
Sudah seminggu David mengabaikan Aurel,membuat gadis itu marah tak karuan.
"Sepertinya kehadiran Bella sudah mulai membuat David jauh dari aku,hal ini enggak bisa di biarkan. Aku enggak mau David di rebut sama Bella!" Aurel melempar semua barang miliknya ke sembarang arah,kamarnya berantakan.
"Akh," erang Aurel. "Aku akan membuat kamu menyesal sudah kembali lagi kesini Bella." Aurel menyunggingkan senyum jahatnya.
Terlalu bucin sama David membuat dia mampu melakukan apa saja untuk mendapatkan cowok itu.
***
"Kapan-kapan kita makan bareng lagi,ya" ucap Reno,saat mereka sudah berada di luar restoran.
"Kamu masih sama seperti dulu ya Ren,tukang ganggu!" sindir David.
Reno terkekeh mendengar perkataan David. Kamu juga masih sama seperti dulu,pencemburu!" dia tak mau kalah.
Bella menahan tawanya,melihat tingkah dua cowok di depannya sekarang.
Seolah kembali ke masa putih abu-abu. Tapi semuanya hanya tinggal kenangan lalu.
"Ya sudah aku duluan ya,kalau kalian mau lanjut jalan-jalan ya enggak apa-apa,aku juga mau pulang. Jadi enggak akan ada yang menggangu kalian lagi," ucap Reno,sebelum dia benar-benar pergi,dia menyempatkan diri untuk membuat David geram dengan tingkahnya.
"Pergi aja sana!" ucap David kesal.
Bella mengantarkan kepergian Reno dengan senyuman manisnya,David yang melihat hal itu langsung menyuruh Bella masuk ke dalam mobil.
Dari tingkah David,jelas terlihat kalau dia cemburu. Tapi yang anehnya,dia bahkan tidak bisa memilih antara Aurel dan Bella,kalau Aurel membutuhkannya dia juga tidak bisa menolak. Saat melihat Bella akrab dengan Reno,dia kayak orang cemburu.
.....
Sudah hampir dua jam Bella duduk di restorannya menunggu kedatangan David,tapi cowok itu tak kunjung datang.
Yang datang malah Reno,tanpa permisi dia langsung duduk mengambil tempat di depan Bella.
Tempat duduk yang sekarang mereka tempati adalah tempat favoritnya Bella,karena dari sana dia bisa melihat pemandangan laut yang begitu indah,angin berhembus pelan melalui jendela.
Bella memejamkan matanya,mencoba meresapi setiap belaian angin yang menerpa wajahnya,terasa sejuk.
__ADS_1
Meski matanya terpejam,tapi dia tahu kalau Reno terus memandangi wajahnya. Seolah tak peduli dengan cowok di depannya,Bella tetap diam tanpa bicara.
"Aku tahu siapa yang kamu tunggu," Ucap Reno memecah kebisuan.
"Ya,lain yang di tunggu lain yang datang." Desis Bella cuek.
"Dia tidak akan datang Bella,dia sedang sibuk bekerja."
"Dia sibuk dengan Aurel," Bella berkata ketus.
Bella kembali membuka matanya,dia menatap Reno. "Saat di Jerman aku selalu ingin cepat-cepat kembali kesini,ingin segera bertemu dengan David. Tapi begitu kembali,aku melihat sisi David yang berbeda." Ucapnya,dia mulai terbuka dengan Reno.
"Jangan berprasangka buruk dulu Bell,aku yakin David tidak seperti yang kamu duga,dia beneran sibuk." Reno mencoba membela sahabatnya.
"Kamu membela David karena dia sahabat kamu kan.?"
"Aku bicara kenyataannya Bell,aku membela David bukan karena dia sahabat aku,tapi memang begitu kenyataannya,dia memang lagi sibuk."
"Sibuk kamu bilang,?" Bella tersenyum dengan menaikkan ujung bibirnya. "Kamu tahu Ren,semalam aku ngikutin mobil David,dan ternyata dia ke rumah Aurel." Ujar Bella,mengungkapkan apa yang di lihatnya semalam pada Reno.
"Iya,dan yang membuat aku tidak habis pikir adalah,David berbohong sama aku,katanya dia masih di kantor,dan saat aku mau nyamperin dia ke kantor,aku malah melihat mobil dia melaju ke jalan mawar,karena penasaran aku mengikutinya dari belakang,dan akhirnya aku tahu dengan siapa dia bertemu."
"Kamu menyukai David kan?" tanya Reno,suaranya begitu pelan,namun indra pendengaran Bella masih dapat menangkap dengan jelas apa yang dikatakannya.
Ternyata Bella memang sangat tulus mencintai David,seiring berjalannya waktu,cinta itu bukan memudar,melainkan semakin tumbuh subur. Tapi David,apa benar dia juga mencintai Bella?
"Bukan sekedar suka Ren,aku juga sangat mencintai David,hanya saja dia tidak tahu akan perasaan aku,aku sudah memendamnya cukup lama,aku tidak berani mengungkapkannya sama David,karena dia hanya menganggap aku sebagai sahabat." Tutur Bella,harapannya mulai sirna.
"Mungkin dia ada keperluan sama Aurel,tanyakan dulu sama David,jangan sampai karena kesalahpahaman hubungan kalian jadi tidak baik," Reno memberi saran.
Dia bisa menjadi teman yang baik untuk Bella.
Bella sangat beruntung bisa bertemu lagi dengan Reno,setidaknya dia punya teman yang bisa mengerti perasaannya.
"Kamu saja yang ketemu sama dia Ren,dan tanyakan langsung,aku lagi malas jumpa sama David."
Reno hanya bisa mengangguk setuju,dia tahu Bella sangat mencintai David,dan itu jelas terlihat di setiap matanya memandang David.
__ADS_1
....
"Ya ampun Rel,aku ketiduran disini ya!" David kaget,dia buru-buru bangun dari sofa yang ada diruang tamu Aurel,dan langsung menyambar jasnya yang di gantung di sandaran sofa.
"Kalau masih ngantuk tidur aja Dav!" suruh Aurel dengan gaya santainya.
"Aku ada janji sama Bella," ungkap David.
"Sudah terlambat Dav,aku yakin dia juga enggak akan marah,tidur aja kalau memang kamu masih ngantuk!" bujuk Aurel.
Tujuannya hanya satu,dia tidak mau David bertemu dengan Bella,karena dia enggak mau hubungan Bella dan David semakin akrab.
Aurel akan melakukan segala cara supaya David bisa seutuhnya menjadi miliknya.
"Aku harus pergi sekarang Aurel,sudah tiga kali aku mengingkari janji sama Bella,dan kali ini meski telat,aku tetap harus menemuinya."
David langsung keluar dari rumah Aurel tanpa bicara apa-apa lagi,dia berjalan cepat. Menghidupkan mesin mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Aurel.
Setelah kepergian David,gadis itu tersenyum bahagia. Dia melihat gambar David di ponselnya,Aurel sangat puas dengan karyanya.
Ternyata semua sudah di rencanakan,dia sengaja menyuruh David datang kerumahnya dan memberikan air minum untuk David,minuman yang di dalamnya sudah di masukkan obat tidur.
Membuat David tertidur pulas hingga dia lupa dengan janjinya terhadap Bella.
"Foto ini bisa menjadi bukti bahwa hanya aku yang ada di hati kamu Dav,dan aku akan membuat Bella menjauh." Dia tersenyum puas.
Aurel terus memperhatikan gelas yang sudah kosong. Tangannya mengambil gelas itu,dan dia memegangnya dengan erat "Rencana awal berhasil."
.....
Sudah jam 05:00 sore,sudah satu jam lamanya semenjak Reno pergi dari restoran Bella,tapi gadis itu masih aja di tempat yang sama,dia tidak bergeming dari tempat duduknya.
Masih fokus menatap ke arah pantai,melihat air yang bergelombang,pemandangannya membuat Bella sedikit lebih tenang.
"Maaf aku terlambat!" ucap David.
Bella hanya melihatnya sekejap,lalu kembali menatap keluar jendela.
__ADS_1