Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Cincin Kawin


__ADS_3

"Apa ini Bella?" Reno mengambil kotak itu dan membukanya.


"Aku menemukannya di dalam mobil kamu kemarin," ujarnya.


"Ini milik David,dia yang memberikan ini kepadaku,dan menyuruh aku untuk memberikannya ke kamu," ungkap Reno. Melihat cincin itu membuat kenangan dan keinginan terakhir David kembali mengganggu pikirannya. Keinginan David yang belum di penuhi Reno.


"Kenapa kamu menyimpannya begitu lama? Kenapa tidak memberikannya sama aku?" tanya Bella heran.


"Sebab David menyuruh aku untuk memberikan ini sama kamu kalau..." Reno menggantung ucapannya,dia tidak sanggup untuk melanjutkan.


"Kalau apa?"


"Kalau kamu bersedia untuk menikah dengan...


"Lupakan saja!" potong Bella. "Kamu simpan saja cincin itu baik-baik,jangan sampai hilang. Anggap saja ini kenang-kenangan dari David," sambung Bella.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya,Ren. Ada sesuatu yang belum aku selesaikan." Pamit Bella,segera dia meraih tas dan kunci mobilnya,lalu pergi dengan langkah cepat.


Reno menatapnya bingung,males dengan sikap Bella. "Apa dia malu,ya?" gumam Reno.


\*\*\*


"Hei! Malam Minggu di rumah aja,enggak keluar jalan-jalan Bell?" tanya Tika yang ikut duduk di sampingnya sambil menenteng kantong plastik berisi makanan ringan dan beberapa minuman kaleng.


"Mau keluar sama siapa kak? Jomblo ya begini,menghabiskan waktu sendiri tanpa kekasih," celetuk Bella.


"Sudah setahun berlalu setelah kepergian David,kamu masih belum bisa membuka pintu hati kamu untuk Reno,kenapa?" tanya Tika,sembari membuka minuman kalengnya.


"Aku juga enggak tahu kak,padahal dia baik. Tapi kenapa di hati aku cuma ada Reno."


"Reno?" Tika mengulang lagi nama yang di ucapkan Bella,dia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya,seharusnya David bukan Reno.


"Bukannya David?" tanya Tika.


Bella baru sadar kalau tadi dia salah menyebutkan nama. "Owh,maksud aku David!" Bella segera membetulkan letak kesalahan omongannya tadi.


"Sepertinya nama Reno sudah melekat di hati kamu Bella,"


"Dih... Kak Tika sok tahu! Aku enggak suka sama Reno,dan enggak akan pernah!" jawab Bella dengan cepat. Tika hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Bella,dia sudah bisa merasakan sendiri kalau Bella sebenarnya sudah mulai menyukai Reno.

__ADS_1


"Kamu seyakin itu sama ucapanmu sendiri Bell,coba deh kamu ingat-ingat pernah enggak sekali aja kamu ngerasa marah saat melihat Reno duduk bersama rekan kerjanya yang perempuan?" tanya Tika.


Bella diam,mencoba mengingat-ingat apa dia pernah merasa marah saat Reno dekat dengan perempuan. "Akh... Tidak mungkin!" Bella setengah menjerit seraya menggeleng-gelengkan kepalanya,menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan baru setelah itu dia menatap Tika kembali.


"Ada apa Bella?" sambil mengerutkan keningnya


"Tadi siang aku memang merasa marah saat melihat Reno bermesraan dengan Ririn,tapi itu bukan karena cemburu."


"Kalau bukan cemburu,lalu apa?"


"Aku ya enggak suka aja lihat Ririn duduk di pangkuannya Reno,kayak kegatelan gitu," ucap Bella,saat menceritakan kejadian siang tadi,wajah Bella terlihat kesal.


"Walaupun kamu bilang bukan karena cemburu,tapi aku yakin kamu itu sebenarnya memang cemburu." Tika tetap pada pendiriannya.


"Ya sudah kalau kak Tika enggak percaya!" Bella bangun dari duduknya,berniat pergi dari teras depan dan kembali masuk ke dalam. Namun niatnya itu di urungkan begitu dia melihat mobil yang biasa di kendarai Reno berdiri di depan pagar besi rumahnya.


"Jangan masuk dulu Bell,lihat itu siapa yang datang!" tunjuk Tika.


"Reno? Ngapain dia ke sini malem-malem?" Bella penasaran. Mendadak hatinya senang. "Kenapa aku jadi kegirangan seperti ini?" batinnya. Dia mencoba menyembunyikan rasa senang itu jangan sampai terpancar di wajahnya.


Satpam penjaga gerbang rumah Bella segera datang dan membuka pintu,lelaki itu tampak tersenyum ramah ke arah Reno. Reno terus melajukan mobilnya dan berhenti di halaman depan.



Begitu keluar tampaklah wajah Reno yang biasanya cerah ceria kini jadi murung.


"Kamu kenapa?" tanya Bella cemas begitu Reno tiba di depannya.


"Duduk dulu,Ren!" suruh Tika.


Tanpa menjawab pertanyaan Bella dia langsung duduk.


"Apa ada masalah di kantor?" tanya Tika.


"Bukan masalah kantor kak,tapi ini masalah yang menyangkut masa depan aku," jawabnya dengan suara lemah.


"Kok enggak semangat gitu,kamu kenapa sih?" Bella tidak sabar ingin mendengar jawaban Reno.


"Mama besok akan tiba di jakarta,dan mama akan datang ke sini untuk melamar kamu."

__ADS_1


DEG!


Jantung Bella berdetak kencang,tak menduga masalahnya Reno ternyata ada sangkut pautnya sama dia. "Kenapa harus aku?" Bella menunjuk dirinya sendiri seraya menatap Reno dan Tika secara bergantian.


"Berarti ini adalah kabar bagus dong Ren," Tika menyunggingkan senyum bahagianya.


"Ini kabar buruk kak," bantah Bella.


"Ya,ini memang kabar buruk. Aku tahu kamu enggak akan mau menjadi isteri aku Bell,tapi aku mohon banget sama kamu,kali ini tolong bantu aku. Kalau kamu enggak mau menikah sama aku,maka mama akan menyuruh aku untuk menikah dengan Ririn."


"Ririn..." Bella menggumamkan nama perempuan itu. Dia memang tidak tahu dengan jelas perasaannya sendiri terhadap Reno,tapi kalau Reno harus menikah dengan Ririn dia juga tidak setuju.


"Tidak... Tidak Reno,kamu tidak boleh menikah dengan Ririn," Bella mengungkapkan rasa keberatannya.


"Berarti kamu mau dong menikah dengan Reno?" Tika berharap.


"Tapi kenapa harus aku?" lagi-lagi Bella bertanya.



"Kalau bukan kamu siapa lagi? Enggak mungkin kan aku menikah sama Reno?" Tika sedikit bergurau untuk menghilangkan suasana yang terasa tegang.


"Bella aku tidak akan menuntut apa-apa dari kamu,setidaknya kita menikah saja dulu,dan jika nanti kamu sudah menemui laki-laki yang tepat aku bersedia untuk melepaskan kamu." Reno membuat sebuah kesepakatan. Dia tidak akan memaksa Bella untuk membalas cintanya,dia hanya ingin gadis itu membantunya,supaya dia tidak perlu menikah dengan Ririn.


"Apa mama kamu mengenal Ririn?" tanya Bella.


Reno mengangguk mengiyakan.


"Mama sangat dekat sama Ririn,makanya tadi mama mengatakan sama aku kalau kamu enggak mau menikah sama aku,maka aku harus mau menerima perempuan pilihan mama,dan itu adalah Ririn." Ungkap Reno.


"Aku memang tidak mencintai Reno,tapi kenapa aku tidak rela dia menikah sama Ririn?" Bella bingung dengan perasaannya.


"Beri aku waktu beberapa hari untuk memikirkan masalah ini Ren!" pinta Bella,kayaknya dia mau menerima tawaran Reno untuk menjadi isterinya.


"Enggak ada waktu lagi Bella,mamanya akan datang ke sini besok,dan kamu harus bisa mengambil keputusan yang tepat." Timpal Tika.


Bella semakin bimbang,dia harus menerima Reno,apakah ini keputusan yang tepat?


Mereka terdiam,hanyut dalam pikiran masing-masing. "Kalau saja mereka tahu tentang perasaan aku saat ini,mungkin mereka tidak akan memaksakan aku untuk mencintai lagi,jujur saja sebenarnya aku takut kehilangan. Aku takut hal seperti itu terjadi lagi," bisik hati Bella.

__ADS_1


Ternyata itu alasannya kenapa dia tidak mau membuka pintu hatinya untuk orang lain,dia takut di tinggal pergi di saat dia sudah mulai mencintai dengan begitu dalamnya.


__ADS_2