Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Sebuah Kenyataan


__ADS_3

David buru-buru membuka pintu toilet tempat Bella di kurung,betapa terkejutnya dia saat melihat Bella sudah terkulai lemah di atas lantai.



"Vid,cepat bawa dia ke UKS! Aku akan membuat perhitungan sama Andini dan dua temannya." Ucap Reno.



David membopong tubuh Bella menuju ruang UKS,sedangkan Reno pergi ke ruang kelasnya Andini,kali ini mereka tidak bisa berkelit lagi. Dan dapat di pastikan Andini pastinya akan mendapatkan hukuman yang setimpal.



\*\*\*\*



Bu Dewi menangis pilu di kamarnya,dia menyesali perbuatan jahatnya selama ini kepada Bella.



"Mas,kenapa kamu enggak pernah jujur sama aku? Kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya sama aku,tentang siapa Bella." Ucapnya di sela tangis.



"Andai kamu mengatakan semuanya,pasti aku tidak akan membenci Bella sedalam ini."



Bu Dewi terus menangis menyesali semua hal buruk yang di lakukannya terhadap Bella


Sebuah kenyataan yang sulit di percaya,Bella ternyata adalah keponakan suaminya sendiri.


Meski sudah hidup bersama selama 18 tahun lebih,tapi Bu Dewi tidak terlalu kenal dengan sosok suaminya sendiri,yang dia tahu suaminya adalah anak semata wayang dari keluarga Kusuma,tapi ternyata fakta tidak seperti itu,Pak Alex adalah adik suaminya.



"Aku tidak bisa memahami ini semua,aku tidak mengerti kenapa bisa jadi begini,aku harus bertemu dengan Tino,dia yang tahu semua tentang Mas Mahendra." Bu Dewi segera meraih kunci mobilnya dan pergi menemui Tino.



"Kenapa kamu menyembunyikan hal ini dari saya?"



Pertanyaan Bu Dewi membuat Tino tidak mengerti,hal apa yang di maksud wanita di depannya ini.

__ADS_1


"Saya sudah tahu semuanya,Mas Mahendra adalah kakak dari Pak Alex,papanya Bella."


Tino tidak menjawab apa-apa,dia langsung mengambil sepucuk surat wasiat peninggalan almarhum Pak Mahendra,dan kemudian memberikannya kepada Bu Dewi.


"Karena ibu sudah mengetahui semuanya,silahkan Bu Dewi membaca surat ini!"


Sepucuk surat yang isinya mengatakan tentang siapa Bella,dan apa hubungannya dia dengan suami Bu Dewi,dan di akhir surat itu Pak Mahendra menyuruh Bu Dewi untuk menjaga baik-baik keponakannya.



Bu Dewi membaca surat dari suaminya dengan air mata yang terus mengalir. "Saya tidak pernah berniat untuk menyembunyikan ini semua dari Bu Dewi,tapi ini amanah dari Pak Hendra,beliau bilang saya tidak perlu mengatakan kebenarannya pada ibu,biarkan Bu Dewi mengetahuinya sendiri. Jelas Tino.


Sambil menutup kembali surat itu,Bu Dewi berkata "kenyataan ini begitu menyakitkan,membuat saya sangat menyesal. Andai saja saya tidak ke ruang kerja Mas Hendra mungkin saya juga tidak akan pernah tahu kebenaran ini semua,dan kamu juga tidak mungkin mengatakannya."


"Maafkan saya Bu,saya hanya menjalankan tugas,dan apa yang di lakukan Pak Mahendra pasti ada tujuan yang baik."



"Dan tentang adiknya yang hilang,apa benar dia memang Pak Alex?" Bu Dewi masih mempertanyakan tentang kebenarannya,dia tidak mau sang suami salah orang.



"Pak Alex memang adiknya Pak Hendra." Tino membenarkan.


"Bukan..." Tino menggeleng cepat, "Pak Arga bukanlah adik kandung dari Pak Alex,tapi lelaki itu hanya anak angkat dari keluarga Antonio,orang yang sudah merawat Pak Alex dari kecil. Satu bulan setelah menemukan Bella Pak Hendra mencaritahu keberadaan keluarga Bella,dan setelah mendapatkan informasi dari orang suruhannya,barulah beliau tahu kalau Bella adalah anak seorang pengusaha kaya raya yang tak lain adalah Pak Alex,saat itu Pak Hendra belum tahu kalau adiknya yang hilang adalah Pak Alex,karena Pak Alex juga menyembunyikan identitasnya."


"Kenapa mereka semua menyembunyikan identitasnya?" Bu Dewi penasaran.



Pertanyaannya kali ini membuat Tino tersenyum lebar. "Saat pertama kali bertemu dengan Pak Mahendra,apa yang ada di pikiran Bu Dewi,maksud saya apa niat Bu Dewi?" Tino balik bertanya.



Bu Dewi memicingkan matanya,pertanyaan Tino sedikit membuatnya heran. Apa maksud Tino menanyakan hal itu padanya?


"Tidak perlu di jawab!" lanjut Tino,karena dia sudah bisa menebak apa tujuan utama istri dari bosnya.


"Karena harta."


Omongan Tino membuat Bu Dewi tersinggung.



"Kamu...

__ADS_1



"Saya mintra maaf Bu,tapi apa yang saya katakan memang benar kan?"



Bu Dewi kemudian tersenyum pahit "Ya,itu memang tujuan utama saya,saya ingin menguasai harta Mas Hendra,tapi setelah kami menikah semua jadi lain,tujuan saya berubah. Mas Hendra sangat baik,dia begitu tulus,membuat saya semakin menyayanginya dan tidak ingin kehilangan orang seperti dia,harta saat itu menjadi tidak berarti lagi bagi saya Tino."



"Itu sebabnya Pak Mahendra menyembunyikan identitasnya,begitu juga dengan Pak Alex,mereka tahu setiap orang yang dekat dengan mereka hanya mengincar harta saja." Tino diam sejenak,dia menarik nafas panjang baru kemudian melanjutkan ceritanya "Sebenarnya Pak Alex tidak pernah hilang,pak Kusuma sengaja memberikan anak keduanya kepada orang lain,yang hidup sederhana,bukan ingin memisahkan tapi ingin satu dari anaknya hidup dengan baik,tapi tak di sangka takdir berkata lain,anak angkat dari keluarga pak Pak Antonio malah membunuh Pak Alex hanya karena harta." Tino mengakhiri ceritanya dengan tatap mata penuh dendam.



"Apa kata-kata terakhir dari suami saya yang kamu ingat?"



"Dia menitipkan Bella,menyuruh saya untuk ikut menjaganya,dan supaya saya juga bisa menjebloskan Arga ke penjara."


"Arga harus menerima balasan yang setimpal,aku akan membuat lelaki brengsek itu mati pelan-pelan," senyum kejam muncul di bibirnya.


"Tapi,apa kamu yakin Arga tidak tahu tentang identitas Pak Alex?" tanya Bu Dewi.


"Kalau ini,saya yakin dia tidak tahu,tentang keluarga Kusuma tertutup rapat,bahkan teman-teman dekatnya saja tidak tahu,Pak Antonio juga tidak pernah mengatakan kalau Pak Alex bukan anak kandungnya." Jelas Tino.


"Sekarang yang perlu ibu lakukan adalah memberitahu semua ini sama Bella,biar dia bisa lebih berhati-hati dengan orang di sekelilingnya." Tino mengingatkan.


\*\*\*\*\*



Setelah makan malam selesai,Bu Dewi memanggil Kanaya dan Bella untuk berkumpul di ruang keluarga.



Mereka duduk saling berhadapan,Bella merasa sedikit canggung kala itu,tak bisa di pungkiri dia juga penasaran ada masalah apa lagi hingga Bu Dewi ikut memanggilnya.



"Apa aku melakukan kesalahan lagi bu?" tanya Bella setengah berbisik.


"Tidak,kali ini ada sesuatu yang sangat penting yang perlu kamu ketahui." Jawab Bu Santi.


Bella duduk dengan tenang menunggu Bu Dewi berbicara,hatinya merasa tidak nyaman,untuk yang pertama kalinya selama dia tinggal di rumah keluarga Mahendra,baru kali ini dia menginjakkan kakinya di ruang keluarga mereka,dan sepertinya apa yang akan di bicarakan Bu Dewi memang sangat penting dan mungkin menyangkut tentang masalah keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2