Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Fakta Mengejutkan


__ADS_3

Bella segera bangun dan menggamit tangan Reno,mengajak cowok itu untuk langsung pulang saja.


"Tunggu sebentar lagi Bell,siapa tahu kita bisa menemukan...


"Ayo pulang!" Bella tidak mau mendengar lagi alasan Reno,dia ingin secepatnya pulang dan menceritakan semuanya sama Tika.


Tak ada bantahan lagi,Reno dengan patuhnya mengikuti langkah Bella.


Tiba di depan gerbang pemakaman,mereka melihat seorang lelaki bertubuh tegap,tinggi dan putih,perawakannya seperti papa Bella,lelaki itu di kawal oleh beberapa anak buahnya. Bella hendak memanggil,tapi Reno mencegahnya. "Jangan panggil mereka!" cegah Reno.


"Itu papa Ren,aku yakin! Meski dulu pernah hilang ingatan,tapi aku tetap mengenal wajah papa,wajahnya masih sama seperti dulu. Itu pasti papa," ucap Bella begitu yakinnya.


Reno tidak membiarkan Bella memanggil mereka,hingga mobil itu pergi meninggalkan area pemakaman.


"Kenapa kamu tidak mengizinkan aku untuk memanggil mereka? Kamu enggak mau aku ketemu sama papa? Kamu enggak mau aku bahagia?" Bella emosi dia mulai menuduh Reno yang bukan-bukan.


"Enggak,enggak kayak gitu Bell,kamu jangan salah paham dulu! Kita pulang dan bicarakan hal ini di rumah,ya!?" Reno bicara baik-baik,dia mencoba membuat Bella mengerti akan maksudnya.



Bella menghentakkan kakinya dengan kesal dan kemudian pergi masuk ke dalam mobil. Reno mengejarnya dari belakang. "Ngambek deh!"


"Bella!" panggil Reno lembut.


Dengan tangan dilipat di dada,Bella mengalihkan pandangannya ke luar jendela mobil. "Marah,ya" Reno berusaha membujuk.


"Jangan salah paham dulu Bella,aku sengaja tidak membiarkan kamu memanggil lelaki tadi karena aku takut...


"Takut kenapa?" tanya Bella langsung,tanpa menunggu Reno menyelesaikan ucapannya.



"Aku takut terjadi sesuatu,coba kamu pikirkan deh,kalau memang itu papa kamu,kenapa dia tidak datang untuk menemui kamu? Pasti akan ada masalah yang lebih besar lagi kalau kamu tahu bahwa dia masih hidup." Tutur Reno memberi alasan kenapa dia tidak mengizinkan Bella untuk memanggil orang yang mirip dengan almarhum papanya.


__ADS_1


Mendengar penjelasan Reno,Bella jadi paham sekarang dan dia memakluminya. "Ada benarnya juga,ya. Syukur aku tidak memanggilnya tadi." Batin Bella.


Tanpa sadar senyum indah terukir di bibirnya. "Kenapa senyum-senyum sendiri? Pasti lagi bayangin wajah aku,ya?" tebak Reno kepedean.


"Sok tahu! Buruan bawa mobilnya aku mau secepatnya sampai di rumah!" desak Bella,dia kembali mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


"Iya,iya... Tuan Puteri!" sahut Reno.


Mobil pun melaju meninggalkan area pemakaman.


\*\*\*\*.



"Kami sudah menyelidikinya bos,dan ternyata memang benar lelaki itu adalah Pak Alex." Ucap Jacky.


"Apa yang sedang di rencanakan pak Alex sebenarnya?"


"Kami juga belum tahu akan hal itu bos,yang pasti apa yang di lakukan pak Alex pasti semua untuk kebaikan Bella." Ucap Kenzo.


"Jadi benar kak,kalau papa masih hidup?" Bella yang sejak tadi berdiri di depan pintu langsung masuk dan menghampiri Tika.


"Be-Bella..." Tika terkejut melihat Bella sudah pulang,baru saja dia ingin menyembunyikan berita bagus itu dari Bella. Eh,Bella sudah keburu tahu duluan.


"Benar kan kak? Aku enggak salah dengar tadi kan? Papa benar-benar masih hidup,kan?" sepasang mata indah Bella berbinar-binar.


"Tadi saat di pemakaman,kami juga melihat lelaki yang mirip dengan pak Alex." Ungkap Reno.


"Kak Tika kok nggak jawab pertanyaan aku sih? Benarkah papa masih hidup?" Bella kembali bertanya.


Tika melirik ke arah Kenzo dan Jacky,dia meminta pendapat dari dua anak buahnya. haruskah dia mengatakan yang sejujurnya kepada Bella atau tidak.


Dua anak buahnya menjawab serempak "Terserah bos aja!" suara mereka begitu jelas terdengar.


"Iya,kamu enggak salah dengar. Papa kamu memang masih hidup." Jawab Tika jujur.

__ADS_1


"Ren,papa benar-benar masih hidup!" dengan refleksnya Bella memeluk Reno,dia sangat senang. Reno lebih senang lagi karena di peluk Bella. "Sepertinya dia tidak sadar akan apa yang di lakukannya," ucap Tika.


"Sebentar lagi dia juga akan salah tingkah sendiri," tambah Jacky.


Bella masih belum melepaskan pelukannya,tangan Reno mulai bergerak,dia masih agak ragu-ragu ketika meletakkan kedua tangannya di pinggang Bella. Begitu tangan Reno menyentuh pinggang Bella,gadis itu terlonjak kaget. "Ih,kamu sengaja kan? Pasti mau cari kesempatan!" tuduh Bella,langsung saja dia menjauh dari Reno dan duduk lebih dekat dengan Tika.


"Enak saja kalau ngomong! Kamu duluan tu yang meluk aku!" Reno tidak terima di tuduh sembarangan oleh Bella.


"Mereka sudah tunangan tapi kenapa masih seperti kucing dan tikus?" tanya Kenzo berbisik.


Jacky hanya mengangkat bahunya seraya menggelengkan kepalanya.


"Saat tidak berada di samping kita,mereka berdua romantis kok," kata Tika,dia sendiri bahkan tidak tahu apa yang dikatakannya itu benar atau tidak.


"Males banget aku berdebat sama kamu Bella." Reno tidak ingin memperpanjang masalah yang tidak penting itu. Sekarang yang ingin dia ketahui adalah alasan kenapa papa Bella terus bersembunyi selama bertahun-tahun lamanya.


"Pasti ada sesuatu yang belum selesai,makanya pak Alex tidak datang menemui Bella," ucap Reno.


"Kamu benar Ren,menurutku masalah kebakaran yang merenggut nyawa keluarganya Bella belum sepenuhnya terselesaikan,pasti masih ada orang lain yang terlibat,dan yang mengetahui ini semua hanya pak Alex." Tika setuju dengan apa yang di katakan Reno.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Bella.



"Ikuti saja permainan ini,biarkan papa kamu memalsukan kematiannya,kita lihat apa yang sebenarnya sedang di rencanakan oleh papa kamu!" jawab Tika.



"Kami juga akan terus mencaritahu informasi tentang pak Alex," Kenzo angkat bicara.



"Aku juga!" Jacky tidak mau ketinggalan.


__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2