Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Kebaikan Hati Reno


__ADS_3

"Sebenarnya aku tidak ingin buang-buang waktu dengan mencari kutu busuk seperti kalian," ucap Tika,dia melangkahkan kakinya menuju Jaya si cowok brengsek yang sudah membuat Bella melewati hari-hari suram tanpa David.


"Kenzo,cepat ambil tali dan ikat mereka berdua di sini!" suruh Tika.


Kenzo dengan cepat langsung melaksanakan perintah dari Tika. Naya melawan,dia tidak mau di ikat dan di jadikan sebagai tawanan oleh mereka.


Jaya sudah pasrah,dia tidak berani melawan. Karena takut dibuat babak belur oleh Jacky. "Sekarang katakan bagaimana cara kamu memberikan foto itu kepada David!" suruh Kenzo.



Jaya menggeleng kuat, "Aku tidak akan mengatakannya,kalian pikir aku takut sama kalian!" teriaknya tepat di wajah Kenzo.



Buk!



Satu tonjokan berhasil mengenai wajah tampannya. "Sial!" umpat Jaya marah. "Kalian beraninya main keroyokan seperti ini,dasar pengecut!" Jaya bukannya membuat keadaan tenang,melainkan dia malah memanas-manasi keadaan.



Tak ingin memperdulikan ocehan Jaya yang tak penting itu,kini Tika beralih menanyakan semuanya secara detail pada Naya,wanita yang diikat di samping cowok itu.



"Naya,kamu tidak mungkin berbohong kan. Sekarang coba kamu ceritakan bagaimana Jaya memberikan foto mesum kalian kepada David!" tanya Tika dengan membuat suaranya menjadi selembut mungkin.



"Dia menelpon David,dan menyuruhnya untuk datang ke hotel Kamboja,di sana mereka bertemu. Saat David menanyakan dari mana Jaya mendapatkan nomor itu,Jaya bilang nomor itu di ambilnya dari ponsel Bella,saat Bella sedang tidur. Padahal Aurel lah yang memberikan nomor David,semua ini sudah di rancang oleh Aurel,dan aku hanya melaksanakan perintahnya saja"



"Hebat sekali,kamu benar-benar bisa di ajak kerja sama." Ucap Tika tersenyum puas.


"Sudah selesai kan bos?" tanya Jacky.


"Iya,semua sudah beres,dan aku juga sudah merekam pengakuan mereka." Kenzo menunjukkan bukti rekaman itu pada Tika.


"Kita tidak perlu berlama-lama di sini,kita harus segera pergi." Tika mengambil sepuluh lembar uang ratusan dan meletakkan di depan Jaya. "Ini untuk biaya kamu berobat," ucapnya,sejenak dia melirik ke wajah Jaya yang sudah terlihat bengkak.


"Kalian mau kemana? lepasin dulu ikatan ini!" seru Naya. Namun,mereka hanya menoleh dan tersenyum mengejek.


"Tunggu di sana,tunggu sampai ada warga yang datang untuk melepaskan kalian," ujar Jacky meledek.



"Apa maksud kalian?" tanya Jaya berteriak.

__ADS_1



"Aku sudah mengambil gambar saat kalian sedang enak-enakan di atas sofa,dan gambar ini akan aku jadikan sebagai bukti,dengan begitu kalian bisa langsung menikah,tidak perlu berbuat dosa lagi. Bukankah ini ide yang bagus?" ujar Kenzo,saat itu dia sudah berada di depan pintu.



"Hei... Berhenti!" teriak Jaya.



Mereka tidak peduli,masa bodoh dengan pasangan mesum itu,yang penting apa yang di cari sudah didapat.


"Bos sama Jacky tunggu di sini dulu ya!" Kenzo setengah berlari saat pergi menuju sebuah warung kopi yang terletak tidak jauh dari rumah Jaya.


"Dia benar-benar melakukannya bos," desah Jacky,dia geleng-geleng kepala melihat kesungguhan temannya.


"Aku sudah kenal Kenzo sejak lama,dia tidak main-main dengan kata-katanya." Ucap Tika.


\*\*\*\*



Setelah melihat bukti yang di kirim oleh Tika kepadanya,David mulai merasa menyesal karena sudah marah-marah kepada Bella tanpa memberikan dia kesempatan untuk menjelaskan.


"Seharusnya aku tidak langsung percaya begitu saja,aku benar-benar bodoh!" David menyesali perbuatannya sendiri.


"Bella pasti sangat marah,dan dia sudah tentu sakit hati sama perkataan aku waktu itu." monolog David.


"Masuk enggak ya?" dia mulai berkompromi dengan dirinya sendiri.


Antara masuk dan enggak,Sisi lebih milih masuk. Ada banyak hal yang harus dia sampaikan pada kakaknya,dan itu adalah amanah dari Bella.


"Boleh minta waktunya sebentar enggak,kak?" tanya Sisi dengan sangat hati-hati.


David menoleh,menatap sang adik dengan penuh tanda tanya. "Serius banget wajah ni bocah,bawa kabar apa dia,ya?" David bertanya dalam hati.


"Kamu mau ngomongin apa?"


Sisi duduk di samping kakaknya dan mulai mengatakan apa yang di suruh oleh Bella.



....



Seminggu berlalu setelah hari pertunangan Bella dan David berhasil di laksanakan,acara mereka berjalan dengan lancar.


__ADS_1


David sempat menerima pesan singkat dari Aurel,gadis itu berpamitan dari lelaki pujaannya.


Dia bilang,dia tidak akan kembali lagi ke kota itu,kota yang menyimpan banyak kenangan indah,tapi membuatnya sakit hati saat mengingatnya.


David sangat bersyukur karena Aurel tidak akan menjadi ancaman lagi bagi hubungannya dengan Bella.


Hari-hari mereka lewati dengan penuh kebahagian,Reno juga sudah mencoba untuk move on dari Bella.


David tahu kalau sahabatnya itu sangat mencintai Bella. Hari ini dia sengaja pergi menemui Reno di kantornya,dia ingin Reno bicara jujur tentang perasaannya terhadap Bella.


"Kalau dulu kamu bisa membohongi aku,Ren. Tapi tidak untuk kali ini,aku selalu mengamati gerak-gerik kamu,mata kamu itu enggak bisa bohong kalau sebenarnya kamu memang suka sama Bella" ujar David,meminta Reno untuk jujur dengan perasaannya.


"Apa pentingnya dengan pengakuan aku Dav,kamu sangat ngotot pengen aku mengungkapkan isi hati aku,sebenarnya apa tujuan kamu?" Reno menutup laptopnya dan mulai memfokuskan perhatiannya pada David.


"Kamu suka kan sama Bella? Tinggal jawab iya atau tidak,apa susahnya?"


"Kalau iya kenapa,dan kalau tidak kenapa?" dia bertanya.


"Aku menginginkan jawaban bukan pertanyaan balik." Ucap David mulai tidak tenang.


"Aku memang menyukainya David,jauh sebelum kamu menyukai Bella,itu sebabnya aku tidak setuju saat kamu dan Arman ingin menjadikan Bella sebagai taruhan."


GLEK


Sepasang mata David membulat sempurna saat mendengar pengakuan Reno,mendadak hatinya jadi menyesal setelah mendesak Reno untuk berkata jujur.


"Selama itu kamu mencintai Bella?" David masih tidak percaya.



"Iya,dan rasa itu masih ada sampai sekarang,tapi aku hanya bisa memendamnya,dia sudah memilih kamu dan cintanya juga untukmu. Aku hanya di anggap sebagai teman oleh Bella,"



"Lalu kenapa kamu tidak mengungkapkannya sama Bella?" tanya David.



"Dia kekasih sahabatku,tidak mungkin aku merebutnya. Padahal kalau aku mau,aku bisa saja mengambil kesempatan untuk mendekati Bella dan membuat dia benci sama kamu,tapi aku tidak melakukannya." Pungkas Reno.


David sadar akan kebenaran omongan Reno,kalau sahabatnya itu mau dia bisa saja merebut Bella. Sebab David sudah berkali-kali membuat Bella kecewa,tapi Reno tetap pada pendiriannya,dia tidak mau hanya karena seorang wanita membuat persahabatannya hancur.


"Soal kejadian malam itu aku minta maaf sama kamu,aku sudah menuduh kamu yang bukan-bukan," ucap David penuh sesal.



"Tidak apa-apa Dav,aku bisa memahami bagaimana perasaan kamu,tapi lain kali kamu tidak boleh seperti itu lagi,jika memang kamu ingin hubungan kamu dan Bella langgeng maka kamu harus bisa mengontrol emosi kamu,berikan kesempatan untuk dia menjelaskan" tutur Reno menasihati.


__ADS_1


......


__ADS_2