Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Sang Pewaris.


__ADS_3

Sudah dua hari Bella di rumah sakit,dan hari ini dia sudah boleh pulang.



Bu Santi menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat,karena dia ingin menjemput Bella di rumah sakit.



"Kenapa buru-buru Santi? Kamu mau ke rumah sakit lagi?" tanya Bu Dewi,di saat Bu Santi sedang mencuci piring-piring kotor di dapur.



"Saya harus menjemput Bella Nyonya."



"Kamu ikut ke ruang kerja saya sekarang,ada hal yang perlu saya bicarakan sama kamu!"



Suruh Bu Dewi,sorot matanya dingin dan tajam,wanita itu kalau berbicara memang terlihat berwibawa,tapi kalau sudah marah-marah tidak beda jauh sama orang yang tidak berpendidikan.



"Baik Nyonya."



Bu Santi segera mengikuti majikannya yang berjalan menuju ruang kerjanya.



"Duduk!" Perintah Bu Dewi.



"Ada apa Nyonya mengajak saya ke sini?"



Tanpa basa-basi Bu Santi langsung ke intinya.



Sebelum memulai pembicaraan,Bu Dewi menarik nafas panjang dan mengeluarkannya pelan-pelan.



"Ini mengenai tentang siapa Bella sebenarnya,saya sudah menemukan keluarga gadis itu." Ucap Bu Dewi.



"Memangnya siapa keluarga Bella?" tanya Bu Santi penasaran.



"Kita tidak akan selamat jika ada yang tahu kalau Bella berada di rumah ini!" Bukan menjawab pertanyaan yang di lontarkan Bu Santi,Bu Dewi malah mengatakan hal buruk itu.



"Maksud Nyonya?" Bu Santi semakin tidak paham dengan apa yang di katakan wanita di depannya.



"Kamu pernah dengar enggak tentang seorang pengusaha kaya raya yang rumahnya terbakar hingga semua penghuni di rumah itu tidak ada satu pun yang selamat.?"



"Cerita itu sudah belasan tahun yang lalu,kalau tidak salah pemilik rumah itu adalah Pak Alex dan Nona Devi." Tutur Bu Santi,mencoba mengingat-ingat kejadian yang sempat menghebohkan seantero negeri.



"Dan Bella adalah anak dari suami istri itu,dia anaknya Pak Alex dan Nona Devi."



"Apa?" Mulut Bu Santi sampai tak bisa mengatup rapat begitu mendengar siapa sebenarnya Bella.


__ADS_1


"Bella sedang di incar oleh keluarga Arga,dan siapa saja yang berhubungan sama dia semua akan di habisi."



Bu Santi mengerjabkan matanya beberapa kali berharap berita yang didengarnya dari Bu Dewi bukanlah kenyataan.



"Ke-kenapa mereka mengincar Bella?" tanya Bu Santi.



"Karena Bella adalah pewaris harta keluarga mereka,kalau Bella mati maka semua harta itu akan jatuh ke tangan Arga,pamannya." Bu Dewi menjelaskan.



"Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang?"



"Katakan pada Bella untuk merahasiakan identitasnya,jangan sampai ada yang tahu kalau dia bukan anak kandung kamu." Pesan Bu Dewi



Bu Santi sangat khawatir dengan keselamatan dirinya dan juga Bella,awalnya wanita itu tidak terlalu perduli dengan Bella,hidup mati gadis itu juga bukan urusannya,tapi setelah melihat banyak penderitaan yang di lalui Bella sendirian,membuat hatinya luluh.



Bella sangat sabar dalam menghadapi sikap dinginnya selama ini,dia juga tidak pernah meminta lebih. Bella gadis yang baik,Bu Santi mulai menyayangi Bella seiring berjalannya waktu.



\*\*\*\*



Malamnya saat Kanaya masuk ke kamar mamanya,dia merasa ada yang tidak beres dengan sang mama,sebab mamanya terus mondar-mandir di depan meja rias seperti orang yang sedang banyak pikiran.



"Kenapa ma?" tanya Kanaya seraya menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur mamanya.




"Memang ada apa sih ma? Masalah kantor lagi ya?" tanya Kanaya,wajahnya masih terlihat santai.sebab dia belum tahu masalah seperti apa yang sedang di hadapi mamanya kali ini.



"Mama tidak yakin bisa berbagi cerita ini sama kamu,takutnya mulut ember kamu itu enggak bisa di jaga," cibir wanita itu.



"Mama sama anak sendiri gitu banget,memangnya kapan aku bocorin rahasia mama?" tanya Kanaya,tidak terima mulutnya di katai ember.



"Ini semua tentang Bella sayang," ucap Bu Dewi,dia tidak lagi mondar mandir dan sekarang beralih duduk di samping putrinya.



"Ada apa dengan anak babu itu ma?"



"Berhenti mengatai dia anak babu!" bentak mamanya.



DEG!



Bentakan keras yang di terima Kanaya sukses membuat gadis itu bungkam,dia menelan salivanya yang terasa kelu. Kenapa mamanya tiba-tiba marah seperti itu padanya hanya karena dia mengatai Bella anak babu,ini membuat Kanaya heran.



"Mama kenapa ngebentak aku sih?" Kanaya kesal.

__ADS_1



"Kamu tahu dia anak dari keluarga mana? Kalau kamu tahu dia anak siapa,kamu akan merasa malu seumur hidup karena kamu sudah mengatai dia anak babu!"



"Maksud mama apa sih,aku enggak paham?"



Kanaya mengernyitkan alisnya heran.



"Bella itu anak dari pengusaha kaya raya,dan sekarang dia sedang di incar oleh keluarga Arga,mereka tahu Bella masih hidup,dan kalau sampai mereka menemukan Bella maka kita juga berada dalam masalah." Tutur Bu Dewi.



"Kenapa kita juga kena masalahnya?" Kanaya masih tidak paham.


Melihat Kanaya yang tak kunjung mengerti,akhirnya Bu Dewi memutuskan untuk menceritakan semuanya dari awal kepada Kanaya.


"Beberapa tahun yang lalu,di sebuah rumah mewah terjadilah kebakaran besar,tidak ada satu pun penghuni rumah itu yang selamat,pemilik rumah itu adalah Pak Alex dan Nona Devi,mereka berdua orang tuanya Bella,kakak Bella juga meninggal dalam kebakaran tersebut. Hanya Bella yang sempat keluar dari rumahnya. Dan penyebab kebakaran itu adalah paman Bella sendiri,Tuan Arga! Lelaki itu ingin mengambil semua harta milik kakaknya,karena dia tahu Bella masih hidup jadi sekarang lelaki itu sedang mencari keberadaan Bella."



"Jadi apa masalahnya sama kita?" Kanaya masih tidak mengerti.



"Siapa saja yang berhubungan sama Bella,mereka akan mati di bunuh,bahkan salah satu pembantu yang pernah bekerja di rumahnya Pak Alex juga sudah di bunuh oleh lelaki gila itu,hanya karena tidak mau memberitahukan di mana keberadaan Bella."



Kanaya tercengang mendengar cerita mamanya,tubuhnya menegang,dia juga ketakutan. Siapa coba yang tidak takut di bunuh?



"Kalau begitu kita bunuh saja Bella,dengan begitu kita tidak perlu merasa takut lagi." Kanaya memberikan ide gilanya.



"Kamu pikir mama segila itu hah?" sentak mamanya.



"Lalu kita harus bagaimana dong?" Kanaya juga tambah bingung,dia juga sedang tidak punya solusi untuk masalah serumit itu.



"Sekarang jalan satu-satunya adalah kita harus menjaga keselamatan Bella,keselamatan dia keselamatan kita juga!" ujar Bu Dewi.



"Jadi maksud mama,aku harus baikan sama dia gitu?"



Kanaya tampaknya tidak setuju dengan keputusan mamanya.



"Iya,mau gimana lagi?"



"Mama jangan ngawur deh,seharusnya ini bisa jadi kesempatan buat kita untuk menghancurkan Bella,kita kasih aja dia ke Tuan Arga,dengan begitu dia akan mati dan dendam aku terbayar sudah,"



"Tutup mulut kamu Kanaya!" Mata Bu Dewi memerah,dia masih mencoba untuk tidak terpancing dengan omongan Kanaya yang menjengkelkan itu.



"Ah,sudahlah terserah mama!"



Kanaya langsung pergi begitu saja dari kamar sang mama dalam keadaan kesal.

__ADS_1


Dia kesal karena mamanya tidak sependapat dengannya.


__ADS_2