Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Menerima Kembali


__ADS_3

Panas matahari membuat kulit Bella seperti terbakar,dia masih berdiri di samping trotoar menungggu jemputan Tika. Mobilnya mogok dan harus masuk bengkel.


"Duh,kalau kak Tika nggak datang-datang aku bakal telat ni datang ke restoran." Bella mulai cemas.


Tit...


Tit..


Suara klakson mobil membuat Bella memalingkan kepalanya melihat ke belakang,dia jadi penasaran siapa pengendara mobil itu,kenapa juga membunyikan klakson?


"Siapa sih?" batin Bella mulai bertanya-tanya.


Kaca mobil di turunkan,tampak seorang lelaki berpakaian rapi dengan setelan jas lengkap menatap ke arahnya dengan senyum manisnya.


Lelaki itu adalah Reno,setelah berbulan-bulan tidak ada kabar,kini dia hadir kembali.


Bella terkesima dengan penampilan cowok tampan di depannya kini. Terakhir kali Bella melihat Reno adalah saat dia datang ke pemakamannya David.


"Kamu sedang menunggu siapa,Bell?" tanya Reno.


"Nungguin kak Tika." Dia menjawab cuek,mengalihkan pandangannya ke arah lain. Berusaha menghindar dari tatapan Reno.


"Kamu mau ke mana?"


"Ke restoran," Bella menjawab singkat. Sikapnya sangat dingin terhadap Reno.


Suasana jadi terasa canggung,Reno sadar dengan perubahan sikap Bella terhadap dirinya. Itu pasti di sebabkan karena permintaan David yang menyuruh Reno untuk menggantikan posisinya.


"Bagaimana kalau aku anterin?" tawar Reno.


"Enggak usah!" Bella menjawab cepat.


Sebenarnya yang menyuruh Reno datang ke sana adalah Tika,semuanya adalah rencana Tika untuk membuat mereka dekat,supaya Bella bisa membuka kembali pintu hatinya untuk orang lain.


"Ayo aku anterin Bella!" Reno masih berusaha membuat Bella mau ikut bersamanya.


Saat itulah Bella mulai luluh dan akhirnya dia mau menerima ajakannya Reno.


Bella langsung membuka pintu belakang mobil Reno.


Reno dengan cepat menarik lengan Bella dan menyuruh gadis itu untuk duduk di kursi depan.


"Aku duduk di belakang saja," ucapnya kesal.


"Aku bukan sopir kamu loh Bella," Reno mengingatkan.


"Baiklah!" karena tidak ingin berdebat lebih lama,Bella langsung masuk dan duduk di depan.


Setelah Bella masuk,Reno segera melajukan mobilnya.


\*\*\*\*


"Maaf ya Bell,aku enggak bisa jemput kamu tadi. Makanya aku suruh Reno yang jemput kamu," ungkap Tika.


Seketika wajah Bella berubah menjadi merah padam. Benar seperti dugaannya semua ini sudah di rencanakan oleh Tika.

__ADS_1


"Setelah berbulan-bulan dia pergi enggak tahu kemana,sekarang muncul lagi dan kakak malah memanggil dia kembali," ucap Bella.


"Dia di mana?"


"Sudah aku suruh pulang!" Bella menjawabnya ketus.


"Kamu jangan bersikap dingin begitu sama dia Bella,dia itu beneran cinta sama kamu. Dan asal kamu tahu,Reno enggak pernah pergi dari kota ini,dia yang bantuin pekerjaan aku di kantor selama ini,kamu saja yang enggak tahu." Ungkap Tika.


"Aku enggak peduli kak" ujar Bella sambil terus membolak-balikkan lembaran album fotonya bersama bu Santi.


Saat mereka sedang membicarakan tentang Reno,tiba-tiba salah satu pelayan restoran datang dan memanggil Bella. Pelayan itu bilang kalau Reno sedang menunggunya di depan.



Bella bimbang,tidak tahu mana yang harus dia pilih,pergi dan temui Reno atau tetap menghindar dari cowok itu.



"Kenapa belum keluar juga,Bell?" tanya Tika,ketika melihat Bella masih bingung di tempatnya.



"Apa kak Tika ngusir aku!" Bella menyipitkan matanya.



"Bukan mengusir,aku cuma bertanya saja.Kasihan kan kalau dia kelamaan nunggu." Tika memberi pengertian.




"Temui saja dulu Bell,"



"Setelah mengetahui perasaan dia yang sebenarnya terhadap aku,aku jadi ngerasa canggung kak. Aku enggak suka sama Reno,dia cuma sekedar teman bagi aku,enggak lebih."



"Aku tahu,tapi menghindar bukan pilihan yang tepat," ujar Tika.


Setelah meyakinkan hatinya,Bella kemudian keluar dari ruang kerjanya Tika,dia pergi menemui Reno yang masih setia menunggunya di luar.


\*\*\*\*



"Aku sudah menyuruh kamu pulang,tapi kenapa masih di sini?" tanya Bella. Mereka sekarang sudah berada di belakang Restoran yang langsung mengarah ke tepian pantai.



Angin di sore itu berhembus kencang,mempermainkan ujung rambutnya Bella. Wajahnya menjadi sedikit tertutupi dengan rambut. Bukan menjawab pertanyaan Bella,Reno malah merapikan rambut Bella yang di terpa angin dengan gerakan tangannya yang lembut.


__ADS_1


"Tak apa jika kamu tidak menyukai aku Bella,tapi aku mohon jangan menghindar dari aku," Reno memandangnya penuh arti.



Bella sama sekali tidak berkutik saat Reno menyentuh rambutnya. Padahal tadi dia terlihat tidak suka dengan kehadiran Reno.



Hati dan pikirannya menjadi tidak sejalan,hatinya menyuruh dia untuk menerima Reno,tapi akal sehatnya menolak. Dalam pikirannya hanya ada David.



Reno juga cowok yang baik,dia tidak pernah membuat Bella menangis dan sakit hati. Saat hubungan Bella dan David sedang dalam masalah,Reno lah yang setia menjadi teman curhatnya.


"Maaf!" satu kata itu keluar dari mulut Bella.


"Kenapa harus minta maaf?" Reno jadi bingung.


"Aku sudah membuat kamu seperti ini. Seharusnya aku sadar,saat David mengabaikan aku,cuma kamu yang setia berada di samping aku." Ucap Bella penuh rasa bersalah.


Tatapan mata Reno ternyata berhasil membuat pikirannya terbuka,dan hatinya menjadi luluh.



Dia sadar sekarang,tak seharusnya membuat Reno bersedih.


"Kalau tidak bisa menerima aku sebagai pengganti David,tolong terima aku sebagai teman kamu Bell,aku ingin hubungan kita seperti dulu,tidak canggung seperti ini."


Bella menarik nafas panjang. "Aku tidak menyangka kalau wanita yang pernah kamu ceritakan itu adalah aku." Bella jadi tersenyum saat mengingat hal itu,dia merasa dirinya sangat bodoh karena tidak tahu akan perasaan Reno terhadapnya.


"Kamu benar-benar tidak peka Bella!" cibir Reno.


"Bukan tidak peka,hanya saja aku tidak menyangka kalau kamu menyukai aku,bukankah lebih banyak wanita lain yang lebih cantik dari pada aku?"


Reno mengalihkan pandangannya dari wajah Bella,sekarang dia menatap ombak di pantai. Sejenak terdiam,seperti sedang memikirkan jawaban apa yang harus di berikan pada Bella.


"Kalau mencari yang lebih cantik tentu saja aku bisa menemukannya,tapi aku tidak yakin bisa menemukan yang sebaik kamu Bell,"


"Aku juga tidak sebaik yang kamu pikirkan." Jawab Bella merendah.


"Aku sudah mengenal kamu sejak SMA,aku tahu kamu gadis baik hati." Puji Reno.


"Kamu yakin sama kata-kata kamu itu Ren?" tanya Bella.


"Kenapa tidak? Sebenarnya aku sudah menyukai kamu jauh sebelum David mengenal kamu," ungkap Reno. Plong rasanya,sekarang dia merasa lebih tenang karena sudah mengungkapkan isi hatinya,tak penting dengan reaksi Bella,yang penting sesak di dadanya sudah sedikit berkurang.


"Aku tidak percaya!" ucap Bella dengan ekspresi datar.


Benar-benar di luar dugaan,Reno pikir Bella akan terkejut mendengar pengakuannya,enggak tahunya Bella malah biasa-biasa aja,bahkan dia terlihat tidak peduli. "Aku tidak akan menghindar lagi Ren,kita tetap akan jadi teman seperti dulu. Tapi aku mohon jangan pernah membahas tentang perasaan kamu lagi,hal itu membuat aku merasa tidak nyaman." Kata-kata Bella terlalu jujur,hingga membuat Reno malu dan kecewa.



Tapi itu tidak jadi masalah,yang penting Bella sudah mau menjadi temannya lagi.


__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2