Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Sia-sia


__ADS_3

"Tempat tinggal kamu di sini besar juga," ucap pak Alex seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan.


"Tidak perlu banyak basa-basi lagi,karena pak Alex sudah kembali jadi tugas saya sudah selesai," ucap Tika. Dia langsung ke intinya,tidak mau bertele-tele. Selama ini yang selalu diharapkannya adalah pak Alex masih hidup,dan ternyata apa yang diharapkannya terkabulkan sudah.


"Kamu mau ke mana?"



"Saya tidak akan kemana-mana,cuma saya mau hidup dengan bebas untuk saat ini,saya ingin istirahat untuk beberapa bulan," jawab Tika.



"Lalu bagaimana dengan Bella?" tanya pak Alex,kini lelaki itu jadi khawatir dengan putrinya. Tika tidak boleh pergi jauh dari Bella,sebab Tika sudah menjadi bagian dari hidup anaknya.


"Anda sudah kembali,jadi anda sendiri yang harus menjaga Bella."


"Kamu tidak bisa pergi begitu saja Tika." Pak Alex tidak mengizinkannya untuk pergi,meski hanya sebentar saja.


"Kenapa? Saya juga butuh waktu untuk bersenang-senang,saya sudah menjalankan semua tugas saya dengan baik selama bapak tidak ada. Jadi kenapa saya tidak boleh mengambil cuti untuk beberapa bulan?"


"Kamu harus tetap di sisi Bella,sampai saya mengetahui di mana keberadaan Lutfi. Lutfi juga ikut membantu Arga dalam membunuh semua keluarga saya.


"Lutfi sudah meninggal setahun yang lalu,dia menderita kanker otak stadium akhir."


"Apa?" kabar yang di bawa Tika membuat pak Alex sangat terkejut. Tak di sangka lelaki yang sudah membunuh istrinya ternyata sudah meninggal setahun yang lalu.


"Pak Alex tidak tahu kalau dia sudah meninggal?" Tika juga tidak menyangka,begitu banyak orang yang bekerja di bawah perintah pak Alex,tapi tak ada satupun yang mengetahui kabar kematian lelaki brengsek itu.


"Saya tidak tahu,inilah alasan saya tidak datang menemui Bella,karena saya tidak ingin nyawa Bella dalam bahaya jika Lutfi tahu kalau saya masih hidup." Ungkap pak Alex.


"Sia-sia saja bapak menghabiskan waktu belasan tahun untuk bersembunyi,nyatanya orang yang di cari sudah lama mati," Tika tersenyum mengejek. Dia menertawakan keterlambatan info yang di terima lelaki di depannya.


"Saya benar-benar tidak tahu,bukankah ini aneh? Kenapa anak buah saya tidak ada satupun yang tahu kalau Lutfi sudah mati?"

__ADS_1


"Karena yang mengetahui tentang keadaan pak Lutfi hanya saya. Saya sudah mencurigainya dari awal,jadi saya suruh Jacky dan Kenzo untuk mencari info mengenai pak Lutfi,dan ternyata benar dia memang ikut membantu Arga,tapi pak Luthfi sudah mati sebelum bapak membalaskan kejahatannya," pungkas Tika.


Pak Alex kembali memperhatikan Tika,lalu dia bertanya "Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan sehingga kamu ingin mengambil cuti untuk beberapa bulan.?"


Sebelum menjawabnya Tika terdiam cukup lama,dia sedang berkompromi dengan hatinya, "Haruskah aku mengatakan yang sejujurnya kepada pak Alex,atau mencari alasan lain saja?" Tika sangat bimbang."


"Tika,kamu tidak dengar pertanyaan saya tadi?"


"Kenapa pak Alex sangat ingin mengetahui apa yang akan saya lakukan sehingga saya minta cuti untuk beberapa bulan? Tugas pak Alex hanya memberikan saya kesempatan untuk berlibur,cuma itu." Tika tidak mau memberitahukan alasannya.


"Baiklah kalau itu mau kamu,mulai besok kamu tidak perlu menjaga Bella lagi,kamu sudah terbebas dari seluruh tugas kamu,saya juga akan kembali ke kantor." Ujar pak Alex. "Saya tidak akan memaksa kamu untuk tetap tinggal di sisi Bella,kamu sudah berumur sudah saatnya kamu mencari pasangan hidup."


Pyar...!!!


Bagai tersambar petir di siang bolong,perkataan pak Alex benar-benar membuat wajah Tika merah padam. "Apa urusan lelaki ini dengan hidup aku? Sembarangan sekali mengatakan kalau aku sudah berumur" cicit Tika kesal,coba aja kalau pak Alex bukan papanya Bella,sudah pasti Tika akan membuat mulut tajamnya itu babak belur.


"Kenapa diam?" tanya pak Alex,saat Tika bungkam.




Bukannya takut,lelaki di depannya malah tertawa. Menurut papanya Bella,Tika tampak menggemaskan saat marah. Ah,benarkah? Jangan sampai pak Alex jatuh cinta sama Tika,enggak lucu dong. Ini kan cerita cinta antara Bella dan Reno,bukan Alex dan Tika.



Kalau Tika menjadi pendampingnya pak Alex,berarti Bella harus memanggil Tika dengan sebutan "Mama" ih... Membayangkannya aja jadi merinding,apalagi kalau benar-benar terjadi.


"Jadi kamu meminta cuti hanya untuk mencari pasangan?" goda pak Alex. Pertanyaannya semakin membuat Tika jengkel.


"Saya sudah punya pasangan,dan sebentar lagi kami akan menikah. Jadi saya minta cuti karena ingin menyusul dia ke Paris,kami akan menikah di sana." Akhirnya Tika mengatakan juga alasan dirinya mengambil cuti untuk beberapa bulan.


"Kenapa harus jauh-jauh mencari pasangan hidup,kalau kamu mau saya juga bisa membantu kamu untuk memilih lelaki yang tepat. Kebetulan karyawan saya masih banyak yang lajang dan mereka juga sudah mapan," jelas pak Alex.

__ADS_1



Tika membulatkan matanya,omongan pak Alex sudah sangat keterlaluan. Dengan perasaan dongkol Tika pergi dari sana tanpa pamit,dia mengajak Kenzo dan Jacky untuk segera balik ke Jakarta. Tika ingin secepatnya bertemu dengan Bella dan pamit pada gadis itu.



Pak Alex tersenyum puas setelah berhasil membuat Tika marah,dia tampaknya sangat menikmati obrolannya tadi dengan Tika.


"Tika sudah pergi,aku tidak mungkin terus di sini,dengan siapa aku harus pulang? Tidak mungkin kan Tika meninggalkanku di sini? pak Alex tersadar dari lamunannya saat mendengar suara mobil Tika,laki-laki itu buru-buru bangun dan berlari ke luar,tidak ingin di tinggal pergi oleh Tika.


"Tika!!!"



"Tika... Tunggu saya!" seru pak Alex,seraya keluar dari rumah itu.



------



"Kakak beneran akan pergi?" tanya Bella,matanya mulai berkaca-kaca.



"Hanya beberapa bulan Bella,setelah itu kita akan bertemu lagi." Ucap Tika,dia memeluk Bella.


"Papa kamu kan sudah ada di sini,kamu tidak akan kesepian lagi," hibur Tika,namun Bella hanya menatap datar ke arah papanya,lalu pandangannya beralih memandang Tika. "Tentu beda rasanya kak,papa akan sibuk dengan pekerjaannya lalu aku akan sendiri." Bella merasa sangat sedih saat mengetahui kalau Tika akan pergi.


"Kamu tidak menangis saat bertemu dengan papa,lalu kenapa kamu bisa menangis saat Tika akan pergi?" pak Alex merasa posisinya sebagai orang tua jadi tidak berguna sama sekali.


"Untuk apa aku menangis? Aku sudah tahu papa masih hidup,papa sudah kembali jadi aku tidak perlu menangis lagi,sedangkan kak Tika akan pergi,itu sebabnya aku nangis." Bella memaparkan alasannya.

__ADS_1


__ADS_2