
"Selama ini aku terus percaya sama kata-kata kamu Ren," ucap Bella,dia melepaskan tangannya dari genggaman Reno dan mulai membelakangi Reno. Bella mengalihkan pandangannya ke bawah gedung,dari sana mereka dapat melihat aktivitas pejalan kaki di jalan raya.
Suasana di atas gedung sangat menenangkan. "Tidak pernah sekalipun aku berpikir kalau suatu saat kamu akan berubah hanya karena orang ketiga. Aku mulai mencoba untuk melupakan David dan menerima kamu sebagai pendamping hidupku,meski sulit tapi aku tetap berusaha. Aku tidak mau kamu lupa sama janji kamu Ren," Bella kembali menatap Reno,tatapannya begitu sayu,dia terlihat sedih.
"Aku tidak akan melakukan hal seperti itu Bell,aku akan akan menjaga hati aku. Aku tidak akan menduakan kamu,aku janji aku akan menjadi yang terbaik untuk kamu. Aku juga sudah berjanji pada David untuk membuat kamu bahagia,dan aku harus menepatinya." Tutur Reno,dia memeluk Bella dan membelai rambutnya dengan penuh kasih.
Bella memejamkan matanya dan meresapi setiap belaian lembut dari Reno. "Sulit untuk percaya kalau kamu tidak akan tergoda sama Ririn,selama ini dia terus berusaha mendekati kamu,yang aku lihat kamu membiarkannya begitu saja,tak peduli sedikit pun. Tidak hanya Ririn,sekarang juga ada Sasya,aku semakin takut Ren." Bella memeluk Reno dengan begitu erat,air matanya jatuh bergulir.
Sebenarnya dia tidak sekuat yang terlihat,akhir-akhir ini Bella sering kali merenung akan hubungannya sama Reno yang di takutkan akan jadi lebih parah daripada hubungannya dengan almarhum David dulu.
"Jangan menangis! Aku tidak bisa melihat kamu menangis Bella," dia menghapus air mata di pipinya Bella.
"Sebentar lagi kita akan menikah,kedatangan Sasya yang tiba-tiba terus membuat aku berprasangka buruk Ren," ungkap Bella.
"Sini,lihat aku! Kamu harus percaya sama aku,kalau aku tidak akan membagi cinta ini. Bertahun-tahun aku memendam rasa cinta ini aku tidak berani mengungkapkannya sama kamu,aku takut kalau cinta aku bertepuk sebelah tangan. Tapi sekarang aku sangat bahagia,karena akhirnya cinta aku bersambut." Dengan penuh semangat Reno menggendong Bella dan berputar-putar seperti anak kecil yang sedang menang lotre.
"Turunin aku!" teriak Bella. Kepalanya jadi pusing karena Reno terus menggendong tubuhnya sambil berputar-putar.
"Aaaa... Akhirnya penantianku tidak sia-sia!" seru Reno. Dia menurunkan tubuh Bella dan menjerit dari atas gedung dengan wajah menengadah ke langit. Bella tersenyum melihat tingkah Reno.
"Maafkan aku Ren,karena membuat kamu menunggu begitu lama. Seharusnya perasaaan ini sudah aku ungkapkan dua bulan lalu,saat aku menyadari bahwa aku sebenarnya merasa nyaman dan aman berada di dekat kamu,dan mungkin rasa cinta aku ke kamu lebih dalam daripada cinta aku ke David dulu." Ucap Bella dalam hatinya.
Bella sangat berharap kalau kebahagiaan ini akan bertahan lama. Tidak perlu lagi ada orang ketiga dalam hubungan mereka,dia juga berharap kalau hubungannya dengan Reno tidak ada masalah lagi,Bella ingin hubungannya dengan Reno langgeng hingga akhir hayat.
----
Sebuah rumah besar nan mewah yang berdiri kokoh bak kerajaan itu tampak sepi malam ini.
Di ruang utama tampak seorang lelaki paruh baya,namun garis-garis ketampanan di wajahnya masih terlihat jelas. Lelaki itu sedang duduk bersama dengan seorang wanita,tampaknya mereka berdua sedang membicarakan hal yang cukup penting.
__ADS_1
"Sudah kamu lakukan semuanya Fan?" tanya lelaki itu.
"Sudah Lex,kamu tidak perlu khawatir tentang urusan Bella,serahkan saja semuanya sama aku!" Wanita itu ternyata bu Fanya,mamanya Reno. Sedangkan lelaki yang duduk di depannya adalah pak Alex,papanya Bella.
"Aku belum bisa bertemu sama Bella untuk saat ini,jadi aku mohon sama kamu tolong jaga Bella baik-baik," pesan pak Alex.
"Kamu tidak perlu khawatir seperti itu Lex,Bella sekarang berada di dekat orang-orang yang sangat menyayanginya,Tika sudah tinggal bersama Bella,dan aku lihat dia juga sangat ketat menjaga Bella. Sepertinya Tika tidak mau terjadi hal buruk lagi sama Bella seperti beberapa tahun lalu," ucap bu Fanya.
"Tika memang sangat menyayangi Bella,dia sudah menganggap Bella seperti adiknya sendiri," sambung pak Alex.
"Kenapa kamu tidak menemui Bella sampai sekarang?" tanya bu Fanya. Semua orang pasti akan menanyakan hal yang sama,bagaimana bisa seorang ayah sanggup menahan rindu pada anaknya sendiri selama belasan tahun.
"Ini semua aku lakukan untuk kebaikan Bella,jika mereka berpikir kalau keadaan Bella sudah aman maka itu semua salah besar. Arga memang sudah di tangkap dan dia akan menghabiskan seluruh hidupnya di penjara,tapi tidak dengan Lutfi." Tutur pak Alex mengakhiri ucapannya.
Nama orang terakhir yang di sebutnya tadi,membuat bu Fanya penasaran. Dia sama sekali tidak pernah mendengar nama Lutfi.
"Siapa Lutfi?"
"Jadi kamu bersembunyi dari dia?"
"Bukan!"
"Lalu,kenapa kamu tidak pergi menemui Bella? Lex,sebentar lagi Bella akan menikah,dan dia perlu wali. Kamu masih hidup,seharusnya kamu pergi dan temui dia!" suruh bu Fanya mengusulkan.
"Kalau aku keluar sekarang,maka Lutfi akan tahu kalau aku masih hidup,dengan begitu dia akan kembali melancarkan aksinya untuk melukai Bella. Kamu tahu Fan,sebenarnya Lutfi juga tahu kalau Bella masih hidup,tapi dia membiarkan saja Bella hidup dengan tenang,kamu tahu kenapa?" tanya pak Alex,bu Fanya menggeleng cepat.
"Karena dia tahu kalau di sisi Bella terlalu banyak orang yang menjaganya,aku pasti akan menemui Bella setelah berhasil menangkap Lutfi,akan aku buat dia membayar mahal atas segala yang sudah dia lakukan terhadap aku dan keluargaku."
Bu Fanya mengerti sekarang,kenapa pak Alex sanggup bersembunyi selama itu,ternyata semua karena masalah yang belum selesai.
__ADS_1
"Kamu tidak berniat menikah lagi Lex?"
GLEK!
Sepasang mata pak Alex menatap tajam wajah bu Fanya,beliau heran kenapa tiba-tiba bu Fanya mengalihkan topik pembicaraan kesitu?
"Pertanyaan kamu sudah terlalu jauh Fan,kita tadi sedang membahas masalah Bella,kok tiba-tiba topiknya jadi berganti ke hal yang sangat pribadi?"
"Kamu tidak mau menjawabnya?"
"Untuk apa aku menjawabnya,bukankah kamu sudah tahu alasannya?" ucap pak Alex.
"Saat kamu kembali,Bella sudah menikah dan dia akan hidup dengan suaminya,kamu pasti akan kesepian. Benarkah kamu tidak kepikiran untuk menikah lagi?" bu Fanya kembali bertanya,dia sangat penasaran dengan lelaki di depannya.
"Kamu masih sama seperti dulu Fan,kamu sangat peduli sama hidup aku,tapi sayangnya kita sudah sama-sama menikah dan punya kehidupan masing-masing." Pak Alex sepertinya tengah membayangkan masa lalunya dengan bu Fanya.
__ADS_1
Siapa bu Fanya sebenarnya,kenapa dia bisa mengenal papanya Bella? Lalu bagaimana dengan Tika,apakah dia juga tahu kalau sebenarnya bu Fanya dan pak Alex itu saling kenal?