Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Tika Kembali


__ADS_3

"Reno,aku tidak melakukan hal selicik itu,percaya sama aku!" ucap Ririn. "Semalam aku juga mengalami hal yang sama,ada dua pria tidak di kenal memukul aku,dan tadi pagi saat terbangun aku tiba-tiba sudah ada di rumah," lanjut Ririn menjelaskan.


Percuma saja Ririn menjelaskan kejadian semalam yang menimpa dirinya,percuma saja Reno tetap tidak percaya. Yang tahu letak rumah baru Reno cuma Ririn dan Bella,dan kunci rumah itu juga Ririn yang tahu di mana Reno menyimpannya,jadi Reno berpikir kalau Sasya tidak mungkin melakukan semua itu.


"Jangan bohong!" bentak Reno "Ini semua ulahnya kamu,selain Bella cuma kamu yang tahu di mana aku menyimpan kunci itu,dan rumah baru aku juga cuma kamu yang tahu,semalam bukankah kamu yang terakhir masuk ke dalam ruangan aku?" Reno mengingatkan.


Ririn terdiam dia tidak tahu harus memberi alasan apa lagi sama Reno biar cowok itu percaya padanya.


"Memang aku yang terakhir masuk,dan bodohnya aku tidak mengunci ruangan ini hingga Sasya bisa masuk dan mengambil kunci itu. Terserah mau percaya atau tidak Ren,tapi kamu sudah salah menuduh orang." Ririn pasrah sekarang,dia juga tidak bisa memaksa Reno untuk percaya padanya.


"Aku terlalu baik hati selama ini Rin,seharusnya aku tidak percaya sama kamu,andai saja aku mendengar omongan Bella yang menyuruh aku untuk menjaga jarak sama kamu,mungkin semua ini tidak bakalan terjadi," ucap Reno dia mengalihkan pandangannya ke arah lain,muak melihat wajah Ririn lama-lama.


"Harus berapa kali aku bilang sama kamu,kalau semua ini bukan ulahnya aku tapi ulahnya Sasya!"


"Cukup Rin! Cukup...!" teriak Reno,dia menggebrak meja dengan keras. "Kenapa terus nyalahin Sasya? Dia itu sepupu aku dan aku yakin dia tidak akan melakukan hal menjijikkan seperti ini," Reno terus membela sepupunya.


"Aku enggak tahu obat apa yang sudah di berikan Sasya sama kam---"


"Cukup! Berhenti nyalahin Sasya,aku menemukan anting kamu di bajunya dia. Semalam juga ada perempuan yang mirip sama kamu,meski dia memakai topeng tapi aku yakin itu kamu." Tuduh Reno. "Kamu benar-benar licik,hanya karena kamu tidak bisa mendapatkan cinta aku,kamu bahkan tega membuat pernikahan aku dan Bella hancur begini. Kamu tidak berperasaan Rin,setidaknya meski aku tidak mencintai kamu,tapi kamu sudah aku anggap seperti keluarga aku sendiri," lanjut Reno suaranya mulai melunak. "Aku kecewa sama kamu,mulai hari ini jangan pernah menginjakkan kakimu lagi di sini,cukup untuk hari ini terakhir aku melihat kamu,aku akan melupakan semuanya,anggap saja kita tidak pernah bertemu." Pungkas Reno,seketika air mata Ririn keluar,sekarang Reno sangat membenci dirinya.

__ADS_1


Ririn masih belum pergi,dia masih berdiri mematung di sana,perasaannya terasa hampa. "Pergi! Pergi dari hadapan aku!" usir Reno. Bentakan cowok itu membuat Ririn kaget,dengan hati sakit dan kecewa dia keluar dari ruangan itu dengan di ikuti pandangan sinis dari para pegawai kantor.


"Kayaknya dia di pecat deh sama pak Reno," mulai terdengar bisik-bisik.


"Biar tahu rasa itu nenek lampir,pasti karena dia sudah berusaha merusak hubungan mbak Bella sama pak Reno," yang lain mulai ikutan bergosip.


Ririn tidak menghiraukan sama sekali,dia terus berjalan dengan deraian air mata.


"Percuma aku ngebuang-buang waktu buat ngejelasin kejadian sebenarnya sama Reno,dia tetap tidak akan percaya." gumam Ririn,dia terus melangkahkan kakinya untuk cepat-cepat keluar dari gedung itu.


"Sasya,heh!" Ririn tersenyum kecut "Gadis licik itu sudah membuat Reno membenci aku,dia pikir aku enggak tahu kalau selama ini dia terus mengikuti kemanapun Reno pergi," lirihnya,dia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh,pikirannya kacau hatinya sangat sakit sekarang siapa yang akan percaya dengan omongannya? Semua bukti tertuju kepada dirinya sendiri.


"Haruskah aku menemui Bella? Bella tidak mungkin percaya gitu aja dengan alasan Sasya,Bella tidak sebodoh itu. Tapi apa dia mau ketemu sama aku?" Semakin membuat Ririn galau,harapan satu-satunya adalah Bella,semoga Bella bisa di ajak bicara mengenai masalah yang sedang terjadi saat ini.


Begitu mendengar kabar dari Kenzo dan Jacky mengenai keadaan Bella,Tika langsung pulang dia tidak peduli lagi dengan bulan madunya yang belum selesai. Suaminya juga ikut pulang ke Jakarta,dan ternyata suaminya itu adalah Roy. Lelaki yang dulu pernah sangat dekat dengannya,Roy juga pernah membantu Tika mencari Bella yang sempat di culik oleh anak buahnya Arga.


"Kak Roy,kak Tika kalian---?" Bella begitu terkejut melihat sepasang pengantin baru itu. Tak di sangka ternyata suami Tika adalah Roy. Bella pikir mereka berdua sudah tidak berhubungan lagi.


"Kami memang sudah lama menjalin hubungan,kamu saja yang tidak tahu Bell," ucap Tika.

__ADS_1


Bella mempersilahkan mereka berdua untuk duduk,dia juga mematikan siaran TV yang sedang di tontonnya dan mulai fokus sama sepasang pengantin baru itu.


Kepulangan Tika sudah sedikit menghilangkan rasa sedih Bella,dia sangat kesepian akhir-akhir ini. "Kamu sedang tidak sehat Bell?" wajah kamu sangat pucat," ucap Roy begitu sepasang matanya menatap wajah Bella.


"Aku baik-baik aja kok,kak." Jawabnya datar,dia tidak mau membuat mereka khawatir.


"Papa kamu di mana?" Tika bertanya. Sambil tersenyum Bella menjawab "Papa sibuk ngurusin pekerjaan di kantor,sudah seminggu lebih sejak kejadian malam itu aku dan papa sangat jarang bertemu,ketika aku bangun papa sudah pergi dan pulang saat aku sudah tidur. Papa benar-benar tidak bisa menggantikan sosok mama,aku pikir mungkin papa marah karena aku selalu menghindar dari Reno dan terus menyalahkan Sasya atas kejadian malam itu." Bella mengatakan semuanya pada Tika,saat itu Bella terisak dia menangis sedih.


Roy mengerti dengan perasaan Bella,tentunya gadis itu sangat sedih saat ini,dia membutuhkan seseorang yang bisa menyemangatinya. Roy menyuruh Tika untuk duduk di samping Bella agar bisa menenangkan gadis itu.


"Bella,kakak tahu ini adalah saat-saat yang terberat dalam hidup kamu. Tapi bagaimanapun kamu harus tetap kuat,jangan menyerah begitu saja. Percayalah ini semua enggak ada sangkut pautnya sama Ririn,ini semua salah Sasya."


"Aku tahu kak,Ririn tidak mungkin melakukan hal sebodoh itu dia akan memikirkan seribu kali untuk melakukannya."


"Tadi Ririn nelpon aku,katanya besok dia mau datang ke sini untuk membahas masalah itu sama kamu," ungkap Tika.


"Aku tidak ingin mendengar penjelasan dari siapapun untuk saat ini kak,aku sedang ingin sendiri," lirih Bella dia menyandarkan kepalanya di bahu Tika,perlahan-lahan matanya terpejam.


"Bella,kamu tidur ya?" tanya Tika seraya menegakkan kepala Bella dan menyandarkannya di sandaran sofa.

__ADS_1


"Tika,Bella kenapa?" Roy panik saat memegang tangannya Bella yang terasa panas. "Mungkinkah dia sakit," lanjut Roy.


"Dia pingsan Roy." Tika semakin khawatir. Mereka segera menelpon pak Alex untuk memberitahukan tentang kondisinya Bella.


__ADS_2