantai,tempat di mana restoran Bella di dirikan.


------


Bella dan Reno masuk ke dalam restoran,keduanya tampak heran saat melihat keakraban diantara kedua orang tua mereka.


"Mama aku sama papa kamu kok kelihatannya akrab banget,ya?"


"Iya,jangan-jangan mereka sudah saling kenal lagi," ujar Bella.


"Tante,papa!" seru Bella berlari ke arah bu Fanya dan sang papa. Begitu sampai di depan mereka Bella langsung mencium hangat pipi bu Fanya,sudah seminggu lebih dia tidak bertemu dengan wanita itu membuatnya merasa sangat rindu.


"Rindu banget ya,baru seminggu enggak ketemu udah kayak gini. Gimana kalau sebulan?" ucap bu Fanya.


"Bella memang gitu ma,kalau sama aku seminggu enggak ketemu juga enggak apa-apa,tapi kalau sama mama jadi berasa rindu banget," timpal Reno cemberut.


"Kalian cepat banget pulangnya,gimana sama rumahnya sudah siap untuk di tempati belum?" tanya pak Alex.


"Sudah om," yang di jawab Reno.


"Reno bahkan sudah membuat kamar bayi juga lho,pa." Ungkap Bella.


"Semuanya sudah di persiapkan rupanya,berarti sekarang urusan kamu dong Lex untuk merancang acara pernikahan mereka dengan sebaik mungkin,karena Bella dan Reno adalah anak kita satu-satunya kita harus membuat acara ini menjadi sangat meriah," usul Bu Fanya.


"Lex?" Reno menyipitkan matanya mendengar cara mamanya memanggil nama pak Alex terdengar begitu akrab. "Mama memanggil om dengan sebutan Alex? Apa kalian sudah saling kenal?" lanjutnya bertanya.

__ADS_1


"Mama kamu ini mantannya om waktu masa-masa SMA dulu," ungkap pak Alex.


"Jadi tante sama papa pernah pacaran gitu?" tanya Bella masih tidak percaya.


"Iya Bella,dulu itu kita bahkan hampir tunangan,tapi karena tante memilih melanjutkan kuliah di luar negeri akhirnya hubungan kita putus di tengah jalan." Jawab bu Fanya,bercerita sedikit tentang masa lalunya dengan pak Alex.


"Jangan sampai kalian jatuh cinta lagi,kalau itu terjadi maka aku dan Bella enggak bisa nikah." Reno mengingatkan.


"Kelihatannya tante juga tahu kalau sebenarnya selama ini papa masih hidup." Bella mulai menyelidiki.


Bu Fanya tersenyum lalu mengangguk mengiyakan, "Tante memang tahu soal itu,maaf kalau tante merahasiakannya dari kamu,soalnya ini atas perintah papa kamu juga."


"Pantesan aku pernah dengar mama menyebut nama pak Alex saat sedang menelpon seseorang," ucap Reno.


"Saat itu mama memang bicara sama pak Alex,mama nyuruh dia pulang dan bertemu sama Bella. Berkali-kali mama membujuk lelaki ini tapi dia tetap enggak mau,kalau saja Tika tidak sengaja bertemu dengan pak Alex di Bogor pasti sampai detik ini Bella tidak bisa bertemu dengan papanya." Bu Fanya berkata sambil melihat pak Alex dengan ujung matanya.


"Reno dan Bella akan menikah,kamu akan tinggal sendiri nanti,apa kamu benar-benar ingin menghabiskan waktu tuamu dengan hidup seorang diri?" tanya pak Alex.


"Pertanyaan itu lebih pantas untuk kamu Lex,setelah Reno dan Bella menikah aku tidak akan kesepian kok,di rumah sudah ada Mirna dan Sasya. Tapi kamu? Kamu seorang laki-laki,mana bisa ngurus semuanya sendiri,memangnya kamu bisa masak sendiri? Nyuci baju,bersihin rumah semua itu butuh sentuhan tangan dari seorang wanita." Cicit bu Fanya menjelaskan.


"Kalau om mau,entar Reno bisa bantu cari," Reno menawarkan.


"Jangan sibuk ngurusin hidup papa,soal mencari pasangan hidup papa bisa cari sendiri. Sebaiknya kalian pikirkan dulu tentang pernikahan kalian yang tidak lama lagi akan kita laksanakan." Ucap pak Alex.


"Kok sepi ya,Sasya sudah pulang ya tan?" tanya Bella begitu sadar kalau ternyata restoran mereka sudah tutup dari tadi.


"Iya,dia pulang sama Wulan tadi,tante yang menyuruhnya pulang duluan."


Kalau sudah jam lima sore restoran Bella memang langsung tutup dan mereka akan kembali membukanya setelah maghrib.


\*\*\*


Mirna baru pulang ke rumah bu Fanya saat makan malam usai,dia berjalan gontai tampak tidak bersemangat.

__ADS_1


"Kamu dari mana aja Mir? Pulangnya kok telat banget saat kami semua sudah selesai makan malam," ucap bu Fanya.


"Syukur deh kalau mbak sama yang lainnya sudah pada makan,aku kirain tadi kalian nungguin aku." Jawab Mirna tanpa menoleh sama sekali,dia terus berjalan dan menaiki tangga satu persatu untuk langsung masuk ke kamarnya.


Mereka yang berada di ruang tengah merasa heran melihat sikap wanita itu. "Mama kenapa,ya?" Sasya jadi penasaran.


"Lagi banyak masalah mungkin," tebak Reno.


Saat Mirna masuk tadi mereka sedang menonton tv,namun jadi tidak fokus lagi karena melihat Mirna(mamanya Sasya) yang pulang dengan wajah murung.


"Sebaiknya kamu lihat dulu keadaan mama kamu Sya,siapa tahu aja mama kamu itu lagi butuh teman curhat." Saran bu Fanya.


"Tante benar juga,kalau begitu aku ke kamar mama dulu ya,nanti aku balik lagi." Ucap Sasya,gadis itu segera pergi menemui mamanya yang sudah masuk kamar.


"Sasya!" panggil mamanya Reno.


"Iya tante," sahut Sasya,dia baru saja hendak menaiki tangga.


"Ambil makanan dulu buat mama kamu! Mungkin saja mama kamu juga belum makan malam," suruh wanita itu. Tanpa membantah Sasya membalikkan badannya dan berjalan menuju dapur,dia hendak mengambil makanan untuk mamanya seperti yang di perintahkan bu Fanya.


Melihat kepatuhan Sasya,membuat Reno semakin sayang sama adik sepupunya itu. Sayangnya Reno beneran tulus berbeda dengan Sasya,gadis itu bahkan memiliki niat jahat sama Reno,entah bagaimana reaksinya Reno kalau dia mengetahui semuanya.


\*\*\*


"Ma,nih Sasya bawain makan malam." Ucap Sasya,dia berdiri di belakang mamanya yang saat itu sedang tidur dengan posisi memunggunginya.


"Taruh aja di sana Sya,mama mau tidur sebentar," sahut bu Mirna.


Semakin heran aja Sasya sama sikap mamanya,kelihatannya dia sedang menyembunyikan sesuatu dari anaknya.


"Ma,bangun!" desak Sasya,dia membalikkan badan mamanya dengan paksa. Dan benar saja Mirna memang sedang punya masalah. "Mama nangis?" Sasya tidak sadar suaranya begitu keras.


"Jangan keras-keras kalau ngomong!" tegur mamanya,Mirna mulai menghapus air matanya dan duduk dengan tegap di sisi ranjangnya.

__ADS_1


"Ada apa ma? Coba cerita sama aku!" pinta Sasya.


__ADS_2