Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Ternyata Anak Orang Kaya


__ADS_3

"Oh... Ternyata kamu jadiin gadis itu sebagai barang taruhan,gitu?" tanya mamanya hampir tidak percaya dengan cerita putranya,David yang di kenalnya memiliki hati yang lembut,tapi nggak tahunya dia malah sanggup melukai perasaan anak orang hanya karena uang dua puluh juta yang di janjikan Arman padanya.


"Hemp...!" angguk David membenarkan.


"Pantas saja dia marah sama kamu Dav,kalau mama jadi dia,mama juga enggak mau maafin kamu,gadis itu sudah mengambil keputusan yang benar,biar tahu rasa kamu." Tutur mamanya,sama sekali tidak membela david.


David sudah menduga kalau dia akan mendapatkan respon kurang bagus dari mamanya,bukan di kasih support,ini malah di jatuhin.


"Tadi David enggak sengaja ketemu dia di rumah sakit,pas lagi temenin papa check up. Dia pingsan,tangannya berdarah-darah sepertinya baru habis di pukuli dengan rotan." Ucap David dengan pandangan luruh ke depan.


Kejadian tadi siang kembali terbayang di pelupuk matanya. Melihat Bella yang terluka separah itu membuat David tidak bisa sedetik pun untuk tidak memikirkan Bella.


"Terus kamu bantuin dia enggak?" Bu Riska semakin tertarik mendengar ceritanya.


"Ya,David yang ngebatuin dia,di sana juga ada ibunya,tapi David enggak berani nanyain sama ibunya kenapa tangan Bella bisa seperti itu."


"Mungkin dia mengalami kekerasan dalam rumah tangga." Tebak Bu Riska.


"Dia tinggal di rumah Kanaya ma,ibunya bekerja sebagai pembantu di sana,ayahnya sudah lama meninggal. Dan aku rasa yang melakukan hal kejam terhadap Bella ya Kanaya."


"Ih,bisa-bisanya kamu berburuk sangka sama teman kamu sendiri." Bu Riska tidak suka mendengar omongan David yang asal tuduh itu.


"Lalu siapa lagi kalau bukan dia? Di sekolah Kanaya juga suka ngebully Bella ma,kalau di rumah bisa aja kan dia melakukan hal yang lebih parah dari pada itu." Lanjut David,dia masih pada pendiriannya,mencurigai Kanaya sebagai orang yang sudah menyiksa Bella.


"Sekarang gadis itu dimana.?"


"Pertanyaan mama banyak sekali,kenapa mama begitu tertarik dengan cerita David?" tanya David mulai heran.


"Entahlah!" ucap Bu Riska seraya mengangkat bahunya. "Saat pertama kali mendengar kamu bercerita tentang Bella,mama bisa melihat dari mata kamu kalau sebenarnya kamu itu suka sama dia?" Goda mamanya.


"Siapa yang suka sama dia?"


"Kamu lah David." Ucap mamanya.


"Enggak!" bantah David.


"Udah,ngaku aja!" suruh Bu Riska.

__ADS_1


"Memang David enggak suka." Bantah David,berusaha meyakinkan mamanya.


"Jangan bohong!" Bu Riska menatap tajam wajah David.


"Aku enggak bohong ma,aku cuma ngerasa bersalah aja sama dia."


Sia-sia saja David memberi penjelasan sama mamanya,wanita itu tetap tidak percaya.


****


Bu Dewi terus mondar-mandir di depan meja kerjanya,raut wajahnya terlihat sangat gelisah.


"Aghhh... Sial!!! Kenapa semuanya jadi kacau begini?"


Bu Dewi melempar semua map yang tersusun rapi di atas meja kerjanya ke sembarang arah.


Pikirannya kusut,sorot matanya juga terlihat tajam,seperti harimau hendak memakan mangsanya.


Bu Dewi kemudian menelpon Tino dan menyuruh lelaki itu untuk datang ke ruang kerjanya.


Begitu Tino datang dia sangat terkejut melihat pemandangan di ruang kerjanya Bu Dewi,sangat berantakan.


"Duduk dulu!" Bu Dewi mempersilahkan.


"Bagaimana? Kamu sudah mendapatkan informasi tentang keluarga Bella?" tanya Bu Dewi langsung ke intinya.


"Saya sudah berusaha mencaritahu informasi tentang gadis itu,tapi sejauh ini tidak ada perkembangan sama sekali."


PLAK!


Tamparan wanita itu membuat Tino meringis sembari memegang wajahnya.


Dia di tampar tiba-tiba tanpa tahu dimana letak salahnya. Ingin sekali Tino membalasnya,tapi karena mengingat siapa orang yang sudah menamparnya,membuat dia hanya bisa menyimpan kembali niatnya itu.


"Kenapa? Kamu mau protes? Kamu mau marah sama saya karena saya sudah menampar kamu hah?" bentak Bu Dewi dengan mata melotot garang.


"Tidak bu." Tino menggeleng,dia menundukkan pandangannya,berusaha menghindari tatapan Bu Dewi.

__ADS_1


"Kamu tahu dimana letak kesalahan kamu?"


"Tidak bu!" Tino menggeleng.


"Kamu sudah berani menipu saya dengan mengatakan kalau kamu belum mengetahui tentang informasi keluarga Bella,padahal kamu sudah tahu dan ingin menyembunyikannya dari saya,kamu pikir saya bodoh!" suara wanita itu menggelegar memenuhi ruang kerjanya.


GLEK...


Tino tidak menyangka Bu Dewi sudah mengetahui tentang siapa sebenarnya Bella.


"Maaf bu,saya tidak bermaksud...


"Kamu ingin menyelamatkan diri kamu sendiri,dan menjadikan saya sebagai tamengnya." Tuding Bu Dewi,memotong ucapannya Tino.


"Ma-maaf bu..." Tino gugup,keadaan semakin tidak terkontrol. Sebenarnya dia punya alasan sendiri kenapa menutupi semua yang di ketahuinya tentang keluarga Bella dari Bu Dewi.Tino tidak ingin wanita itu berada dalam bahaya.


"Kamu tahu,sekarang hidup saya sedang berada dalam bahaya." Ucap Bu Dewi datar.


"Mereka akan terus mencari keberadaan Bella,karena mereka tahu kalau anak kedua dari keluarga Pak Alex dan Nona Devi masih hidup,hanya dia yang selamat dari kebakaran hari itu,sedangkan kakaknya sudah mati bersama kedua orang tuanya. Ungkap Tino bercerita.


"Dan mereka akan membunuh orang yang sudah menyelamatkan gadis itu,dan artinya saya akan mati,kamu tahu kan?"


"Selama Bu Dewi menyembunyikan identitas Bella,maka semuanya akan baik-baik saja. Jangan sampai ada yang tahu kalau Bella bukan anak Bu santi,termasuk Bella sendiri."


PYAR!!!


Bagai tersambar petir di siang bolong,kata-kata Tino membuat nenek sihir itu harus menyesali perbuatan bodohnya.


Dia sudah terlanjur menyuruh Santi mengatakan kebenarannya kepada Bella.


"Bella sudah tahu Tino,dia sudah tahu kalau Santi bukan ibu kandungnya." Ungkap Bu Dewi dengan suara terdengar sedikit bergetar.


"Kenapa begitu ceroboh? Kenapa Bu Santi mengatakan hal itu sama Bella?"


"Saya yang memaksanya,karena saat itu saya sedang marah sama Bella,tapi kalau tahu dia anak yang sedang di incar oleh Arga tentu saja saya tidak akan berbuat hal sebodoh itu." Jawabnya penuh sesal.


Menyesal sekarang juga sudah tidak ada guna sama sekali,dia hanya bisa menyuruh Bella menutup mulutnya jangan sampai dia mengatakan tentang jati dirinya kepada orang lain. Karena jika ada yang tahu,bukan hanya dirinya saja yang akan di bunuh tapi keluarga Bu Dewi juga akan mendapat hal yang sama.

__ADS_1


****


__ADS_2