
Mirna pulang dengan di antar oleh pak Alex,dia pulang sudah larut malam,berpikir kalau penghuni rumah sudah tidur semua,tapi nyatanya mereka masih berada di ruang tengah seolah menunggu kepulangannya.
"Pulangnya larut malam begini,habis dari mana kamu Mir?" tanya bu Fanya dingin.
"Aku baru saja pulang dari rumahnya Bella,mbak." Dia menjawab jujur seraya menatap satu persatu orang di depannya. "Bella sedang sakit,jadi aku pergi menjenguknya," lanjutnya lagi memberitahu.
"Setelah berniat untuk merebut harta kami,sekarang tante beralih ingin merebut harta keluarga Bella?" Reno berkata sinis.
Mirna tidak mengerti dengan ucapan Reno,kenapa mereka semua bersikap dingin terhadap dirinya,Sasya juga begitu. Perasaan semakin tidak enak,Mirna mulai menerka-nerka kalau Sasya sudah mengatakan yang tidak-tidak untuknya.
"Kenapa bengong Mir? Kamu tahu kan apa maksud dari omongannya Reno?"
"Maafkan aku ma,aku terpaksa mengatakan semuanya sama kak Reno,aku enggak mau manfaatin kebaikan kakak sama tante lagi," ucap Sasya sambil menundukkan kepalanya.
"Apa maksud kamu,Sya?" Mirna shock mendengar pengakuan Sasya. Anaknya itu ternyata tega memfitnahnya. "Kamu pasti sudah menjelek-jelekkan mama di depan mbak Fanya dan Reno kan?" Mirna marah sekarang.
"Sasya tidak menjelek-jelekkan tante kok,dia hanya mengatakan kebenarannya saja. Aku malah bangga sama Sasya karena dia mau mengakui perbuatannya,tidak seperti tante yang memanfaatkan anak sendiri untuk meraih apa yang tante impikan." Ucap Reno.
"Jangan percaya sama dia Ren,mbak Fanya ini semua ini rekayasa,ini rancangannya Sasya. Tolong percaya sama aku!" Mirna memohon.
"Aku kecewa sama kamu Mir,bukannya minta maaf tapi kamu malah menuduh Sasya memfitnah kamu. Seharusnya kamu mengajarkan dia yang baik-baik bukan menyuruh dia untuk menjadi pembohong seperti kamu!" kecam bu Fanya.
"Sya,tolong jelasin sama mereka kalau apa yang kamu katakan itu semuanya bohong!" Mirna menarik tangannya Sasya agar maju lebih dekat dengannya tapi malah di hadang oleh Reno.
__ADS_1
"Maaf ma,aku enggak bisa melanjutkan rencana jahatnya mama,aku enggak mau kak Bella dan kak Reno marah sama aku," lirih gadis itu seraya menggelengkan kepalanya.
"Benar-benar anak durhaka kamu Sasya!"
PLAK! Mirna marah dan menamparnya dengan keras. Sasya terkejut,dia tidak menyangka kalau mama akan menamparnya.
"Apa-apaan kamu Mir,kamu ngapain nampar dia? Dia sudah mengambil keputusan yang tepat dengan mengatakan keburukan kamu,meski kamu ibunya tapi kamu enggak pantas memperlakukan dia seperti itu!" bu Fanya sangat marah saat melihat Mirna menampar Sasya.
Sasya juga tak kalah marahnya dengan perlakuan sang mama,dia kembali bersandiwara. Pura-pura sedih dan menangis agar mendapat simpati dari Reno. Lagi-lagi caranya berhasil,Reno dengan penuh kasih memeluknya.
"Anak macam apa yang berani memfitnah ibunya sendiri?" bentak Mirna.
"Stop tante! Berhenti menyangkal,seharusnya tante malu dan menyesali perbuatan tante. Tapi tante sama sekali enggak terlihat seperti itu,tante terus mengatakan tidak melakukannya. Kalau tante tidak mau mengakuinya lebih baik tante keluar dari rumah ini!" usir Reno,dia sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.
"Oke,aku pergi dari rumah ini. Tapi aku akan kembali lagi untuk membuktikan kalau Sasya yang melakukan semua ini,dan aku sama sekali enggak tahu!" Mirna keluar dengan perasaan kesal,sedih dan kecewa semua menjadi satu. Kekecewaan terhadap sikap anaknya yang tega ngelakuin apapun untuk mendapatkan Reno,dan yang membuat dia sangat sedih adalah karena Sasya sanggup memfitnahnya,padahal dia adalah ibu kandungnya Sasya.
"Sasya benar-benar anak enggak tahu diri,lihat saja aku akan membuat dia menyesal." Gumam Mirna. Dia pergi dari rumah kakaknya dengan diliputi rasa kecewa.
----
"Bella,aku minta maaf sama kamu,aku memang salah karena sudah berani menyimpan rasa untuk Reno," ucap Ririn dengan tatapan sendu dan air mata yang hampir mengalir.
"Ngapain minta maaf,kamu tidak salah. Aku tidak melarang kamu mencintai dia,itu hak kamu. Dan lagi,wanita yang selama ini selalu dekat dengan dia adalah kamu. Kamu selalu berada di dekatnya,kalian sudah bersama sejak lama saat aku dan David masih bersama." Bella tidak terlihat marah,dia tenang dan pandangannya juga lurus ke depan tidak menatap Ririn yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
Tika dan Roy sengaja pergi dari sana supaya Bella dan Ririn dapat bicara dengan tenang. Tika juga tidak ingin hubungan antara dua gadis itu seperti musuh terus.
"Kamu marah sama aku karena kejadian itu,kan?" tanya Ririn. "Kamu masih enggak percaya kalau bukan aku yang melakukannya?"
"Aku tahu kalau bukan kamu pelakunya,aku juga tahu ini ulah Sasya." Ungkap Bella. "Menjauh dari Reno bukan karena aku marah,tapi aku hanya sedang ingin sendiri,aku ingin menenangkan diri dulu. Sikap Reno membuat aku kesal Rin,dia terus membela Sasya," adu Bella.
Ririn menarik nafas dalam-dalam dan kemudian menghembuskannya perlahan. "Seharusnya kamu temui dia dan bicarakan masalah ini baik-baik. Jangan sampai karena kamu mulai menghindar dari Reno membuat dia mudah di pengaruhi oleh Sasya,apalagi mereka tinggal satu rumah."
"Kamu masih berharap bisa bersama dia?" Bella mulai fokus dengan topik pembicaraannya dengan Ririn,dia ingin tahu seberapa besar cinta Ririn terhadap Reno.
"Soal ini aku tidak bisa bohong,aku memang masih mencintainya Bella,dari dulu sampai sekarang rasa itu tidak pernah berkurang dan berubah,hanya saja aku tidak lagi berharap bisa bersama Reno,setelah kejadian itu aku mulai sering merenung Bella,belajar mengikhlaskan Reno adalah jalan terbaik karena seperti apapun aku mencoba dia tetap bukan takdirku." Ucap Ririn,kata-katanya begitu bijak.
"Kenapa kamu tidak jujur dari awal sama Reno,kenapa kamu tidak mengatakan kalau kamu cinta sama dia? Seharusnya kamu ungkapkan perasaan kamu saat aku masih bersama David,"
"Bagaimana aku bisa mengatakannya Bell,kalau di pikiran dia yang ada cuma kamu,kamu itu cinta pertamanya dia!" Ririn sedikit meninggikan suaranya,kini kesedihan terpancar jelas di wajahnya. Bertahun-tahun memendam rasa cinta bukanlah hal yang mudah,apalagi kita harus melihat orang yang kita cintai bersama orang lain.
Ririn menangis,hari ini dia akan menumpahkan segala perasaan sedihnya,meski cuma Bella yang tahu tentang perasaannya terhadap Reno.
Melihat Ririn yang menangis Bella juga ikutan sedih,dia bisa merasakan sakit yang sedang dirasakan Ririn.
Suasana hening sesaat,hanya suara isak tangis yang terdengar. Bella meraih selembar tisu dan memberikannya untuk Ririn,dia membiarkan Ririn menangis agar rasa sesak di dadanya berkurang.
"Aku paham Rin,bagaimana perasaan kamu selama ini. Aku juga minta maaf karena sudah menganggap kamu sebagai sainganku,aku selalu merasa tidak tenang setiap kali kamu dekat dengan Reno,maafkan aku! Aku sadar kamu lebih terluka dari aku,bertahun kamu memendam rasa itu sendiri,maafkan aku..." Bella memeluknya,mereka berdua berpelukan. Tika dan Reno diam-diam memperhatikan dua perempuan yang selama ini bermusuhan dan kini sudah berbaikan,suasana menjadi haru.
__ADS_1
Tika sangat senang,dia mulai membayangkan hari-hari indah yang akan di lewati Bella setelah hari ini. Tika akan berusaha menyelesaikan masalah Bella hari ini juga.