Siapa Aku Sebenarnya?

Siapa Aku Sebenarnya?
Rencana Kanaya Berhasil


__ADS_3

"Huh...capek banget hari ini!" Bella merebahkan tubuhnya di atas kasur,dia baru bisa bernafas lega sekarang karena sudah sampai di rumah.



Gadis itu kembali melamun dia teringat akan janjinya dengan David untuk bertemu nanti malam.



Tapi Bella mendadak tidak yakin,sebab dia tidak pernah keluar malam. Kalaupun meminta izin sama ibunya,wanita itu tetap tidak akan membiarkan dia keluar.



Bella jadi semakin serba salah sebab dia sudah membuat janji dengan David.



Mata indah Bella mulai tampak sayu,rasa kantuk menyerangnya perlahan tapi pasti dia terlelap juga. Baru aja matanya terpejam dan dia hendak beralih ke alam mimpinya Bu Santi dengan suara keras memanggil namanya.



"Bella...



"Bella!!! jangan langsung tidur dong,bantuin ibu dulu!"



"Astaghfirullah... Baru aja mata ini terpejam,tapi ibu sudah memanggil aku." Keluh Bella. Dia sangat capek karena baru pulang sekolah,sudah pulangnya harus jalan kaki lagi sampai di rumah dia juga tidak di izinkan untuk istirahat meski hanya sebentar saja.



\*\*\*



"Tolong anterin ini buat Non Kanaya sama temannya!" perintah Bu Santi.



Bella dengan ekspresi malasnya segera mengambil baki yang disodorkan ibunya,di atas baki itu sudah ada dua cangkir teh hangat dan dua toples cemilan.



Bella membawanya secara pelan-pelan menuju ruang tamu tempat Kanaya dan temannya berkumpul.



Dan...



PRANG!!!



Kaki Bella terpeleset membuat semua cangkir itu pecah,dan airnya berembes di lantai.



Kanaya yang sedang asyik ngobrol sama teman cowoknya sontak terkejut mendengar suara gelas pecah itu.



Sambil memelototi Bella,Kanaya berkata kasar "Pembantu bodoh! cuma bawa itu aja sampe jatuh,gimana sih?"



Bella buru-buru minta maaf,dia tidak tahu kalau lantai diruang tamu itu masih licin,mungkin ibunya tidak teliti saat mengepel tadi.



"Maafkan aku Kanaya,aku benar-benar enggak sengaja" ucap Bella gemetar,dia takut karena ini sudah kedua kalinya dia memecahkan gelas di rumah itu.



"Maaf maaf... kamu pikir maaf kamu itu bisa menggantikan gelas yang sudah pecah ini?" sentak Kanaya.



Beberapa menit kemudian Nyonya Dewi datang,wanita itu terlihat tenang.


__ADS_1


Sebelum bicara matanya sempat mengerling melihat ke arah teman cowoknya Kanaya.



"Ada apa ini,kenapa kamu marah-marah Kanaya? ini cuma gelas biasa doang enggak ada yang perlu di ributkan,lagian Bella juga enggak sengaja." Ucap mamanya membela.



Bella tidak menyangka dengan respon dari majikannya itu,biasanya mulut Nyonya Dewi lebih tajam lagi dari pada Kanaya.



"Maafkan Bella Nyonya,Bella benar-benar enggak sengaja,saya enggak tahu kalau lantainya masih licin." Bella berusaha menjelaskan.



"Sudah,tidak apa-apa,kamu beresin ini setelah itu ganti minumannya!" ucap Nyonya Dewi masih tetap tenang.



"Kok mama jadi ngebelain dia sih?" Kanaya tidak suka dengan sikap mamanya yang sok baik di depan Bella.



"Kanaya diam kamu! Kan Bella sudah bilang kalau dia enggak sengaja!" Nyonya Dewi sedikit membentak.



"Naya,sudahlah enggak baik ribut-ribut sama mama sendiri!" temannya mengingatkan.



Bella mendongakkan kepalanya menatap wajah cowok itu,dari suaranya sepertinya Bella kenal dengan si cowok dan ternyata memang benar,cowok itu adalah temannya David dia adalah Arman.



"Mama kenapa jadi belain Bella,ya?" gumam Kanaya.



Mereka berdua menatap sinis ke arah Bella,saat itu Nyonya Dewi sudah pergi. Kanaya masih bertanya-tanya dalam hatinya kenapa sang mama mendadak baik dengan membela Bella,biasanya mamanya pasti marah-marah sampe nyuruh ganti rugi segala kalau ada barang berharga yang tanpa sengaja di buat hancur oleh Bella.




Bella tidak menjawab apa-apa,setelah selesai membersihkan lantai dari pecahan-pecahan beling,dia pun segera berlalu kembali ke dapur untuk membuat minuman baru.



Begitu tiba di dapur sebuah tangan melayang di udara dan jatuh tepat mengenai pipinya.



PLAK!!!



Bu Santi menampar Bella dengan keras. Hening tak ada suara,hanya terdengar nafas Bella yang memburu. Gadis itu tidak menyangka kalau ibunya akan menamparnya sekeras itu.



"Kenapa ibu menampar aku? memangnya salah aku apa?" sambil memegang sebelah pipinya yang di tampar Bu Santi,Bella menatap tajam wajah ibunya meminta penjelasan dari wanita itu.



"Kamu masih berani nanya? Setelah kamu mecahin gelas milik Nyonya Dewi sekarang kamu malah berlagak bodoh,kamu tahu enggak karena kecerobohan kamu Nyonya Dewi cuma mau membayar setengah dari gaji ibu bulan ini." Ungkap Bu Santi dengan nada tinggi.



"Nyonya Dewi bilang gitu sama ibu?" tanya Bella masih tidak percaya,soalnya tadi Nyonya Dewi sama sekali tidak marah padanya,dia malah membela dirinya,dan membentak Kanaya.



"Iya,siapa lagi yang mengatakannya kalau bukan Nyonya Dewi sendiri" jawab Bu Santi,dia kesal dengan sikap ceroboh Bella yang selalu merugikan dirinya,dan pada akhirnya Bu santi memilih pergi dari dapur dan meninggalkan pekerjaannya yang belum selesai,dia membiarkan saja Bella yang mengurusi semuanya.



"Jadi Nyonya Dewi tadi itu cuma pura- pura baik aja sama aku? Dia ingin terlihat baik di depan Arman,benar-benar licik!" ucap Bella tersenyum kecut.



"Kapan sih uang ibu cukup untuk membeli rumah sendiri,aku juga tidak mau di perbudak oleh mereka" Monolog Bella.

__ADS_1



Kesabaran bisa hilang lama-lama kalau terus berada di rumah itu,mereka sudah terlalu semena-mena terhadap dirinya,hanya karena dia dan ibunya bekerja sebagai pembantu di rumah mereka,bukan berarti mereka boleh bertindak seenaknya.


***


"Wajah kamu kenapa cemberut gitu?" tanya Nyonya Dewi begitu Kanaya datang menghampirinya di kamar.



"Gimana enggak cemberut ma,mama itu sudah buat aku malu di depan Arman,masa mama ngebelain Bella bukan aku." Keluh Kanaya.



"Sini duduk dulu!" Suruh sang mama,sambil menepuk sisi tempat tidurnya menyuruh Kanaya untuk duduk.



Masih dengan wajah datar Kanaya acuh tak acuh terhadap mamanya.



"Jangan cemberut gitu sama mama,tadi mama sengaja belain dia di depan teman kamu. Kan enggak mungkin mama perlihatkan sifat asli mama di depan teman kamu itu." Nyonya Dewi menjelaskan.



"Jadi mama cuma pura-pura aja tadi?" tanya Kanaya memastikan.



Nyonya Dewi mengangguk mengiyakan "Enggak mungkin mama membela anak babu itu dan membentak kamu tanpa ada sebab,kamu kan anak mama satu-satunya" mendengar jawaban dari mamanya Kanaya langsung memeluk wanita itu dengan penuh cinta. "Makasih ya ma,Kanaya sayang mama love you!" ucap Kanaya tersenyum senang. "Love you too sayang." Balas mamanya.



"Aku pikir mama udah enggak sayang lagi sama aku,aku takut bangat kalau mama tiba-tiba berubah dan jadi lebih sayang sama Bella seperti yang terjadi sama papa dulu." Ucap Kanaya,dia kembali teringat akan masa kecilnya yang menyakitkan.



"Sudah lah sayang jangan mengingat hal itu lagi,nanti hati kamu tambah sakit." Mamanya mengingatkan.



Kanaya semakin erat memeluk mamanya "Lalu bagaimana dengan gelas yang di pecahin Bella,apa mama tidak meminta ganti rugi?"



"Ya mama minta lah! Gaji Bu santi mama kasih 2 juta bulan ini,biar tahu rasa mereka" Senyum sinis Kanaya mengembang,dia senang karena rencananya akhirnya berhasil.



"Nggak sia-sia lantai itu ku buat licin biar dia terpeleset." Ucap gadis itu dalam hati.



Terungkap sudah sekarang,ternyata ini semua adalah rencananya Kanaya,dia sengaja membuat lantai itu licin supaya Bella terjatuh dan gelasnya pecah.



"Ada hal yang lebih menghebohkan lagi,kamu mau tahu enggak?" tanya Nyonya Dewi,nada bicaranya membuat Kanaya penasaran.



"Mau dong ma,emang apa sih?"



"Bella di tampar oleh ibunya."



"Hahaha...



Kanaya tertawa senang matanya berbinar-binar,segitu bencinya kah dia sama Bella? Hingga penderitaan Bella menjadikan dirinya sangat bahagia.



"Wah,benar-benar berita menghebohkan." Kanaya berdecak.



\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2