Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Ungkapan


__ADS_3

"Bella,maaf aku datang terlambat,ta...


"Jangan bilang kalau kamu sibuk," potong Bella.


"Aku baru habis meeting sama klien" David memberi alasan.


"Klien itu Aurel?"


"Kenapa jadi nuduh aku begini?" David tampak marah.


Dia segera melepaskan tangan Bella dari genggamannya.


"Terkejut?"


Bella menatapnya tajam,dia ingin mendengar penjelasan dari David,kenapa sudah tiga kali mengingkari janjinya,dan alasannya pasti sama,selalu tentang pekerjaan.


"Enggak,kamu cemburu sama Aurel,ya?" tanya David sambil menyentuh pelan dagu Bella.


Di perlakukan seperti itu,Bella ingin tertawa tapi dia menahannya. Biar David tahu kalau saat ini dia benar-benar marah.


"Jangan sok tahu deh," ucapnya ketus.


"Bella,aku beneran sibuk." David masih tidak mau jujur.


"Kamu enggak bohong?" pancing Bella


"Enggak" David menggeleng-gelengkan kepalanya kuat-kuat,meyakinkan Bella supaya dia percaya.


"Benar?"


"Iya."


"Kamu yakin?"


"Ya,aku benar-benar sibuk Bella,harus gimana sih biar kamu percaya?" David bingung 😕


"Semalam aku buntutin kamu,kamu bilang lembur di kantor,tapi nyatanya kamu malah pergi ke rumah Aurel,kenapa harus bohong sama aku Dav?"


Deg!!!


Sepasang mata David membulat sempurna mendengar perkataan Bella,dia tidak menyangka sama sekali kalau Bella mengetahui apa yang di sembunyikannya.


"Tidak perlu terkejut,kamu cukup jujur saja sama aku."


"Kamu marah,ya?"


"Untuk apa aku marah David,aku cuma sahabat kamu,kita sahabatan enggak lebih dari itu." Ucap Bella,dia sadar dengan posisinya.


Mungkin saja David menuruti keinginannya ( Bella) karena dia merasa tidak enak hati dengan Bella.

__ADS_1


"Kamu kenapa ngomong gitu Bell?"


"Lalu aku harus ngomong apa?" tanya Bella,sembari menatap David dengan penuh rasa kecewa.


"Oke aku jujur sama kamu,semalam aku memang datang ke rumah Aurel,itu pun terpaksa,karena mamanya sedang sakit. Dan mamanya Aurel lah yang meminta aku untuk datang kesana. Aku enggak bisa menolaknya Bell," ungkap David jujur.


Bella menatap David dengan begitu dalam,sekarang dia sadar cintanya kepada cowok itu tentu saja tidak akan terbalaskan.


"Kenapa tidak ngomong dari awal?" tanya Bella,berusaha menyembunyikan rasa sakit di hatinya.


"Aku tidak berani,takutnya nanti kamu malah marah sama aku,"


Bella tersenyum,senyuman yang di paksakan "Untuk apa aku marah Dav? Kita kan cuma temenan aja,enggak lebih dari itu."


Kata-kata Bella membuat David sadar. Ya,Bella benar mereka hanya temenan aja enggak lebih.


"Malam ini mama dan papa pengen ngajakin kamu makan malam di rumah,kamu mau kan?" tanya David,dia sangat berharap kiranya Bella menerima ajakannya.


"Kamu serius?" Bella meminta kepastian,tidak ingin seperti semalam,cuma janji-janji doang,pada akhirnya di ingkari.


"Kali ini serius Bell,papa dan mama yang ngajakin kamu."


"Ini beneran mama sama papa kamu yang ngajakin kan,bukan karena ingin menebus kesalahannya kamu kan?" Bella bertanya menyelidik.


"Masih enggak percaya ya,Sisi juga kangen sama kamu. Memangnya kamu enggak kangen sama dia?" tanya David,dia sedang berusaha membujuk Bella.


Begitu mendengar nama Sisi,Bella langsung mengangguk setuju,dia mau memenuhi ajakan David untuk Dinner di rumahnya nanti malam.


*****


"Uhuk..." David terbatuk,dia tersedak mendengar perkataan sang papa.


"Jadi kapan ni kami bisa datang ke rumah kamu untuk meminang Bell?" Bu Riska yang suka ceplas-ceplos itu ikutan nimbrung.


Membuat anaknya sendiri jadi malu. Sisi yang kebetulan duduk di samping mamanya langsung menimpali. "Mama jangan terlalu buru-buru begitu,kak Bella kan perlu waktu buat mikir ma,"


"Mau mikir apalagi sih Sisi? Mereka itu sudah sama-sama cocok." Ujar Pak Beni.


"Maaf om,tante. Bella sama David cuma temenan aja enggak lebih dari itu." Jelas Bella memberitahu.


"Ya kenapa memangnya,kan enggak ada salahnya kalau kalian jadi suami istri iya,kan?" Bu Riska sangat ngotot pengen mereka berdua menikah.


"Tuh,mama dengar sendiri,kan. Kalau aku sama Bella cuma temenan aja" David menambahkan.


"Tapi saat Bella masih di jerman kalian sangat sering berkomunikasi,masa iya sih kalian cuma temenan?" Bu Riska tidak percaya sama omongan anaknya.


Pak Beni juga demikian,beliau sangat yakin kalau mereka sengaja menutup-nutupi hubungannya.


"Kami berdua memang tidak memiliki hubungan apa-apa,selain temenan doang. Om sama tante kan tahu sendiri kalau David sudah punya Aurel sebagai calonnya." Bella sengaja berkata demikian,niatnya adalah untuk menyudutkan David.

__ADS_1


"Dav,kalau kamu jadian sama Aurel,mama enggak akan setuju!" tegas Bu Riska.


"Papa juga." Pak Beni juga mengatakan hal yang sama.


David menatap heran kedua orang tuanya,selama ini mereka terlihat sangat menyukai Aurel,tapi kenapa malah mengatakan tidak setuju kalau dia dan Aurel jadian.


Kalau jadi pacar aja sudah di larang,nah apalagi kalau menikah,sudah pasti dia tidak akan mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.


Bella sudah menyelesaikan makan malamnya,dia sekarang masih duduk di depan meja makan,mendengar dengan fokus pembicaraan David dan kedua orang tuanya.


jujur saja Bella sangat senang begitu mengetahui bahwa hubungannya dengan David di restui oleh Bu Riska dan Pak Beni.


Sisi yang melihat mama papanya meributkan tentang hubungan David dan Aurel,menjadi kesal. Gadis kecil itu kehilangan selera makannya,akhirnya tanpa permisi dia langsung turun dari kursi dan pergi masuk ke kamarnya.


Bella hanya memperhatikan saja kepergian Sisi. Lalu matanya beralih memandang David,dan ternyata cowok itu juga sedang memandang ke arahnya.


Membuat Bella deg-degan,Bella menggerutu dalam hatinya. "Ya ampun kenapa aku enggak sadar kalau David terus memperhatikan aku dari tadi?" batin Bella,dia mulai gugup.


"Ma,pa aku sama Bella keluar sebentar ya,ada yang harus kami bicarakan,hanya berdua saja." Pamit David.


"Pergi saja,tapi ingat ya jangan lama-lama!" Bu Riska mengingatkan.


"Soalnya ada yang mau mama dan papa bicarakan sama kalian berdua," ucap pak Beni kemudian.


"Iya." Pungkas David sebelum benar-benar pergi dari sana.


*****


David menenangkan debaran jantungnya,dia berusaha tidak terlihat gugup di depan Bella.


Bella juga tak kalah gugupnya,dia penasaran apa yang akan di katakan David padanya.


"Ehem!" David berdehem,memecah keheningan.


"Kamu terlihat serius,kamu ingin mengatakan sesuatu?" tanya Bella.


"Mungkin sekarang saatnya" ucap David,tapi Bella tidak mengerti maksud dari ucapan cowok di depannya.


"Kamu mau ngomong apa David?" tanya Bella lagi.


"Aku cinta sama kamu Bella!" begitu cepat,hampir saja Bella tidak tahu.


"Bisa di ulang sekali lagi?" pinta gadis itu.


"AKU CINTA SAMA KAMU!!!" David mengulangnya sekali lagi untuk memperjelas.


Bella sangat senang,apakah dia sedang bermimpi? Benarkah David mencintainya?


Jangan seperti lima tahun yang lalu,saat David mengungkapkan isi hatinya,dan ternyata itu semua cuma sandiwara saja.

__ADS_1


"Kamu cinta sama aku? Apa aku enggak salah dengar?" Meski bahagia,tapi Bella tidak ingin percaya begitu saja. Dia tidak mau hal yang sudah lalu terulang lagi.


__ADS_2