Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Saingan Baru


__ADS_3

"Sasya itu anak adiknya mama,Bella." Jelas Reno memberitahu.


"Aku tidak peduli! Yang pasti kamu tidak boleh terlalu dekat sama dia!" Bella berkata tegas.


"Jangan bilang kalau kamu cemburu."


"Kalau aku cemburu memangnya kenapa?" ucap Bella gamblang.


"Berarti kamu sudah mulai cinta sama aku," Reno menatapnya penuh arti.


"Kepedean kamu,aku bukan cemburu Ren. Aku cuma enggak mau ada yang dekat sama kamu selain aku!"


"Itu namanya cemburu."


"Aku tidak cemburu!" Bella masih bersikeras mengatakan bahwa dia tidak cemburu sama sekali. Rasa itu sebenarnya sudah ada,hanya saja Bella tidak mau mengakuinya.


"Sudah ah terserah kamu! Aku enggak mau berdebat lagi,sebaiknya kamu ikut aku ke ruang makan,kita makan siang dulu. Mama sudah capek-capek masak buat kamu." Tanpa meminta persetujuan Bella,Reno langsung membopong tubuh gadis itu dan membawanya ke ruang makan.


"Turunin aku!" Bella memukul-mukul dadanya Reno,meminta untuk di lepaskan. Tapi Reno tidak menggubrisnya.


"Turunin aku Ren!" rengek Bella


"Sudah jangan berisik!" ucap Reno. Bella diam tidak bicara apa-apa lagi.


"Ayo makan!" Dia mendudukkan Bella di kursi meja makan dengan hati-hati,perlakuannya kepada Bella begitu lembut.


Bella merasa nyaman dengan perlakuan Reno,cowok itu tidak pernah sekalipun memarahinya,Reno juga tidak pernah meninggikan suaranya sama Bella.


Kalau di bandingkan dengan David,tentu saja sifat Reno lebih lembut dari cowok itu.


"Jangan terlalu dekat sama Sasya,ya!" Bella kembali mengatakan hal yang sama. Reno tersenyum sambil geleng-geleng kepala mendengar permintaan Bella yang seperti takut kehilangannya.


"Aku tidak akan terlalu dekat sama Sasya,Bella sayang. Untuk menjaga perasaan kamu aku akan menjaga jarak dari dia,seperti aku menjaga jarak dari Ririn." Jawaban Reno membuat Bella lebih tenang.


Mereka mulai menikmati makan siang,tidak ada yang bicara lagi. Meskipun sebenarnya Bella masih kepikiran sama Sasya,apalagi gadis itu tinggal serumah sama Reno.


\*\*\*\*


Sasya pulang dengan wajah cemberutnya,dia menenteng paper bag yang berisikan beberapa pasang baju baru yang di beli oleh bu Fanya.


"Wajahnya kenapa cemberut gitu,Sya?" tanya Reno begitu Sasya pulang.


"Bosan kak," Sasya duduk di samping Reno dan menyenderkan kepalanya di bahu cowok itu.


Reno buru-buru menghindar,membuat Sasya terkejut dengan reaksinya.


"Ih... Kak Reno kok gitu banget sih sama aku?" Sasya mengernyitkan alisnya,menatap heran ke arah Reno.


"Bagaimana Ren,apa Bella sudah memutuskan kapan acara pernikahan kalian akan dilaksanakan?" tanya bu Fanya,wanita itu ikut duduk di tengah-tengah mereka.


Sasya merasa terganggu dengan kehadiran bu Fanya,tapi dia tidak menampakkan rasa tidak senangnya. Menutupi semuanya dengan wajah polosnya itu.

__ADS_1


"Sekarang bagaimana caranya aku bisa merebut hatinya kak Reno,kalau sebentar lagi dia akan menikah dengan Bella?" Sasya semakin pusing memikirkan cara untuk membuat Reno jatuh cinta padanya.


"Bella enggak bilang apa-apa ma,dia tidak bisa mengambil keputusan sendiri,semuanya harus di tanyakan dulu sama kak Tika." Jawab Reno.



"Kamu ngapain duduk di sini Sya,mandi sana!" suruh bu Fanya.



"Iya tante,padahal cuma istirahat sebentar," ucap gadis itu,dia menatap Reno yang terlihat cuek terhadapnya.


Sasya segera bangun dengan hati dongkol,dia mengambil semua tas belanjaannya dan berlalu pergi dari sana.


"Kenapa tiba-tiba Mirna menitipkan Sasya sama aku?" batin bu Fanya.


"Ada apa,ma?" tanya Reno penasaran,saat melihat wajah mamanya yang terlihat seperti orang yang sedang banyak pikiran.


"Mama kepikiran sama tante kamu Ren,kenapa dia menyuruh mama untuk mengizinkan Sasya tinggal di sini," jawab bu Fanya terus terang.



"Jadi tante Mirna enggak bilang apa-apa sama mama,tidak memberikan sebuah alasan kenapa Sasya harus tinggal di sini?"



"Enggak! Tante kamu itu cuma nyuruh mama untuk menjaga Sasya,sampai dia kembali dari luar negeri."




"Apa? Kamu dapat informasi ini dari siapa?" Lelaki itu tidak bisa menyembunyikan kekagetannya.



Tidak menyangka akan berita mengejutkan yang dibawa oleh istrinya.



"Aku serius mas,aku dengar sendiri dari mbak Fanya kalau Reno itu sudah punya tunangan dan sebentar lagi dia akan menikah."



"Lalu bagaimana dengan rencana kita? Sudah pasti ini tidak akan berhasil," Andre mulai emosi,dia marah karena rencananya gagal.



"Kita masih punya kesempatan mas," Mirna mencoba mengembalikan semangat sang suami.


"Kamu punya ide apa lagi?"

__ADS_1


"Besok aku akan datang ke rumahnya mbak Fanya,dan aku akan berpura-pura kalau hubungan kita sedang tidak baik-baik saja,"


"Lalu....?" Andre mulai penasaran ingin mengetahui lebih lanjut ide cemerlang istrinya.


"Dia akan merasa kasihan sama aku dan kemudian mbak Fanya akan menyuruh aku untuk tinggal di rumahnya juga. Dengan begitu aku bisa dengan mudah membuat Reno menjadi suaminya Sasya," jelas Mirna tersenyum puas begitu ide itu muncul di otaknya.


"Bagus sekali!" seru Andre senang. "Kamu memang sangat pintar Mirna,aku bangga punya istri seperti kamu." Puji Andre,lelaki itu memeluk istrinya dengan erat.



Sebenarnya Mirna bukanlah adik kandungnya bu Fanya,Mirna adalah anak angkat keluarga Fanya. Karena kebodohan suaminya perusahaan yang di bangun Mirna dari nol harus mengalami kebangkrutan dan sekarang dia sedang mencari cara supaya bisa membangun kembali perusahannya.



Itu sebabnya Mirna berusaha masuk dalam keluarga Fanya agar bisa menguasai harta mereka. Semua itu adalah ide Andre,awalnya Mirna tidak mau mengusik ketenangan hidup kakaknya,namun dia juga sedang terjepit dan lagi karena Fanya bukan kakak kandungnya,jadi Mirna tidak terlalu perduli akan perasaan Fanya kalau nanti semua rencana mereka di ketahui oleh sang kakak.



\*\*\*



"Sudah larut malam Bell,ayo tidur!" ajak Tika.



"Nanti saja kak," tolak Bella.



"Masih kepikiran soal adik sepupunya Reno,ya?" tebak Tika



"Iya."



"Tenang aja Bell,aku yakin kok Reno tidak akan jatuh cinta sama sepupu sendiri." Ucap Tika menenangkan.



"Itu sih kata kakak,kita kan enggak tahu gimana Reno. Apalagi mereka tinggal serumah."



"Jangan terlalu di pikirin,entar masalah ini biar aku yang urus."



"Memang kakak mau ngapain?" tanya Bella penasaran.

__ADS_1



"Rahasia..." Jawab Tika dengan senyum penuh misteri.


__ADS_2