
Mirna mencoba menenangkan pikirannya dan kemudian mulai bercerita. "Apa yang mama katakan sama tante Fanya beneran jadi kenyataan Sya," ucapnya lemah.
Sasya masih tidak mengerti,dia bingung karena Mirna langsung mengatakan intinya.
Melihat Sasya yang masih tak paham,dia memperjelasnya "Papa kamu beneran selingkuh,dia juga mengusir mama dari rumah dan perusahaan kita sepenuhnya jadi milik dia."
Langsung paham,Sasya tidak lagi bertanya. Ekspresi bingungnya berubah menjadi kebencian yang terlukis jelas di wajahnya. Sambil menggenggam erat tinjunya dia berkata "Apa yang aku lihat kemarin ternyata tidak salah,lelaki itu adalah papa dan wanita yang bersamanya adalah pelakor."
"Kamu melihat papa di mana?"
"Di restoran Bella,pas aku mau panggil papa sudah naik ke mobil." Jawabnya.
"Kita benar-benar jatuh miskin sekarang Sya,"
Pikiran Mirna kacau,dia tidak rela perusahaan miliknya di ambil alih oleh Andre,semua hartanya sudah di rebut oleh lelaki brengsek itu.
"Kenapa papa ngelakuin semua ini sama mama?" tanya Sasya,dia masih penasaran dengan hubungan mama papanya. Yang dia lihat selama ini papanya itu sangat mencintai mamanya,tapi kenapa tiba-tiba rumah tangga mereka hancur bahkan tanpa tanda.
"Ternyata papa kamu tidak pernah mencintai mama,puluhan tahun kami hidup dalam hubungan tanpa cinta," ujarnya lemah.
Sasya semakin membenci lelaki yang sudah membuat mamanya bersedih,lelaki itu adalah papanya. "Aku tidak pernah membayangkan papa akan melakukan hal sekejam ini sama kita," Sasya kecewa sama sikap papanya.
"Setelah berhasil merebut harta keluarga mbak Fanya,kita harus keluar dari sini Sya. Kita harus mengambil kembali apa yang sudah papa rebut dari kita!"
"Aku tidak mau,sekarang aku tidak setuju dengan ide mama,aku akan tetap di sini!" tegas Sasya.
"Memangnya kamu enggak mau membantu mama?"
"Aku punya caraku sendiri,ma. Aku tidak akan merebut harta tante Fanya,aku hanya akan membuat hubungan kak Reno dengan Bella hancur dengan begitu aku bisa masuk dalam kehidupannya kak Reno,aku yakin tante juga bakal merestui hubungan kami,lagian kan mama sama tante Fanya juga bukan saudara kandung," ucap Sasya.
Rencana mereka sudah tidak sejalan,Mirna yang ingin merebut harta kakaknya,dan Sasya yang ingin membuat Reno jatuh cinta padanya tanpa merebut harta mereka,dia tidak perlu harta itu,karena menurutnya kalau Reno sudah jadi suaminya dia juga bakal ikut menikmati harta kekayaan keluarga Reno.
"Aku tidak bisa mengandalkan Sasya dalam masalah ini,itu artinya aku harus bertindak sendiri. Maafkan aku mbak,saat ini aku sangat membutuhkan uang untuk membayar hutang-hutangku dan untuk merebut kembali semua hartaku yang sudah di ambil Andre." Dia membatin.
-----
__ADS_1
Mirna baru saja keluar dari supermarket saat tanpa sengaja dia berpapasan dengan Andre dan wanita pelakor.
"Eh ada istri kamu di sini mas,ups... Mantan istri maksudnya," ucap pelakor itu,dia sengaja menyulut emosi Mirna.
Sudah dari kemarin Mirna ingin membalas dendam sama wanita satu ini,dan mungkin sekarang saatnya.
"Dasar pelakor!" dengan cepat Mirna menampar wajah wanita itu dan menjambak rambutnya dengan kuat.
"Aww... Sakit,lepasin rambut aku!" dia berusaha melawan.
Andre ikut membantu,tapi Mirna mendorongnya dengan kuat,kali ini dia sangat marah dan tidak ada yang boleh menghentikan aksinya itu.
"Mas,kok kamu ngelihatin aja sih? Bantuin aku dong!" dia memelas.
"Rasain kamu! Aku enggak bakal ngelepasin kamu!"
Satu persatu orang-orang mulai datang dan melihat adegan keren itu,adegan mereka itu sih cocoknya di beri judul "Perdebatan antara istri sah dan sang pelakor." Semakin rame yang datang melihat,Andre sangat malu hingga dia pergi dari sana tanpa di sadari oleh Mirna dan Gisel.
Bella dan papanya yang kebetulan sedang berbelanja di supermarket itu jadi penasaran saat mendengar ada suara ribut-ribut di luar. Mereka segera keluar dan melihatnya "Pa,itu kan mamanya Sasya!" tunjuk Bella,dia langsung membantu mamanya Sasya.
Mirna langsung menghentikan aksinya,dia menoleh ke asal suara tersebut. Tampak seorang gadis cantik berdiri di samping seorang pria,dia Bella. Mirna mengerutkan keningnya "Kenapa Bella bisa ada di sini?"
"Aww... Rambutku benar-benar sakit,awas kamu aku akan membalas perlakuan kamu ini," ancam Gisel.
"Bubar! Bubar semuanya! Orang berantem bukannya di lerai ini malah di tonton," ucap pak Alex kesal.
Satu persatu orang mulai bubar. "Bella,kamu ngapain di sini?" tanya Mirna.
"Bella sama papa lagi belanja tante,kebetulan tadi dengar suara ribut-ribut makanya kami ke sini,eh enggak tahunya tante lagi berantem sama wanita itu." Ujar Bella.
Karena keadaan di sekitar supermarket terlalu banyak orang,akhirnya pak Alex dan Bella mengajak bu Mirna untuk ngobrol di restoran yang terletak tidak jauh dari supermarket tersebut.
-----
Sambil menunggu pesanan mereka datang,Bella bertanya sedikit hal tentang penyebab mamanya Sasya sampai bertengkar dengan perempuan tadi. Tapi sebelum itu dia memperkenalkan papanya dulu sama Mirna. "Tante,kenalin ini papa Bella!" ucap Bella,Mirna langsung mengulurkan tangannya. "Mirna," ucap wanita itu memperkenalkan.
__ADS_1
"Saya Alex,senang bisa bertemu dengan anda bu Mirna."
"Saya di panggil ibu? Apakah saya terlihat seperti ibu-ibu?" tanya Mirna bergurau.
"Tidak mungkin kan saya panggil dek Mirna?" balas pak Alex. Mereka berdua sama-sama tertawa.
Bella mengerling ke arah papanya,dalam hati dia berkata "Papa kok jadi genit gini,ya?"
"By the way,wanita tadi siapa sih tan?" tanya Bella penasaran.
"Dia selingkuhannya suami tante Bella," jawab Mirna gamblang.
"Jadi wanita itu yang di ceritakan Reno sama aku," Bella bergumam. Tapi suaranya terdengar jelas oleh ibunya Sasya.
"Apa Reno juga menceritakan masalah tante sama kamu,?" dia tidak pernah kepikiran sama sekali kalau keponakannya itu bakal menceritakan masalah keluarganya sama Bella.
"Tidak hanya itu tante,Reno juga sudah menceritakan tentang hutang tante yang 500 juta itu. Saat ini keadaan ekonomi tante pasti sedang sulit,kalau tante memang mau tante boleh kok kerja di perusahaan papa," ucap Bella,dia melihat papanya,berharap lelaki itu setuju dengan keputusannya.
"Aku kerja di perusahaan papanya Bella? Benar-benar kesempatan emas,kebaikan mereka bisa aku manfaatin." Mirna mulai merancang rencana busuknya.
"Memangnya boleh?" tanya wanita itu masih kurang yakin,karena hanya Bella yang menawarinya pekerjaan sedangkan pak Alex tidak.
"Kenapa tidak?" jawab pak Alex seraya tersenyum.
Bella tidak punya niat lain,dia hanya ingin membantu mamanya Sasya,namun wanita itu malah ingin memanfaatkan kebaikan Bella dan papanya.
Mendengar jawaban pak Alex membuat Mirna sangat senang,namun tiba-tiba hatinya jadi gelisah,dia bimbang dengan niatnya tadi. "Bella terlalu baik sama aku,dia mau membayar hutang aku yang 100 juta itu tanpa banyak mikir,tapi aku malah berniat untuk memanfaatkan kebaikan mereka,bukankah aku sangat jahat? Lalu,apa yang harus aku lakukan sekarang?" Mirna membatin.
"Kok tante diam? Gimana,tante mau kan?" tanya Bella menyadarkan Mirna dari lamunannya.
Mirna sedikit gugup,dia tidak tahu harus jawab apa,kemudian berpikir sekali lagi dan akhirnya Mirna mengangguk setuju.
Tidak mungkin juga terus menunggu transferan dari mamanya Reno,dia harus punya penghasilan sendiri.
------
__ADS_1