Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Semua Karena Aurel


__ADS_3

"Kamu bermesra-mesraan sama dia,dan di belakang aku entah apa yang sudah kalian berdua lakukan. Kamu tahu enggak Bella,Reno itu suka sama kamu!" suara David meninggi,di tengah suara gemuruhnya petir,dia berteriak tepat di depan wajah Bella.



Kenapa David tiba-tiba datang dan marah-marah? Tidak masuk akal kalau dia marah hanya karena melihat Bella dan Reno berpelukan seperti itu,lagian mereka juga bukan sengaja melakukannya,semua terjadi karena wanita tadi.



Wanita tak di kenal yang berjalan tidak hati-hati,hingga membuat Bella hampir jatuh menimpa lantai.



Bella tidak menyangka David semarah ini. "Jangan bicara sekeras itu Dav,aku masih tidak tuli." Suara Bella terdengar lemah,dia memegangi dadanya yang terasa sesak,tubuhnya bergetar hebat. Kilatan kemarahan tampak di mata David.



Bella memberi isyarat kepada Reno untuk pergi saja,dan masalah itu biar dia yang menyelesaikannya.



"Katakan sama aku apa yang terjadi?" Bella menarik David untuk berdiri lebih jauh dari depan pintu toko,dia tidak mau obrolannya di dengar oleh orang yang keluar masuk dari toko milik Reno.



"Seharusnya aku yang menyuruh kamu mengatakan sama aku apa yang terjadi antara kamu dan Reno," ucap David,menatap Bella dengan penuh rasa curiga.



"Tadi aku hampir jatuh,dan Reno hanya menolong aku,tidak lebih dari itu. Apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang kamu pikirkan." Bella memberi keterangan,menjelaskan tentang kejadian tadi sebelum David datang.



David diam sejenak,dia menarik nafas dalam-dalam dan kemudian membuangnya,wajahnya berubah tegang. Sekarang menatap kekasihnya dengan penuh kebencian. "Kita putus!" satu kata itu mampu membuat jantung Bella berhenti berdetak.



"Aku tidak salah dengar?" matanya mulai berkaca-kaca.



"Apa aku harus mengulang lagi?" David bertanya.



"Hanya karena masalah sepele tadi Dav? Kamu lupa sama janji kamu? Kenapa hanya karena masalah kecil seperti ini kamu langsung mutusin aku? Aku bahkan tidak marah saat kamu dan Aurel berpelukan,tapi ini?" beningan kristal yang tadi bertengger di pelupuk matanya,kini jatuh bergulir membasahi pipinya.



David tidak menjawab apa-apa,dia enggan bicara dan menjelaskan tentang sebab dia ingin putus dari Bella.



Dia mengambil amplop coklat yang di simpan di balik jasnya dan kemudian memberikannya kepada Bella.


"Apa ini?" dia bertanya heran.


"Buka dan lihat sendiri!" ucap David dingin,dia sama sekali tidak menatap wajah Bella.


Apa isinya?


Empat lembar foto yang memperlihatkan dua anak manusia yang sedang berhubungan intim di atas ranjang,Bella hampir tidak percaya dengan apa yang di lihatnya,lututnya menjadi lemah,dia tidak sanggup lagi untuk berdiri.

__ADS_1


Yang membuat Bella lebih terkejut adalah wajah wanita di dalam gambar itu,wajahnya mirip dengan Bella.



"I-ini siapa Dav?" tanya Bella dengan bibir bergetar.



David melihatnya dengan pandangan jijik, "Tanyakan pada dirimu sendiri siapa wanita itu,dan siapa lelaki yang berada di atas tubuhnya?"



"Wajahnya memang mirip dengan aku,tapi ini bukan aku Dav." Bella menjelaskan,dia benar-benar tidak tahu siapa wanita dalam foto itu.


"Jangan menyangkal Bella,sudah jelas ini wajah kamu,tapi kamu masih berani bohong di depan aku?" bentak David.


"Benar Dav,ini memang bukan aku! Aku tidak berani berbuat seperti ini,a-aku tidak kenal siapa mereka. Dav... Tolong percaya sama aku!" Bella mengiba di depan David,memohon agar cowok itu percaya padanya.


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu!" David menepis kasar tangan Bella.


Tak ingin menjelaskan apa-apa lagi,dengan hati di selimuti rasa kecewa dan sakit hati David pergi meninggalkan kekasihnya.



"Dav...." panggil Bella.



Gadis itu nekat menerobos hujan untuk mengejar mobil David, "Dav buka pintunya Dav!" teriak Bella.



David tidak peduli,dia menginjak gas dalam-dalam dan melajukan mobilnya dengan kencang.




Hubungan mereka sudah berakhir,hari-hari Bella mungkin akan menjadi suram.



Dalam guyuran hujan Bella berjalan,lemah rasanya. Dari belakangnya terdengar suara klakson mobil. Bella mendengarnya,tapi dia tak peduli dengan hal itu. Biar saja,lagi pula dia berjalan di pinggir bukan di tengah.



Bella terus berjalan dan mobil itu terus mengikuti.



"Bella..." panggil seseorang,dan ternyata dia adalah Tika.



"Bella..." yang di panggil masih tidak merespon,pikiran Bella sangat kacau.



"Bella,kamu kenapa?" Tika membalikkan badan Bella,tatapan gadis itu kosong. Tika mengajaknya untuk segera masuk ke dalam mobil,dia masih tidak tahu apa yang terjadi dengan Bella.


__ADS_1


Dan Tika akan menanyakan semuanya begitu mereka sampai di rumah.



\*\*\*\*\*


"Apa yang terjadi Bella? Coba ceritakan sama ibu?" pinta bu Santi.


Bella masih menangis,tidak bisa menjawab pertanyaan ibunya untuk saat ini.


Tika tidak bisa duduk dengan tenang. "Bella,ayo bicara! Katakan sama aku dan ibu,siapa yang sudah membuat kamu jadi seperti ini!" suruh Tika.


Bella merogoh tasnya dan memberikan foto itu kepada Tika dan ibunya.



"Ya ampun Bella." Tika sangat shock melihat foto-foto yang di berikan Bella.



"Bella,ini bukan kamu kan,nak?" bu Santi sangat panik,sebab wanita dalam foto itu sangat mirip dengan Bella.



"Itu bukan aku bu,aku juga tidak tahu itu siapa? Dan dari mana David mendapatkan foto itu." Jawab Bella.



"Aku yakin ini pasti ulah Aurel," Tika mencurigai Aurel sebagai pelakunya.



Sambil memasukkan foto itu ke dalam amplop berwarna coklat tadi,Tika berkata "Aku akan menyuruh anak buah ku untuk mencaritahu soal foto ini.



"Kenapa enggak kakak tanyakan saja sama orang suruhan kakak itu? Mereka kan selalu mengikuti kemanapun aku pergi,dan bisa jadi mereka juga mengikuti kemana David pergi,dan mereka juga tahu siapa yang di temui David tadi." Usul Bella.



"Ya,apa yang di katakan Bella ada benarnya juga,coba kamu tanyakan dulu sama mereka." Bu Santi setuju sama usulan anaknya.



\*\*\*\*



"Kali ini kamu benar-benar hancur Bella?" Aurel tersenyum puas.


"Mana bayaran buat gue?" lelaki itu bertanya kasar.


"Nih,ambil!" ucap Aurel tak kalah kasarnya.



"Lain kali kalau ada job begini,lo jangan lupa hubungi gue,ya!" ucap cowok itu.


"Iya,sana pergi!"


"Enggak usah di usir gitu,gue juga mau pergi ni," cowok itu langsung pergi dengan mengendarai sepeda motornya.

__ADS_1


Aurel semakin melebarkan senyumnya,hatinya sangat bahagia,karena akhirnya rencana busuknya itu berjalan dengan lancar,dan dia berhasil membuat David dan Bella putus.


"Bagaimana rasanya Bella? Pasti ini sangat menyakitkan buat kamu kan?" gumam Aurel.


__ADS_2