Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Tak Semudah Itu


__ADS_3

"Ibu,terimakasih ya sudah ngejagain Bella selama di rumah sakit." Ucap Bella



"Sama-sama."



"Bu,maafin Bella juga ya karena sudah merepotkan ibu!"



"Sudah menjadi tugas ibu buat jagain kamu Bell." Jawab Bu Santi tulus,dia menatap Bella penuh kasih,tidak seperti hari-hari yang sudah berlalu,dimana tatapannya sangat dingin seperti es setiap kali melihat Bella.



"Selama ini ibu tidak pernah menyayangi kamu dengan tulus,maafkan ibu ya!" Bu Santi memeluk Bella dengan penuh kasih.



Bella terpaku mendapat perlakuan selembut itu dari ibunya,mungkinkah Bu Santi sudah bisa menerima kehadirannya? Jika memang semua bukan sandiwara sungguh ini merupakan sebuah keajaiban untuk Bella.


"Ibu tidak salah bu,hal itu wajar terjadi karena Bella bukan anak kandung ibu."


"Jangan sekali-kali mengatakan kamu bukan anak ibu,kamu itu anak ibu,anak kandung ibu!" Bu Santi menegaskan,dia sedikit menekankan suaranya.



Bella tidak mengerti dengan perubahan drastis ibunya.



"Kenapa ibu berubah secepat ini,kemarin ibu sendiri yang mengatakan kalau aku bukan anak kandungnya,dan sekarang malah ibu tidak ingin mendengar aku mengatakan hal seperti itu lagi,ada apa ini?" batin Bella.



"{{{\>\>\>}}}"


KEDIAMAN ARGA


"Brengsek kalian semua! Tugas segitu mudahnya aja enggak bisa kalian kerjakan dengan baik." Arga marah-marah tidak jelas. lelaki itu memarahi salah satu bawahannya karena tidak berhasil menemukan keberadaan Bella.



"Maaf Pak Arga,kami sudah berusaha semaksimal mungkin,tapi keberadaan Bunga sangat sulit di temukan. Apalagi salah satu mantan asisten rumah tangganya Pak Alex sudah kita bunuh,dan ini membuat kita semakin sulit mencari keberadaan Bunga



"Kalau dia tidak di bunuh,dia juga tidak mau mengatakannya,wanita itu adalah asisten setianya Alex dan Devi." Pria berhati iblis itu tampak sangat bringas.



"Kerahkan semua teman-teman kamu,suruh mereka untuk mencari Bunga sampai ketemu! Aku yakin gadis itu masih berada di kota ini," seringai jahat terukir di sudut bibirnya.



"Baik Pak!" dua anak buahnya segera berlalu dari hadapan Arga.



"Pak Arga yakin mereka bisa menemukan Bunga?" tanya Reza yang sedari tadi berdiri di samping lelaki itu.



"Aku tidak yakin,tapi bisa saja kali ini mereka berhasil."


"Saya sudah mencari Bunga di beberapa sekolah di kota ini,tapi tidak ada satu pun diantara mereka yang memiliki ciri-ciri seperti yang anda katakan,Bunga memiliki tahi lalat di wajah bagian kanan,dan wajahnya mirip dengan Nona Devi,kalau dia memang selamat dari kebakaran itu berarti sekarang dia sudah duduk di bangku kelas dua SMA,dan tinggal satu sekolah lagi yang belum saya selidiki." Tutur Reza,perkataanya sengaja di gantung agar Pak Arga penasaran.


"Sekolah mana yang belum kamu selidiki?"


__ADS_1


"SMA PUTRA BANGSA!"



"Kamu memang hebat Reza,hanya dalam satu minggu tapi kamu sudah menyelidiki semua sekolah di kota ini," puji Arga.



"Untuk kali ini saya menyuruh Riko yang menyelidikinya."



"Ah bisa apa anak ingusan itu?" Arga meremehkan adiknya Reza.



"Dia itu masih kelas Dua SMA,kalau reza masuk kesana dan menjadi murid baru otomatis dia bisa menemukan keberadaan Bunga dengan mudah." Reza menjelaskan.



"Hebat sekali! Tidak salah aku menjadikan kamu sebagai tangan kanan ku Reza." Arga terus memuji anak buah kesayangannya.



"Lalu,apa kamu sudah mendaftarkan Riko di sana?" tanya Arga.



"Saya sudah mendaftarkan Riko di sana,dan besok adalah hari pertama dia sekolah."



Jawaban Reza membuat Arga tersenyum puas,tidak sia-sia dia menjadikan Reza sebagai orang kepercayaannya,dia memang sangat pintar dan bisa di andalkan.



\*\*\*\*




Dan hari ini,tepatnya hari senin Bella berusaha untuk kembali ke sekolah,dia sudah ketinggalan banyak materi pelajaran,Bu Santi juga sudah membelinya sepatu baru,jadi dia sudah bisa masuk sekolah lagi.



Tapi Bella kembali teringat dengan tangannya yang masih membiru bekas pukulan itu,tentunya akan membuat para guru bertanya-tanya,Bella mulai khawatir,bagaimana kalau nanti dia bertemu dengan guru BK,apa yang akan di katakan Bella?



"Bella!" seseorang memanggilnya.



Dengan cepat Bella menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya tadi.



"David?" gumam Bella,gadis itu bertanya-tanya kenapa David memanggilnya.



Tanpa basa-basi dan tanpa persetujuan dari Bella,David langsung menarik gadis itu dan membawanya ke belakang gedung sekolah,cara David terkesan sangat memaksa,Bella bahkan tidak sempat untuk membuat keputusan.



"Untuk apa mengajak aku ke sini?"



Bella bertanya kepada David,tapi matanya tertuju ke arah lain.

__ADS_1



Rasanya sulit bagi Bella untuk memaafkan cowok itu begitu saja,apa yang sudah di lakukan David sudah membuat hatinya hancur.



"Aku ingin minta maaf sama kamu Bella,tolong maafkan aku!" pinta David.



Dia tulus,permintaan maaf itu bukanlah sebuah sandiwara yang pernah dilakukannya beberapa waktu lalu terhadap Bella.



"Maaf? Kamu begitu mudah meminta maaf sama aku setelah semua yang kamu lakukan? Kamu pikir aku enggak punya hati?" Bella mulai emosi.



"Aku tahu aku salah,aku sudah mempermainkan perasaan kamu,tapi sekarang aku tulus meminta maaf sama kamu,aku ingin memulai semuanya dari awal." Ujar David,dia meraih tangan Bella ingin menggenggamnya,tapi Bella menepis tangan David,hingga tangannya tak sengaja terkena tembok gedung sekolah,membuat Bella meringis kesakitan.



Tangannya yang masih sakit itu jadi tambah sakit,David jadi khawatir saat melihat wajah Bella yang mengkerut menahan sakit.



"Sini aku lihat! Tangan kamu pasti masih sakit kan?"



Perhatian David memang terlihat tulus,tapi Bella mengabaikannya,dia tidak mau di jadikan mainan untuk kedua kalinya oleh David.



"Lepasin!" Bella masih mempertahankan egonya.



"Pasti sangat sakit." David masih mencoba meraih tangan Bella,dan kali ini Bella tidak menolaknya,dia membiarkan saja David melihat bekas pukulan di tangannya dengan tatapan sedih.



Meski mulutnya mengatakan tidak,tapi Bella tidak bisa membohongi perasaannya sendiri kalau sebenarnya dia sangat mengharapkan perhatian dari David,sekecil apapun itu.



Setetes air mata jatuh mengalir dari sudut matanya,Bella terisak.



"Jangan mendekati aku Dav,dekat sama kamu hanya akan membuat semua orang terus membully aku." Ucap Bella sedih.



"Aku tidak peduli!" tegas David.



"Kamu sudah pernah membuat aku malu di depan murid di sekolah ini,dan sekarang kamu ingin melakukannya lagi?"



"Tidak!" David menggeleng "Aku janji,kali ini aku akan menjaga dan melindungi kamu,aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti kamu lagi," sambung David berusaha untuk mendapatkan kepercayaan Bella kembali.



"Jangan pernah membuat janji jika kamu tidak yakin bisa menepatinya." Bella tersenyum pahit.



"Bella aku sudah berusaha untuk meminta maaf sama kamu,tapi kenapa kamu tidak mau memaafkan aku?"

__ADS_1



"Tidak semudah itu Dav."


__ADS_2