Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Pacar Baru


__ADS_3

Bella berjanji pada David bahwa dia akan kembali setelah empat tahun,tapi kenyataannya sudah lima tahun,dia bahkan belum kembali juga.


David sekarang sudah berubah menjadi pria dewasa,dia semakin terlihat tampan. Makin banyak gadis-gadis cantik yang mengejar cintanya,termasuk Aurel teman sekantornya.


"Kenapa Dav,kamu dari tadi ngelamun aja.?" Tanya Aurel sembari menikmati indahnya senja di pantai tempat mereka sering menghabiskan waktu bersama selama setahun ini.


"Aku teringat seseorang Rel," jawab David jujur.


"Seseorang? Siapa? Cewek atau cowok?" Aurel penasaran,tapi dari tatapan matanya jelas kalau dia sedang cemburu.


"Cewek!" sahut David tanpa mengalihkan pandangannya dari ombak yang menghantam karang.


"Pacar kamu atau teman?"


"Dia sahabat aku,sudah lima tahun berlalu aku sangat merindukannya," ucap David.


"Saat dia pindah ke Jerman kami masih sering memberi kabar,namun dua tahun yang lalu dia menghilang,nomornya bahkan tak bisa di hubungi,aku tidak tahu apa yang terjadi sama dia." David bercerita dengan penuh penghayatan,matanya berair. Rindu yang selama ini di pendamnya membuat dia sangat menderita.


"Kamu masih berharap bertemu kembali dengan sahabat kamu itu?" tanya Aurel.



David tersenyum pahit, "Entahlah Rel,sekarang aku bahkan sedang berusaha untuk melupakan dia,aku yakin dia juga sudah tidak ingat lagi dengan janjinya."



\*\*\*\*



"Oh,akhirnya kita kembali juga ke sini bu," Bella menghempaskan tubuhnya yang terasa lelah ke atas tempat tidur. Bu Santi berjalan mendekatinya.


"Bell,rumah ini apa tidak terlalu besar untuk kita berdua sayang?" tanya Bu Santi, pandangannya di edarkan ke seluruh ruangan kamar Bella yang luas itu.


Kamarnya sangat cantik,dan di lengkapi dengan kamar mandi yang di desain dengan begitu indahnya.


"Tidak apa-apa bu,lagian ini adalah rumah pilihan Kak Tika,tidak mungkin kita menolaknya." Jawab Bella



Kamar Bella berada di lantai dua,sekarang dia bisa melakukan apa saja sesuai keinginannya,karena dia sudah memiliki rumah sendiri,dia juga tidak perlu memikirkan tentang uang lagi,hidupnya sudah berubah 100%,dia adalah pewaris satu-satunya yang tersisa dari keluarga Pak Alex,jadi apapun keinginannya semua pasti terpenuhi.



"Kamu sudah memberi kabar sama Kanaya belum,kalau kita sudah tiba di indonesia?"


"Sudah,dia juga bertanya bagaimana tempat tinggal kita sekarang,apakah nyaman."


"Ibu tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka,kenapa tidak mau kembali lagi ke sini." Gumam Bu Santi.



"Mungkin Kanaya sama tante sudah betah di sana," Bella meraih ponselnya dia ingin mengabari David kalau dia sudah kembali ke indonesia.



"Kamu mau ngapain?"



"Mau ngabarin David bu,kalau aku sudah berada di sini,aku ingin bertemu sama dia." jawab Bella.



"Ke rumah dia aja sekalian Bell,biar jadi kejutan buat dia,ibu yakin David pasti sudah menunggu kamu," usul Bu Santi.



"Wah,idenya ibu bagus juga,kalau begitu aku langsung ke rumahnya aja ya," Bella tersenyum senang,dia segera mengambil dompet dan kunci mobilnya. "Bella pergi dulu ya,bu!" pamit Bella tak lupa dia mencium kening ibunya dan kemudian segera pergi.


__ADS_1


Tidak akan ada yang menyangka kalau Bella dan Bu Santi adalah anak dan ibu angkat,karena mereka terlihat sangat akrab dan saling menyayangi.



\*\*\*\*



David baru pulang dari kantornya,dia memarkirkan mobilnya tepat di depan garasi,begitu keluar dari mobil,matanya menyipit menatap heran ke arah sebuah mobil berwarna merah yang terparkir di depan halaman rumahnya.



"Sore-sore begini ada tamu,siapa ya?" dia bertanya pada dirinya sendiri.



Saat itu kebetulan ada Ayu,seorang pembantu di rumahnya yang sedang menyapu halaman depan.



David mendekat dan bertanya "Mbak,mama lagi kedatangan tamu,ya?"



"Oh,iya Mas David. Tamunya ibu seorang wanita,cantik banget." Puji Ayu.



"Masih muda?"



Ah,David terlalu banyak nanya,bukannya langsung masuk dan melihat sendiri.



"Mas David masuk aja ke dalam dan lihat sendiri." Suruh Ayu,dia kembali melanjutkan pekerjaan.




Lalu pikiran buruk muncul, "Kayaknya Mbak Ayu bohong deh,itu pasti mobil baru mama,"



Tapi David melihat pintu belakang terbuka lebar,mungkin mamanya sedang berada di teras belakang. David melangkah keluar menuju teras belakang,di sana dia melihat ada seorang wanita yang memakai dress warna merah,David tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya,soalnya dia duduk dengan posisi memunggungi David.



Gadis itu tampak sedang bercanda ria dengan Sisi. Mereka asik bermain air di tepian kolam renang,tawanya terdengar familiar di telinga David.



David berjalan mendekati mereka,dia ingin memastikan siapa gadis itu.



"Ehem..." David sengaja berdehem,supaya mereka menyadari kedatangannya.



"Kak David!" Sisi menyebut namanya dengan penuh semangat.



Bella segera berdiri dan membalikkan badannya menghadap David.



Empat mata bertemu,setelah sekian lama menahan rindu akhirnya terbayar juga. David tersenyum bahagia.

__ADS_1



Perempuan cantik di depannya adalah Bella.



"Cie... Cie... Mandanginnya lama banget sih?" goda sisi.


"Kamu sudah sejak kapan berada di sini?" tanya David. Dia langsung menarik lengan Bella mengajak gadis itu untuk pergi ke tempat lain,biar enggak di ganggu sama Sisi.


"Huh dasar! Main tinggal gitu aja!" ucap Sisi,dia kembali masuk ke dalam rumah,sedangkan David dan Bella menghabiskan waktu di taman.



"Aku pikir kamu tidak akan kembali lagi ke sini,"ucap David sendu.



"Aku sudah membuat janji,jadi aku harus menepatinya."



"Kamu sudah berubah sekarang Bella,kamu semakin cantik aja,tadi aja aku sampe pangling ngelihat kamu."



"Ah,kamu bisa aja." Bella tersipu mendengar pujian David.



"Dua tahun kamu menghilang enggak ada kabar,aku tidak bisa menghubungi kamu sama sekali,aku bahkan sempat berpikir macam-macam,ku kira kamu sudah menikah di sana" ungkap David.


"Menikah? Ya enggak mungkinlah,aku baru aja lulus saat itu,dan ibu menyuruh aku untuk fokus sama perusahaan papa yang ada di sana,tapi pada akhirnya aku sadar,kalau aku enggak suka bekerja di kantor,jadi aku memberi tanggung jawab penuh pada tante,untuk mengelola perusahaan papa. Dan aku lebih memilih untuk membuka restoran seafood di dekat pantai jingga." Tutur Bella.


"Jadi restoran itu milik kamu?" David kaget tidak menyangka,matanya membulat sempurna.



"Kenapa,kok kaget gitu?"



David tidak tahu harus jawab apa,pantai yang di sebutkan Bella tadi adalah tempat dimana dia dan Aurel selalu menghabiskan waktu bersama di sana,sudah setahun lebih dia dan Aurel dekat,meski hubungan mereka tidak jelas.



Teman-teman David menganggap Aurel adalah pacarnya,saking dekatnya mereka berdua. Tapi kenyataannya tidak demikian,mereka berdua hanya teman biasa tidak lebih,mereka adalah insan yang sama-sama kesepian.


"Kak!"


"Kak David...!" panggil Sisi,dia berlari-lari kecil menghampiri kakaknya.


"Ada apa?"



"Di luar ada Kak Aurel." Jawab Sisi memberitahu.



Deg...



David mati kutu di buatnya, "Kenapa Aurel datang enggak bilang-bilang sih?" gerutu David dalam hati.



"Aurel? Siapa Aurel?"


Pertanyaan Bella membuatnya terdiam.

__ADS_1


__ADS_2