
Hari ini Bella memenuhi undangan David untuk datang ke rumahnya. Cowok itu katanya sedang sakit. Dan kebetulan juga Bella sedang tidak sibuk.
"Mau kemana sayang?" tanya sang ibu.
"Pergi ke rumah David,bu. Tadi dia nelpon,katanya sedang sakit." Jawab Bella.
"Kalau begitu kamu tunggu sebentar,ya! Ibu mau ambilin bubur buat David," bu Santi segera pergi memasukkan bubur ke dalam rantang,untuk di berikan kepada calon menantunya.
Bella pun menunggu ibunya menyiapkan bubur untuk David.
"Kamu sakit,ya?"Aurel duduk di sisi tempat tidurnya David,padahal David tidak mengundangnya untuk datang.
"Kamu ngapain ke sini?"tanya David,sikapnya masih aja cuek.
"Aku sengaja datang kesini untuk ketemu sama kamu,terus tadi mbak Ayu bilang kamu sakit,jadi aku langsung aja ke kamar kamu. Enggak salah,kan?" Aurel bertanya dengan memperlihatkan wajah tak berdosanya.
"Heh," David tersenyum sinis. "Aurel,sebelumnya aku minta maaf sama kamu,bukan maksud aku buat ngusir kamu,tapi kamu tahu sendiri kan,kalau aku sudah memiliki Bella,dan aku enggak mau dia salah paham."
David bangun dari tidurnya dan berjalan menuju sofa yang ada di dekat jendela kamarnya. Dia menghempaskan tubuhnya di sana. "Kamu beneran menjaga jarak sama aku Dav? Apa salahnya kalau kita tetap berteman seperti biasa?"
"Aurel,aku tahu kalau kita terus dekat seperti ini,yang ada malah kamu menaruh harap sama aku." Ucap David,dia tidak bodoh. Dia tahu kalau selama ini Aurel sangat mencintainya,itu sebabnya gadis itu sanggup melakukan apa saja untuk mendapatkan cintanya.
"Kamu tahu tentang perasaan aku selama ini sama kamu Dav?" mata Aurel tampak berbinar, "Lalu kenapa kamu pura-pura tidak tahu,kamu menerima semua perhatian aku,kamu juga peduli sama aku. Kamu selalu ada saat aku butuhkan,dan itu semua ngebuat aku berpikir kalau kamu juga punya rasa yang sama seperti aku. Tapi nyatanya enggak,dan sekarang saat kamu sudah bertemu lagi dengan Bella,kamu malah menghindar dari aku,kamu enggak peduli lagi sama aku,aku benci sama kamu Dav,aku benci!!!" Aurel menangis.
Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya,David merasa tergerak untuk menenangkan gadis di depannya.
Dia bangun dan duduk di samping Aurel yang saat itu masih duduk di atas tempat tidur miliknya,David mengelus lembut pucuk kepala Aurel dan berkata. "Aku tidak bermaksud menyakiti perasaan kamu Rel,aku cuma ingin menjaga perasaan Bella."
"Kamu menjaga perasaan Bella,tapi kamu malah menyakiti perasaan aku,kita sudah menghabiskan banyak waktu bersama,aku yang lebih lama berada di sisi kamu dari pada Bella,tapi begitu Bella datang kembali,kamu malah menganggap aku tidak berarti sama sekali. Lalu apa arti kedekatan kita selama ini?" Aurel menangis sedih,David melihat kalau tangisan Aurel tidak di buat-buat. Gadis itu benar-benar patah hati.
"Maafkan aku Rel," sebagai seorang cowok,David tidak tega melihat wanita menangis di depannya,apalagi tangisan itu di sebabkan oleh dirinya.
Pintu kamar David terbuka lebar,dan Bella rupanya sudah berada di sana,dia berdiri di depan pintu. Tapi tak ada yang menyadarinya. Bella tersenyum sinis melihat kelakuan Aurel,David tidak tahu kalau Bella sedang mengamatinya.
__ADS_1
Saat Aurel mengalihkan pandangannya ke arah pintu,dia terkejut melihat sosok Bella yang berdiri dengan anggunnya di sana, "David." Ucap Aurel,dia sengaja memeluk David supaya Bella cemburu,benar-benar licik.
Spontan aja David terkejut,dia ingin menghindar tapi sudah terlambat,membiarkan saja Aurel memeluknya,dia tidak membalas pelukan gadis itu. Bella masuk ke dalam kamar David,dengan tenangnya dia meletakkan bubur yang di bawanya dari rumah di atas nakas. "Sayang,kamu ngapain berduaan di kamar bersama Aurel?" tanya Bella,dia tetap terlihat tenang,tidak terkecoh dengan pemandangan panas di depannya.
David terkejut dan buru-buru melepaskan pelukan Aurel, "Sayang? Kapan kamu datang? Kenapa aku tidak menyadarinya?" David bangun dan menyambut kedatangan Bella. Aurel di jadiin nyamuk lagi.
Bella bersikap seromantis mungkin di depan Aurel,dia menyuruh David untuk duduk di sofa,sedangkan dia langsung membuka bubur yang tadi di bawanya.
Aurel tidak tahu harus berkata apa,melihat Bella yang masih bersikap lembut dan tak marah kepada David,membuat dia marah.
"Tadi ibu nanyain aku mau kemana,terus aku bilang kalau aku mau ke rumah kamu,karena kamu lagi sakit,makanya ibu nyuruh aku buat bawain bubur ini. Gimana,enak kan?" tanya Bella,seraya menyuapi David.
"Enak kok sayang," jawab David,dia juga lupa kalau Aurel masih di sana.
Karena muak melihat tingkah sepasang kekasih di depannya,Aurel memilih pergi dari sana,matanya masih sembab,hatinya kembali hancur.
Melihat Aurel sudah tidak ada lagi di dalam kamar itu,Bella dengan kesal meletakkan sendok dan bubur di atas pangkuan David,dia kemudian berkata "Makan sendiri!" suruhnya dengan wajah galak."
"Sayang,kok kamu jadi galak gini sih?" David kebingungan melihat sikap Bella yang berubah-ubah.
"Sayang sayang... Geli tahu!" sambil memonyongkan bibirnya,dia membuang wajah ke arah lain,berusaha menghindar dari tatapan David.
"Bukannya tadi kamu duluan yang manggil aku sayang?" David mengingatkan.
"Itu tadi karena ada Aurel,sedangkan sekarang dia sudah tidak ada,jadi kamu sudah bisa makan sendiri,enggak perlu aku suapin lagi,kamu pikir aku enggak tahu kalau kamu pura-pura sakit?" omel Bella,sebenarnya dia cemburu,tapi tidak berani mengatakannya pada David.
__ADS_1
"Kamu cemburu?"
"Enggak" jawabnya singkat.
"Jangan bohong,aku tahu kamu cemburu,jujur aja!" suruh David.
"Aku enggak cemburu!" Bella menegaskan, "Kamu itu ngapain coba ngajakin dia ke kamar?" sekarang barulah jelas terlihat kecemburuan Bella.
"Tuh kan,cemburu!" David tertawa melihat tingkah Bella,ngakunya enggak cemburu,padahal cemburunya sudah berada di tahap akhir.
"Ya,oke oke... Aku memang cemburu," ucap Bella mengakuinya. "Siapa coba yang tidak cemburu melihat pemandangan seperti itu? Kamu sih,kegatelan sama Aurel." Tuduh Bella.
"Bella sayang,terserah kamu mau percaya atau enggak,yang pasti aku enggak pernah nyuruh Aurel datang kesini,tadi dia datang sendiri dan langsung masuk ke kamar aku,"
"Lalu,soal pelukan tadi bagaimana kamu menjelaskannya sama aku?"
"Aku tidak memeluknya,dia sendiri yang langsung meluk aku,kamu lihat sendiri kan tadi kalau aku tidak membalas pelukan dia?"
Bella tidak menjawab,dia menatap David dengan begitu lama,sebelum akhirnya berkata "Dia tahu Dav kelemahannya kamu,dia tahu kalau kamu tidak tega melihat cewek nangis,itu sebabnya dia menangis di depan kamu," ucap Bella.
Bella sendiri tidak percaya kalau Aurel benar-benar sedih,air matanya itu hanya sebagai umpan,supaya dia mendapat perhatian dari David.
"Masa sih?" David kurang yakin.
__ADS_1
"Entahlah,lagi pula aku juga tidak tahu dia beneran sedih atau enggak,tapi yang pasti aku enggak percaya,karena dia itu licik." Ucap Bella terus terang.