Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Di Kelilingi Pangeran Tampan


__ADS_3

"Rajin banget ke perpus Bella,kamu enggak ke kantin?" tanya Riko,yang tiba-tiba aja sudah duduk di sampingnya.



Bella mendengus kesal,dia tidak suka ketenangannya di ganggu orang lain. Meski Riko terlihat tulus berteman dengannya,tapi dia tidak boleh sembarangan berteman dengan orang yang baru di kenal.



"Kamu kelihatan enggak nyaman aku duduk di sini,kamu enggak mau temenan sama aku,ya?" Riko kembali bertanya.


Bella teringat kata-kata Bu Dewi sebelum dia berangkat sekolah tadi pagi, "Kamu harus hati-hati,Arga sedang menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan kamu,jangan sembarangan berteman dengan orang yang baru kamu kenal,bisa jadi itu adalah suruhannya om kamu."


"Mungkinkah Riko adalah suruhannya Om Arga?" Pikir Bella.


"Bella!" panggil Riko.


Bella terlalu fokus sama pikirannya sendiri,hingga tak satu pun dari pertanyaan Riko yang di jawabnya.



Bella segara menutup buku yang sedang di bacanya,dan dia bangkit dari bangkunya untuk pergi mencari tempat duduk yang lain.


"Eh,kok malah pergi sih,Bella kamu mau kemana?" tanya Riko,sembari mencegahnya untuk pergi.


"Aku mau cari tempat duduk yang lebih nyaman." Jawab Bella datar.


Riko bangun dan menghadang langkahnya. "Kenapa? Kamu tidak nyaman aku ada di sini,kalau memang seperti itu biar aku aja yang yang pergi."


Bella menatap tajam wajah Riko,tatapan cowok yang sedang berada di depannya saat ini sangat meneduhkan,dia juga tampan. Tapi bagi Bella David tetap yang paling tampan.


Saat ini Riko berdiri sangat dekat dengannya,membuat jantung Bella berdebar-debar. David sendiri bahkan tidak pernah menatapnya seperti itu,mereka sama-sama terdiam untuk beberapa saat,hingga suara deheman David mengusik mereka.


"Ehem!" Beberapa siswa yang ada di sana juga ikut terkecoh dengan suara deheman David.


"David?" Bella mengalihkan pandangannya kepada tiga pangeran yang sudah berada di belakangnya.


"Ayo ikut aku!" David menarik paksa tangan Bella.



"Aku enggak mau!" tolak Bella,dia menepiskan tangan David dengan kasar.



"Kamu enggak dengar apa yang Bella katakan?" Riko bertanya dengan nada sedikit tinggi.



"Bukan urusan kamu!" bentak David.


"Kenapa mereka jadi berdebat gini?" Bella membatin,dia menatap David dan Riko secara bergantian. Dua cowok aneh di depannya membuat dia geram.


"Ayo pergi dari sini!" dan akhirnya Bella malah mengajak Reno dan Arman untuk keluar dari perpustakaan,meninggalkan Riko dan David yang masih berdebat enggak jelas.


Bella berhenti tepat di pintu perpus,dia lalu berkata "Aku tidak tahu apa yang sedang kalian rencanakan,tiba-tiba saja menjadi baik dan penuh pehatian sama aku."


Arman menjawab dengan sedikit tersenyum "Kamu masih curiga sama kami? Kita tidak memiliki niat apa pun,kita berdua hanya mengikuti kemana David pergi,ya kan Ren?"



"Ya,apa yang di katakan Arman benar. Kamu tidak perlu takut. Kami enggak punya niat buruk kok" Reno membenarkan.



"Aku pergi dulu!" pungkas Bella,tidak sempat mendengar ocehan mereka lagi,menurutnya bicara sama mereka hanya buang-buang waktu saja.


__ADS_1


\*\*\*\*\*



Andini bersama dua temannya sudah sedari tadi menunggu kedatangan Bella,mereka menunggunya di dekat jalan menuju toilet.



"Kamu yakin dia bakal ke sini?" tanya Andini



"Aku yakin,tadi aku lihat dia berjalan ke arah sini,tapi kok sampai sekarang dia belum sampai juga ya?" Meta jadi heran.


"Itu Bella!" tunjuk Nindi.


Mereka bertiga segera bersembunyi di balik dinding toilet,begitu Bella masuk Nindi dan Meta menyergap Bella,dan menutup hidungnya menggunakan sapu tangan yang sudah di beri obat bius oleh mereka.



"Emmp... Lepasin aku!" pinta Bella meronta-ronta.



Namun mereka tidak menggubrisnya,dengan penuh kebencian mendalam Andini segera menyuruh teman-temannya untuk memasukkan Bella ke dalam toilet yang sedang di perbaiki,mereka menguncinya di sana.



"Apa perbuatan kita ini tidak akan di ketahui sama murid yang lain.?" Meta tampak khawatir.


"Kamu tenang saja,tidak akan ada yang tahu,kalaupun tahu mereka juga tidak berani mengadu sama para guru,kan kalian tahu sendiri bagaimana jadinya mereka kalau sampai mencampuri urusan aku." Ucap Andini penuh kesombongan.


"Ya sudah kalau begitu,lebih baik kita cepat-cepat pergi dari sini,sebelum ada yang melihatnya!" Ajak Nindi.



Bella tersadar dari pingsannya,dia dengan penuh kebingungan menatap ke seluruh sudut tempatnya berada sekarang.


"Kenapa aku ada di sini?" Bella masih bingung,dia memegang kepalanya yang sakit.


"Akh... Kepala ku sakit,badan aku juga sakit,ada apa ini?"


Dia mencoba mengingat-ingat kejadian sebelum dirinya pingsan.



"Andini dan dua temannya sudah sangat keterlaluan,lihat saja aku tidak akan tinggal diam,kali ini aku akan membalas perbuatan mereka!" tekad Bella dalam hati.



"Aku harus bisa keluar dari sini,tapi bagaimana caranya?" Bella berpikir keras,tapi percuma saja. Sekeras apapun dia memikirkan cara untuk keluar dari sana,tetap saja tidak bisa. Bella hanya bisa menunggu seseorang melewati toilet itu.



Bella sebenarnya juga tidak ingin berteriak minta tolong,tapi cuma itu jalan satu-satunya sekarang,dan semoga saja ada orang yang mendengar teriakannya.



"Buka pintunya!"



"Tolong buka pintunya!"



"Tolong!!!"

__ADS_1



Teriak Bella,tak ada jawaban. Di luar sangat sepi karena semua murid sudah masuk kelas masing-masing.



"Bagaimana ini?" Bella terduduk lemah.



"Tolong!"



"Tolong buka pintunya!"



"Tolong... Siapa saja yang ada di luar tolong buka pintunya,aku ingin keluar"



Bella menunggu dan terus menunggu,sudah dua jam lebih dia berada di sana. Di kurung dalam toilet yang sempit oleh Andini dan teman-temannya,hal itu membuat Bella sulit untuk bernafas,dia hampir kehabisan oksigen.


"Tolong..." Dia terus menggedor-gedor pintu,suaranya semakin terdengar lemah.


"Andai saja aku pergi bersama David tadi,ini semua pasti tidak akan terjadi." Bella mulai menyesali keputusannya karena pergi meninggalkan David begitu saja.


"David... Tolong aku!" Mata Bella hampir terpejam seluruhnya.


\*\*\*\*



Di ruang kelasnya David sedang mengerjakan tugas kelompok dengan sangat fokus.



Saat dia mengambil penghapus dari tasnya,mendadak sebuah pesawat kertas terbang ke arahnya.



Seseorang sengaja melemparkan pesawat kertas tersebut. Tapi siapa? David celingak-celinguk mencari sosok orang itu,tapi tidak ada.



"Coba di lihat Dav,siapa tahu penting." Suruh Reno.



Arman mengintip sedikit tulisan di pesawat kertas tersebut, ''BELLA DI KURUNG DALAM TOILET RUSAK OLEH ANDINI."



Mereka bertiga begitu kaget saat membacanya. "Kurang ajar sekali Andini,dia tidak ada kapok-kapoknya." Geram Reno.



"Kita harus menyelamatkan Bella," ucap David.



"Kertas ini,siapa yang melemparkannya?" Reno bertanya-tanya.



"Itu tidak penting sekarang,kita harus mengeluarkan Bella dari sana dulu." Ujar David,dia sangat marah kepada Andini dan dua temannya,mereka selalu saja mencari masalah dengan Bella.

__ADS_1


__ADS_2