
Saat masuk ke ruang UKS Bella dan David di kejutkan dengan keberadaan guru BK di sana,tidak biasanya Bu Sisil menjaga UKS,biasanya yang duduk di sana adalah suster Yuli,yang memang di tugaskan untuk menjaga ruang UKS.
"Kenapa kalian malah berdiri di sana? Ayo masuk!" suruh Bu Sisil begitu melihat Bella dan David yang berdiri di depan pintu,seperti kebingungan.
Bella menatap David yang masih memegang tangannya.
"Kenapa melihat aku seperti itu?"
"Tuh lihat!" Bella menunjuk ke arah tangan David yang masih dengan santai menggenggam jemarinya. "Lepasin!" suruh Bella.
"Eh,ma-maaf aku tidak sadar," David salah tingkah,dia jadi malu.
Bella langsung masuk duluan ke ruang UKS,Bu sisil berdiri di depannya,tatapan guru itu begitu tajam. Sepertinya kali ini Bella akan di interogasi oleh Bu Sisil,terkait permasalahannya dengan Andini dan Kanaya seminggu yang lalu.
Hening...
Tak ada yang bicara,suasana terasa cukup menegangkan dan itu berlangsung selama sepuluh menit,hingga akhirnya Bu Sisil membuka topik pembicaraan.
"Selama ini kamu selalu di bully oleh Andini dan teman-temannya,tapi kenapa kamu diam saja?"
Dengan tenang Bella menjawab "Kalau saya melawan,apakah ada orang yang mau berdiri di pihak saya?"
Bella balik bertanya,dan pertanyaan yang di lontarkan Bella menyudutkan wanita muda itu.
"Kenapa tidak ada yang mau berdiri di pihak kamu? Selama kamu benar siapa pun pasti akan membela kamu!" ucap Bu Sisil.
"Heh." Bella tersenyum pahit "Bukankah selama ini semua guru tidak pernah perduli dengan saya?"
__ADS_1
Lagi-lagi Bu Sisil di buat serba salah dengan ucapan Bella,dia tidak tahu tentang perlakuan guru di sekolah itu kepada Bella,Bu Sisil adalah guru baru,jadi wajar kalau dia tidak tahu semuanya tentang Bella. Tentang sikap tak acuh para guru begitu mengetahui bahwa yang suka membully Bella adalah Andini,mereka hanya diam saja,karena Andini anak kepala sekolah di sana.
Bella merasa guru-guru di sana tidak ada yang adil,mereka tidak berani memberi teguran kepada Andini hanya karena Ayahnya Andini punya jabatan tinggi di sekolah.
Perhatian Bu Sisil jadi teralihkan dengan luka di tangan Bella,wanita itu tidak lagi bertanya tentang sikap Bella yang selalu diam saat di bully sama Andini. Yang membuatnya penasaran sekarang adalah luka di tangan Bella. "Tangan kamu kenapa?" Bu Sisil bertanya.
Melihat dari raut wajahnya saja,David sudah bisa menebak kalau Bella tidak suka ada orang luar yang mencampuri kehidupan pribadinya.
"Bu,saya mengajak Bella kesini karena ingin dia mengobati memar di wajahnya." Ucap David sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Saya tahu David,kamu tidak ingin Bella menjawab pertanyaan saya tadi,kan?" tanya Bu Sisil dengan wajah datar.
"Tidak apa Dav,karena ibu sudah bertanya maka saya akan menjawabnya. Ini perbuatan Kanaya sama ibunya." Jawab Bella terus terang,David sudah menduga kalau yang membuat tangan Bella terluka separah itu adalah ibunya Kanaya.
Bella juga melihat kemarahan di matanya David,rahang cowok itu mengeras,menahan emosinya. "Ini masalah biasa tidak perlu di besar-besarkan," jawabnya santai.
"Kamu bilang ini masalah biasa dan tidak perlu di besar-besarkan,kalau terus seperti ini mereka akan memperlakukan kamu sesuka hati mereka Bella!" David geram dengan sikap tak peduli Bella.
Bella merasakan matanya berkabut,dia berusaha untuk tidak menangis di depan Bu Sisil dan David "Mereka itu keluarga aku Bu,David. Sudah dari kecil aku tinggal bersama mereka,jadi luka sekecil ini untuk apa di permasalahkan?" Bella menunduk menatap kedua telapak tangannya dengan sedih.
"Luka seperti ini kamu bilang kecil? Kamu ini terlalu baik apa terlalu bodoh sih Bella?" amarah David benar-benar tak bisa di tahan lagi.
Bu Sisil menyentuh pelan bahu David,mengisyaratkan pada cowok itu untuk menahan emosinya,saat ini Bella sedang sedih,dan Bu Sisil cukup pengertian dia tidak mau Bella semakin sedih dengan ucapan David yang terdengar cukup kasar.
Bella terisak,bahunya tampak naik turun menahan tangis,air mata yang semenjak tadi di bendungnya langsung mengalir keluar dari pelupuk matanya.
__ADS_1
"Hiks!" Bella menangis pilu. Bu Sisil keluar dari ruang UKS dan menyuruh David untuk menenangkan Bella.
David memeluk gadis itu dengan penuh kasih,memberikan Bella rasa aman dalam dekapan hangatnya.
"Kamu tahu seumur hidup,aku tidak pernah bertemu sama orang-orang yang tulus menyayangi aku,orang yang mau menerima aku apa adanya,mereka selalu merendahkan aku, menginjak-injak harga diri aku,hanya karena aku anak pembantu. Dan sekarang kamu malah nanya apa aku terlalu baik atau terlalu bodoh,jawaban hanya satu Dav,aku sayang sama mereka dengan tulus,karena keluarga Kanaya yang merawat aku dari kecil,papa Kanaya sangat baik sama aku,jadi apa aja yang Kanaya dan mamanya lakukan sama aku,aku ikhlas karena seumur hidup pun aku tidak akan bisa membalas semua kebaikan papanya Kanaya sama aku." Tutur Bella di sela-sela tangisnya.
"Maaf,maafkan aku! Tidak sepantasnya aku melontarkan pertanyaan seperti itu." Pinta David.
Tanpa mereka sadari,mereka telah menjadi begitu akrab,di luar tepat di depan pintu ruang UKS Reno berdiri memperhatikan mereka berdua,cowok itu tampak membawa dua kotak nasi di tangannya. Reno tidak jadi masuk,dia berbalik arah dan pergi meninggalkan David dan Bella yang masih berpelukan.
Reno mungkin tidak Ingin mengganggu kebersamaan Bella dan David sahabatnya,makanya dia lebih memilih pergi dari sana.
\*\*\*
Bu Dewi masih sibuk mencari informasi tentang siapa Bella sebenarnya,dan sekarang dia sudah menemukan informasi tentang Bella secara detail,berkat bawahannya yang tak lain adalah Tino.
"Namanya Bunga,dan dia memiliki seorang kakak bernama Alina." Ucap Tino,sembari menyerahkan sebuah map yang berisi data pribadi Bella.
"Ada yang aneh di sini Tino." Ujar Bu Dewi begitu merasakan ada kejanggalan saat mereka tak sengaja menabrak Bella di tengah hujan deras malam itu.
"Ya memang aneh,tanggal di mana Bu Dewi menemukan Bella sangat jauh dari tanggal kebakaran rumahnya,Bella di temukan saat tanggal 21 sedangkan kebakaran itu terjadi tepat di tanggal 15,artinya Bella menghilang selama 6 hari,dan yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah selama 6 hari itu Bella sembunyi di mana? Dan siapa yang sudah melindunginya sehingga dia bisa selamat dari kebakaran itu?"
Semakin menimbulkan banyak tanda tanya,sekarang mereka harus mencari siapa yang sudah menyelamatkan Bella.
"Apa menurut kamu orang yang menyelamatkan Bella masih hidup.?" Pertanyaan Bu Dewi membuat Tino semakin penasaran.
__ADS_1