Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Tawaran Tika


__ADS_3

"Kamu mungkin sangat ingin mengetahui tentang Bella,tapi aku yakin setelah mengetahui siapa dia sebenarnya dan bagaimana rumitnya hidup dia,aku yakin kamu tidak mau berteman dengan Bella lagi," ucap Kanaya membuka topik pembicaraan.



"Kenapa kamu bisa langsung mengambil kesimpulan seperti itu? Kamu padahal belum mengatakan apa-apa sama aku menyangkut kehidupan Bella,siapa dia sebenarnya dan kenapa dia bisa di culik orang,dan apa sangkut pautnya masalah ini sama Riko?"



Kanaya menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya bercerita.



"Bella itu sepupu aku,dia keponakannya papa aku,keluarganya sudah meninggal dalam kebakaran. Hanya Bella yang selamat,dia itu anak dari Pak Alex dan Nona Devi,keluarganya merupakan pengusahaan sukses dan cukup terkenal,namun sayangnya,mereka di bakar dalam rumahnya oleh om Arga,adik angkat papanya Bella." Tutur Kanaya,dia menceritakan semuanya kepada David,David begitu fokus mendengarnya.



Tak satupun dari kisah Bella yang di lewatkan Kanaya tanpa menceritakannya kepada David.



Sekarang David baru tahu kisah hidup Bella yang penuh derita.


"Jadi dia yatim piatu? Dia sebatang kara di dunia ini," David sedih.


"Aku sangat takut Vid,aku takut om Arga melakukan hal yang buruk sama Bella,aku takut lelaki jahat itu membunuh keponakannya,dia itu tidak punya hati,dia sanggup melakukan apa pun untuk mencapai tujuannya." Lirih Kanaya.


"Sekarang kita harus mencari Bella di mana?"



"Aku juga tidak tahu,tapi semalam mama bilang,gelang yang kamu berikan itu sepertinya milik anak buahnya om Arga,kak Tino pernah bertemu dengan salah satu anak buah om Arga dan mereka memakai gelang dengan huruf Z,dan mereka itu adalah sekelompok gangster yang menjaga perusahaan-perusahaan besar.



"Apa kak Tino sudah tahu di mana Bella sekarang?"



"Dia masih mencari,semoga saja hari ini dia menemukan keberadaan Bella.



\*\*\*\*



"Selama ini saya terus memantau Bella,saya tahu dia berada di rumah ini,awalnya saya pikir dia aman,tak tahunya dalam sekejab mata semua berbalik menjadi malapetaka,saya menyesal kenapa tidak membawa dia pergi dari sini sejak awal." Tika tersenyum pahit.


__ADS_1


"Dia keponakan saya,kamu tidak bisa membawanya pergi dari rumah ini." Ucap Bu Dewi ketus.



"Hahaha..." Tika tertawa mendengar perkataan Bu Dewi.


"Anda sangat lucu,dengar ya Nyonya Dewi yang terhormat,Dara memang keponakan anda,tapi apakah anda pernah menyayanginya,yang saya tahu anda selalu menyakiti Bella,di rumah ini kalian membuat dia kelaparan,ke sekolah dia harus berjalan kaki,uang jajan yang tidak seberapa,kasih sayang yang tidak pernah tulus,kalian membuat dia menangis sepanjang malam,sudah cukup penderitaan yang dia rasakan,sekarang biar aku yang merawatnya!" tegas Tika di akhir ucapannya.


"Tolong jangan bawa Bella,saya sangat menyayanginya,dia sudah seperti anak saya,kalau dia di temukan dan kembali dengan selamat saya berjanji akan merawatnya dengan penuh kasih." Bu Santi memohon.


"Kalian terlambat,kalian pikir saya tidak tahu bagaimana kalian memperlakukan Bella? Saya selalu memantaunya,saya mencaritahu informasi tentang Bella,bagaimana kalian merawatnya di rumah ini,hanya Pak Mahendra yang menyayanginya dengan tulus." Ucap Tika.


Dia menatap secara bergantian dua wanita yang kini duduk di depannya.



"Bagaimana Bu Dewi,apa ibu mau mengizinkan Bella untuk tinggal bersama saya,kalau anda mengizinkannya maka saya akan menyuruh anak buah saya untuk masuk dalam markasnya Arga,saya tahu di mana tempatnya,lawan kita untuk saat ini bukanlah orang biasa." Dia terus membujuk Bu Santi dan Bu Dewi.



Mereka tetap tidak mau,jika harus memberikan Bella kepada Tika,maka lebih baik Bu Dewi mencarinya sendiri.



"Bu Dewi,Bu Santi kalian berdua tidak boleh egois,ini untuk keselamatan Bella,jika kalian memang ingin Bella selamat dan kembali dengan aman kesini." Mereka masih sibuk dengan membahas masalah Bella,dari luar tiba-tiba Roy masuk dengan wajah panik,dan nafas yang tampak memburu. Tidak bisa di sangkal hal buruk pasti sudah terjadi.




Mendengar info dari Roy membuat Tika marah,wajahnya merah padam. "Kurang ajar! Berani sekali Arga bermain-main dengan aku,dia belum tahu siapa kita,awas saja kalau dia menyentuh Bella." Kecam Tika.



"Tika,kamu sudah bertindak sendiri,apa-apaan ini? Kamu bertindak sembarangan,ini akan membuat Bella celaka." Bu Dewi lebih marah lagi,sekarang sekarang pikirannya tambah susah antara Bella selamat atau tidak.



"Hahaha... Ternyata di sini semua keluarga Bella," tawa seorang pria bertubuh besar menggelegar memenuhi ruang tengah keluarga Mahendra.



Ada tujuh orang pria dengan wajah bringas masuk ke rumah mereka,Bu Dewi sangat ketakutan.



Tika dengan sikap tenang berdiri di depan mereka,dia tahu hari ini perang di mulai. "Arga,sepertinya bos kalian itu sudah tidak sabar untuk segera memiliki sertifikat itu di tangannya," Tika tersenyum licik.


__ADS_1


"Hei perempuan! Kami tidak punya urusan dengan kamu,minggir! Kami akan menghabisi keluarga Mahendra." Ucap lelaki itu menyuruh Tika untuk tidak menghalangi jalan mereka.



"Urusan kalian dengan Bella bukan dengan keluarga Mahendra,Bella sudah berada di dalam genggaman kalian,jadi semua sudah selesai." ucap Tika santai.



"Heh,mereka sudah melindungi Bella,itu artinya mereka juga sudah menjadi keluarga Bella,jadi siapa saja yang berusaha melindung Bella mereka harus mati!" tegas lelaki itu.



Ke enam anak buahnya sudah bersiap-siap di belakangnya dengan tangan masing-masing memegang satu buah balok.



"Roy,bawa Bu Dewi dan Bu Santi keluar dengan aman dari rumah ini,tikus-tikus ini biar jadi urusan aku." Tika menyuruh Roy menyelamatkan keluarga Bella,dia tidak mau Bella kehilangan keluarganya lagi.



"Tapi,bagaimana kamu akan melawan mereka?" Roy tampak khawatir.



"Aku bisa mengatasinya." Tika berbisik.



"Kelamaan,serang Mereka!" suruh ketua geng mereka.


"Roy,cepat bawa mereka pergi!" Teriak Tika,dia berusaha menahan serangan tiba-tiba dari lawannya.


"Hya..." Tika melayangkan pukulan dan tendangan mematikannya,gerakan yang begitu ringan,dia sudah berlatih bertahun-tahun untuk membalaskan dendam adiknya kepada Arga.


"Ayo cepat kita harus keluar dari rumah ini!"


Roy mengajak Bu Santi dan Bu Dewi keluar dari rumah itu,untuk sementara mereka harus mencari tempat yang aman.


Ternyata tidak hanya mereka yang di serang,Kanaya juga demikian. Dia dan David sedang berlari menjauh dari kejaran anak buahnya Arga.


"Benar-benar lelaki berhati iblis,dia sudah tidak sabar lagi ingin merebut semua harta peninggalannya papa Bella,itu sebabnya dia ingin membunuh kami semua," ucap Kanaya.



Dia dan David sedang bersembunyi di dalam sebuah truk,menunggu sampai keadaan di luar aman,baru mereka akan keluar.



"Sial! Kita kehilangan jejak anak itu,kalau saja tadi kita bisa menangkapnya pasti si bos bakal senang dan akan memberikan kita bonus." Ucap seorang lelaki.

__ADS_1



David dan Kanaya bisa mendengar dengan jelas suara mereka.


__ADS_2