Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Bersama Lagi(Akhir Bahagia)


__ADS_3

"Nah,gitu dong... Kan kalau kalian baikan gini adem di lihatnya." Ucap Tika,dia dan Roy berjalan menuju tempat Bella dan Ririn duduk.


"Kak Tika bukannya udah keluar tadi,ya?" kemunculan Tika dan Roy yang tiba-tiba itu membuat Bella terkejut.


"Kita cuma ke kamar sebentar kok,Bell. Karena sudah berada di sini,sekarang coba kalian pikirkan apa yang akan kalian lakukan setelah ini?"


"Kita tunjukkan bukti ini sama Reno!" Ririn memperlihatkan video Sasya saat sedang masuk ke dalam ruangannya Reno.


"Lho,video ini kamu dapat dari mana?" Bella penasaran dari mana Ririn mendapatkan video itu,padahal Sasya sudah menghapus semua buktinya dari cctv kantor.


"Aku mendapatkan video ini dari Maya,dia salah satu karyawan yang cukup baik sama aku,enggak julid kayak karyawan lainnya." Jawab Ririn.


"Mereka juga benci sama kamu Rin?" tanya Tika.


"Ya,mungkin karena mereka cemburu melihat kedekatan aku sama Reno,dan aku juga yang salah sih. Soalnya,aku terlalu sering memarahi mereka hanya karena melakukan kesalahan kecil." Ririn menyesali sikap kerasnya selama ini terhadap karyawan kantor,yang membuat dia jadi di benci.


"Kalau begitu tunggu apa lagi,ayo kita ke rumah Reno dan tunjukkan video ini!" ajak Tika,dia ingin masalah itu selesai secepatnya.


"Ayo!!!" mereka sangat bersemangat dan terlihat begitu kompak.


-----


"Kamu jangan begini dong Mir,seharusnya kamu kembali ke sana dan jelasin sama mereka kalau Sasya yang melakukan itu semua," pak Alex geram mendengar hal buruk yang terjadi kepada bu Mirna,dia juga sangat marah sama Sasya,anak itu tega sekali memfitnah mamanya agar tidak ada orang yang menghalanginya untuk mendapatkan Reno.


"Aku sudah coba ngejelasin sama mereka,tapi enggak ada yang percaya. Mereka sudah duluan kemakan omongannya Sasya," ucap Mirna.


"Kita balik lagi ke sana,biar aku yang bantu kamu untuk menjelaskannya!"


"Enggak usah! Sebaiknya aku pergi mencari Ririn,karena aku dengar dari Bella kalau Ririn sudah di pecat dari kantornya Reno gara-gara kejadian hari itu."


"Untuk apa kamu mencari dia?" tanya pak Alex penasaran.


"Aku rasa dia punya bukti kalau Sasya yang melakukan semua ini,Ririn pasti tidak akan tinggal diam,karena ulah Sasya dia jadi di benci sama Reno dan dia juga kehilangan pekerjaannya."


Saat mereka sedang sibuk memikirkan jalan keluarnya,Bella mengirimkan papanya pesan,dia menyuruh pak Alex untuk segera ke rumah Reno.

__ADS_1


\*\*\*\*


"Aku enggak habis pikir sama kamu Sya,tega-teganya kamu membohongi aku sama mama." Reno naik darah,emosinya meluap-luap begitu mengetahui kalau Sasya sudah menipu dirinya selama ini.


Reno merasa sangat bodoh,dia juga malu sama Ririn karena tidak percaya sama temannya sendiri,bahkan dia memecat Ririn dan menuduhnya melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya.


"Video itu---" Sasya tak sanggup berkata-kata lagi "Bagaimana kalian mendapatkannya? It-itu bukan aku,pasti kamu yang sudah merekayasa semuanya,iya kan? Dasar perempuan licik!" Sasya berniat untuk memukul Ririn,tapi Bella sudah lebih dulu mencegahnya,dia menepiskan tangan Sasya dengan cukup keras.


"Jangan sentuh dia! Sudah ada bukti yang jelas seperti ini kamu masih menyangkal juga. Kamu memang tidak tahu malu!" cibir Bella.


"Sudahlah Sya,sebaiknya kamu akui perbuatan kamu itu,kamu sudah membuat diri kamu sendiri malu," bu Fanya ikut berbicara.


Tika yang sudah tidak tahan diam terus dari tadi akhirnya dia angkat bicara.


"Kamu benar-benar tidak tahu malu Sasya,kamu sudah tidak punya rasa malu sebagai perempuan,kamu sudah menjatuhkan martabat kamu sendiri," ucap Tika sinis.


Ingin sekali Sasya menjawab ucapan Tika yang merendahkannya itu,tapi mau di jawab apa? Memang begitu kenyataannya,apa yang di katakan Tika tidak salah.


Mereka terus menyuruh Sasya untuk mengakui perbuatannya,tapi Sasya selalu menyangkalnya,hingga mamanya dan pak Alex datang...


"Iya,memang aku yang melakukan semuanya. Aku melakukan semua ini karena aku tidak rela kak Reno bersatu sama kak Bella,aku enggak mau mereka menikah!" ungkap Sasya dengan suaranya yang keras.


Mendengar pengakuan Sasya membuat mereka terperangah,tak menyangka kalau Sasya bisa segila itu kalau sudah menyangkut soal cinta.


"Karena kesalahan kamu ini,kamu harus menerima hukumannya. Mama akan kirim kamu ke luar negeri untuk kembali melanjutkan kuliah di sana!" tegas Mirna.


Mendengar keputusan mamanya Sasya menangis histeris dia bersimpuh di kaki wanita itu. "Ma,jangan kirim Sasya ke sana ma. Aku tidak akan berulah lagi,aku janji!"


"Mulut kamu enggak bisa di percaya lagi,Sya. Sebaiknya kamu memang pergi jauh dari kota ini," ucap Tika sembari tersenyum senang melihat ketidakberdayaan Sasya saat ini.


"Diam kamu!" bentak Sasya. "Aku tahu,mama nyuruh aku untuk pergi ke luar negeri supaya mama bisa hidup senang sama pak Alex,supaya mama bisa menikmati kekayaan mereka," tuding Sasya.


"Jaga mulut kamu Sasya!" Mirna mengayunkan tangannya hendak menampar sang anak. Apa yang dikatakan Sasya sudah sangat keterlaluan.


"Sudah Mir,jangan menamparnya!" cegah pak Alex.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa berhenti? Tampar saja!" Sasya semakin membuat mamanya marah.


"Bukannya berubah kamu malah menjadi-jadi." Ucap Mirna,suaranya sudah sedikit melunak.


"Apa aku salah mengatakan ini? Bukankah mama memang ingin hidup senang sama mereka? Dan mama akan membagi kasih sayang mama sama kak Bella,sedangkan aku mama buang ke luar negeri sana." Sasya terduduk lemas dia menangis sambil memegang kaki mamanya,meminta supaya Mirna tidak mengirimnya kembali ke luar negeri. Tapi sayangnya keputusan Mirna sudah bulat,tidak bisa di ajak negosiasi lagi.


"Ya,kamu memang benar Sasya,mama memang akan segera menikah sama papanya Bella. Keputusan mama sudah bulat,mama kecewa sama kamu,entah kenapa tiba-tiba saja mama merasa menyesal punya anak seperti kamu. Kamu sanggup melakukan segalanya dan melukai perasaan mama hanya untuk meraih cinta dari orang yang tidak mencintai kamu. Andai saja mama punya anak seperti Bella,mama pasti lebih bahagia,dan kali ini jangan salahkan mama kalau mama membanding-bandingkan kalian berdua." Ucap Mirna,dia sendiri terlihat sangat sedih.


Mendengar pengakuan mamanya,Sasya semakin sedih dia takut mama tidak akan memaafkannya.


Mereka yang ada di sana hanya diam saja melihat drama antara ibu dan anak itu,permasalahan tentang Reno dan Bella sudah selesai,dan sekarang adalah tentang Sasya dan mamanya.


Mirna menyuruh Tika untuk membantunya menyiapkan keberangkatan Sasya besok,Tika dengan senang hati mau membantu.


Sasya tidak bisa berbuat apa-apa,dia hanya bisa menerima nasibnya. Dia sudah kalah,Reno tetap memilih Bella. Dia meminta agar mama memaafkannya,tapi Mirna tidak menjawab apa-apa dia pergi ke luar begitu saja. Mirna ingin memberikan Sasya pelajaran,dia ingin Sasya berubah menjadi anak yang lebih baik.


\*\*\*\*


"Selamat ya Bell,akhirnya kamu punya mama baru juga!" ucap Ririn tersenyum.


"Ya,aku harap papa bahagia sama pernikahannya nanti," Bella tersenyum senang membayangkan hidupnya yang akan berubah jadi lebih indah. Dia akan segera bersatu dengan Reno dan papanya juga akan menikah lagi dengan mamanya Sasya.


"Kamu bisa menerima mamanya Sasya,tapi kenapa kamu tidak bisa memaafkan Sasya?" tanya Ririn bingung.


"Aku sudah memaafkannya,meski hati ini masih sangat sakit atas apa yang sudah dia lakukan. Aku sengaja mengatakan tidak akan memaafkannya supaya dia benar-benar menyesal dan berubah Rin."


"Ternyata itu alasan," gumam Ririn,dia terdiam sesaat seraya memperhatikan keadaan di sekeliling taman belakang rumahnya Reno. "Sebentar lagi kamu akan menjadi menantu di rumah ini,aku harap kamu bahagia sama Reno." Ucapnya tulus.


"Reno sudah meminta maaf atas kesalahpahaman hari itu,dan dia juga menyuruh kamu untuk kembali ke kantor,tapi kenapa kamu tidak mau kembali?" ini yang membuat Bella penasaran.


"Terlalu sulit menjelaskannya Bella,yang pasti aku tidak akan kembali lagi ke sana. Jujur saja,saat Reno memecat aku,rasanya aku seperti sampah yang tidak bernilai sama sekali. Tapi aku tidak marah kok,hanya sulit saja bagi aku untuk kembali ke sana. Aku sudah memutuskan untuk melanjutkan bisnis keluarga aku,aku ingin mulai semuanya dari awal." Ririn berusaha menahan air matanya.


"Aku harap kamu menemukan orang yang tepat,yang bisa membuat kamu bahagia,"


"Terimakasih Bella,kamu memang sangat baik tidak salah Reno memilih kamu sebagai pendamping hidupnya,semoga pernikahan kamu dan Reno berjalan lancar dan rumah tangga kalian bahagia selamanya," ucapan Ririn begitu tulus. Bella memeluknya mereka sama-sama berpelukan,dari kejauhan Reno memperhatikannya,dia juga ikut bahagia karena akhirnya semua masalah selesai dan Ririn juga bisa menerima kenyataan kalau Bella adalah pelabuhan terakhirnya.

__ADS_1


..END..


__ADS_2