
Bu Fanya di jemput oleh Ririn dari bandara,perempuan licik itu sudah tahu kalau mamanya Reno akan datang ke rumah Bella untuk melamar gadis itu.
"Tante yakin mau ngelamar Bella untuk Reno?" dia bertanya dengan nada tidak meyakinkan.
"Kenapa memangnya? Ada yang salah?" beliau bertanya balik.
"Bukan begitu tan,sebenarnya..." Ririn sengaja menggantung ucapannya untuk membuat mamanya Reno penasaran.
"Sebenarnya apa?"
"Bella itu..." Ririn masih terlihat ragu-ragu untuk mengatakannya.
"Kenapa Rin,coba ngomong sama tante!" pinta bu Fanya mendesak.
Dari gerak-geriknya saja sudah bisa ketebak,Ririn pasti berencana untuk menjelek-jelekkan Bella.
"Bella enggak suka sama Reno,dan percuma aja tante melamar dia untuk Reno,yang ada malah tante di buat malu sama dia." Ucap Ririn.
Dia sengaja mengatakan yang sebenarnya untuk menggagalkan rencana lamaran mamanya Reno.
"Kamu yang benar aja,Reno sudah bilang sendiri tadi sama tante,kalau Bella sudah bersiap-siap untuk menyambut kedatangan tante." Ujar bu Fanya tersenyum senang.
"Kok bisa? Bukankah Bella sama sekali enggak pernah cinta sama Reno?" Ririn mulai cemas. "Seharusnya aku tahu hal ini dari awal,jangan-jangan selama ini Bella cuma pura-pura enggak suka sama Reno," Ririn terus menduga-duga.
"Rin! Kenapa melamun? Kamu lagi mikirin apa?" tanya bu Fanya.
"Ah,tidak ada kok tan," dia menggelengkan kepalanya dan sedikit tersenyum. Ririn melemparkan pandangannya ke luar jendela. Mobil terus melaju,membawa mereka ke rumahnya Reno. Ririn hanyut dalam pikirannya,dia mulai mencari-cari cara supaya bisa menggagalkan acara lamaran itu.
Susah payah dia memutar otaknya untuk mencari cara,tapi tak menemukan cara apapun,pikirannya buntu.
Sepertinya Bella benar-benar akan bersatu dengan lelaki pujaannya.
\*\*\*\*
"Kamu enggak mau singgah dulu Rin?" tanya bu Fanya.
Ririn menggeleng lemah,dia sedang tidak mood. "Enggak deh tan,lain kali aja. Badan aku juga sedang kurang sehat,ni" dia memberi alasan.
"Yakin,enggak mau singgah dulu? Di dalam ada Reno loh!" bujuk beliau. Tapi Ririn tetap tidak mau.
__ADS_1
"Iya,Ririn langsung pulang aja," jawabnya. Dia kemudian berpamitan kepada bu Fanya untuk langsung pulang. Mamanya Reno juga tidak memaksa lagi.
"Mang,ayo kita pulang!" ajak Ririn pada sopir pribadinya.
Begitu Ririn pulang,bu Fanya langsung masuk sambil menarik kopernya. Di dalam Reno sudah menunggu dan cowok itu sudah tidak sabar untuk segera pergi melamar sang pujaan.
\*\*\*
Bella di buat gugup dengan pertanyaan mamanya Reno,dia fokus menatap ke bawah lantai. Otaknya berputar cepat,dia terus memikirkan kata-kata yang sesuai untuk menjawab pertanyaan dari wanita yang sedang ada di hadapannya itu.
"Aku benar-benar mencintai Reno tante," Bella meyakinkan,dia berusaha untuk tidak gugup. Dia merasakan tubuhnya menjadi panas dingin.
"Bella,pernikahan ini tidak untuk main-main,kalau kamu memang mencintai Reno maka kamu harus bisa membuktikan kata-katamu itu. Jika kamu memang tidak mencintai dia,maka katakan saja sama tante. Dan tante akan menjodohkannya dengan Ririn." Ucap bu Fanya terus terang.
Bu Fanya sebenarnya memang sudah berniat ingin menjodohkan Ririn dengan Reno,karena beliau juga lebih kenal dengan Ririn. Namun,karena Reno bilang kalau dia hanya mencintai Bella,maka terpaksa wanita itu harus mengikuti kemauan anaknya.
"Aku akan membuktikan kata-kataku itu tante,aku tidak akan membuat Reno kecewa. Dan aku juga tahu kalau Reno juga sangat mencintaiku." Jawab Bella mantap.
"Mama Reno terlihat begitu baik,apa aku akan bahagia jika menikah dengan dia?" batin Bella.
"Tante..." panggil Bella pelan.
"Iya,"
"Apa Reno menceritakan semua hal tentang aku sama tante?" dia sangat penasaran akan hal ini,dia ingin melihat,apa Reno benar-benar sudah lama menaruh rasa terhadap dirinya atau itu cuma rekayasa Reno aja.
"Bella,kamu itu sudah sejak pertama masuk sekolah SMA membuat Reno jatuh cinta,dia menyukai kamu secara diam-diam. Tidak berani mengungkapnya,karena dia malu. Dia juga sudah menceritakan tentang keluarga kamu sama tante,makanya tante ingin bertanya sekali lagi sama kamu,apa kamu benar-benar mencintai Reno?"
DEG!
Bu Fanya kembali melontarkan pertanyaan yang sama,ini membuat Bella semakin bimbang.
Dia dan Reno sudah sepakat,jika memang setelah menikah Bella masih tidak bisa mencintainya (Reno) maka Bella bisa memilih jalan hidupnya sendiri. Reno hanya tidak ingin menikah dengan Ririn,itu sebabnya dia menyuruh Bella untuk bersandiwara di depan sang mama.
__ADS_1
Dan sebenarnya itu hanya alasan Reno aja,sebab dia tahu jika Bella sudah menjadi isterinya,sudah pasti cinta itu akan tumbuh sendiri. Ini semua adalah rencananya dan juga Tika. Hanya itu satu-satunya cara supaya Bella bisa menjadi miliknya.
"Kamu melamun lagi Bella," tegur bu Fanya.
"Tante,aku tulus cinta sama Reno dan aku mau menjadi isterinya,jadi tante tidak perlu menjodohkan Reno dengan Ririn,karena Reno tidak mencintai Ririn!" tegas Bella. Dia sudah merasa lelah dengan pertanyaan sama yang di lontarkan bu Fanya.
Seolah-olah wanita itu masih ragu dengan pengakuan Bella.
Mencoba menahan senyumnya,bu Fanya puas dengan jawaban tegas yang di berikan Bella. "Baguslah kalau kamu memang benar mencintai Reno,itu artinya tante tidak perlu khawatir akan rumah tangga kalian nanti.
"Bisakah aku mencintai Reno? Kak Tika,aku terjebak dalam permainanku sendiri," keluh Bella dalam hati.
Sekarang tak bisa lagi menarik kata-katanya,apa yang sudah di ucapkan tak mungkin di tarik kembali. Kini Bella harus bisa membuktikan kata-katanya sendiri. Dia harus memperlihatkan rasa cintanya pada Reno supaya bu Fanya percaya.
Tentu jalan yang sekarang dia ambil juga tidak mudah,jika dulu saat menjalin hubungan bersama David ada Aurel sebagai pengganggunya,maka sekarang saat ingin menjalin hubungan bersama Reno ada Ririn sebagai orang ketiga.
Bella sudah bertekad,jika takdirnya adalah bersama Reno,maka dia tidak akan membiarkan Ririn merusak hubungannya Dengan Reno.
""\*\*\*""
Tika sedang duduk santai di ruang kerjanya saat Bella sedang sibuk melayani tamu di rumah,tamu yang tak lain adalah mamanya Reno.
Memutar kursi kerjanya dengan hati senang,Tika bernyanyi bahagia. Tidak peduli dengan kehadiran Reno di sana.
"Kak Tika terlihat begitu senang," ucap Reno,merasa aneh melihat Tika yang senangnya berlebihan.
"Tentu saja aku senang Ren,jika Bella sudah menikah berarti aku bisa kembali melanjutkan pekerjaanku yang tertunda."
"Memangnya apa pekerjaan yang belum kak Tika selesaikan?" Reno penasaran.
"Mencari papanya Bella!"
"Apa?"
__ADS_1
Reno tak bisa menahan rasa kagetnya,yang dia tahu papa Bella sudah lama meninggal,tapi kenapa Tika mengatakan ingin mencari papanya. Bella,apa maksudnya?