
"Kanaya,sepertinya mereka sudah tidak ada lagi di luar." Bisik David.
Kanaya mendongakkan kepalanya melihat ke luar truk,tak ada satu pun anak buahnya Arga,mereka sudah pergi dari sana.
David membantu Kanaya turun,mereka sangat berhati-hati jangan sampai tertangkap oleh pria bertubuh tinggi besar tadi.
"Kita harus kemana?" tanya David.
Dan saat itu tiba-tiba ponselnya Kanaya berbunyi,dia di telpon oleh Bu Dewi. Wanita itu menyuruh Kanaya untuk mencari tempat persembunyian yang aman karena anak buahnya Arga sudah menemukan keberadaan mereka.
"Aku tidak bisa kembali lagi ke rumah Dav." Ujar Kanaya sedih.
"Kenapa,apa yang mama kamu bilang?"
"Anak buahnya om Arga sudah mengepung rumah kami,dan sekarang mama dan Bu Santi sudah tidak berada di rumah lagi."
Kanaya tidak pernah membayangkan akan seperti ini masalahnya.
Sebuah mobil berhenti di depan mereka,pintu mobil terbuka,dan ternyata itu adalah Tino.
"Kanaya,ayo cepat masuk! Kita harus segera pergi dari sini."
Tanpa di suruh dua kali Kanaya dan David langsung masuk,saat itu mereka melihat beberapa orang berpakaian hitam berkeliaran di seberang jalan,dan pastinya mereka orang suruhan Arga.
"Kak,mama ada di mana sekarang?" tanya Kanaya.
"Kamu tenang saja,mama kamu sudah berada di tempat yang aman sekarang." jawab Tino. "Sepertinya,setelah menyelamatkan Bella,kalian harus pindah dari kota ini." Lanjut Tino lagi,dia terus fokus menyetir.
David memandang Kanaya dengan pandangan sedih,hatinya tidak rela jika Bella juga pindah,itu berarti dia tidak bisa bertemu dengan Bella lagi.
"Aku akan mengantar kamu ke tempat mama kamu berada,setelah itu aku akan pergi ke tempat Bella di sekap." Ucap Tino.
"Aku ikut kak!"
"Dav,ini sangat berbahaya," Kanaya tidak setuju sama keputusan David.
"Aku bisa jaga diri,aku hanya ingin menyelamatkan Bella,karena ini akan menjadi saat terakhir aku bertemu dengan dia,kalau memang kalian jadi pindah dari kota ini."
\*\*\*\*\*
Tika tersenyum puas melihat suruhannya Arga terkapar tak berdaya.
"Sekarang katakan di mana kalian menyekap Bella!" perintah Tika,seraya menodongkan pistolnya ke arah lelaki itu.
"A-ampun nona,sa-saya tidak tahu," jawabnya terbata.
"Masih berani bohong lagi,cepat katakan!" bentak Tika marah.
__ADS_1
"Cepat katakan,atau kalian mati!" Tika masih memberi kesempatan.
Lelaki itu bergetar ketakutan,wanita di depannya tidak main-main.
Akhirnya lelaki itu mengatakan juga,dan Tika segera pergi meninggalkan mereka,dengan senyum penuh kemenangan.
"Kalau kamu tidak mengatakannya sekarang,kamu akan menyesal nantinya Bella," ucap Arga,dengan penuh kesombongan laki-laki itu duduk di atas kursi kebesarannya. Bella duduk bersimpuh di depannya dengan tangan di ikat kebelakang.
Sudah dua kali wajah Bella di tampar karena tidak mau memberitahukan di mana sertifikat itu di simpan.
"Aku benar-benar tidak tahu tentang sertifikat yang kamu maksud,dan aku bukan anaknya keluarga Pak Alex!" Bella masih berusaha meyakinkan Arga.
"Keadaan sudah seperti ini tapi kamu masih tidak ingin mengatakannya,dasar gadis bodoh,apa yang ada di pikiran mu? Kamu pikir akan ada orang yang datang ke sini dan menyelamatkan kamu? Jangan mimpi! Tidak ada satupun yang tahu tempat ini," ucap Arga dengan senyum menyeringai.
"Kamu benar,kalau memang aku anaknya Pak Alex itu berarti Bu Santi bukanlah ibu kandung ku,dan dia tidak akan mencari aku,meski tahu aku di culik." Bella berkata dengan sedih,dia sengaja mengalihkan perhatian Arga. Supaya laki-laki itu tidak terus menerus menyuruh anak buahnya memukul dirinya.
"Nah,itu kamu tahu,tapi kenapa masih bersikeras untuk tidak mengatakan apa-apa tentang sertifikat itu?"
"Aku benar-benar tidak tahu,kalau begitu bunuh saja aku,lagi pula tidak akan ada yang datang kesini untuk membantu ku" suruh Bella.
Andra berjalan ke arah Bella dengan pisau di tangannya.
BRAK!!!
Pintu terbuka lebar,sepertinya di buka paksa oleh seseorang dari luar.
Bella kaget mendengarnya,dia segera menoleh ke arah pintu,dan tampaklah beberapa orang bertopeng berdiri di depan pintu,tak ada satupun di antara mereka yang membawa senjata,mereka semua datang dengan tangan kosong.
"Siapa mereka?" senyum di wajah Arga menghilang seketika.
"Saya rasa itu anak buahnya Bu Dewi,bos." Jawab salah satu suruhannya Arga.
"Panggil yang lain kesini!" teriak Arga.
"Percuma kamu memanggil mereka Arga,mereka semua sudah aku habisi,"
__ADS_1
Mendengar ucapan salah satu orang-orang bertopeng di depannya membuat Arga tertegun,suara seorang wanita? Itu tandanya orang-orang suruhan Bu Dewi tidak semua laki-laki.
"Heh,siapa kamu? Tidak perlu memakai topeng seperti itu,kamu takut saya mengenali wajah kamu?" Tanya Arga sinis.
Tika maju ke depan,dia membuka topengnya,mata Arga sama sekali tidak berkedip. Seorang gadis yang sudah di bunuhnya ternyata masih hidup. Tidak! Dia bukan Agnes,dia Tika. Mereka adik kakak,wajah mereka memang mirip tapi mereka bukan anak kembar.
Bella juga sama kagetnya,dia seperti melihat Agnes kembali.
"Ka-Kamu??? Arga terbata,lelaki itu tanpa sadar bangun dari duduknya dan mundur beberapa langkah ke belakang.
"Kenapa? Kamu takut? Aku sudah lama menunggu untuk hari ini,aku masih bisa mengingat kejadian tragis yang menimpa adik ku,kau sudah membunuh Agnes." Ucapnya penuh kebencian,api dendam yang terus membara membuat Tika tidak bisa menahannya lebih lama lagi,ingin sekali di habisinya lelaki yang sekarang berada tepat di depan matanya.
"Nik,habisi mereka!" perintah Tika.
Terjadilah perkelahian di sana,tak ada yang menggunakan pistol atau benda tajam lainnya,Tika dengan hebatnya bertarung seorang diri menghadapi Arga,sedangkan David yang ikut masuk dalam kerumunan mereka tadi,dengan cepat mengajak Bella keluar dari sana.
Bella mengikuti saja kemana lelaki bertopeng itu membawa dia,Bella tidak bertanya apa-apa,yang dia inginkan adalah pergi secepatnya dari tempat Arga menyekap dirinya,meski badannya sudah semakin lemas,karena sudah dua hari dia tidak di kasih makan dan minum,tapi dia tetap mencoba bertahan.
"Ayo masuk!" suruh cowok itu,begitu mendengar suaranya Bella langsung tahu kalau itu adalah David.
"Kamu David?"
David membuka topengnya,dan dia tersenyum ke arah Bella.
Bella sangat senang,ternyata dia benar-benar David,lelaki yang sekarang telah menjadi bagian dari hidupnya,David pelan-pelan juga mulai mengisi ruang di hatinya Bella.
"Kita harus pergi dari sini Bella,aku tahu banyak pertanyaan yang ingin kamu tanyakan,simpan saja itu untuk nanti." Ucap David sambil mengemudikan mobilnya.
Dia meninggalkan Tika dan yang lainnya di kediaman Arga,dia tahu Tika bisa mengatasi semuanya.
__ADS_1
\*\*\*\*