Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Selamat Tinggal


__ADS_3

"Ibu!" Begitu turun dari mobil,Bella langsung menghambur ke pelukan ibunya,dia menangis di pelukan wanita itu. Benar-benar suatu kebahagiaan tersendiri baginya,bisa kembali bertemu dengan Bu santi,meski beliau bukanlah ibu kandungnya,namun Bella sangat menyayangi wanita itu sama seperti ibunya sendiri.



Mereka semua sudah berkumpul di sana,Bu Dewi dan Kanaya juga ada di sana,Tino sudah membawa semua barang-barang milik mereka.



David hanya bisa menatapnya dengan hampa,benarkah Bella akan segera pergi?



"Tante,ibu,apakah kita benar-benar akan pergi dari kota ini?" tanya Bella.



"Kita harus mencari tempat yang aman Bella." Jawab Kanaya.


"Tapi sekarang om Arga sudah di kalahkan oleh kakaknya kak Agnes,apa salahnya kita tetap di sini?" Bella tidak ingin pindah dari kota kelahirannya.


"Bella,kita harus pergi dari sini,tante ingin hidup kamu aman,jika keadaan sudah lebih baik,tante janji sama kamu,kita akan balik lagi kesini." Tutur Bu Dewi,memberi pengertian kepada Bella.


"Kamu benar-benar akan pergi Bella,aku rasa ini hari terakhir kita bertemu," Ucap David.


Kanaya dan lainnya segera masuk ke dalam rumah Tino,dan meninggalkan mereka di halaman depan. Mereka cukup mengerti apa yang harus di lakukan,Bella dan David untuk saat ini memerlukan waktu untuk berbicara hanya berdua saja.


\*\*\*\*



"He-Hentikan,saya menyerah. Saya kalah,saya telah salah memilih lawan." Arga memohon sudah beberapa kali dia terbatuk dan mengeluarkan darah,Tika tersenyum akhirnya kemenangan menjadi miliknya.



"Haruskah aku memaafkan kamu Arga?" Tika tersenyum sinis. "Seharusnya aku juga membunuh kamu secara brutal seperti kamu membunuh Agnes. Roy,kemarikan pistol ku!" perintah Tika.


__ADS_1


Kakinya sudah berada di atas dada Arga,Tika berdiri tegak dan menatap Arga yang sudah tak berdaya,sambil menodongkan pistolnya ke arah kepala lelaki itu.



"Bunuh atau di bunuh,bagi ku sama saja. Tapi aku masih berbaik hati Arga,jika membunuh kamu sekarang,sungguh kematian itu begitu mudah,aku ingin melihat kamu hancur pelan-pelan dan mati dengan rasa sakit hati mendalam,nyawa itu sangat berharga bukan? Kalau begitu aku akan memasukkan kamu ke dalam penjara,biar semua orang yang sudah kamu bunuh merasa mendapatkan keadilan." Ucap Tika.



"Sa-saya janji saya akan pergi sejauh mungkin dari kota ini,tapi tolong jangan bawa masalah ini kepada pihak kepolisian," dia mengiba.


"Hahaha... Dasar pengecut!" Tika menertawakan Arga yang ketakutan, "Berani berbuat harus berani bertanggung jawab,harta yang kamu miliki sekarang,semua itu adalah milik Bella,kamu tidak punya apa-apa sekarang Arga,kamu kalah!" Tika tersenyum puas,untuk yang terakhir kalinya dia menendang kaki Arga,dan kemudian berbalik badan meninggalkan lelaki itu,beberapa polisi berseragam lengkap masuk dan menangkapnya,dia dan anak buahnya yang sudah di kalahkan Tika,mereka semua akan mendapatkan hukuman yang setimpal.


Kejadian belasan tahun yang lalu akan di buka lagi,penyelidikan akan segera di mulai. Dan Arga sudah pasti akan mendapatkan hukuman seumur hidup.


\*\*\*\*



"Kak Tika,kakak sangat mirip sama Kak Agnes,andai saja kak Agnes masih hidup,sekarang dia pasti akan bersama Bella." Bella memeluk Tika dengan erat.




Untuk yang terakhir kalinya juga Bella bertemu dengan David,malam ini dia ingin menghabiskan seluruh waktunya bersama cowok itu.



"Saat aku kembali lagi ke sini,akankah kamu tetap menjadi David yang sama?" tanya Bella.



Senyuman David menghilangkan rasa resah di hatinya, "Aku akan menunggu kamu Bella,aku tidak akan berubah,kita tetap akan menjadi sahabat."



Awalnya Bella tersenyum,tapi begitu mendengar David mengatakan bahwa dia hanya menganggap Bella sebagai sahabat,perlahan senyum itu menghilang.

__ADS_1


"Ternyata kamu hanya menganggap aku sebagai sahabat Dav,lalu kenapa kamu terlihat cemburu saat aku dekat sama Reno,?" Lirih hati Bella.


"Setelah kepergian kamu hari-hari aku pasti terasa sepi,karena enggak ada lagi yang bisa di gangguin." Ucap David menahan tawanya.



Bella hanya tersenyum menanggapi omongan David,senyuman yang terkesan di paksakan. "Dav,bagaimana rasanya mencintai orang yang tidak mencintai kita?" pertanyaan Bella membuat David tertegun.



Tatapannya aneh,menatap Bella bingung. "Sakit,rasanya sangat sakit."



"Kamu pernah merasakannya?" Bella bertanya,dia menatap lekat wajah tampan cowok di depannya.



"Tidak!" David menggeleng pelan. "Karena selama ini,siapa saja gadis yang aku sukai,mereka juga menyukaiku." Jawab David. Tidak jelas perasaannya terhadap Bella,apakah dia juga menyimpan rasa untuk Bella atau tidak.



Kalau Bella,gadis itu memang menyukai David,bahkan setelah David beberapa kali menolongnya rasa itu semakin tumbuh di hatinya,bunga di taman hatinya tumbuh begitu indah,tapi malam ini bunga itu di buat hampir layu oleh ucapan David yang hanya menganggapnya sebagai sahabat.


"Aku harap kamu menepati janji mu,tetap seperti ini,jangan berubah,tunggu aku kembali!" pesan Bella.


David memeluknya penuh kasih,dia pernah melukai perasaan Bella,namun semua itu terbayar dengan semua perhatian tulus yang dia berikan,meski akhirnya mereka harus berpisah,tapi tak apa itu hanya sesaat saja. Bella akan kembali,dia akan kembali untuk mengejar lelaki pujaannya.



Untuk saat ini,biarlah rasa itu di pendamnya,kelak dia akan kembali dan mengungkapkan perasaannya. David,cowok itu sudah mengisi relung hatinya.


Malam itu,adalah malam yang paling indah bagi Bella,dia juga baru tahu kalau Sisi adalah adiknya David,coba aja kalau David tidak membawa Sisi datang menemui Bella,mungkin Bella dan Sisi tidak akan pernah bertemu lagi.


Bella akan pergi,mampukah David menunggu gadis itu kembali,dan benarkah David hanya menganggap Bella sebagai sahabat? Tidak ada yang tahu,biar waktu yang akan mengungkap semuanya,kelak saat mereka bertemu lagi,semuanya akan menjadi jelas.


__ADS_1


"Aku hanya pergi sebentar,dan aku sangat berharap kelak saat aku kembali lagi ke sini,perasaan David sama aku akan berubah,aku benar-benar mencintainya,dan aku ingin dia menganggap ku lebih dari seorang sahabat." Lirih hati Bella.


__ADS_2