
"Kenapa kakak tidak memakai sepatu?" tanya Sisi begitu melihat Bella yang bertelanjang kaki.
"Sepatu kakak sudah jebol,enggak bisa di pakai lagi." Bella tersenyum pahit.
"Oh,makanya kakak bolos ya?" tanya Sisi dengan sikap polosnya.
"Di sekolah sedang di adakan lomba Si,selama tiga hari enggak ada pelajaran,jadi ngapain di sana? Mending kakak pulang aja!" jawab Bella memberi jawaban.
"Oh,begitu ya!" ucap Sisi,dia kemudian lanjut bermain ayunan dan meninggalkan Bella sendirian lagi.
Di sana hanya ada mereka berdua,sepi rasanya. Tapi,Bella merasa damai dia seperti terlepas dari beban pikirannya.
\*\*\*\*\*
Bella pulang tepat jam satu siang,dan saat itu di rumah,Nyonya Dewi sedang marah besar,dia mengatakan bahwa kalung berliannya hilang.
"Santi,saya sudah mencari kemana-mana tapi enggak ketemu juga!" ujarnya dengan nada tinggi.
"Lalu saya harus cari kemana Nyonya,saya juga tidak tahu." Bu Santi jadi gelisah,dia tidak mau Nyonya Dewi sampai mencurigainya.
"Semalam saya melihat Bella mondar mandir di sini,takutnya anak itu yang mengambilnya." Tuduh Wanita itu.
Bella yang saat itu sedang berdiri di depan pintu dan mendengarkan perkataan Nyonya Dewi yang memfitnahnya,langsung saja menimpalinya,Bella tidak terima wanita itu menuduhnya mencuri.
"Kapan saya bolak-balik di sini?
Mereka terkejut dengan kehadiran Bella di sana.
"Owh rupanya kamu di sini? baguslah kalau kamu ada di sini,sekarang tunjukkan di mana kalung saya kamu sembunyikan?"
Bella mengerutkan keningnya,ternyata Nyonya Dewi benar-benar mau cari masalah sama dia. Kali ini Bella tidak akan tinggal diam,dia tidak tahan lagi terus di perlakukan seperti itu.
"Kamu beneran mencuri kalung Nyonya Dewi Bell?" Bu Santi bertanya,wanita itu juga tampaknya tidak percaya dengan omongannya Dewi.
"Beneran bu,Bella tidak mengambilnya."
"Halah,mana ada maling yang mau ngaku!" sambut Kanaya,dia sudah berdiri di belakang Bella,sepertinya semua ini memang sudah dia rencanakan bersama mamanya.
"Periksa saja kamar dia ma!" suruh Kanaya.
__ADS_1
"Periksa saja,aku tidak mengambilnya,dan percuma saja kalian juga tidak akan mendapatkan apa-apa di sana!" ucap Bella penuh percaya diri,dia melupakan satu hal bahwa Kanaya dan mamanya itu sangat licik,kalau mereka memutuskan untuk memeriksa kamarnya,itu berarti Bu Dewi sudah meletakkan kalung itu di dalam kamarnya.
"Tidak!" Bella baru teringat sekarang,Nyonya Dewi pasti sudah merencanakan semuanya,mereka ingin menciptakan masalah baru untuk Bella.
Bu Dewi langsung pergi ke kamar Bella,di ikuti oleh Kanaya dan Bu Santi dari belakang.
"Ya Allah,apa yang harus Bella lakukan? Kalung itu pasti sudah di letakkan dalam kamar Bella?" lirih Bella,dia buntu.
\*\*\*\*
"Coba mama lihat di bawah tempat tidurnya,ada enggak?" suruh Kanaya.
Bu Dewi kemudian berjongkok dan sedikit menungging kan kepalanya melihat ke bawah kolong tempat tidur Bella.
Kosong!
"Enggak ada juga Kanaya."
Bella merasa lega sekarang,setidaknya kalung itu tidak ada di kamarnya,dan mungkin Nyonya Dewi lupa menaruhnya di mana.
Bu Dewi kembali berdiri tegak,dia bertanya pada Bella "Di mana kamu sembunyikan kalung saya Bell?" bentaknya kemudian,Bella masih tidak paham kenapa Nyonya Dewi terus menuduhnya,padahal wanita itu sudah memeriksanya sendiri dan kalung berliannya itu memang tidak ada di kamarnya
"Kan Nyonya sudah melihatnya sendiri bahwa kalung itu tidak ada di kamar Bella,mungkin Nyonya Dewi lupa menaruhnya di mana?" ujar Bu Santi,meski dia tidak terlalu peduli dengan Bella,tapi wanita itu yakin kalau Bella tidak mungkin mengambil sesuatu yang bukan miliknya.
"Coba lihat di tasnya ma!"
"Kamu juga masih curiga sama aku Kanaya?" sifat anak dan ibu itu membuat Bella semakin bingung,benar-benar aneh sudah jelas kalung itu tidak ada di kamarnya,tapi dia masih aja mencurigai Bella.
Tanpa banyak bicara lagi Kanaya langsung merebut paksa tas yang di pegang Bella.
Kanaya mengeluarkan semua isi tasnya Bella,dan betapa terkejutnya Bella ketika melihat kalung itu ada di dalam tasnya,bagaimana bisa?
"I-bu aku beneran tidak mengambilnya,tapi bagaimana bisa kalung ini ada di tas aku?" Bella ketakutan,dia menatap Bu Santi bingung.
Bu Santi sudah curiga dari awal,kalau Kanaya mengajak Bella berangkat bersama tentu ada tujuannya,dan sekarang terbukti apa yang di curigainya itu benar,ini adalah jebakan untuk Bella.
"Benar kan seperti apa yang saya bilang,kalau kamu yang mencuri kalung berlian saya!"
"Tidak... Tidak,aku tidak mencurinya Nyonya." mata Bella mulai berkaca-kaca.
"Sudah ketangkap basah masih aja enggak mau ngaku kamu,ya!" Tambah Kanaya.
__ADS_1
"Kamu enggak bisa ngelak lagi Bella,buktinya sudah di depan mata. Kamu harus di hukum! Kalau di biarkan seperti ini,lama-lama kamu bisa mencuri barang lain di rumah ini." Ucap Bu Dewi penuh amarah.
Wanita itu menyuruh Bu santi untuk mengambil rotan yang ada di atas meja di ruang tengah,dia ingin memberi Bella pelajaran. Hukuman atas apa yang sudah di perbuatnya.
"Kamu kenapa masih berdiri di sana? Cepat ambil rotannya!" suruh Bu Dewi,saat melihat Bu Santi masih berdiri mematung seperti ragu.
"T-tapi Nyonya...
"Kamu mau membantah perintah saya? Emangnya kamu mau gantiin dia untuk menerima hukuman ini?" sentak wanita itu.
"Nyonya,saya beneran tidak mengambilnya,dan saya tidak tahu bagaimana kalung itu ada di tas saya." Ucap Bella masih berusaha menjelaskan,meski dia tahu semuanya sia-sia,karena Nyonya Dewi memang ingin memberinya pukulan menyakitkan itu.
\*\*\*
Bella menangis meraung saat rotan itu jatuh di atas telapak tangannya.
Tangannya di pukul berkali-kali.
Sakit...
Perih...
Menggigit bibirnya kuat-kuat agar dia tidak sampai menjerit.
Saat pukulan yang ke sepuluh Nyonya Dewi berhenti,dia menyuruh Bella membalikkan tangannya,dan sekarang giliran punggung tangannya yang di pukul.
Pyar...
Satu pukulan saja terasa begitu sakit,Kanaya melihatnya seraya terus tersenyum senang,dia tampak sangat bahagia melihat penderitaan Bella.
"Nyonya sudah cukup!" Bella memohon. Tangannya sudah sangat lemah,darah mulai terlihat mengalir di sela-sela jari tangannya.
Setelah genap dua puluh kali pukulan,Nyonya Dewi baru berhenti. "Bagaimana rasanya? Sakit bukan? sekali lagi kamu ulangi perbuatan seperti ini,kamu akan saya hukum lebih kejam dari ini!" ucap wanita itu mengancam,dia kemudian mengajak Kanaya untuk keluar dari kamar Bella.
Bella menangis pilu,dia mencari-cari kemana ibunya,tapi wanita itu sudah tidak ada di sana,dia sudah pergi meninggalkannya juga.
Bella pergi untuk mencari ibunya,tangannya terluka,dia tidak tahu harus minta bantuan siapa,dia tidak tahu harus mengadu sama siapa lagi selain sama Bu Santi,meski Bella tahu bahwa wanita itu bukan ibu kandungnya.
🌹 🌹 🌹
__ADS_1
\*\*\*\*