Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Di Culik


__ADS_3

"Kenapa lagi sih?" Bella membatin.



"Kamu mau menghindar dari aku Bella? Kamu bahkan tidak berterima kasih setelah aku menolong kamu kemarin,dan sekarang kamu mau pergi lagi?" tanya David membuat Bella tidak jadi keluar dari ruang perpustakaan.



Reno datang,dia memegang tangan Bella,sok akrab.😒



"Lho,kamu rupanya di sini Dav? Aku sama Bella sudah dari tadi nyariin kamu,mau ajak makan bareng di kantin,karena kamu enggak ada ya sudah kita makan berdua aja." Cicit Reno sengaja membuat David cemburu.



"Dasar cowok enggak tahu malu,kapan aku makan sama dia?" ucap Bella dalam hati.


Omongan Reno tidak berpengaruh sama sekali dengan David,dia tidak peduli mau mereka jalan bareng,makan bareng,itu terserah bukan urusan dia.


"Aku enggak peduli! Karena sekarang kamu sudah ada di sini,jadi kamu harus nemenin aku untuk menyelesaikan tugas dari pak Harto,sebagai ucapan terima kasih karena kemarin aku sudah nolongin kamu!" David langsung menarik lengan Bella dan menyuruhnya duduk di kursi di dekat jendela.


Dia tidak menunggu persetujuan dari Bella,Reno juga ikut gabung sama mereka berdua.


"Ni anak ngapain di sini? Ganggu aja!" omel David dalam hati.


"Aku duduk di sini,enggak apa-apa kan Bell?" tanya Reno.


"Terserah kamu!" jawab Bella cuek.


David menatap Reno dengan tatapan tajam,menyuruh cowok itu untuk segera pergi dari sisi Bella,tapi Reno malah duduk semakin dekat dengan Bella,dia pura-pura tidak paham dengan isyarat yang di berikan David.


"Mana tugasnya?" tanya Bella.


"Ini!" David memberikan buku pelajaran Matematika miliknya pada Bella.



Dia segera membuka buku tersebut,dan terlihatlah tugas yang begitu mudah,tapi David tidak bisa mengerjakan,Bella tidak percaya akan hal ini. David adalah murid pintar di kelasnya,lalu tugas semudah itu enggak mungkin kan kalau dia enggak bisa mengerjakannya. Kayaknya ini cuma akal-akalan David doang untuk mencari perhatian Bella lagi.



"Ini soal latihan paling mudah lho,Dav. Masa kamu enggak bisa ngerjain sih?" Bella curiga.



Reno yang berada di samping Bella sedang menahan tawanya,dia tahu kalau itu semua hanya akal-akalan David.



"Kamu kan siswa pintar di kelas,tugas semudah ini enggak mungkin kamu enggak bisa,tapi bukankah soal ini sudah di isi jawabannya sama pak Harto tadi ya,?" Reno sengaja membuat David tersudut.



David memelototinya,dia mengepalkan tinjunya,menyuruh Reno untuk diam saja.



Bella menutup kembali buku tugasnya David,sambil menatap cowok di depannya Bella berkata "Kalian berdua membuat waktu ku terbuang sia-sia." Ucap Bella kesal.



"Kok kalian sih? Kan cuma David,aku enggak" bantah Reno.



"Kalian berdua sama aja!" ucap Bella.

__ADS_1



"Oh iya,soal kemarin bagaimana kamu tahu kalau aku di kurung di toilet?" Bella bertanya,dia sudah penasaran sejak semalam,hingga membuat tidurnya tidak nyenyak.



"Ada seseorang yang melempar pesawat kertas ke arah aku,dan di dalamnya tertulis kalau kamu di kunci sama Andini di toilet." Jawab David.



Bella menyipitkan matanya "Kalian tahu siapa yang melempar pesawat kertas itu?"



David dan Reno menggeleng cepat.



"Bu Sisil yang melemparnya."



David dan Reno tidak menyangka kalau Bu Sisil yang melakukannya.



"Aneh,masa sih Bu Sisil ngelakuin hal ini,padahalkan dia bisa membantu Bella sendiri,dan pergi mengadukan hal ini pada Pak Alvin,tidak perlu menyuruh kita untuk melakukannya." Reno jadi bingung.



"Aku rasa Bu Sisil enggak mau berurusan sama Pak Alvin," timpal David.



"Pak Alvin cukup egois,kalau sudah menyangkut masalah anaknya sendiri,dia tidak mau memperpanjangnya,dia tidak mau Andini bermasalah." Tutur Reno.




"Tadi pagi mamanya Kanaya yang mengatakannya pada ku,Bu Sisil juga yang menyuruh mamanya Kanaya untuk datang ke sekolah dan memberi peringatan kepada Pak Alvin,agar beliau bisa bersikap lebih adil."



"Mama Kanaya sebaik itu sama kamu?" David hampir tidak percaya dengan apa yang di katakan Bella.



"Iya!" Bella membenarkan.



"Hubungan kami sudah jauh lebih baik sekarang," Bella tersenyum bahagia saat mengatakannya.



"Pantesan tadi aku lihat kamu di antar sama sopirnya Kanaya." Ucap David.



"Baguslah kalau mereka sudah baik sama kamu,aku turut senang mendengarnya" ujar Reno.



"Di antara kalian berdua siapa yang sudah membayar biaya rumah sakit untuk aku?" Bella menatap mereka secara bergantian.


__ADS_1


Reno tidak menjawab karena dia tidak tahu soal biaya rumah sakit yang di tanya Bella,sedangkan David tersenyum simpul sembari menatap Bella penuh arti.



"Sudah aku duga,pasti kamu yang sudah membayarnya,tenang saja aku akan mengganti semua uang yang sudah kamu berikan." Tegas Bella.



"Enggak usah Bella,aku ikhlas,anggap saja itu sebagai permintaan maaf aku." David terlihat tulus.



\*\*\*\*



"Kamu yakin Bella itu adalah Bunga?"



"Saya yakin pak,Riko sudah memastikan semuanya,dia itu anak yang di adopsi oleh seorang pembantu yang bekerja di rumah keluarga Mahendra." Ungkap Reza.



"Kalau memang benar Bella itu adalah Bunga yang kita cari selama ini,secepatnya kamu suruh anak-anak buah kamu untuk menunggu Bella di depan gedung sekolahnya,dan begitu dia keluar bawa dia pergi,dan ingat kalian harus berhati-hati jangan sampai ada yang tahu kalau dia di culik!" ucap Arga memberi perintah.



"Baik pak," Reza segera keluar dari ruang kerja Arga,dia pergi menemui orang suruhannya untuk menjalankan misi dari Arga.



"Bunga... Hahaha,akhirnya aku menemukan kamu,sebentar lagi kita akan bertemu Bunga,kamu sudah dewasa dan pastinya wajah kamu juga secantik Devi," gumam Arga. Dia sudah seperti orang gila.



Apa yang sebenarnya membuat Arga sangat menginginkan harta keluarga Pak Alex,dan mengapa dia bisa sebenci itu sama Pak Alex? Padahal mereka adalah saudara,meski bukan saudara kandung. Tapi setidaknya yang di ketahui Arga,Alex itu adalah kakak lelakinya sendiri,dia tidak tahu kalau dirinya itu cuma anak angkat.



Masih menjadi misteri...



\*\*\*\*\*


"Boy,cepat! Itu Bunga!" tunjuk temannya.


"Mana Don?"


"Itu!" Doni menunjuk ke arah seorang gadis yang sedang berdiri di depan gedung sekolah,sepertinya dia sedang menunggu seseorang.


"Cepat jalankan mobilnya,kita harus bisa membawa gadis itu ke hadapan tuan Arga!"


Boy menjalankan mobilnya dan berhenti tepat di depan Bella,kebetulan tidak ada yang melihat. Doni segera membuka pintu mobilnya,Bella heran kenapa mobil itu tepat di depannya,dia pikir itu sopirnya Bu Dewi,eh ternyata...


"Ayo cepat masuk!" bentak lelaki itu.


Bella memberontak,dia sadar mereka adalah orang jahat,Bella berteriak minta tolong,namun terlambat,mulutnya sudah di bekap oleh penculik itu.


Pintu mobil segera di tutup,Bella pingsan karena obat bius. "Kamu yakin enggak ada yang melihatnya tadi?" tanya Boy sambil menyalakan mesin dan kembali melajukan mobilnya meninggalkan gedung sekolah.



"Tidak ada yang melihatnya,kita aman."


__ADS_1


Aneh juga saat melihat gedung sekolah yang sangat sepi,dan Bella juga berada di luar,padahal belum waktunya pulang,seseorang pasti sudah menjebaknya.


__ADS_2