
Kanaya sudah beberapa kali mondar mandir di ruang kelasnya Bella tapi gadis itu tidak ada,Kanaya juga mencarinya di kamar mandi,dia juga tetap tidak menemukan Bella.
Semua teman-temannya sudah pada pulang,hanya tinggal dia saja.
Kanaya kemudian pergi ke depan gedung sekolah,melewati tempat parkir dan bertanya pada satpam penjaga gerbang.
"Pak,tadi lihat Bella keluar enggak?"
Satpam itu mengerutkan keningnya sambil menjawab "Kok malah nanya Bella sama saya,bukannya dia pulang lebih awal sama Bu Dewi tadi?" jawab pak satpam.
"Pulang lebih awal sama mama?"
"Iya,tadi waktu saya nanyain sama Bella,katanya Bu Dewi nyuruh dia cepat-cepat pulang." Jawab pak satpam.
Begitu mendengar penjelasan dari pak satpam,Kanaya langsung pergi dari sana,dia masuk ke mobilnya dengan buru-buru.
"Jalan pak!"
Sang sopir langsung menjalankan mobilnya. Kanaya sangat khawatir,dia menelpon mamanya.
"Tut... Tut..." handphone berdering.
Tak ada jawaban.
Kanaya beralih menelpon Bu Santi,dan rupanya Bella tidak ada di rumah.
"Ada apa non?" tanya mang Koko sopir pribadi keluarga mereka,saat melihat nona majikannya sangat panik.
"Bella katanya sudah pulang duluan,tapi saya telpon ibunya,ibunya bilang Bella belum pulang.
Kanaya berpikir kalau sesuatu yang buruk telah terjadi sama Bella.
. ****
"Kamu pulang sendiri? Bella mana?" tanya Bu Dewi begitu melihat Kanaya turun dari mobil.
Bu Dewi yang sedang berdiri di pintu depan menunggu kepulangan mereka langsung menghampiri.
"Bella enggak ada di sekolah ma,satpamnya bilang dia sudah pulang bareng mama," ungkap Kanaya bercerita.
"Arga..." Bu Dewi bergumam, "mungkinkah dia yang membawa Bella pergi?"
"Ada apa Nyonya,apa terjadi sesuatu sama Bella?" tanya Bu Santi yang sempat mendengar permbicaraan mereka.
"Bella enggak ada di sekolahnya." Jawab Kanaya.
Mendengar jawaban Kanaya membuat jantung Bu Santi berhenti berdetak.
"Bella,Bella tidak mungkin di culik sama Arga kan?" pikiran Bu Santi sama seperti mereka.
"""\*\*\*\*"""
Bella berusaha membuka ikatan tali di tangannya,dia tidak bisa melihat apapun,matanya di tutup menggunakan kain hitam,kakinya juga di ikat,yang dia tahu saat ini dia sedang duduk di atas kursi,dengan tubuh di lilit tali.
"Lepasin aku!" Bella berteriak kencang.
"Hei... Siapa saja,tolong lepasin aku! Kalian itu pengecut! Beraninya sama perempuan,"
Terdengar suara tepuk tangan dari belakangnya,bella menajamkan pendengarannya.
Tap...
Tap...
Suara tepuk tangan beradu dengan suara tapak sepatu,Bella tidak asing dengan suara tapak sepatu itu.
"Lepasin aku!" Bella mengeraskan suaranya.
__ADS_1
"Hebat,hebat sekali... Tidak sia-sia aku menunggu begitu lama,akhirnya kita bertemu juga Bella,ups... Bunga." Lelaki itu membenarkan letak kesalahannya dalam menyebut nama Bella.
"Siapa Bunga? Aku Bella!" tegas Bella,dia berpura-pura tidak mengetahui tentang identitas aslinya,hanya itu satu-satunya cara supaya dia bisa selamat.
"Jangan berpura-pura bodoh,kamu itu Bunga,bukan Bella!" Arga menegaskan.
"Kamu siapa? Cepat lepaskan aku!"
"Buka penutup matanya!" suruh Arga.
Reza segera melaksanakan perintah lelaki itu.
"Siapa kamu?" tanya Bella,dia melihat Arga dengan seksama. Dia belum tahu saat itu,kalau Arga adalah adik angkat ayahnya.
Namun ada sesuatu yang sangat menggangu pikiran Bella,bekas luka di telapak tangannya Arga sama seperti lelaki yang sudah membunuh Agnes.
"Benarkah dia orang yang sudah membunuh Kak Agnes,aku tidak mungkin salah kan? Suara ini,aku juga merasa tidak asing dengannya. Ya,dia memang pelakunya,dia lelaki kejam yang sudah membunuh Kak Agnes." Batin Bella.
Melihat Bella yang bengong menatapnya,Arga tersenyum. "Kau mulai mengingat sesuatu?"
"Kenapa kalian membawa aku ke sini? Lepaskan aku! Ibu pasti sudah menungguku di rumah," Bella meronta-ronta,berusaha melepas tali yang mengikatnya.
"Jangan berusaha terlalu keras Bella,percuma saja,kamu tidak akan bisa keluar dari sini." Ucap Arga
"Pintar sekali,kamu memang sangat mudah di tipu hahahaha..." Arga tertawa puas.
"Apa kamu ingin bertemu Riko,Bella?" tanya Reza.
"Aku tidak ingin bertemu dia,aku ingin pergi dari sini! Lepaskan aku!"
"Teruslah berusaha,kamu tetap tidak akan bisa sayang," lelaki itu mengusap wajahnya dengan lembut.
Bella merasa jijik di sentuh oleh Arga.
"Cuih!" Dia meludahi wajah laki-laki itu. Dengan tatapan penuh kebencian Bella berkata "Aku tidak kenal sama kalian,aku tidak punya urusan apa pun sama kalian,jadi cepat lepaskan AKU!"
Plak!
Satu tamparan membuat Bella terdiam,kau berani meludahi wajah ku Bella," Arga tersenyum kecut.
"Kalau kamu masih mau hidup,sebaiknya jaga kelakuan mu itu," sambungnya lagi seraya menepuk-nepuk pipi Bella.
"Dengar ya,aku tidak kenal sama kalian,kalian sudah salah orang. Aku cuma anak pembantu,dengan menculik aku,kalian juga tidak akan mendapatkan tebusan apa pun."
__ADS_1
"Hahaha... Kamu masih berlagak bodoh rupanya,kamu itu bukan anak pembantu,kamu anak pengusaha sukses dari keluarga Alex dan Nona Devi,kamu masih ingat kedua orang tua kamu kan?"
"Aku tidak kenal dengan orang-orang yang kamu sebutkan itu,cepat lepaskan aku!" suruh Bella,dia gusar.
Arga mulai bingung karena Bella terus mengatakan tidak kenal dengan kedua orang tuanya.
"Maaf pak,Bella memang tidak ingat tentang kejadian hari itu. Menurut info yang kami dapat,dia tertabrak mobil keluarga Mahendra,dan hilang ingatan,itu sebabnya Pak Mahendra menyuruh pembantunya untuk menjadikan Bella sebagai anaknya." Ungkap Reza setengah berbisik.
"Apa?" Arga terkejut mendengar kabar dari Reza.
"Saya juga baru mengetahuinya tadi pagi pak."
"Akh!" Arga marah besar. "Kalau begini percuma saja,dia juga tidak akan ingat di mana sertifikat itu di simpan."
Bella menyimak setiap kata yang keluar dari mulut mereka.
"Sertifikat? Sertifikat apa yang mereka maksud?" Bella bertanya-tanya dalam hati.
\*\*\*\*
"Ma,sudah malam begini tapi kita belum menemukan keberadaan Bella." Kanaya semakin khawatir. Bu Dewi menepikan mobilnya di depan sebuah minimarket. Tatapannya lurus menatap ke luar jendela,dalam pikirannya saat ini hanya ada Bella,dia tidak bisa membayangkan kalau Bella di bunuh oleh Arga.
"Mama takut Naya,mama takut Bella di bunuh sama Arga." Bu Dewi mengeluarkan uneg-unegnya.
"Aku yakin ma,Om Arga tidak akan langsung membunuh Bella sebelum keinginannya terpenuhi." Kanaya meyakinkan,dia tidak ingin mamanya berpikiran macam-macam.
"Tino,kemana anak itu? Kenapa lama sekali dia menemukan keberadaan Bella." Lirih Bu Dewi.
Tok...
Tok...
Dari luar seseorang mengetok kaca jendela mobil.
Bu Dewi membukanya,dan ternyata itu adalah Tino,sepertinya dia datang untuk memberikan informasi terbaru mengenai Bella.
"Tino, bagaimana? Apa kamu sudah tahu Bella ada di mana sekarang?"
"Saya tidak menemukan Bella bu,saya sudah mencari dia kemana-mana tapi tetap tidak ketemu,sepertinya dia memang di culik oleh anak buah Arga." Ucap Tino.
__ADS_1
"Ma,ada pesan dari David,!" mata Kanaya tampak bersinar.