Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Jangan Tinggalkan aku!


__ADS_3

Apakah ini hanya mimpi? Bella masih terus menangis di sisi ranjang rumah sakit,tempat ibunya terbaring. Beberapa jam yang lalu,dia masih bisa melihat senyum terukir di wajah wanita yang sekarang terbaring kaku dengan wajah pucat di depannya.


Air mata tak henti-hentinya mengalir,senyuman itu ternyata adalah senyum terakhir dari sang ibu,dan pelukan itu juga pelukan terakhir.


Saat di bawa ke rumah sakit,bu Santi masih bernafas,namun saat mau di masukkan dalam ruang operasi,beliau menghembuskan nafas terakhirnya.


Reno melihat Bella yang sangat sedih,membuatnya terdiam. Dia tidak tahu bagaimana cara menghibur gadis itu. Kehilangan orang yang sangat penting dalam hidup tentunya memberi luka yang cukup dalam.


"Ibu,kenapa ibu ninggalin Bella seperti ini? Ibu bilang ibu cuma pergi sebentar dan akan pulang lagi. Tapi nyatanya ibu pergi untuk selamanya. Lalu bagaimana dengan Bella,bu?" dia terus menangis,dia tidak kuat menghadapi semua ini sendiri,semua terjadi begitu cepat.


David juga sedang berada di IGD,keadaannya cukup parah,cowok itu juga kehilangan banyak darah.


"Permisi mbak,apa anda yang bernama Bella?" tanya seorang dokter dengan sopannya.


Bella yang masih menangis,mencoba mendongakkan kepalanya melihat dokter itu,menghapus air matanya dan baru menjawab, "Ya dok,saya Bella. Ada apa?"


"Pasien yang bernama David meminta anda untuk datang ke kamarnya,"


"Dia sudah sadar?" Bella merasa sedikit tenang sekarang.


"Iya,dan...


"Baiklah saya akan menemuinya." Bella langsung pergi,tanpa mendengarkan perkataan dokter itu sampai selesai.


Bella keluar meninggalkan ruang jenazah tempat ibunya berada. Reno melihat wajah murung dokter itu,membuat dia bertanya-tanya.


"Ada apa dok? Apa ada hal penting yang ingin dokter sampaikan? David baik-baik aja kan?"


"D-Dia sepertinya tidak bisa bertahan lebih lama lagi Reno." Ungkap dokter Yana,wanita itu adalah teman mamanya.


"Maksud dokter?"


"Pergi dan lihat sendiri,tadi saya ingin mengatakan sama Bella,kalau David juga menyuruh kamu untuk segera menemuinya. Pergilah sebelum terlambat!" suruh Dokter Yana,wanita itu berlalu pergi dari sana,karena masih ada pasien lain yang perlu di tangani. Sedangkan Reno jadi bengong sendiri,separuh jiwanya seperti hilang.

__ADS_1


****


"Sayang,kamu sudah sadar? Aku pikir kamu juga akan pergi meninggalkan aku." Lagi-lagi Bella menangis.


David memaksakan dirinya untuk bisa tersenyum,supaya Bella tidak terlalu khawatir.


"Ibu di mana? Apa ibu baik-baik saja?" David sangat mencemaskan calon mertuanya,


"I-ibu... Ibu sudah pergi," mulai terisak,dan kemudian menangis lagi. Dia menggenggam tangan David dengan gemetaran.


"Apa? Ibu sudah tidak ada?" David juga menangis,dadanya terasa sakit. "Ini salah aku Bella,seharusnya aku yang mati,bukan ibu. Aku yang ceroboh,coba saja kalau aku lebih hati-hati lagi saat membawa mobil tadi,ibu pasti masih di sini" ucapnya penuh sesal.


David terus menyalahkan dirinya atas kecelakaan yang membuat bu Santi kehilangan nyawanya. Bella terus menenangkannya dan mengatakan bahwa itu semua sudah menjadi takdir,dan David tidak perlu menyalahkan dirinya sendiri.


Reno kemudian masuk dan ikut menenangkan sahabatnya,kedatangan Reno membuat David mulai tenang. Dia memanggil Reno untuk lebih mendekat.


Bella hanya menatap lemah ke arah dua sahabat itu. "Reno,aku tidak yakin bisa bertahan lebih lama lagi. Jadi,jika sesuatu yang buruk terjadi sama aku tolong jaga Bella,jaga dia untukku!" pinta David,Bella dapat mendengarnya dengan jelas,teriris perasaannya mendengar kata-kata David


"Bella sayang,cinta itu enggak harus memiliki,cukup melihat kamu bahagia saja aku sudah bahagia." Ungkap David,suaranya mulai terdengar parau.


"Tapi kamu sudah janji,kamu bilang enggak akan pernah meninggalkan aku,kamu lupa sama janji kamu?" tanya Bella,tangisnya semakin pilu,dia memeluk David dengan erat.


"Sebentar lagi kita akan menikah,hanya sebentar lagi,kamu harus kuat! Kamu pasti sembuh! Kamu pasti sembuh!" Bella semakin tidak terkontrol,pikirannya sangat kacau. Terus menggenggam tangan David,dan pandangannya beralih ke arah Reno. "Reno,tolong buat David percaya bahwa aku sangat mencintai dia,aku tidak ingin kehilangan dia,katakan sama David kala dia akan sembuh,buat dia paham Reno!" Bella memohon.


"Bella,jangan seperti ini,kamu membuat David semakin sedih." Reno juga menangis.


Bella kembali menatap David,di lihatnya tak ada lagi semangat hidup di mata calon suaminya itu,luka di wajah David juga sangat serius,sebelah wajahnya terluka karena terkena pecahan kaca mobil.


"Wajah ku sudah tidak bagus lagi,apa kamu masih mau menerima aku?"


"Aku mencintai kamu apa adanya Dav,aku enggak peduli sama wajah kamu sekarang,yang pasti kamu harus tetap berada di samping aku. Jangan pergi,jangan tinggalkan aku sendiri." Bella menangis sesenggukan.


"Bella," panggil David,suaranya sangat kecil.

__ADS_1


Bella terdiam,dia semakin takut kalau David benar-benar akan pergi meninggalkannya.


"Lihat dia!" suruh David,dia menyuruh Bella untuk memandang Reno. Bella menurutinya,menatap ke arah Reno.


"Dia adalah orang yang selama ini diam-diam mencintai kamu,dia yang tulus. Dia yang aku inginkan untuk menggantikan posisi aku."


DEG!


Bella tidak menyangka sama sekali akan kenyataan yang didengarnya dari David,jadi Reno selama ini mencintai dirinya? Dan wanita yang pernah di ceritakan itu adalah dia sendiri.


Tapi Bella tidak ingin memikirkan hal itu,yang membuatnya susah sekarang adalah keadaan David,dia tidak mau David meninggalkannya.


"David,jangan banyak bicara dulu! Ini akan menguras banyak tenaga kamu" Reno ingin mengalihkan pembicaraan David.


"Tidak Ren,Bella harus tahu tentang perasaan kamu,aku ingin dia dapat pengganti yang lebih baik daripada aku,"


"Jangan bicara seperti itu Dav,kamu pasti sembuh." Bella meyakinkan.


David menggeleng lemah,dadanya semakin terasa sakit. "Bella terimalah Reno untuk menjadi..." David tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena nafasnya mulai tertahan dan dia seperti kesulitan untuk bernafas. Bella panik,Reno menyuruhnya untuk memanggil dokter.


"Bella,cepat panggil dokter!"


Bella berlari keluar ruangan untuk memanggil tim dokter.


"Namun baru saja dia keluar,Reno kembali memanggilnya."


"Bella! Da-David..." suara Reno tercekat,dia sesenggukan,sekarang David benar-benar pergi. Sahabat satu-satunya sudah tiada.


Bella menatap kosong,pandangannya nanar. Air matanya berhenti mengalir,malam ini adalah malam yang penuh dengan kesedihan,dia merasa tidak adil saat itu. Dua orang yang sangat di sayanginya di panggil dalam waktu bersamaan.


Tapi dia tidak akan marah,dia hanya sedih. Semua orang yang menyayanginya pergi satu persatu. Di saat kecil kedua orangtuanya dan juga kakaknya pergi dan meninggalkan dia sendiri,dan kemudian dia di rawat oleh adik ayahnya,dan lelaki itu juga sudah pergi. Kemudian Tuhan menghadirkan bu Santi dan David untuk menjadi orang terkasih dalam hidupnya. Dan sekarang mereka juga dipanggil kembali,meninggalkan Bella seorang diri.


Dia sadar,tidak ada yang abadi di dunia ini,semuanya hanya titipan. Mungkin David hadir hanya sebagai penambah dalam cerita hidupnya,dia hanya singgah sebentar untuk memberi warna dalam kehidupannya,dan bukan sebagai pendamping. Bella meremas ujung bajunya,berusaha untuk tidak menjerit. Sakit di dadanya semakin terasa. Kepalanya serasa berputar-putar dan setelah itu dia ambruk ke lantai dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2