Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Pilih Satu


__ADS_3

"Jadi turun juga rupanya,aku pikir kamu akan langsung pulang," bisik Reno tepat di telinga Bella. Bella hanya tersenyum,dia dan Reno berjalan beriringan dan saling bergandengan tangan,sengaja memperlihatkan kedekatannya dengan Reno di depan Sasya.


"Kak Reno!" panggil Sasya,dia melangkah menyambut kepulangan Reno dan tanpa permisi langsung memeluk cowok itu.


"Sasya!" Reno kaget dengan kelakuannya Sasya. "Kakak kenapa pulangnya lama banget? Aku dan mama sudah dari tadi menunggu kak Reno," keluh Sasya,melepaskan pelukannya dan menatap Reno dengan begitu lekat.


"Mama?" ucapan Sasya membuat Bella penasaran,dia bertanya-tanya. Matanya menatap Reno,dia mau meminta penjelasan dari cowok itu. Siapa yang di panggil mama oleh Sasya,seolah tahu akan apa yang sedang di pikirkan sang pujaan,Reno langsung berkata. "Mama yang di bilang Sasya adalah tante Mirna,mamanya sendiri." Ucap Reno menjelaskan.


"Oh..." desis Bella. Dia melihat Sasya dengan pandangan tak bersahabat. "Ayo kak kita masuk!" Sasya langsung menarik tangan Reno,dia tidak peduli dengan keberadaan Bella di sana.


Reno melepaskan jemari Sasya yang memegang pergelangan tangannya,cowok itu langsung melingkarkan tangannya di pinggang Bella,mengajak sang kekasih untuk masuk dan mengabaikan Sasya.


"Lho,kak Reno kok malah cuekin aku sih?" gerutu Sasya dalam hati,dia menahan amarahnya. "Harus tetap jadi gadis baik dan penuh kesabaran di depan kak Reno,ingat Sasya! Kalau kamu ingin membuat kak Reno tertarik sama kamu,kamu harus menjadi gadis polos dan baik hati." Sasya terus menyemangati dirinya sendiri agar tidak mudah menyerah dalam mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari lelaki yang sudah lama dicintainya itu.


Bella memutar kepalanya ke belakang,dia melihat ekspresi marah di wajah Sasya,Bella menyunggingkan senyumnya,senyum mengejek ke arah gadis itu.


"Awas aja kamu Bella,kali ini kamu mungkin bisa membuat kak Reno cuek sama aku,tapi lain kali aku pastikan kalau kamu bakal nangis darah saat melihat kak Reno memilih aku." Bella dapat menangkap sorot kebencian di matanya Sasya,meski melihatnya hanya sekilas saja tapi Bella yakin kalau Sasya tidak seperti yang terlihat. Dia tentu punya niat terselubung hingga tiba-tiba tinggal di rumah Reno.


\*\*\*\*


"Kalau begitu Bella pulang dulu ya,tan?" pamit Bella,padahal jam di dinding sudah menunjukkan pukul 18:45,sudah waktunya shalat maghrib.


"Nanti aja pulangnya Bell,kita makan malam dulu di sini." Cegah bu Fanya.


Bella punya alasan sendiri makanya dia tidak mau makan malam di rumah Reno,sebuah alasan yang tidak mungkin dia katakan sama cowok itu.


"Aku pulang aja Ren," bisik Bella.



"Ada apa sih Bell? Kamu enggak nyaman di sini ya?" tanya Reno,dia sudah bisa menebaknya,Bella pasti tidak nyaman karena di sana juga ada tante Mirna.


Sambil melirik ke arah Sasya dan bu Mirna yang kebetulan duduk di depannya Bella langsung menjawab "Ya deh,aku mau!"


Reno senang mendengarnya,berbeda dengan bu Mirna dan Sasya yang tidak suka dengan jawaban Bella. Menurut mereka,Bella hanya akan membuat rencana mereka tidak berjalan lancar.


\*\*\*



"Mbak yakin mau merestui hubungan Reno sama gadis itu?" tanya Mirna.

__ADS_1



"Kenapa memangnya Mir,dia perempuan baik-baik kok." Jawab bu Fanya memberi pembelaan.



"Mbak enggak lihat apa,cara dia memandang Sasya aja kurang bersahabat gitu. Aku rasa dia sudah menganggap Sasya sebagai saingannya," bu Mirna berusaha menjelek-jelekkan Bella. Wanita licik itu ingin merubah pandangan bu Fanya terhadap Bella.


"Bella enggak seperti yang kamu pikirkan kok Mir,dia itu orangnya baik,perhatian dan yang pasti dia enggak matre"


"Mbak tahu dari mana kalau dia enggak matre? Memangnya mbak sudah mengetes dia?" tanya bu Mirna berusaha mencari info tentang siapa Bella,dan dia berasal dari keluarga kaya atau bukan.



"Udah ah Mir,aku mau ke kamar dulu,ngantuk." Ucap bu Fanya sengaja memutuskan topik pembicaraan,dia tidak mau Mirna terlalu banyak tahu soal keluarga Bella.


"Jawab dulu pertanyaan aku,mbak!"


"Aku mau tidur dulu,sudah malam," tanpa memperdulikan permintaan Mirna,bu Fanya langsung masuk ke kamarnya.


"Siapa gadis itu,kenapa mbak Fanya berusaha menutupinya dari aku? Aku harus mencaritahunya sendiri." Gumam bu Mirna dengan tekad yang kuat. Dia tidak bisa menyingkirkan Bella begitu saja tanpa tahu dengan jelas siapa Bella,dan berasal dari keluarga mana dia. Ibunya Sasya itu tidak mau berhadapan sama orang yang salah.


\*\*\*\*:




Ririn kembali lagi,dan di saat itu barulah Reno ada di dalam ruang kerjanya. Dengan penuh semangat Ririn masuk dan menyapa Reno. Kali ini dia bersikap biasa aja di depan cowok itu,jangan sampai karena sikap berlebihannya sama Reno membuat hubungan mereka semakin renggang.



"Ada apa Rin?" tanya Reno,dia masih fokus dengan laporan keuangan yang ada di mejanya.


"Ini Ren,aku ada bawain makan siang buat kamu," jawab Ririn sambil meletakkan kotak makan di hadapan Reno.


"Baik banget,ada maunya ya?" tebak Reno menduga-duga.


"Enggak kok!" jawab Ririn. Baru aja dia hendak menanyakan sesuatu sama Reno,eh tiba-tiba pintu ruangan kembali terbuka. Dari balik pintu Sasya menyembulkan kepalanya melihat ke dalam ruangan,dan dia mendapati Reno sedang bersama seorang wanita,tapi bukan Bella.


"Siapa itu Ren?" tanya Ririn penasaran.

__ADS_1


Reno menoleh ke arah pintu masuk,dan dia melihat Sasya sudah berdiri di sana dengan menenteng rantang susun di tangan kanannya.


"Dia Sasya,sepupu aku." Jawab Reno tanpa ekspresi.


"Ngapain terus berdiri di sana? Ayo masuk!" suruh Reno.


Sasya segera masuk,dia bersikap sok polos di depan Ririn.


"Maaf,apa aku mengganggu kak Reno?"


"Tidak! Ada keperluan apa kamu datang ke sini?" tanya Reno langsung ke intinya.


"Mama nyuruh aku bawain makan siang buat kakak," jawab Sasya.


"Tapi aku sudah punya makan siang sendiri," mendengar jawaban Reno,membuat sepasang mata Sasya menatap kotak makan yang ada di atas meja. "Pasti perempuan ini sudah lebih dulu bawain kak Reno makanan,siapa sih dia? Gangguin aja." Batin Sasya,dia sangat kesal namun masih bersikap lembut di depan dua orang itu.


"Lalu bagaimana dengan makanan yang aku bawa ini?" tanya Sasya.



"Bawa pulang aja!" Ririn menjawab spontan.



Omongan Ririn membuat Sasya semakin marah "Ini perempuan sombong banget jadi orang,"



"Taruh di sini aja!" timpal Reno,dia juga enggak tega menyuruh Sasya untuk membawa kembali makan siang yang sudah repot-repot di bawa gadis itu dari rumah.


Sebagai seorang cowok Reno tahu kalau kedua perempuan di depannya melakukan semua itu bukan tanpa sebab,mereka pasti ingin mendapat perhatian darinya.


Tok...


Tok..


Tok...


Tiba-tiba pintu ruangan Reno ada yang mengetok dari luar,mereka yang sedang bicara mendadak diam,saling pandang dan yang pasti sama-sama penasaran.


Jantung Reno berdegup kencang,tidak mungkin itu karyawannya. "Siapa Rin?" dia bertanya sama Ririn,karena yang dia tahu hari ini dia tidak ada rapat sama klien manapun.

__ADS_1


"Suruh masuk aja kak!" ucap Sasya.


"Mungkinkah itu Bella?" ucap Reno bersamaan dengan Ririn,dan mereka kembali saling pandang.


__ADS_2