Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Di jadikan Sebagai Lelucon


__ADS_3

Bella masuk ke ruang kelasnya Kanaya sambil membawa tas gadis itu,Bella tidak berani menegakkan kepalanya ketika berjalan,dia menundukkan pandangannya berusaha menghindari tatapan merendahkan dari teman-temannya Kanaya.



"Kanaya,ngapain lo bawa babu lo itu masuk ke kelas kita?" tanya salah satu siswi dengan sinisnya.



"Iya,yang ada kelas kita jadi kotor lagi dengan kedatangan cewek babu itu" timpal yang lainnya.



David dan kedua temannya hanya melihat saja,tidak ada satupun di antara mereka yang membantu Bella.



"Kasian banget lu Bell,kena tipu sama David,mana mungkin dia mau jadian sama cewek dekil kayak lo!" lanjut yang lainnya lagi menghina Bella.



"Kanaya,aku langsung keluar,ya!" ucap Bella sembari membalikkan badannya hendak keluar dari kelas itu,Kanaya mencegatnya. "Tolong bersihin sepatu gue,biar bersih dari debu!" suruh Kanaya sedikit meninggikan suaranya,biar di dengar sama teman-temannya yang lain.



Bella tidak membantah sama sekali,dia sedikit menundukkan badannya untuk membersihkan sepatu Kanaya dari debu yang menempel.



"jangan bersihin pakek sapu tangan!"



"Lalu pakek apa dong?" tanya Bella bingung.



"Pakek otak lo!" timpal yang lain. Serentak mereka tertawa,menertawakan kebodohan Bella.



"Tuh pakek rok lo!"



Meski apa yang di suruh Kanaya sudah sangat keterlaluan,tapi Bella tetap melakukannya,sebab dia ingin cepat-cepat keluar dari sana. Bella akhirnya duduk bersimpuh di lantai agar lebih mudah membersihkan sepatu Kanaya.



Setelah selesai dia langsung bangun dan berjalan keluar,saat melewati meja Wina yang berada di barisan pertama,Bella jatuh tersungkur di lantai akibat ulah Wina yang sengaja menjulurkan kakinya,untuk membuat dia jatuh.



"Hahahaha..."



Suara tawa terdengar memenuhi ruangan kelas,mereka tertawa saat melihat Bella jatuh tersungkur di lantai,yang membuat sepatunya jebol.



"Kasihan bangat si babu,sudah jatuh sepatunya pakek jebol segala lagi.!"



"jatuh ketimpa tangga!" yang lainnya ikut meledek.


__ADS_1


Bella langsung berlari keluar dari kelas mereka,air matanya hampir tumpah.



Reno menggenggam tinjunya dengan erat,dia menahan emosinya sekuat tenaganya supaya tidak meledak di sana. Sebenarnya dia tidak suka dengan sikap teman-temannya,kalau membela Bella tentu saja tidak mungkin,yang ada nanti malah Bella makin di bully sama mereka.


David melihat ekspresi wajah Reno yang terlihat masam.


"Aku tahu kamu sedang emosi Ren,kamu ingin membela dia?" tanya David menyelidik.



Reno tidak menjawab dia malah keluar dari ruang kelasnya,Bella juga sudah tidak ada di sana lagi.



"Sekarang hidup lo enggak akan pernah tenang Bella,ini harga yang harus lo bayar atas apa yang sudah lo lakuin ke gue." Ucap Kanaya dalam hatinya.



🌹\*\*\*\*🌹



Setelah berhasil keluar dari kelasnya Kanaya,Bella pergi ke gedung belakang sekolah dan menangis di sana.


"Kenapa mereka jahat sekali sama aku?" Bella bertanya pada dirinya sendiri.


Sambil terus menangis,dia melihat sepatunya yang sudah tidak bisa di pakai lagi. Bella tidak mungkin bisa mengikuti lomba dalam keadaan seperti ini,dia menangis sejadi-jadinya,dia tidak tahan lagi dengan perlakuan dari mereka,Bella sangat berharap seseorang datang untuk membantu.



"Ini!" secarik tissue melambai-lambai di depan matanya,Bella tahu saat ini di belakangnya pasti ada seseorang.



Suara cowok,tapi itu bukan David. Bella juga enggan menoleh ke belakang,dia tidak ingin berhubungan dengan siapa pun di sana,bagi Bella tidak ada yang benar-benar tulus padanya,mereka hanya ingin mempermainkannya saja.


"Tidak perlu!" Tolak Bella,seraya menoleh ke arah lain,dia enggan melihat wajah Reno.



"Kenapa kamu tidak melawan saja saat di perlakukan serendah itu? Kalau terus diam begini mereka akan terus menginjak-nginjak harga diri kamu." Tambah Reno lagi.



Bella masih tidak menggubrisnya,air matanya terus mengalir.



Mereka sama-sama diam,Bella perlahan bangun dari bangku itu dan pergi meninggalkan Reno sendiri.



Bella seperti kehilangan arah,dia tidak tahu harus pergi kemana,dia terus berjalan menyusuri koridor sekolah,tak peduli dengan tatapan aneh semua murid di sana,hari ini tidak akan ada pelajaran di sekolah,jadi dia memutuskan untuk bolos saja.



Bella melangkah seperti orang yang sudah kehilangan semangat hidup,tanpa di sadarinya sekarang dia sudah berada di luar gedung sekolah.



Kalau pulang ke rumah,itu bukan ide yang bagus,akhirnya Bella berjalan lurus tanpa dia sendiri tahu kemana tujuannya.



Bella berjalan tanpa memakai alas kaki,tak peduli kakinya perih seperti terbakar karena berjalan di atas aspal. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah pergi sejauh mungkin ke suatu tempat dimana tidak ada seorang pun yang dapat menemukannya.

__ADS_1



"Hei... Kakak,kakak ngapain di sini? Wah pasti kakak bolos sekolah ya?" suara anak kecil itu terdengar tidak asing di telinga Bella,dia langsung menoleh untuk melihat siapa pemilik suara imut-imut itu.



"Sisi!!" gumam Bella,dia tidak menyangka bisa bertemu dengan Sisi di sana.



"Iya aku Sisi,eh si kakak masih ingat aja sama aku. Kalau nama kakak siapa?" tanya Sisi,dia masih asik berayun sedangkan Bella duduk di bangku yang ada di belakang ayunan itu.



"Namaku Bella,panggil saja Kak Bella.



"Ah,aku tidak suka memanggil nama seperti itu,teman ku yang jahat namanya juga Bella,bagaimana kalau kakak aku panggil Ella saja?" Sisi meminta persetujuan dari Bella.



"Terserah Sisi aja deh!" pasrah Bella,wajahnya murung,tatapannya juga sendu. Dia masih tidak bisa menerima takdir hidupnya. Bella hanya seorang diri di dunia ini,dia tidak punya keluarga,tidak ada yang menginginkannya.



Anak terbuang!



Bella semakin sedih saat memikirkannya,air matanya kembali jatuh berlinang,Sisi yang sedari tadi memperhatikannya merasa heran,dan gadis kecil itu segera turun dari ayunan dan melangkah ke bangku tempat Bella duduk.



Tangan kecilnya perlahan bergerak menghapus air mata di pipi Bella. "Jangan sedih,kalau kakak punya masalah cerita aja sama aku!"



"Tahu apa kamu,kamu kan masih kecil!" ucap Bella,dia berusaha tersenyum meski rasanya sulit.



"Huh,meski kecil-kecil begini,tapi aku bisa di ajak berbagi."



"Berbagi apa?" tanya Bella.



"Ya berbagi kesedihan lah,memangnya kakak kenapa nangis?" Sisi kembali bertanya.



"Ah,tidak perlu di bahas lagi tidak penting juga!" Bella menatap sisi dengan seksama,kemudian lanjut berkata "Kamu ngapain di sini?"



Mendengar pertanyaan Bella membuat Sisi tertawa.



"Kok malah ketawa?"



"Ya iyalah pertanyaan Kak Ella aneh sih,ini kan memang taman bermain anak-anak,seharusnya aku yang nanya sama kakak,kak Ella ngapain di sini?"

__ADS_1



"Di sini nyaman,kakak bisa mengenang masa kecil kakak di sini." Jawab Bella sedih.


__ADS_2