
Trrr...
Trrr... Handphone Bella terus bergetar,dia masih tertidur. Dengan agak malas di angkatnya handphone itu. Bella meletakkan benda pipih tersebut di telinganya,hingga terdengar suara seseorang di seberang. "Bangun! Sudah pagi,kamu pasti masih tidur," tebak orang tersebut.
"Aku masih ngantuk banget Ren,nanti aja ya!" Bella berniat melanjutkan tidurnya lagi
"Ayo lah Bella,kamu lupa ya kalau hari ini kamu mau ke restoran lebih awal,kan kak Tika sedang ada urusan di luar kota," Reno mengingatkan.
"Ya ampun aku lupa!" Bella buru-buru menyingkap selimutnya dan bangun dari kasurnya yang empuk,dia juga memutuskan pembicaraan dengan Reno begitu saja,tanpa mengatakan apapun.
Bella cepat-cepat meraih handuknya dan masuk ke kamar mandi,dia lupa kalau Tika sedang di luar kota,itu sebabnya dia tidur saja tanpa berniat untuk bangun lebih awal.
Setelah mandi dan sarapan pagi dengan roti dan susu,Bella keluar dari rumah. Menghidupkan mesin mobilnya dan langsung menuju ke restoran.
\*\*\*
"Masih ada dua tempat lagi yang harus kita datangi bos," ucap Jacky memberitahu.
"Aku sudah capek Jack,masa dari tadi belum kelar-kelar sih." Tika mengeluh,dia mulai kepikiran akan papanya Bella. "Coba aja pak Alex ada di sini,pasti semua dia yang mengurusnya."
"Bos yang sabar,saya yakin sebentar lagi kita juga akan bertemu dengan pak Alex," timpal Kenzo menyemangati.
Dia bicara seraya memalingkan wajahnya ke belakang,padahal dia sedang nyetir. "Awas Ken!" teriak Tika dan Jacky. Kenzo yang tidak hati-hati hampir saja menabrak seorang pria yang sedang berdiri di pinggir jalan.
Kenzo menginjak rem mendadak,membuat Tika dan Jacky sedikit tersentak ke depan,beruntung mereka menggunakan sabuk pengaman.
"Huh!" Tika menghela nafas lega,dia bersyukur mereka tidak mengalami kecelakaan,hampir saja jantungnya copot. Tidak mengalami kecelakaan,tapi mereka sudah menabrak mobil seseorang.
Jacky dengan wajah khawatir memeriksa keadaannya sendiri,dia meraba seluruh tubuhnya untuk memastikan bahwa kejadian tadi tidak membuatnya mati konyol.
"Kita masih hidup kan?" Jacky bertanya begok.
"Ya masih hidup lah!" jawab Kenzo tanpa rasa bersalah di wajahnya.
"Ken,sekarang urusan kamu adalah minta maaf sama lelaki itu," ucap Tika,mereka sama-sama melihat ke arah lelaki yang memakai jas abu-abu dan berdiri di depan mobil mereka,sepertinya lelaki itu hendak meminta pertanggungjawaban dari Tika dan dua anak buahnya.
"Duh,si bos aja deh yang keluar,saya malas berurusan sama yang begituan." Tolak Kenzo.
__ADS_1
"Enak aja,kan kamu yang melakukan kesalahan,itu artinya kamu sendiri yang harus bertanggung jawab." Tika tidak setuju.
Lelaki yang tadi hampir di tabrak Kenzo sudah berdiri di samping jendela mereka.
Tok...
Tok...
Tok...
"Keluar sono!" suruh Jacky.
"Jangan hanya badan aja yang gede tapi mental kerupuk,pakek mental baja dong," sindiran Tika membuat Kenzo langsung membuka pintu mobil dan keluar,dia tidak mau di anggap pengecut dan di katakan mental kerupuk.
"Gimana sih mas,bawa mobilnya hati-hati dong!" ucap lelaki itu sengit.
"Iya pak saya minta maaf,soalnya tadi saya kurang hati-hati." Kenzo beralasan.
"Saya enggak terima permintaan maaf,saya mau ganti rugi,tuh mobil saya jadi lecet!" tunjuk lelaki itu.
Melihat keadaan yang tidak baik,Tika memutuskan untuk keluar.
"Cepat,mana uangnya?" lelaki itu tampak tidak sabar.
"Dasar,gaya aja yang elit. Rupanya mobil lecet sedikit aja langsung minta ganti rugi." Gumam Jacky tanpa di dengar oleh si bapak itu.
"Pak Wahyu,ada apa ini?" tanya seorang lelaki yang tiba-tiba sudah ada di belakang mereka.
DEG!
Tika,Kenzo dan juga Jacky mereka bertiga terkejut melihat lelaki yang tiba-tiba aja datang dari arah belakang mereka.
Lelaki yang sudah di anggap meninggal belasan tahun yang lalu,lelaki yang selama ini terus di cari keberadaannya oleh Tika dan Bella,lelaki yang tak lain adalah pak Alex.
"Pak Alex?"
Pak Alex juga tidak menyangka bisa bertemu dengan Tika di saat yang tidak tepat,sekarang bagaimana caranya menghindar?
"Dia pasti Tika,wajahnya sangat mirip dengan Agnes,aku bahkan tidak pernah melihat wanita ini dari dekat,ternyata dia sangat cantik." Batin pak Alex memuji kecantikan Tika,meski di usianya yang sudah menginjak 33 tahun Tika tetap terlihat seperti gadis remaja yang baru berumur sekitar dua puluh tahunan.
__ADS_1
Kalau dia bersanding dengan pak Alex juga tetap cocok,soalnya papa Bella masih terlihat tampan dan juga gagah.
"Kebetulan sekali pak Alex datang,lihat pak! Mereka sudah membuat mobil bapak lecet seperti ini!" tunjuk pak Wahyu memperlihatkan bagian yang lecet akibat Kenzo bawa mobil tidak hati-hati.
"Hanya lecet sedikit,ini bukan masalah besar." Ucap pak Alex,tidak berniat meminta mereka untuk membayar ganti ruginya.
"Benar,bapak memang papanya Bella,sekarang bapak tidak bisa menghindar lagi,pak Alex harus ikut dengan saya untuk menemui Bella." Tika langsung menarik tangan pak Alex untuk ikut masuk ke dalam mobilnya.
"Hei, kamu tidak bisa memaksa bos saya untuk ikut sama kamu,memangnya kamu siapa?" pak Wahyu berdiri di depan Tika hendak menghadangnya untuk membawa pak Alex pergi.
"Bapak tidak perlu ikut campur,ini urusan kami berdua,minggir!" suruh Tika dengan tegasnya,pak Wahyu yang merupakan sopir baru langsung minggir,karena dia juga tidak tahu masalah apa yang sedang di hadapi bosnya,dan dia juga tidak kenal siapa orang-orang yang sedang di hadapinya.
"Saya akan ikut dengan mereka,mending pak Wahyu langsung pulang!"
"Bapak tidak apa-apa pergi bersama mereka?" sopir itu masih agak ragu-ragu.
"Tidak apa-apa,mereka teman-temannya anak saya," jawab pak Alex.
Pak wahyu pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan pak Alex bersama Tika dan dua anak buahnya.
"Benar-benar hari yang buruk,kalau saja saya tahu akan bertemu kalian di sini,saya pasti tidak akan datang ke sini." Tutur pak Alex begitu dirinya sudah berada dalam mobil.
"Jacky,gantian dong nyetirnya!" Kenzo memberikan kunci mobil kepada Jacky.
"Kita akan kemana bos?" tanya Jacky.
"Kembali ke rumah," jawab Tika,dia memang punya rumah di kota itu,jadi tidak perlu menginap di hotel setiap kali ada pekerjaan yang harus di urusnya di bogor.
Pak Alex diam di tempatnya sambil terus memperhatikan gerak gerik Tika.
Tika tahu dirinya terus di perhatikan,jadi dia berdehem dengan keras,hingga membuat Kenzo dan Jacky sama-sama menoleh ke belakang. "Ada apa bos?" mereka bertanya serempak.
"Tidak ada apa-apa,cepat jalan!" perintah Tika.
__ADS_1
-----