
Bella segera membawa David pergi dari tempat pesta itu,dia panik saat David langsung jatuh dalam pelukannya dan matanya terpejam.
"Dav,David!" panggil Bella,namun David tak kunjung bangun.
Syukur saat itu mereka sudah berada dalam mobil,jadi dia tidak kerepotan.
"Aku harus bagaimana ini? Enggak mungkin kan bawa David pulang dalam keadaan begini?" Bella bimbang,di saat seperti ini yang bisa di mintai bantuan cuma Reno,dia pun memutuskan untuk menghubungi Reno.
Reno bergerak cepat datang ke alamat yang di berikan Bella,sampai di sana dia terkejut melihat David yang sudah tidur dengan posisi kepala bersandar di bahu Bella,terlihat begitu nyaman.
Dari raut wajahnya Reno terlihat cemburu,tapi dia berusaha menyembunyikannya. Tetap tersenyum meski sebenarnya dia sedang patah hati.
"Kamu enggak berani bawa dia pulang Bella?" tanya Reno.
"Bantuin aku dong nganterin dia pulang,entar kalau di tanya sama orang tuanya bilang aja kalau dia sudah di kasih obat tidur sama Aurel." Ucap Bella.
"Aku enggak salah dengar,kan?" tanya Reno memastikan.
"Enggak,semua sudah di rencanakan Aurel,dia ingin membuat hubungan aku dan David hancur,aku juga tidak menyangka Aurel bisa selicik ini" tutur Bella.
"Kalau kamu sudah tahu sifat Aurel yang sebenarnya,lebih baik jauhi dia!" pesan Reno,cowok itu juga tidak mau Bella celaka.
\*\*\*\*\*
Karena rencananya sudah di gagalkan Bella,Aurel mencari cara lain. Kali ini dia tidak tanggung-tanggung,dua anak buah yang sudah di bayarnya langsung di suruh mencelakai Bella.
Aurel menunggu saat yang tepat,begitu Reno melajukan mobilnya menuju rumah David,dua anak buahnya langsung menyergap Bella.
Bella terperanjat melihat dua pria dengan wajah sangar berdiri di depannya.
"Siapa kalian? Mau apa kalian?" Bella mulai melangkah mundur.
Keadaan di jalan itu sudah agak sepi,hanya ada beberapa kendaraan yang lewat. Menjerit minta tolong juga belum tentu ada yang mau menolong.
"Cepat serahkan tas kamu!" suruh salah satu diantara mereka.
Bella tidak menyangka dia akan di hadang oleh dua lelaki itu,seharusnya tadi dia ikut pulang bersama Reno.
Ah,percuma saja semua sudah terlanjur. Dia menyesal,padahal tadi dia sudah di ajak pulang bareng Reno,dianya aja yang enggak mau. Bella lebih memilih pulang sendiri dengan naik taksi,sedangkan mobil David sudah di bawa pulang oleh Reno.
"Ayo serahkan semua barang-barang berharga yang kamu miliki,kalau kamu masih mau hidup!" bentak lelaki itu.
Keduanya mulai mendekat ke arah Bella,dia semakin mundur ke belakang,mencoba mencari cara untuk kabur.
Tak ada cara lain,Bella akhirnya berteriak minta tolong. Namun lelaki itu langsung mengeluarkan pisau dan mengancamnya.
__ADS_1
Bella diam lagi,hanya bisa menangis ketakutan. Aurel memperhatikannya dari kejauhan,gadis licik itu tertawa puas.
"Pergi! Pergi kalian dari sini!" suruh Bella.
"Wen,banyak bacot ni cewek,mending kita habisin aja!" ajak temannya.
Salah satu lelaki yang memegang pisau,mengangkat tangannya ke atas mengambil ancang-ancang hendak menghunuskan pisau itu di perut Bella. Tapi...
BUK!
BUK!
Sekali tendang,mereka berdua terpental ke atas aspal,pisau itu jatuh begitu saja.
Seseorang datang untuk menolongnya,Bella tersenyum senang saat mengetahui siapa perempuan yang sudah menyelamatkan nyawanya itu,dia Tika.
"Bangun kalian!" suruh Tika dengan ekspresi dinginnya.
"Kurang ajar! Berani sekali kamu menghalangi pekerjaan kami,kamu mau cari mati?" bentak salah satu lelaki itu,matanya melotot menatap Tika.
"Bukan aku yang cari mati,tapi kalian berdua yang cari mati." Jawabnya dengan gaya santai.
"Wen,ayo kita serang dia!"
Tanpa banyak bicara lagi,mereka berdua langsung melakukan pertarungan dengan Tika,cukup menegangkan. Bella pikir Tika akan kalah,karena salah satu diantara mereka membawa pisau.
Nyatanya tidak,Tika dengan mudah dapat mengalahkan dua preman gadungan itu,mereka terkapar tak berdaya di atas jalan.
"Kalian tentunya bukan preman biasa,pasti seseorang sudah menyuruh kalian untuk mencelakai Bella,sekarang katakan dengan jujur,siapa yang sudah menyuruh kalian melakukan semua ini!" suruh Tika,dia mengancam mereka dengan pisau yang di gunakan dua preman itu.
"Ti-tidak ada yang menyuruh kami nona," jawabnya gugup.
BUK!
Lagi-lagi dia harus kena bogem mentah dari Tika.
__ADS_1
"Bohong! Cepat katakan!"
Aurel melihat rencananya yang lagi-lagi gagal,membuat emosinya kembali memuncak,dia pergi dari tempat itu,tidak mau keberadaannya di ketahui oleh Tika dan Bella.
"Ba-baik... Saya akan mengatakannya," dia mencoba menahan Tika supaya tidak lagi memukul wajahnya yang sudah bonyok.
Temannya yang satu lagi sudah tak sadarkan diri.
"Cepat katakan!" Tika tidak sabar ingin mendengar siapa yang sudah berani menyakiti Bella.
"Ka-kami di suruh sama Aurel."
\*\*\*\*\*
Tiba di rumah Bella,Tika tidak langsung pulang. Mereka duduk di ruang tengah sambil ngobrol.
Banyak hal yang perlu di bicarakan,bu Santi hanya duduk sebentar untuk menemani mereka berdua,dan setelah itu beliau kembali ke kamarnya untuk tidur.
"Kamu dan David sudah akan bertunangan Bella,kakak harap kamu bisa lebih berhati-hati,banyak sekali bahaya yang akan datang menghadang." Ucap Tika mengingatkan.
Dia sangat menyayangi Bella,memberikan perhatian penuh kepada gadis itu,Bella sudah di anggap seperti adiknya sendiri.
Tidak ada yang boleh menyakiti Bella,kalau ada yang melakukannya,maka mereka harus berurusan dengan Tika.
"Aku akan berhati-hati kak,kak Tika jangan terlalu mengkhawatirkan aku."
"Bagaimana aku tidak khawatir,kamu lihat sendiri kan tadi,Aurel bahkan berani mengambil resiko menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa kamu," Tika jadi gusar.
"Kak Tika terlalu khawatir." Bella masih santai. Ya,sekarang dia bisa bersikap santai seperti itu,karena selamat dari bahaya,lalu bagaimana kalau Tika datang terlambat,apa dia masih bisa melihat dunia?
"Kamu jangan menganggap remeh kejadian seperti tadi Bell,ini semua menjadi pelajaran buat kamu,untung tadi aku datang tepat waktu,bagaimana kalau aku datang terlambat? Sedetik saja telat,nyawa kamu sudah pasti akan melayang."
Tika sebenarnya geram dengan sikap Bella.
Bella menundukkan kepalanya,dia tahu sikapnya sudah keterlaluan,tapi dia melakukan semua itu hanya karena tidak ingin Tika khawatir,Bella sendiri juga takut. Kejadian tadi membuatnya trauma.
"Maafkan aku kak,bukannya aku menganggap remeh kejadian tadi,aku hanya tidak ingin membuat kak Tika khawatir. Jujur saja,aku juga takut. Aurel pasti tidak akan membiarkan aku dan David hidup tenang." Ucap Bella sedih.
"Kamu tidak perlu takut Bella,mulai besok aku akan menyuruh beberapa anak buah ku untuk menjaga kamu,mereka akan terus memantau kamu dari jauh,biar tidak mencolok dan mengundang perhatian banyak orang,tapi keselamatan kamu terjamin,dan Aurel tidak akan bisa mencelakai kamu lagi," ucap Tika,Bella kembali tersenyum,dia bahagia meski kakaknya sudah tiada,namun kedua orang tuanya meninggalkan orang-orang penuh kasih sayang di sisinya,yang selalu ada saat dia butuhkan.
__ADS_1