
Hari ini Bella datang ke rumah Reno dengan di antar oleh Tika.
Bu Fanya sudah menunggu kedatangannya,dan beliau juga sudah menyiapkan makan siang untuk Bella.
Saat Bella datang,Reno ternyata sedang sibuk ngobrol sama sepupunya. Gadis cantik yang usianya hanya beda satu tahun dari Bella. Keakraban mereka rupanya membuat Bella tidak senang.
"Kak Reno,kenapa kamu tunangan tidak bilang-bilang sama aku?" tanya gadis itu dengan sangat manjanya.
Bella yang sedang duduk di ruang tengah dapat mendengar obrolan mereka dengan jelas. Saat itu Reno dan sepupunya sedang berada di dapur.
"Bukan cuma kamu,orang kantorku juga tidak ada yang tahu." Jawab Reno.
"Ayo cepat! Kakak lama sekali," cicit gadis itu,Bella sangat penasaran apa yang sedang mereka lakukan di dapur.
Bella hanya bisa menunggu Reno datang menghampirinya,namun yang datang malah bu Fanya.
"Sudah lama menunggu Bell?" wanita itu bertanya dengan ramah."
"Tidak kok tante,Bella baru aja datang," jawab Bella tersenyum ramah. "Ngomong-ngomong Reno kemana ya tante?" dia bertanya seolah tidak tahu Reno di mana."
"Dia kan lagi buatin minum untuk kamu,"
"Sama siapa?" Bella ingin sudah sangat penasaran dengan gadis itu.
"Oh,dia lagi sama Sasya."
"Bella,maaf ya sudah membuat kamu menunggu lama." Ucap Reno seraya membawa nampan di tangannya. Sasya mengikutinya dari belakang.
Bella berusaha tersenyum saat Sasya melirik ke arahnya.
"Tante sudah nyiapin makan siang buat kamu," ujar bu Fanya. "Kamu makan siang di sini kan?" tanya mamanya Reno,berharap Bella mau menerima ajakannya.
Bella tidak menjawab,matanya masih fokus melihat Sasya. Sadar dirinya terus di perhatikan oleh Bella,Sasya segera memperkenalkan diri. "Kak Bella ya,kenalin aku Sasya sepupunya kak Reno." Ucap Sasya,dia berlaku ramah di depan Bella.
"Oh iya,aku hampir lupa ngenalin Sasya sama kamu." Ucap Reno sambil meletakkan nampan di atas meja.
"Aku Bella!" ucap Bella. Entah kenapa tiba-tiba hatinya berbisik kalau Sasya akan menjadi sumber masalah baru bagi hubungannya dengan Reno.
__ADS_1
Mereka kemudian mulai berbincang-bincang mengenai masalah pernikahan,meski fokus dengan topik yang sedang di bahas,tapi diam-diam Bella terus memperhatikan Sasya.
Sasya juga terus memperhatikan Reno,tatapannya sulit di artikan. "Pernikahan kalian harus secepatnya di laksanakan,mama sudah tidak sabar lagi." Desak bu Fanya.
"Kenapa terburu-buru tante? Bukankah pernikahan itu harus memiliki persiapan yang matang?" Sasya yang semenjak tadi diam mulai angkat bicara.
"Kami sudah memiliki persiapan yang matang kok," segera saja Bella menjawab dengan dingin.
Mamanya Reno tahu,kalau Bella menaruh rasa tidak senang terhadap Sasya.
"Duh,kalau seperti ini aku sudah tidak bisa bermanja-manja lagi sama kak Reno dong," keluh Sasya dengan manjanya. Tanpa peduli dengan tatapan dingin Bella,Sasya langsung merebahkan kepalanya di bahu Reno.
"Kamu tenang aja Sya,kamu itu kan adikku,jadi kamu tetap bisa bermanja-manja sama aku." Reno mengacak-acak rambut Sasya,perlakuan dia ke Sasya sangat lembut,dia juga terlihat sangat sayang sama sepupunya. Reno enggak sadar kalau sudah dari tadi Bella menahan amarahnya.
"Sasya,temenin tante ke toko bunga dulu,yuk!" ajak bu Fanya,wanita itu sengaja supaya Sasya tidak menggangu kebersamaan Reno dan Bella.
"Enggak ah tan,Sasya mau di sini aja sama kak Reno dan kak Bella," jawabnya polos.
Bella tersenyum sinis,dan hatinya terus mengumpat akan sifat menyebalkan Sasya.
"Pergi aja Sya,sekali-kali kamu datang ke sini apa salahnya keluar jalan-jalan sama tante," ucap Bella.
"Apa yang di bilang Bella benar loh Sya,temenin mama ke toko bunga dulu,kalau di sini terus nanti kamu jadi bosan lagi." Timpal Reno membenarkan perkataan Bella tadi.
"Aku enggak bakalan bosan kok kak,kak Reno tenang aja,selama ada kakak di sini aku tidak akan merasa bosan," Sasya berbicara sesuka hatinya,dia tidak peduli akan pandangan Bella terhadap dirinya.
"Ehem!" Bella berdehem,itu pertanda bahwa dia sedang menahan amarahnya. Reno yang sudah sangat menghafal tingkah laku pujaannya,segera saja dia melepaskan tangan Sasya yang memeluk lengannya,Sasya duduk sangat dekat dengan Reno.
Tanpa bicara lagi,bu Fanya segera menarik lengan Sasya dan mengajak gadis itu untuk menemaninya pergi ke toko bunga. "Ayo ikut tante!" kali ini bu Fanya tidak mau ada bantahan lagi yang keluar dari mulut Sasya.
Sasya tidak bisa menolak,dengan sangat terpaksa dia mengikuti langkah mamanya Reno.
"Kalau tidak segera membawa Sasya keluar,aku pasti akan membuat hubungan Bella dan Reno hancur,kalau begitu sia-sia saja rencana yang aku rancang selama ini." Batin bu Fanya begitu mereka sudah keluar dari rumah.
Sekarang yang tinggal hanya Bella dan Reno,suasana jadi tegang setelah kepergian bu Fanya.
__ADS_1
Bella masih menatap Reno dengan tatapannya yang dingin.
"Ayo kita makan dulu,Bell!" ajak Reno memecah kebisuan.
"Aku tidak lapar," jawabnya ketus.
"Tapi mama sudah masak untuk kamu," ucap Reno,dia bangun dan berniat menggandeng tangan Bella untuk mengajaknya ke ruang makan.
"Jangan terlalu dekat dengan Sasya!" ujar Bella seraya menepis tangan Reno yang hendak menyentuhnya.
"Dia cuma sepupu aku Bella," kata Reno memperjelas.
"Aku cuma tidak mau dalam hubungan kita ada orang ketiga,kemarin Ririn dan sekarang Sasya. Sudah ada dua orang yang akan menjadi hama dalam hubungan kita Ren,aku bukan Bella yang dulu,sekarang aku tidak mau berlemah lembut lagi Ren,jika ada orang yang berniat membuat hubungan kita berantakan,maka aku tidak akan segan-segan memberi pelajaran terhadap orang tersebut." Ucap Bella panjang lebar.
Semua kata-kata yang diucapkannya tadi,Tika lah yang mengajarinya,Tika selalu mengatakan kepada Bella,supaya gadis itu menjadi sosok yang kuat,jangan mudah tertipu dengan wajah polos seseorang.
Wajah Sasya memang terlihat polos tapi Bella tidak akan mudah tertipu dengan wajahnya itu.
"Mulai deh,kamu cemburu kan?" Reno tersenyum menggoda.
Bella sebenarnya juga ingin tersenyum,selama ini dia tidak pernah berbicara setegas itu sama Reno,dia selalu cuek dan lemah lembut terlebih terhadap orang yang baru di kenal. Tapi badai dan rintangan dalam hidup telah membentuk kepribadian baru di diri Bella,sekarang dia lebih tegas dan tidak mudah di tipu lagi. Dia tidak ingin menjadi Bella yang lemah seperti dulu.
"Bukan soal cemburu Ren,aku sudah membuat pilihan,dan aku memilih kamu. Itu artinya kamu hanya milik aku,dan selamanya adalah milik aku. Jadi,mulai sekarang tidak ada yang boleh dekat sama kamu kecuali aku!" tegas Bella. Tatapannya sangat dalam.
Pernyataannya sukses membuat Reno terkejut,tak di sangka Bella akan mengatakan hal yang membuat hatinya terbang melayang. "Sepertinya Bella sudah bisa mencintaiku." Batin Reno senang.
__ADS_1