
"David bilang apa?"
"Dia bilang,terakhir kali dia melihat Bella bicara sama Riko,dan setelah itu Bella langsung pergi ke luar gedung sekolah." Jawab Kanaya.
"Sudah jelas semuanya,Riko pasti sudah menjebak Bella,kalau begitu saya pergi dulu bu,saya akan menyuruh yang lainnya mencari info tentang alamat rumah Riko." Pamit Tino,dia segera melajukan motornya dan pergi dari sana.
Bu Dewi dan Kanaya juga kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah David.
David berdiri di depan gerbang rumahnya menunggu kedatangan Kanaya,saat melihat David sudah berada di luar gerbang,Kanaya langsung turun menghampiri cowok itu.
"Bagaimana,apa kamu sudah tahu dimana Bella sekarang?" tanya David.
"Belum Vid,aku sama mama belum menemukan keberadaan Bella,dan kamu tahu enggak kalau Riko adalah dalang dari menghilangnya Bella," ucap Kanaya memberitahu.
David semakin tidak mengerti,kenapa Riko ikut terseret dalam masalah keluarga Bella.
"Aku tidak mengerti Kanaya,kenapa Riko melakukan semua ini,apa tujuannya?"
"Besok kebetulan hari libur,aku akan mengatakan sesuatu tentang Bella sama kamu,tapi kamu harus janji,tidak akan membeberkan rahasia ini sama orang lain."
"Iya,aku janji!" David meyakinkan.
"Aku akan ikut membantu kamu mencari keberadaan Bella," sambung David lagi.
"Makasih,besok kita ketemu lagi ya." Ucap Kanaya untuk yang terakhir kalinya setelah itu dia kembali naik ke mobil,tapi dia balik lagi karena David memanggilnya.
"Kanaya,aku melupakan tujuan aku menyuruh kamu ke sini,sebenarnya aku juga menemukan ini di depan gerbang sekolah tadi." David memberikan sebuah gelang berwarna hitam dengan ukiran kayu kecil yang bertuliskan huruf Z di atasnya.
"Cuma gelang,apa gunanya?" tanya Kanaya,seraya memiringkan kepalanya.
"Aku sudah memperlihatkan gelang ini sama papa aku,beliau bilang gelang ini milik salah satu kelompok gangster yang menjaga salah satu perusahaan,em... " David menjeda ucapannya,dia lupa nama perusahaan itu.
"Perusahaan apa Dav?" Desak Kanaya.
"Aku lupa,yang pasti ini milik mereka,tanyakan saja sama mama kamu,mungkin mama kamu kenal sama kelompok gangster ini."
\*\*\*\*
__ADS_1
"Bagaimana Bella,kamu betah berada di sini?" tanya Arga.
Dia duduk di depan Bella,di kiri dan kanannya dua pengawal berdiri tegap,Arga tampak begitu sombong di depan Bella.
"Lepaskan aku!" Bella kembali membuka suaranya.
"Kamu mau di lepasin hah? Dengar ya Bella,nyawa di balas dengan nyawa. Andai saja kamu tahu apa yang sudah di lakukan papa dan mama kamu terhadap wanita yang aku cintai mungkin kamu akan mengerti" tutur Arga.
Kata-katanya mulai mengalihkan fokus Bella,Bella penasaran tentang siapa wanita yang sangat di cintainya,dan kenapa Arga sangat membenci orang tuanya,apa yang sudah di lakukan mama papanya terhadap wanita itu?
"Kamu ingin tahu kisahnya?" Arga bertanya,tatapannya sendu,dia seolah-olah sedang membayangkan kembali masa lalunya.
"Aku tidak mau tahu kisah kamu,lagian aku juga tidak kenal siapa itu pak Alex dan Bu Devi,aku hanya ingin pulang menemui ibuku." Bella marah lagi,dia menghentak-hentakkan sepatunya kelantai. menimbulkan bunyi yang cukup berisik.
"Kamu harus tahu Bella,dengan begitu kamu akan mengerti kenapa keluarga kamu harus di bantai."
"Di sini kamu punya banyak waktu untuk mengingat-ingat semuanya,kamu pasti sudah haus kan,kalau kamu tidak mau mati kelaparan di sini,mak kamu harus bisa mengingat semuanya,dan mengingat di mana sertifikat itu di simpan,mengerti!"
Pungkas Arga sambil berlalu meninggalkan Bella seorang diri dalam gudang itu.
Detik terus berlalu,menit dan jam juga berganti,hingga larut malam. Bella tidak nyaman tidur di atas kursi,dia juga semakin merasa lapar.
Arga tidak memberikannya makan sama sekali,benar-benar lelaki brengsek,dia sangat jahat.
"Lepasin aku!" Teriak Bella.
Bella sengaja menjerit supaya anak buah Arga yang menjaganya dari luar segera masuk ke dalam.
"Lepasin aku!"
"Tolong....
__ADS_1
"Tolong... Siapa saja tolong lepasin aku!"
Bella terus berteriak minta tolong,di luar ada seorang penjaga,lelaki itu langsung masuk begitu mendengar teriakan Bella.
"Eh,kamu pikir cuma kamu yang punya kuping? Berisik banget! Percuma aja kamu teriak minta tolong,enggak bakal ada yang dengar." Lelaki itu berkata ketus.
"Panggil bos kamu,aku ingin bicara!" suruh Bella.
"Bos enggak ada,dia sudah pulang ke rumahnya."
Bella tahu anak buah Arga berbohong padanya,dia memikirkan cara untuk bisa bertemu dengan Arga,dia ingin mengetahui alasan kenapa lelaki itu membunuh semua keluarganya.
"Katakan pada bos mu aku sudah mengetahui di mana sertifikat itu,aku sudah mengingatnya." Bella berbohong,dia terpaksa melakukannya karena hanya itu satu-satunya cara supaya dia mengetahui alasan Arga membunuh semua keluarganya,membunuh semua orang-orang yang berhubungan dengan keluarganya,dan yang paling membuat dia sakit hati dan dendam adalah Arga sudah membunuh Agnes,pengasuhnya yang sudah di anggap sebagai kakaknya sendiri.
\*\*\*\*\*
"Kamu memanggil saya Bella? Benar kamu sudah mengingat semuanya?" mata Arga berbinar-binar.
"Aku berbohong,aku tidak mengingat apa pun tentang masalah itu,aku memanggil kamu ke sini karena aku ingin mendengar alasan kamu membunuh keluarga Pak Alex" Bella mengutarakan keinginannya untuk mengetahui semua alasan Arga.
"Kamu tahu,karena mama dan papa kamu mengatakan kepada tunangan aku tentang pekerjaan aku yang sebenarnya,hubungan kami menjadi hancur,hingga akhirnya karena rasa kecewa yang terlalu dalam,Oliv bunuh diri di dalam kamarnya." Arga menceritakannya secara singkat tentang masa lalunya.
"Kenapa dia kecewa hingga bunuh diri,memang pekerjaan seperti apa yang kamu geluti?"
"Kamu tidak perlu tahu hal itu,yang pasti kalau mereka tidak ikut campur dalam masalah pribadi aku,mungkin mereka masih hidup sampai sekarang," Arga tersenyum sinis.
"Kamu pembunuh!" ucap Bella sinis.
"Terserah kamu mau panggil apa,yang pasti sebelum kamu mengatakan dimana sertifikat itu di simpan,kamu tidak akan mendapatkan makanan,dan kamu akan mati di sini."
"Bagi kamu nyawa seorang manusia sama sekali tidak berharga,kalau pun aku mengatakan di mana sertifikat itu di simpan,pada akhirnya aku juga akan mati mengenaskan seperti keluarga Pak Alex,karena memang itu tujuan kamu sebenarnya."
"Alex,dia memang kakak yang baik,tapi sayang,karena satu kesalahannya,membuat dia mati dalam keadaan mengenaskan,sia-sia saja dia menyimpan begitu banyak harta,kalau pada akhirnya aku juga yang memiliki semuanya,aku memang sangat beruntung bisa memiliki kakak sekaya Alex,dan tinggal satu lagi yang belum aku miliki sertifikat rumah mewah itu,kalau saja aku memilikinya maka aku akan menjualnya dengan harga fantastis." Arga mulai berangan-angan.
Dia tersenyum licik.
__ADS_1
Bella mulai paham dengan keadaan sekarang ini,Arga sebenarnya memang mengincar harta keluarganya,sedangkan pembunuhan itu hanya sebagai alasan saja.