Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Semuanya Jadi Kenyataan


__ADS_3

"Perusahaan ku benar-benar gulung tikar," lirih Mirna,dia semakin melajukan mobilnya memecah keheningan di jalan yang menuju rumahnya. Dia hendak mencari Andre dan menanyakan kenapa gaji karyawan tidak di bayarkan selama dua bulan ini,padahal dia sudah memberikan uang untuk membayar gaji para karyawan.


Mirna sekarang bahkan menjadi curiga sama suaminya,jangan-jangan selama ini Andre lah yang sudah menggelapkan dana perusahaan. "Aku harus secepatnya ketemu sama dia."


Begitu sampai di depan gerbang kediamannya Mirna berhenti. Di depan teras rumahnya tampak sebuah mobil mewah berwarna silver,dia tidak pernah melihat mobil itu sebelumnya.


"Apa mas Andre beli mobil lain,ya?" dia mulai bertanya-tanya.


Mirna langsung masuk dengan emosi sudah mencapai ubun-ubun.


Pintu rumah tertutup,rumah tampak sepi tapi di luar ada dua mobil.


Tidak ingin rasa penasaran terus menghantuinya,langsung saja dia masuk dan membuka pintu pelan-pelan.


"Mas Andre!!!" Teriak Mirna dengan suara memekakkan telinga.


Andre yang sedang asik bercumbu dengan seorang perempuan sangat kaget dengan kedatangan sang istri,dia langsung menghentikan kegiatannya itu.


"Mirna? Kamu kapan sampainya?" dia terciduk,sekarang tidak bisa menyangkal lagi.


"Jadi begini kelakuan kamu di belakang aku?"


Andre terdiam,dia tidak tahu harus jawab apa. Kakinya terasa kaku,perselingkuhan yang selama ini di tutup rapat dari sang istri akhirnya terbongkar juga.


"Mas Andre,sudah saatnya kamu mengatakan semuanya sama dia!" ujar wanita di samping lelaki itu,dia begitu santai tidak malu saat perselingkuhannya di ketahui oleh istri sah.


"Kamu benar-benar pengkhianat mas,kamu tega melakukan ini sama aku,kamu jahat!" teriak Mirna sambil memukul keras dada suaminya.

__ADS_1


Andre juga sudah tidak kuat lagi menyembunyikan semuanya. "Iya,aku memang berkhianat dan aku juga selingkuh di belakang kamu,lalu kamu mau apa?" bentaknya.


"Kurang apa aku selama ini sama kamu? Seharusnya kamu sadar mas,kamu itu hidup dari hasil kerja keras aku dari hasil keringat aku!" ungkit Mirna.


PLAK! Andre menamparnya dengan begitu keras. Mirna mulai berkaca-kaca,si pelakor tersenyum puas karena sudah berhasil membuat rumah tangga mereka berantakan.


"Kamu tahu apa yang kurang? Kamu itu kurang ajar!"


Lagi,Andre menamparnya untuk kedua kali. "Aku juga sudah tidak kuat menjalani rumah tangga sama kamu!" ungkap lelaki itu.


"Kalau begitu ceraikan aku! Dan kembalikan semua fasilitas yang kamu pakai!"


"Haha..." Andre dan selingkuhannya tertawa keras.


"Dasar wanita bodoh! Kamu lupa rumah ini milik siapa?" tanya pelakor itu dengan senyum sinis terukir di bibirnya.


"Itu kata-kata yang pantas aku ucapkan untuk kamu," ujar Andre. Dia masuk ke kamarnya sebentar dan kemudian keluar lagi dengan membawa sertifikat rumah.


"Lihat ini!"


Mirna tercengang melihat surat itu,rumah megah yang dulu di bangunnya dengan susah payah kini bukan lagi miliknya,rumah itu sudah menjadi milik suami penipunya itu,dia mengalihkan sertifikat rumah itu atas nama suaminya. Ini kesalahannya sendiri dia yang terlalu percaya dengan Andre.


"Jadi selama ini kamu cuma berpura-pura cinta sama aku? Dua puluh tahun lebih kita hidup bersama,dan selama itu pula kamu terus membohongi aku? Kamu benar-benar tega sama aku mas,kamu tega!" hancur sudah pertahanannya,wanita itu menangis. Tak pernah di sangka kalau alasan yang dia katakan kepada Fanya bisa jadi sebuah kenyataan,sekarang rumah tangganya hancur dan Andre juga beneran selingkuh.


"Iya,aku sama sekali tidak pernah mencintai kamu,dan hanya menginginkan harta kamu saja. Sekarang aku sudah mendapatkan semuanya dan kamu sudah tidak berguna lagi," Andre mendorong Mirna agar menjauh dari dekatnya.


"Dasar laki-laki tidak tahu malu kamu mas,lalu bagaimana dengan Sasya? Kamu tidak kasihan sama dia? Bagaimana kalau dia menanyakan kamu?"

__ADS_1


"Jadi kamu masih berharap Andre mau kembali sama kamu?" si pelakor ikut nimbrung.


"Kalau iya memang kenapa? Dia itu ayah dari anak aku,dan kamu siapa? Kamu itu cuma seorang pelakor yang tidak tahu malu!" cibir Mirna.


"Bukan aku yang tidak tahu malu,tapi suami kamu! Dengar ya,aku bukan pelakor! Suami kamu aja yang terus ngejar-ngejar aku,dia bahkan selalu ingin aku memuaskan hasratnya itu. Tapi pikiranku masih waras,aku tidak ingin melakukan hubungan badan dengan suami kamu sebelum dia menikahi aku," ungkap wanita itu terus terang.


Mirna menatap sepasang mata suaminya dengan begitu dalam,dia ingin meminta pembenaran dari lelaki itu.


Melihat Andre yang hanya diam saja,kini Mirna yakin kalau apa yang di katakan wanita di depannya itu benar.


"Sasya anak aku dan dia tetap menjadi tanggunganku." Jawab Andre, "Satu hal lagi yang perlu kamu ketahui Mirna,perusahaan itu tidak mengalami kebangkrutan,semuanya masih berjalan normal tapi sayangnya kamu sudah tidak punya tempat di sana,sekarang kamu adalah wanita miskin yang tidak punya apa-apa," Andre tersenyum mengejek.


Mirna mengepalkan tinjunya ingin membalas perbuatan sang suami. Tapi dia hanya seorang wanita,sekarang yang bisa di lakukan hanyalah menerima kekalahannya. Puluhan tahun hidup bersama Andre ternyata semua kasih dan cinta yang di dapat hanyalah sandiwara saja.


"Kenapa masih bengong di sana? Keluar sekarang juga dari rumah aku!" usir Andre.


"Berani-beraninya kamu ngusir aku dari rumah ini mas? Dengar ya! Ini rumah aku,aku membangun rumah ini sebelum menikah sama kamu,dan mbak Fanya saksinya. Kamu berani ngusir aku,jangan salahkan aku kalau masalah ini akan aku bawa ke pihak yang berwajib. Kamu sudah selingkuh di belakang aku dan melakukan Kdrt terhadap aku." Ucap Mirna,dia berhenti sejenak untuk menghirup udara di sekelilingnya,dadanya terasa sesak hatinya juga sakit,dia sangat kecewa.


"Pergi! Pergi sana! Dan adukan semuanya sama mereka! Tapi jangan salahkan aku kalau aku katakan tentang niat kamu masuk ke dalam keluarga Fanya hanya untuk merebut harta mereka,kalau itu aku lakukan kamu pasti sudah tahu bagaimana akhirnya kan? Kamu akan di depak keluar dari rumah mereka dan kamu akan menjadi gembel yang berkeliaran di jalanan." Andre balik mengancam.


"Jangan balik mengancam,aku tidak takut dengan ancaman kamu,ingat baik-baik! Kalian berdua akan tahu akibatnya karena sudah berbuat jahat sama aku. Ini belum berakhir,kalian tidak menang dan aku belum kalah,ini akan terus berlanjut," pungkas Mirna untuk yang terakhir kalinya,dia keluar dari rumahnya dengan hati hancur.


"Ini sudah berakhir Mirna,secepatnya aku akan mengurus surat perceraian kita!" seru Andre begitu Mirna berbalik arah dan keluar.


Mirna tidak menghiraukan sama sekali,pikirannya kosong sudah. "Kenapa semuanya jadi kenyataan? Apa ini dosa aku sama mbak Fanya? Apa ini teguran untuk aku karena sudah berniat jahat sama dia?" lirih Mirna.


Begitu sampai di halaman depan rumahnya,dia berbalik arah dan memandang rumah yang di bangunnya dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Kini rumah itu sudah menjadi milik Andre. "Aku bersumpah akan membuat mereka menangis darah di depanku,aku akan membuat kamu membayar semuanya mas,rumah ini tetap milikku! Dan aku akan kembali untuk mengambil hakku!"

__ADS_1


__ADS_2