Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Hampir Masuk Jebakan


__ADS_3

"Pastikan kalian berhasil," ucap Aurel pada dua anak buahnya.



"Bagaimana kalau kami tidak bisa menjalankan tugas ini bos?"


"Bodoh,sudah pasti kalian tidak akan aku bayar." Jawab Aurel gusar.


"Kalau begitu kami akan berusaha semaksimal mungkin agar misi ini berjalan lancar,dan bos harus janji untuk memberi bayaran lebih,kalau kami berhasil mencelakai gadis itu," dua lelaki itu meminta kesepakatan.


Aurel menyanggupinya,kalau misi itu berhasil dia juga tidak keberatan untuk menambah bayaran sebanyak dua belas juta.



"Lihatlah Bella,sebentar lagi kamu akan lenyap dari muka bumi ini" ucap Aurel,dia begitu bahagia.


Membayangkan dirinya dan David akan bersanding di pelaminan.


\*\*\*



David berjalan menuju lobi kantornya,di sana dia bertemu Aurel lagi,sudah beberapa kali gadis itu datang ke kantornya. Benar-benar tidak tahu diri.



David sebenarnya tidak ingin hubungannya dengan Aurel terlalu dekat,dia tidak mau membuat Bella menaruh rasa curiga terhadap dirinya.



"Kamu nyariin aku memangnya ada hal penting apa?" tanya David,dia tampak cuek sama Aurel.


Dan sikapnya itu membuat Aurel sakit hati,hingga gadis itu semakin membenci Bella.


David tidak tahu bahwa keputusannya itu sudah membuat Aurel sakit hati,dan dia akan melampiaskannya sama Bella.



"Kamu mau enggak malam ini nemenin aku ke acara pertunangan teman aku?" tanya Aurel,harapannya sangat besar agar David mau menemaninya malam ini.


David tidak mau berpikir panjang,dia langsung mengatakan keberatannya,dia tidak mau Aurel menaruh harapan besar padanya. Sebentar lagi David dan Bella akan bertunangan,dan dia tidak ingin ada orang ketiga dalam hubungannya.


"Kenapa Dav? Kamu takut Bella cemburu ya? Kamu boleh mengajak Bella kok."


David tidak tahu apa niat Aurel sebenarnya,mendengar gadis itu menyuruhnya untuk mengajak Bella,membuat David merasa aneh,dan dia juga curiga.



"Apa Aurel merencanakan sesuatu?" pikir David.



"David,aku ini teman kamu,kita sudah sangat dekat,menjalani banyak hal hanya berdua dan itu berlangsung selama empat tahun lebih,aku mengerti bagaimana perasaan kamu,jadi enggak mungkin aku tidak tahu kalau kamu mau pergi bersama ku tanpa ada Bella,makanya aku nyuruh kamu untuk mengajak Bella." Ucap Aurel.



Dia sangat licik,pintar berakting. Berpura-pura baik di depan David dan dia mengajak Bella untuk ikut serta dalam acara pesta pertunangan temannya,supaya David tetap dekat dengannya.

__ADS_1


David masih berpikir sebelum akhirnya mengambil keputusan. "Baiklah,aku mau!" jawab cowok itu.


Jawaban David membuat Aurel sangat senang,akhirnya rencana awalnya berhasil,dia tersenyum penuh kemenangan.


"Kalau begitu cepat beritahu Bella,katakan padanya kalau nanti malam dia harus berdandan secantik mungkin untuk menghadiri pesta pertunangan teman aku oke!" pesan Aurel.


****


Bella masih berdiri di depan sebuah butik terkenal,dengan menenteng tas brandednya,dia terlihat begitu cantik dan mempesona.


Sudah hampir jam sembilan malam,tapi David masih belum muncul juga. Entah dimana cowok itu sekarang. Padahal tadi dia sudah mengabari Bella supaya menunggunya di depan butik Bunda Shella.


Saat dia sudah merasa pegal karena terlalu lama menunggu,barulah sebuah mobil berhenti di depannya,dari dalam mobil itu keluar seorang cowok berwajah tampan dengan gayanya yang begitu keren,David memakai stelan jas berwarna hitam malam ini,dia tersenyum penuh arti ke arah kekasihnya.


"Ayo cep...


Bella langsung masuk kedalam mobil tanpa menunggu David menyelesaikan omongannya.


Bella mengerucutkan bibirnya,dia kesal dengan David,selalu tidak tepat waktu.


Di dalam mobil Bella tidak bicara sepatah katapun,dia asik mendengar musik dengan suara keras,membuat David tidak konsen mengemudi.


Sambil mengecilkan volume musik itu David berujar "Bella sayang,suara musiknya jangan keras-keras dong,aku enggak fokus nyetirnya ni,"


Bella tidak perduli,dia cuek-cuek aja sama ucapan David.


"Kamu ngambek lagi sama aku,ya?"


"Enggak!" jawabnya singkat dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Maaf Bell,tadi aku harus nganterin Sisi dulu ke rumah tante Wina." Ucap David lagi.


\*\*\*\*



Pesta berlangsung meriah,banyaknya tamu di ruang acara membuat Bella kesulitan menemukan David,banyak sekali tamu yang hadir,Bella merasa sesak berada lama-lama di sana,jadi dia memutuskan untuk keluar dan menyendiri di teras belakang.



Disana lebih tenang,dia tidak peduli dengan kekasihnya yang sibuk ngobrol sama teman-teman sekantornya.



"Masukkan ini kedalam minumannya David,dan pastikan dia meminumnya." Begitu jelas terdengar di telinga,Bella tidak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi,ternyata Aurel sudah merencanakan semuanya.



"Apa yang dia inginkan sebenarnya?" Bella bergumam.



"Sa-saya harus memasukkan obat tidur ini kedalam minumannya pak David?" pelayanan itu bertanya ragu,nada suaranya terdengar gemetar.



"Iya,kenapa? Kamu enggak mau?" Aurel marah.

__ADS_1



"Bu-bukan begitu mbak,tapi saya enggak mau pak David bermasalah."



"Enggak ada yang bakalan tahu hal ini,jadi dia tidak akan kena masalah,aku hanya ingin membuat dia dan pacarnya putus,itu aja kok" Aurel mengatakan tujuannya kepada pelayan itu.



"Sama aja mbak,saya enggak berani,suruh sama orang lain aja,ya" perempuan itu buru-buru pergi dan meninggalkan Aurel sendirian.



"Akh!!!" Aurel berteriak,dia ingin melempar obat tidur itu jauh-jauh,tapi tidak jadi. Dia sangat marah karena keinginannya tidak terpenuhi.



"Dasar wanita sok baik,kenapa dia enggak mau sih? Sepertinya aku harus melakukannya sendiri." Ucap Aurel,dia segera pergi dari sana dan hendak melancarkan aksinya.



Bella mengikuti dari belakang tanpa sepengetahuan Aurel,gadis itu tidak akan membiarkan kekasihnya jatuh ke tangan orang lain. David miliknya dan akan selalu menjadi miliknya.



Tidak perlu mendekat,Bella cukup mengamatinya dari kejauhan. Begitu Aurel menyodorkan minuman untuk David,dan David mengambilnya,tanpa rasa curiga David meminum air yang di berikan Aurel.


Ruangan yang di gunakan sebagai tempat acara sudah mulai sepi,para tamu sudah banyak yang pulang saat itu.


Bella masih mengamati apa yang akan di lakukan Aurel selanjutnya,beberapa menit kemudian David kelihatan seperti akan jatuh pingsan.



Aurel terus berada di dekatnya,dia sedang menunggu obat tidur yang di masukkan kedalam minuman David bekerja.



"Kamu disini rupanya,ayo sayang kita pulang!" ajak Bella,memperlihatkan keromantisannya di depan Aurel.



"Entah kenapa tiba-tiba aja aku ngantuk Bella," ucap David,suaranya terdengar lemah obat tidur itu sudah mulai bereaksi.



Aurel menatap Bella dengan pandangan dingin,dia menggenggam tinjunya,menahan amarah yang hampir meledak.



Bella tahu kalau Aurel sedang menahan amarahnya.



"Aurel,sepertinya aku harus segera mengantar David pulang." Ucap Bella,tatapan matanya tak kalah tajam dari tatapan Aurel.


__ADS_1


Rencana Aurel kembali gagal,dia hanya mengangguk dan tersenyum,tidak boleh membuat Bella curiga. "Awas aja kamu Bella,aku enggak akan menyerah,aku akan berusaha mendapatkan David." Tekadnya dalam hati.


__ADS_2