
"Ibu,lihat tangan ku!" Bella menangis sembari memperlihatkan tangannya yang terluka.
Tanpa terasa air mata Bu Santi menetes keluar melihat kondisi tangan Bella,meski seringkali bersikap dingin terhadap Bella,namun wanita itu masih punya hati,melihat Bella yang di siksa begitu tentu saja hatinya ikut sakit.
"Ayo kita ke rumah sakit,tangan mu harus segera di obati." Bu Santi bangkit dari ranjangnya.
Siang itu juga Bu Santi mengambil uang simpanannya,dan mengajak Bella ke rumah sakit.
Melihat respon baik yang di terimanya dari sang ibu membuat hati Bella sangat senang,dia tahu ibu masih punya sedikit rasa sayang padanya,ya meski hanya sedikit,tapi itu sudah cukup dari pada tidak sama sekali.
Sepanjang perjalanan tidak ada satupun dari mereka yang bicara sampai tiba di rumah sakit.
Bella terus menahan rasa perih di tangannya,terasa semakin sakit,dan sekarang wajahnya juga terlihat pucat. Dia terus mengikuti langkah ibunya,saat tiba di depan lobi rumah sakit,tiba-tiba tubuhnya ambruk ke lantai,Bella pingsan.
\*\*\*\*
"Terimakasih nak,sudah membantu ibu.!" Ucap Bu Santi kepada seorang anak muda yang sudah membantu mengangkat Bella saat pingsan tadi.
"Sama-sama bu,itu sudah jadi kewajiban kita sesama manusia untuk saling tolong menolong." Jawab cowok itu tulus.
"Ini uang kamu...
"Tidak usah bu,saya ikhlas memberikannya." Tolak cowok itu dengan sopan, "sudah jadi rezeki ibu,lagi pula saya dan Bella juga berteman kami satu sekolah."
Ucap cowok itu saat Bu Santi mengembalikan uangnya yang di gunakan untuk membayar biaya rumah sakit.
"Jadi kalian berdua sudah saling kenal?" Bu Santi tampak kaget.
"Iya bu,kami sudah saling kenal." Jawab cowok itu lagi,karena buru-buru dia akhirnya langsung pamit pulang duluan.
Bu Santi kembali keruang tempat Bella di rawat,dia sudah sadarkan diri,sambil menyapu pandangan ke sekeliling ruangan mencari sosok ibunya.
"Ibu..." panggil Bella,Bu Santi yang baru masuk langsung menyahut. "Ibu di sini Bella."
Bella menatap ibunya sebentar,dan kemudian tatapannya jatuh ke arah tangannya yang di sudah di obati.
"Kita pulang sekarang bu!" ucap Bella.
"Dokter bilang keadaan kamu masih lemah,sebaiknya kamu tetap di sini untuk beberapa hari." Ungkap Bu Santi.
"Biaya perawatannya pasti mahal,kita enggak punya uang bu,Bella sudah baikan kok," Bella tidak ingin membebani pikiran ibunya dengan biaya rumah sakit.
"Semua biayanya sudah di bayar sama teman kamu."
__ADS_1
"Teman?"
Bella bingung,dia tidak punya teman,teman mana yang ibu maksud.
"Iya teman kamu yang cowok."
Semakin aneh saja dengan omongan ngelantur ibunya. Bella tersenyum pahit seraya berkata "Bella enggak punya teman bu."
"Tapi,tadi dia bilang kalau kalian temenan,kalian berdua satu sekolah." Bu Santi memperjelas.
"Ah,benarkah?" Bella bergumam,dia bahkan tidak percaya akan apa yang di katakan ibunya.
"Ngapain ibu bohong."
"Namanya siapa?" lanjut Bella bertanya,mungkin benar seperti yang ibunya katakan kalau cowok yang sudah menolongnya itu adalah temannya.
"Ya Allah Bella,ibu lupa nanyain nama teman kamu itu." Ucap Bu Santi seraya menepuk jidatnya. Wanita itu kesal sendiri,hal sepenting itu kenapa bisa sampe lupa.
"Ah,ibu." Bella memanyunkan bibirnya.
"Ibu terlalu senang sampe lupa." Ucap Bu Santi tersenyum ke arah Bella.
"Terus lah seperti ini bu,senyuman ibu membuat aku bahagia." Bella membatin.
"Kamu kenapa,ada yang sakit? Tangan mu masih sakit?" Raut wajah Bu Santi berubah menjadi khawatir,dia khawatir saat melihat mata Bella berair,di kiranya Bella kesakitan.
"Tidak!" Bella menggeleng pelan.
"Tunggu di sini dulu ya,ibu mau beli makanan dulu di luar!" ucap ibunya,baru saja Bu Santi bangun dari kursinya hendak keluar,tiba-tiba seorang suster datang dan membawa dua kotak makanan.
"Bu Santi,ini ada titipan buat ibu,katanya dari teman Bella." Ucap suster itu seraya menyodorkan kantong plastik yang di pegangnya.
"Terimakasih sus!"
"Sama-sama bu." Suster itu menjawab lembut.
Saat suster itu ingin pergi,Bella mencegatnya dia masih penasaran siapa cowok yang sangat baik hati itu.
"Sus,yang ngasih makanan ini,dia bilang enggak namanya siapa?" tanya Bella.
__ADS_1
"Enggak Mbak,dia cuma bilang kalau dirinya itu temannya Mbak Bella."
"Ciri-cirinya bagaimana ya?"
"Tinggi,kulit putih,sepertinya tampan,saya juga kurang tahu dengan jelas wajahnya,soalnya dia tadi pakai masker."
Jawaban dari suster itu membuat Bella sedikit kecewa,dia pikir dengan informasi yang didapatnya dari suster bisa membuat dia mengenali cowok itu,nyatanya tidak sama sekali.
Usai kepergian suster itu,Bella dan ibunya membuka kantong plastik dan melihat isi di dalamnya,ternyata ada buah-buahan juga,dan nasi untuk Bella dan ibunya.
"Bu,cowok itu bilang enggak kalau dia bakal datang lagi?"
"Dia tidak bilang apa-apa Bella,setelah pamitan sama ibu dia langsung pergi."
\*\*\*\*
KEDIAMAN DAVID.
Cowok tampan itu duduk melamun dengan gitar di tangannya,dia masih terus kepikiran sama Bella,latar belakang kehidupan Bella tiba-tiba saja mencuri perhatian cowok tampan itu.
Dia merasa sangat bersalah karena sudah membuat Bella kecewa dan di permalukan di depan umum,dia sudah membuat Bella sakit hati.
"Aku sudah terlanjur memberi luka dalam hidupnya,mau kah dia memaafkan semua kesalahanku?" monolog David.
"Siapa yang sudah kamu lukai hatinya sayang?" tanya Bu Riska,mamanya.
"Ada lah ma,David sudah mempermalukan gadis itu,David tidak tahu apakah dia mau memaafkan David atau tidak."
"Iya mama tahu,tapi nama dia siapa? Apa dia teman dekat kamu,atau pacar kamu,atau siapa gitu?"
"Mama cerewet!" pungkas David,dia berniat pergi dari sana untuk menghindari pertanyaan mamanya lebih lanjut.
"Eits..." Bu Riska mencegat David,tidak membiarkan anaknya pergi begitu saja.
"Aduh ma,ada apa lagi sih?" Keluh David
"Enggak boleh gitu sayang,kalau sudah menceritakan sesuatu sama mama,ceritanya enggak boleh setengah-setengah." Ujar sang mama.
"Ayo,ayo duduk di sini! lanjut ceritanya sampai habis!" Suruh Bu Riska
"Huh!"
David terpaksa duduk lagi. Mamanya sangat suka ikut campur dalam urusan pribadinya,dengan siapa dia berteman,gadis mana yang sedang dia dekati,dan masih banyak lagi.
"Mau dengerin cerita apa lagi sih ma? Ceritanya sudah habis,belum ada kelanjutannya." David berbohong.
"Itu tuh,tentang gadis tadi ceritanya belum kelar,coba cerita dulu,mama pengen dengar sayang!"
__ADS_1
David pasrah,akhirnya dia menceritakan tentang Bella dan semua yang dia lakukan terhadap Bella.