
Setelah pemakaman usai,Bella masih terduduk di depan pusara ibunya,dia masih menangis. Sulit dipercaya kalau orang yang merawatnya sejak kecil sekarang sudah tiada.
Dia masih tidak sanggup untuk kehilangan bu Santi,wanita itu sudah seperti ibu kandungnya sendiri. Tika terus menghiburnya, "Kamu harus kuat Bella,ikhlaskan semuanya meski kakak tahu ini sangat berat untuk kamu. Kalau sedih begini,ibu juga akan ikut sedih melihat kamu."
"Aku hanya punya ibu kak,sekarang ibu sudah pergi,David juga. Lalu,siapa yang akan menemani aku?" dia mulai terisak lagi.
"Aku akan terus di sini,aku tidak akan meninggalkan kamu." Tika memeluknya,Bella sudah seperti adiknya juga,dia akan selalu berada di sisi Bella,sesuai dengan permintaan Agnes.
"Kamu tidak ingin pergi ke pemakamannya David?" tanya Tika hati-hati,saat Bella sudah tidak menangis lagi.
"Aku akan pergi setelah pulang dari sini. Aku tidak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi sama aku,kak" ujar Bella.
Kematian David masih membuat dia penasaran,hingga kecurigaan timbul dalam pikirannya.
Bella mulai merasa kalau kecelakaan itu ada hubungannya dengan Reno,karena saat kecelakaan,cowok itu ada di tempat kejadian. Bahkan Reno lah yang menelponnya dan mengatakan kalau David sedang berada di rumah sakit.
....
"Tante sama om juga sedih sayang,Sisi juga. Tapi kita tetap harus kuat,kamu ingat kan apa yang di katakan David di saat-saat terakhirnya?"
Bella hanya menatap hampa wanita di depannya. Dia diam,pikirannya masih terus terbayang sama David dan ibunya. Sudah dua minggu berlalu,tapi rasanya kemarin dia masih bersama David.
"Kami akan segera menikah tante,dan David tiba-tiba mengalami kecelakaan dan meninggal. Ini membuat aku sangat terpukul. Semua orang menyuruh aku untuk tegar,aku harus kuat! Aku pasti bisa! Aku sudah mencoba,tapi nyatanya aku tetap tidak bisa." Bella berusaha menahan tangisnya. Pak Beni yang berada di samping mereka,langsung berkata.
"Bella,semua sudah Allah tentukan,kita tidak bisa melawan takdir. Setidaknya kamu beruntung bisa melihat dia dan berbicara dengannya di saat-saat terakhir hidupnya. Tapi om sama tante tidak berada di sana,kami berada di luar kota,kami tidak bersamanya." Ucap pak Beni dengan mata berkaca-kaca.
"Coba bayangkan betapa sedihnya kami sebagai orangtuanya,kami menanti kelahirannya Bella,kami membesarkannya dengan penuh kasih,tapi di saat dia menutup mata,kami tidak ada di sampingnya untuk menemani,ini sang..." suara pak Beni tertahan,beliau tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Dadanya terasa sesak dan akhirnya air mata yang sejak tadi di bendung,jatuh mengalir deras.
Tidak ada yang bicara,keadaan menjadi hening,hanya terdengar isakan tangis. Suasana menjadi haru.
__ADS_1
Bella sadar,sedihnya mungkin sudah terlalu berlebihan,mereka yang sebagai orang tuanya saja masih bisa berpura-pura kuat dan bersikap tegar,lalu dia sendiri kenapa tidak bisa.
Beberapa menit kemudian terdengar helaan nafas berat dari bu Riska. "Sehari sebelum kecelakaan David bilang ke tante,kalau ada orang yang harus menggantikan posisi dia,maka dia ingin yang menggantikan itu adalah Reno."
Sreettt...
Seperti teriris pisau,Bella baru saja mencurigai Reno kalau cowok itu ada hubungannya dengan kecelakaan David,sekarang dia malah di hadapkan pada kenyataan yang sulit untuk di terimanya.
"Aku tidak mau tante,aku tidak suka sama Reno!" tolak Bella.
"Reno itu sahabat David Bell,om juga sudah mengenal dia dari dulu,Reno anak baik dan dia pasti akan menyayangi kamu,sama seperti David." Tambah pak Beni meyakinkan.
"Om,bagaimana kalau penyebab David kecelakaan adalah Reno?" pertanyaan Bella membuat mereka syok.
"Bella,kamu enggak boleh menuduh sembarangan,Reno tidak ada hubungannya sama kecelakaan itu,ini semua musibah." Ucap bu Riska,beliau sebenarnya sangat marah dengan omongan Bella yang terkesan menuduh itu.
"Kamu sudah salah paham sama Reno,Bella. Hari itu,setelah pulang dari kantor Reno berniat satang ke rumah,pas di tengah jalan dia melihat ada banyak orang yang sedang sibuk menelpon ambulans,dia turun dari mobilnya dan melihat siapa yang terlibat dalam kecelakaan tunggal itu,dan ternyata orang tersebut adalah David. Makanya dia yang membawa David dan ibu kamu ke rumah sakit,kamu tidak tahu cerita sebenarnya,tapi sudah menuduh Reno yang bukan-bukan,kalau dia tahu dia pasti sangat kecewa." Pungkas pak Beni mengakhiri ceritanya.
Bella terlalu sedih dan belum bisa menerima kenyataan pahit ini,itu sebabnya dia begitu gampangnya menuduh Reno tanpa memikirkan akibatnya.
"Maaf tante,om,Aku salah. Aku terlalu sedih dengan kepergian David dan ibu,hingga langsung menuduh Reno yang menyebabkan kecelakaan itu." Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Bu Riska membelai penuh kasih rambut panjang Bella,dia mengerti bagaimana perasaan gadis di depannya kini.
"Seharusnya kamu itu menjadi menantu tante,tapi sayangnya kamu dan David tidak berjodoh." Ucap bu Riska.
"Andai saja kamu mau memenuhi permintaan terakhir David,om dan tante akan sangat senang dan berterima kasih sama kamu Bell," pak Beni mulai bicara kembali,setelah diam beberapa saat.
Bella mendongakkan wajahnya menatap lelaki yang duduk di samping bu Riska.
"Apa itu om?" tanya Bella penasaran.
__ADS_1
"Terimalah Reno Bella!"
Dug...
Serentak,mereka bertiga memutar kepalanya melihat ke belakang,suara yang begitu bersemangat saat menyuruhnya untuk menikah dengan Reno.
Siapa dia?
Ah,ternyata itu adalah Tika. Sepertinya dia baru pulang dari restoran.
Kepulangannya yang tiba-tiba,telah membuat jantung mereka bertiga hampir copot,di tambah lagi Tika ikut nimbrung gitu aja.
"Maaf,sudah membuat kalian kaget." Ucap Tika sembari berjalan dengan gaya santainya dan kemudian menghempaskan tubuhnya di atas sofa tepat di depan mereka bertiga.
"Kamu juga di sini,Tika?" tanya bu Riska,beliau tidak tahu kalau semenjak bu Santi meninggal,dia terus berada di samping Bella,bahkan dia sudah memindahkan satu koper bajunya ke rumah Bella.
"Mulai sekarang aku akan tinggal di sini tante,sampai Bella menikah." Jawabnya asal.
Bella menaikkan sebelah alisnya,dan berkata "Aku tidak akan menikah!"
"Tidak juga dengan Reno?" pak Beni memastikan.
"Tidak!" dia menggeleng kuat.
"Tapi kamu harus menikah Bella,umur kamu sudah tidak muda lagi,setidaknya kamu punya pasangan hidup." Bu Riska menasehati.
"Iya,kalian benar," jawabnya kemudian. "Tapi,meskipun aku harus menikah,aku tetap tidak akan menikah dengan Reno!" lanjutnya menegaskan.
"Tapi kami hanya akan merestui jika lelaki itu adalah Reno," ucap pak Beni,dan di ikuti dengan anggukan kepalanya bu Riska dan Tika. Mereka benar-benar membuat Bella galau.
Di tinggal pergi oleh David,dan sekarang di paksa menikah dengan orang yang tidak di cintainya sama sekali.
__ADS_1