
Sasya sangat senang karena Reno datang di waktu yang tepat. "Ada apa ini?" tanya Reno kepada dua lelaki itu.
"Mereka mengambil tas dan uang aku kak," adu Sasya.
"Mengambil kamu bilang? Eh perempuan,dengar ya! Ini adalah uang untuk membayar hutang keluarga kamu sama bos kami,di dalamnya cuma ada tiga juta. Dan ini tidak cukup sama sekali," ucap Rans dengan mata melotot tajam ke arah Sasya.
Bella memperhatikan pakaian yang di pakai dua lelaki tersebut,dia tahu betul kalau dua orang di depannya adalah anak buah pemilik gedung perbelanjaan tempat mereka berada sekarang. "Aku mengenal bos kalian,katakan padanya untuk menghubungi aku!" suruh Bella.
"heh!" salah satu teman Rans tersenyum sinis mendengar penuturan Bella.
Bella kenal dengan bos pemilik gedung,tapi dua lelaki botak itu tidak percaya.
"Memangnya berapa hutang keluarga Sasya sama bos kalian.?" Reno bertanya dengan penuh percaya diri,seolah dia bisa membayar hutang-hutangnya keluarga Sasya.
"100 juta!" mereka menjawab kompak.
GLEK...
Reno menelan salivanya yang terasa kelu,uang segitu banyaknya mah dia undur diri saja. Apalagi dia sedang membangun rumah untuk Bella,saat ini pengeluarannya cukup banyak.
"Kak,kakak jangan percaya sama omongan mereka,aku sama sekali enggak kenal sama mereka. Dan mama juga tidak pernah berhutang sebanyak itu," dia memang tidak kenal dengan dua lelaki tersebut dan dia juga tidak tahu apa benar mamanya memiliki hutang atau tidak.
"Kak,kak Bella tolong ambil uang aku dari tangan mereka,aku sudah tidak punya uang lagi," pinta Sasya,dia mengiba pada Bella. Dan kali ini aktingnya sungguh luar biasa Bella bahkan dengan begitu mudah menyerahkan cek seratus juta untuk membayar hutang-hutangnya gadis itu.
"Ambil ini! Hutang keluarganya Sasya sudah lunas,jangan ganggu dia lagi!" tegas Bella.
Lelaki yang tadi di panggil Rans segera mengambil cek yang di sodorkan Bella. Lelaki itu kemudian melemparkan tas Sasya balik,Sasya segera mengambil tasnya yang terjatuh di lantai.
Dia mendekapnya erat "Akhirnya uang aku kembali,ini adalah uang terakhir aku dan mama," gumam Sasya.
-----
"Kamu mengeluarkan uang segitu banyaknya apa tidak akan mempengaruhi restoran kamu Bell?" tanya Reno ketika mereka sedang berada dalam mobil.
"Tidak,kamu jangan khawatir lagian aku melakukan semua ini ikhlas kok,Sasya itu keluarga kamu,jadi dia juga keluarga aku dong," jawabnya tulus.
"Sepertinya Bella sudah mulai peduli sama aku,ternyata dia memang kaya raya dan sepertinya sangat mudah di manfaatin,dia bisa aku jadikan tambang emas. Kamu beruntung Bella karena aku akan membiarkan kamu tinggal sedikit lebih lama bersama kak Reno. Kamu akan aku jadikan sebagai target kedua,dan target pertamanya adalah Ririn. Aku tahu perempuan itu juga menyukai kak Reno,sayangnya dia tidak berguna bagi aku,jadi aku akan menyingkirkan dia. Nikmati permainan ini." Memikirkan niat jahatnya tanpa sadar Sasya tersenyum. Reno yang sempat melihat senyumnya dari spion mobil langsung saja bertanya. "Senyum sendiri dari tadi Sya,kamu kenapa?"
__ADS_1
"Ah enggak kok,siapa yang senyum-senyum sendiri?" bantah Sasya, "Kak Bella makasih ya sudah berbaik hati membayar semua hutang keluarga aku." Ucap Sasya.
"Iya sama-sama."
"Aku janji setelah keadaan ekonomi keluargaku membaik,aku pasti bakal membayar semua uang kak Bella," ucap Sasya bersungguh-sungguh.
"Santai aja Sya,enggak usah terlalu di pikirin!" Bella tiba-tiba baik banget sama Sasya,apa dia sudah tertipu sama wajah polos gadis itu ya? Atau mungkin Bella sedang menyelidiki tentang keluarga Sasya,dan dia hanya mengikuti permainan yang sedang di buat oleh gadis licik itu?
"Kamu suruh aja dia kerja di restoran kamu Bella,kan lumayan tu daripada duduk di rumah enggak ada kerjaan," Reno menyarankan. Bella belum memutuskan,tapi Sasya sudah mengangguk setuju dan tampak sangat senang.
"Aku mau... Aku mau banget!" ucapnya penuh semangat.
Begitu sampai di rumah Sasya langsung melompat turun dari mobil tanpa menunggu Reno.
Sasya sudah tidak sabar untuk menanyakan tentang hutang keluarganya yang sebanyak itu pada mamanya.
Tanpa mengetuk pintu dia masuk begitu saja. Mamanya yang sedang rebahan di sofa menjadi terkejut dengan kehadirannya.
"Kamu masuk ke kamar mama kenapa enggak ketok-ketok dulu sih?"
"Kenapa mama sampai punya hutang sama pak Juna?" tanya Sasya,dia berdiri di depan mamanya dengan pandangan menyelidik.
"Untuk apa uang sebanyak itu? Apakah benar kita akan jatuh miskin? Benarkah perusahaan kita sedang berada di ambang kebangkrutan?"
"Kamu ini ngomong apa sih,Sya? Pulang-pulang langsung nyerocos enggak jelas gitu. Kamu ini lagi bicarain hutang siapa hah? Siapa yang punya hutang?" Mirna mengernyitkan alisnya,tidak mengerti dengan pertanyaan sang anak.
"Mama sama papa lah,memang siapa lagi? Buat aku malu saja di depan pengunjung toko." sungut Sasya.
"Mama enggak punya hutang sama pak Juna,apa yang kamu tuduhkan ke mama itu sama sekali enggak benar."
__ADS_1
"Lalu siapa yang berhutang sama pak Juna?" Sasya semakin bingung,Mirna juga demikian.
Satu-satunya orang yang bisa di curigai sekarang adalah---
"Papa!" ucap Sasya barengan dengan mamanya. Pikiran mereka ternyata sama.
"Tapi untuk apa papa berhutang sebanyak itu sama pak Juna? Bukankah pak Juna itu pemilik gedung perbelanjaan terbesar di kota ini?"
"Benar,dan mama tahu enggak berapa banyak hutang papa?" Sasya semakin membuat mamanya penasaran.
"Enggak,memangnya berapa?"
"100 juta!"
Lemas sekujur tubuh Mirna mendengar,uang sebanyak itu mereka bisa mendapatkannya dari mana?
"Kali ini kita benar-benar kehabisan uang Sasya," lirihnya,dia bangkit dari sofa dan berjalan pelan menuju tempat tidur.
"Soal uang 100 juta mama tidak perlu khawatir,Bella sudah membayarkannya untuk kita." Ungkap Sasya memberitahu.
"Bella? Bella tunangannya Reno maksud kamu? Dengan mudahnya dia mau membayar semua hutang kita,tidakkah ini aneh?" Mirna bertanya,dia masih tidak yakin dengan apa yang barusan di dengarnya.
"Tidak ada yang aneh ma,bagi Sasya ini biasa aja kok. Uang 100 juta buat Bella itu tidak ada apa-apanya,dia itu kaya raya dan ternyata dia juga pemilik restoran seafood yang cukup terkenal itu loh!" ujar Sasya bercerita.
"Kalau Bella baik sama kamu biarkan saja dia bersama dengan Reno,setidaknya kita bisa menjadikan dia tambang emas." Bu Mirna mendapat ide baru.
"Enggak bisa!" tolak Sasya,dia keberatan dengan ide mamanya.
"Aku hanya akan membiarkan Bella memiliki waktu sedikit lebih lama bersama kak Reno,sebelum aku benar-benar menyingkirkannya," ucap Sasya dengan semangat menggebu-gebu. "Mama kan tahu kalau aku sangat mencintai kak Reno,aku tidak akan membiarkan siapapun memiliki dia selain aku sendiri," imbuhnya lagi.
"Tau ah,terserah kamu aja! Lalu sekarang rencana kamu apa?"
"Aku akan menyingkirkan Ririn dulu,dia adalah sekertaris kak Reno," ucap Sasya dia kembali memperlihatkan senyum liciknya.
----
__ADS_1